
Setelah beberapa saat menunggu. Akhirnya neo kembali lagi kerumah arini bersama seorang wanita cantik.
Cewek itu begitu anggun saat turun dari mobil .
Mereka semua tercengang, terutama danu.
Danu langsung berlari dan memeluk wanita itu.
"Arini.. Akhirnya lo kembali. Kemana aja sih. Kita semua cemas mencari lo kemana-mana." Danu mendekap erat gadis cantik itu.
Reza menarik danu memisahkannya dari wanita itu.
"Danu! Dia bukan arini.! Dia adalah jessie. Partner kerja kita dikota F. Saat pertama aku bertemu dengannya, aku juga merasa bahwa dia adalah arini." Ujar reza.
Jessie mendorong tubuh danu. "Dihh.. Jangan sentuh aku! Kalian siapa sih? Kenapa sok kenal sama aku. Aku baru pertama kalinya kekota ini. Jangan anggap aku sebagai teman kalian itu.! Karna kita berbeda." Tegas jessie dengan sombong.
"Dia mirip sekali dengan arini. Tapi sifatnya sama sekali tidak sama." Batin yuki menatap tajam jessie.
"Heii kau, yang gendong anak! Siapa kamu? Sepertinya kamu begitu membenciku? Aku gak mau berteman dengan orang yang sudah berkeluarga." Pungkas jessie menatap sinis yuki.
"Heh! Kamu pikir aku mau berteman dengan orang sombong sepertimu? Jangan sekali-kali kau menghina arini. Karna dia gak sebanding dengan kamu yang hanya cantik diluar saja!"
Neo menengah antara jessie dan yuki. "Jessie, yuki, cukup. Jangan bertengkar.
Jessie, dia adalah istriku, namanya yuki."
"Hah? dia istri kamu?. Baiklah, aku mau berteman dengannya karna dia istri kamu." Timpal jessie.
"Ya sudah, sekarang kalian duduk dulu."
"Neo, jadi, apa maksud kamu membawa jessie kesini? dan kenapa kalian saling kenal? Atau jangan-jangan dia adalah arini.? dan kau memanfaatkannya karna dia lupa ingatan?." Ketus reza.
"Za, santai dulu dong! Biar aku akan menjelaskannya.
Dia adalah Gabriel Jessie, teman masa kecil gue. Dulu rumah kita berdekatan. Dan dia, bukan arini. Memang dia mirip dengan arini. Tapi wajahnya sedikit berbeda dengan arini.
Nah, sekarang giliran jessie yang menjelaskan." Ujar neo.
"Aku jessie. Teman kecil neo sebelum aku pindah sekolah dan pindah rumah. Aku sekolah menengah pertama dikorea sampai aku lulus S¹. Dan aku baru pulang bulan lalu kekota F. Dan aku sama sekali gak tau sama kalian semua." Jelas jessie tegas.
"Benar juga. Arini kan ingat sama neo dan lesty. Tapi jessie sama sekali gak tau sama lesty. Mungkin dia hanya mirip." Batin reza.
"Terus, tujuan lo kekota ini apa?." Ketus genta.
"Biasa aja dong ngomongnya! gak usah nyolot. Aku kesini karna neo yang minta. Neo mau mengenalkan aku sama kalian semua. Sebenarnya aku ogah banget.
Kalian tenang aja. Besok aku sudah balik lagi kekotaku. Lagian aku gak mau berlama-lama ditempat kumuh kayak gini." Timpal jessie sembari menaikan alis.
Genta berdiri hendak memukul wajah jessie. Namun reza menahan tangannya. "Genta, cukup. Biarin dia mau ngomong apa. Kita mengalah saja.
"Apa karna dia mirip arini.?" Timpal genta.
Reza hanya diam.
"Fiuh.. Baiklah." Genta menurukan tangannya dan kembali duduk.
Tanpa sengaja jessie melihat foto arini yang terpajang. "Oh, jadi ini yang namanya arini?. Mirip dari mananya coba? Jelas-jelas beda jauh sama aku. Dia cantik aja enggak." Ujar jessie mengejek foto arini.
__ADS_1
"Heh! kalo kerjaan lo cuma ngejek doang disini. Mending lo pergi jauh-jauh sana! Asal lo tau. Arini bukan tandingan lo. Selain dia cantik, dia juga baik. Gak sombong kayak elo.!" Bentak danu yang emosi saat arini dihina.
"Hm.. Terserah kalian. Aku gak peduli." Ketus jessie dengan santai.
"Mohon maaf semuanya, sebenarnya tujuanku mengajak jessie kesini untuk berteman sama kalian, siapa tau dengan adanya dia, kalian bisa melupakan arini yang hilang entah kemana." Jelas neo.
"Arini gak akan tergantikan.!!" Timpal mereka bersamaan.
Jessie kaget mendengar ketegasan dan kekompakan mereka. "Maafkan aku. Aku juga gak mau dan gak akan bisa jadi siapapun. Aku adalah aku. Aku tidak memaksa siapapun untuk berteman denganku. Aku pergi dulu." Jessie keluar dari rumah itu sambil berlari kecil.
"Jessie tunggu.!" Reza turut mengejarnya.
"Biar aku yang mengantarmu pulang. Ayo kerumahku dulu untuk mengambil moil."
"Rumah kamu dimana?." Tanya jessie.
"Itu, diseberang jalan. Ayo ikut aku." Reza menarik tangan jessie untuk menyeberangi jalan.
Jessie sedikit tercengang melihat rumah reza yang berdiri megah itu. "Rumah ini baru ya? masih seger banget." Ujar jessie.
"Iya, aku baru saja pindah disini. Ayo masuk mobil. Kamu tinggal dimana?"
"Aku menyewa hotel."
_
Setibanya dihotel. Reza mengajak jessie ngobrol sebentar sebelum keluar dari mobil.
"Jessie, kau tau. Kau itu sangat mirip dengan kekasihku. Bolehkah aku menganggapmu sebagai dia.?" Ujar reza menatap jessie.
"Bukan. Dia gak akan bisa tergantikan dengan siapapun. Hanya saja, jika aku melihatmu, maka aku teringat padanya. Dan itu sedikit mengobati rasa rinduku padanya." Jelas reza tertunduk.
"Hm.. baiklah, terserah kamu.
Sebenarnya.. Aku sedang patah hati, Pacarku dikorea selingkuh. makanya aku kembali kekota F. Padahal dia sangat baik, tapi dia melakukan kesalahan yang sangat sulit untuk dimaafkan. Makanya sekarang aku trauma mendekati cowok." Pungkas jessie.
"Ya udah, gak usah dipikirkan. Kuharap suatu saat kita sama-sama mendapatkan kebahagiaan. Ayo keluar."
Reza keluar lebih dulu, ia menunggu jessie yang belum keluar dari mobil.
"Heii jes. ayo keluar." Reza mengetuk kaca mobilnya.
Jessie membukakan jendela. "Maaf, ini belt nya susah dilepas." Sahut jessie sembari menarik sabuk pengaman itu.
"Astaga! aku lupa kalo belt itu rusak. Tunggu sebentar." Reza membuka pintu mobil, lalu berusaha melepaskan belt yang terpasang ditubuh jessie.
Tanpa sengaja, wajah mereka berdua berdekatan, bahkan sangat dekat.
"Benar, Jika dari dekat seperti ini, dia memang sedikit berbeda dari wajah arini." Gumam reza.
"Maaf, gak sengaja. Udah selesai nih, ayo keluar."
"Oke. makasih. Aku pergi dulu. makasih sudah mengantarku." Jessie pergi begitu saja dari hadapan reza.
"Dia benar-benar gadis yang dingin. Sangat berbeda dengan arini yang mempunyai sifat ceria dan ramah.
Sayang, kamu dimana sih? aku sangat merindukan kamu." Reza tertunduk sedih mengingat arini.
__ADS_1
Ia pun meninggalkan hotel itu, dan kembali menuju rumah arini.
Teman-teman reza ternyata masih berkumpul disana.
Reza masuk dengan raut wajah sedih.
"Neo. Aku tanya sekali lagi. apa tujuan kamu mengenalkan aku pada jessie."
"Za. aku hanya mengenalkannya, supaya wajah arini tidak lupa dalam ingatan kita." Timpal neo.
"Neo, makin dia dekat dengan kita, makin aku ngerasa sangat kangen dengan arini. Dan aku ngerasa sudah menghianati dia!." Tegas reza.
"Emangnya dia bukan arini beneran ya? tapi kenapa dari tubuh hingga wajahnya sama semua. Apakah mereka kembar?." Ujar danu heran.
"Nggak. mereka berbeda. Aku sudah melihat wajah jessie dari dekat. dan memang tidak sama." Timpal reza.
"Benar, mereka orang yang berbeda.
Aku mengenal jessie sejak kami kecil karna kita tetangga dekat. Sementara arini, aku mengenalnya sejak kita SMA. dulu aku juga mengira bahwa arini adalah jessie. Tapi mereka memang bukan orang yang sama." Jelas neo.
Yuki merunduk mencerna ucapan neo. "Aku gak tau kenapa, aku ngerasa bahwa jessie dan arini orang yang sama. dan aku ngerasa bahwa neo sudah berbohong. tapi apakah aku benar? entahlah, hanya waktu yang menjawab."
"Sayang, kamu kenapa?." Neo merangkul yuki.
"Eh,, nggak apa-apa." Sahut yuki tersenyum.
"Pasti kamu meragukan ucapanku kan? dan kalian semua juga sama kan?" Timpal neo.
"Em.. nggak kok. Ya sudah kita pulang aja yuk, sudah malam."
_
Malam itu mereka sama-sama penasaran dengan kedatangan jessie.
Mereka pun pulang kerumah masing-masing.
_
Dirumah reza. Ia berbaring dikasur sembari menatap foto arini yang terpajang dikamarnya.
"Aron. Apakah ragamu ada dua? kau dan jessie sangat mirip walau ada sedikit perbedaan. Tolong kembali lah. Aku sudah bersumpah untuk membahagiakan kamu. Aku sudah berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kumohon kembalilah. Rasa kehilangan itu sangat sakit."
Reza menatap foto arini sembari menangis hingga ia tertidur.
•••
BERSAMBUNG...
Haii..
Author baru saja bikin grup WA khusus pembaca novelku.
Jika mau bergabung, tuliskan nomor hp dan nama kalian dikolom komentar.
Semua bisa masuk dari segala usia.
Terimakasih. Kutunggu ya.😉
__ADS_1