Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Dramatis


__ADS_3

Setelah mendapat kabar dari ara, rey bergegas mengemudikan mobilnya dengan kencang menuju kota D.


Disaat yang bersamaan, ara masih dalam kurungan penculik itu.


"Hadeh.. Si alien itu kenapa lama banget sih, padahal alamatnya sudah jelas kan? Mata gue udah pegel nih gak bisa liat kayak gini, gelap banget kayak dalam rahim.


Dari luar terdengar suara si penculik itu tengah menelpon seseorang.


*halo bos.!!


Oh. Gitu ya bos.. Tapi dia cantik bos.!


Baiklah bos. Akan kami lakukan sekarang!!


(Penculik telponan sama siapa ya?)


"Tuh orang ngomong pakek toa masjid ya?? Gede amat suaranya! "Gerutu ara menyeringai.


Kreekkkk.!!!! Perlahan pintu itu terbuka memancarkan cahaya yang masuk kedalam gudang itu.


Terlihat kedua penculik itu masuk dari pintu secara bersamaan.


"Aw..!! Gak bisa maju nih.. "Ujar penculik 1


"Coba mundur deh.. Ahh.. Bahu gue sakit pe'ak. "Sahut penculik 2.


"Lagian kenapa masuknya harus barengan, udah tau pintunya kecil, kan gak muat.. Ahh malu maluin aja lo. Jadi gak keren kan jadinya!!


"Halo. Permisi! Apa kalian butuh bantuan gue.? "Ara berjalan menuju mereka.


"Iya iya.. Cepat tolong kami, tubuh gue nyangkut nih. "Sahut penculik 2 dengan napas terengah.


"Baiklah.. Siap siap ya.. 1.. 2.. 3..!!


Gubraakkk!!! "Ara menendang 'Anu' mereka hingga keduanya jatoh sembari mengelusnya.


"Ahh.. Lo gila ya.. Kenapa lo tendang adek kita,, ini masa depan gue tau??!! Gue belom nikah nih, gimana kalau rusak.!! "Teriak penculik 1 dengan wajah kesakitan.


"Loh, kan tadi kalian yang minta tolong sama gue! Gue juga gak sengaja kena adek kalian. Awas.!! "Ara mendorong mereka kedalam, dia pun langsung berlari keluar sangat ngebut.


"Heii dia kabur tuh.!! Cepat kejar.!! "Teriak penculik 1.


"Lo aja yang kejar!! Anu gue masih sakit nih.. Kayaknya udah netas.


"Ahh!! Payah lo.. Ayoo kita kejar sebelum dia jauh. "Penculik1 menarik paksa penculik 2.


Ara berlari sangat kencang tak tau kearah mana. Melihat dua orang itu mengejarnya dia pun mencari tempat untuk bersembunyi.


"Duhh,, harus sembunyi dimana nih?? Ahh.. Itu ada pohon cabe. Sembunyi disana aja deh.. Ehh, tapi ini terlalu besar, cari yang lain saja, duh.. Mereka makin dekat lagi.


Ara bingung mencari tempat persembunyian, dia pun memutuskan untuk tiarap dibawah deretan pohon bunga.


Tidak lama kemudian mobil rey datang dan menepi dipinggir jalan.


"Tempat apaan ini?? Sepi banget!! Dimana mereka menculik aron gue!!


Perlahan rey berjalan mengendap endap sembari melirik sekitar.


"itu mereka berdua sedang ngapain ya.. Ahh!! Pasti mereka yang menculik aron..!


Saat ara mendengar suara langkah kaki, dia pun keluar dari persembunyianya.

__ADS_1


"Ahh reboy.!! Ahirnya dia datang juga.. "Ara langsung berlari menghampiri rey.


"Reboy..!!! "Teriak ara sambil berlari dengan kencang.


Kedua penculik itu melihat ara yang tengah berlari, mereka pun langsung menuju ara sembari mengeluarkan pisau kecil yang tajam.


"Reboy, kenapa lama sekali lo dateng, gue dikurung digudang yang gelap itu, untung aja gak ada cicak yang menghampiri gue. "Ucapnya sembari memegang kedua tangan rey.


"Gue udah ngebut banget. Lagian ini tempat nya jauh. "Sahut rey menatap ara.


"Kenapa lo gak pakek ufo aja. Biar cepat sampe nya.


"Ho'oh.. Ufo tuyul. .!! "Rey menjetik hidung ara.


Tanpa mereka sadari bahwa dua penculik itu sudah mendekati ara dan rey.


Salah satu penculik itu melemparkan pisau kecil nya dari belakang ara.


Rey yang berada dihadapan ara itu melihat pisau yang tengah terbang menuju belakang ara.


"Aron!! Awas.!!.


Cruuusshhhh.!!!!


Rey menatap ara dengan senyuman. "Lo gak apa apa sayang? "Ujar nya sembari memeluk ara dengan kuat.


"Reboy.!! Ada apa?? "Ara bingung melihat wajah rey.


"Apa ini.? Ahh!! Darah.?? "Ara mendapatkan banyak darah dari tanganya yang memeluk tubuh rey.


Dengan cepat, ara memutarkan tubuh rey.


"Reboy..!! "Ara kaget menutup mulut nya dengan kedua tanganya saat melihat pisau kecil itu tertancap dipunggung rey.


Kedua penculik itu tertegun diam karna salah sasaran.


"Hei, gimana ini? kita salah target. "Kedua penculik itu saling melirik.


Melihat rey yang terluka, ara sangat geram pada kedua orang itu.


"Ini semua gara gara kalian.!!!!! Bajingan. !! ***!! "Ara berteriak dengan kesal. Dengan cepat ara mengambil sebatang kayu yang berada didekatnya.


Ara berlari seperti orang yang kesurupan, dia memukuli kedua penculik itu dengan membabi buta sampai mereka tidak sempat untuk melawan karna pukulan ara yang tanpa henti membuat tubuh mereka lebam dan bengkak.


"Heh, hadis itu. Kuat juga. "Ujar rey menyeringai.


Perlahan rey berjalan mendekati ara.


"Sayang, sudahlah, jangan membuang tenaga. "Rey menahan kayu yang dipegang ara.


"Reboy.!! Mereka sudah melukaimu. Gue gak akan mengampuninya. "Sahut ara dengan emosi dan melanjutkan pukulanya.


"Aron! Hentikan!! Nanti lo lelah, kita bereskan saja dengan ini. "Rey menunjukan pistol kecil yang dia keluarkan dari balik bajunya.


"Kenapa gak bilang dari tadi.!! "Timpal ara, dia pun mengehentikan pukulanya.


"Tadi gue udah bilang, elo nya aja terlalu semangat.


Dor..!! Dor.!!! Rey melepaskan pelatuknya pada kaki kedua penculik itu.


"Ah..!! Ampun!! Kami mengaku kalah.. Ampuni kami. "Kedua penculik itu bersujud pada kaki rey.

__ADS_1


Rey memijakan kakinya diatas punggung mereka yang tengah berlutut sembari menodongkan pistolnya dikepala mereka.


"Katakan! Siapa yang menyuruh kalian untuk menculik pacar gue!!? "Teriak rey dengan kesal.


"Itu tuan, seorang perempuan cantik dan juga kaya. "Sahut penculik 1.


"Siapa namanya, dan dari mana asalnya? "Tanya rey kembali.


"Asal nya dari kota F, tapi nama nya gue lupa.. Eh, lo inget gak namanya?? "Ujar penculik 1 pada penculik 2.


"Ahh,, gue juga lupa.!! Pokok nya dia anak orang. "Sahut penculik 2.


"Gue serius goblok.!! "Rey menekan kepala mereka dengan pistol nya.


"Dari kota F.?? Apakah namanya Pricil.?? "Tanya ara.


"Ahh.. Iya.. Sepertinya itu namanya.! "Jawab penculik 1.


"Bagus.!!! Berani sekali dia.!! Apa yang dia perintahkan pada kalian.?? "Ujar rey sembari mengangkat kepala penculik 1 dan menatapnya dengan tajam.


"Dia.. Dia ingin kami membunuh gadis ini.. Sebenarnya kami tidak ingin membunuhnya, tapi kami sudah terlanjur menerima uang darinya. Maafkan kami tuan. "Sahut penculik 1.


"Gitu!!! Dasar manusia biadab!! Hanya karna uang, beraninya kalian menghilangkan nyawa orang. Katakan pada pricil kalau kalian sudah membunuh ara.!! Kalau gak, gue akan menembak kepala kalian.


"Ba.. Baik tuan..kami akan memberitahunya segera. "Si penculik 2 langsung mengeluarkan hp dan menghubungi pricil untuk memberitahukan kalau mereka sudah membunuh ara.


"Bagus.!! Mulai sekarang, kalian jangan pernah lagi menemui pricil. "Rey melepaskan pijakan kakinya dari tubuh mereka.


"Sayang, ayo kita pulang. "Rey menarik tangan ara.


"Hei kenapa lo nangis o'on.!! "Rey baru menyadari kalau ara sedang menangis tersedu sedu dibelakangnya.


"Gue.. Gue minta maaf.. Harusnya yang luka itu gue, bukan lo. Jujur, gue yang sakit melihat pisau itu tertancap dipunggung lo, ayo kita kerumah sakit sekarang, darah lo sudah banyak keluar. "Ara menangis tertunduk merasa sangat bersalah.


"Kalau gue gak ngelindungin elo, pasti elo yang kena pisau ini, dan itu akan lebih sakit bagiku dari pada tertusuk pisau ini. Sudah, jangan nangis, darahnya tidak akan keluar banyak jika pisau nya masih tertancap. Ayo kita kerumah sakit sekarang. "Rey mendekap ara. Dan berjalan sembari merangkul nya.


Rey menahan rasa sakitnya sampai menemukan rumah sakit terdekat disana dengan melajukan mobilnya cukup kencang.


Ara tak henti hentinya menatap rey yang sedang mengemudi sambil menahan tubuhnya supaya tidak terkena jok kursi mobil.


"Heii. Kenapa menatap gue kayak gitu.? Gue udah bilang, gue gak apa apa!! Apa lo tau, didalam duni mafia, hal kecil seperti ini sudah biasa terjadi. Nanti lo akan lihat belakang gue yang penuh bekas jahitan. "Rey menatap ara dan mengelus kepalanya.


"Reboy, sejak kapan lo masuk kedua mafia?? Itu berbahaya. Apa lo gak sayang sama nyawa?


"Gue mengetahui geng kobra sejak gue SMP. Gue baru aktif disana setelah masuk SMA, dan gue menjadi ketua geng itu saat baru kuliah. Dan kini geng itu makin besar dan makin kuat. Bukan mudah untuk naik posisi menjadi ketua geng, karna banyak tes yang mempertaruhkan nyawa. Maka dari itu gue sudah terbiasa dengan luka kecil seperti ini.


Kalau gue gak kuat, terus, gimana gue bisa melindungi orang yang gue cintai. "Rey tersenyum sambil mencubit kecil dagu ara.


"Apapun itu. Gue takut kalau lo terluka. "Sahut ara singkat dengan rasa cemas.


"Gue seneng liat lo cemas. Itu berarti lo peduli sama gue. Apa lo sayang sama gue? "Tanya rey sembari memegang jemari ara.


"Nanya apa sih??! Kalau gue gak sayang sama lo, kenapa gue harus nangis saat lo terluka.


"Hm.. Makasih sayang,, gue juga sayang banget sama lo. "Timpal rey tersenyum dengan mengacak rambut ara,


Dengan menahan rasa sakit , rey masih tersenyum sembari bercanda pada kekasihnya itu selama dalam perjalanan untuk mencari rumah sakit disekitar.


***


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like. 🙏


__ADS_2