
Keesokan harinya, rey dan ara berangkat menuju paris untuk liburan dan bulan honey, dan diantar oleh semua keluarga, kayak mau berangkat haji aja.
Saat tengah menunggu naik pesawat mereka berbincang banyak diruang tunggu airport.
Saat itu rey mendekati papinya yang jaraknya agak jauh dari yang lainya.
"Pi, jadi gini, kita nego dikit ya, gue berencana untuk bla.. bla... Bla.. "Bisik rey pada papinya, entah apa yang tengah ia katakan.
"Oh gitu! Baiklah, duitnya mana? Masa' pakai uang papi? "Sahut papi rey menyeringai.
"Ya pake duit papi aja dulu napa? Pelit amat lo gerandong! Lagian udah kayaan gue sekarang. "Tegas rey yang melupakan bisik-bisiknya.
Semua orangpun menoleh pada anak dan bapak itu. "Tuh kan diliatin, lagian suara lo gede amat! "Ujar papi rey terkekeh.
"Lagian papi juga yang bikin emosi. Udah ah, pokok nya gitu, sesuai yang gue bilang tadi, awas kalo nanti belom kelar, kita seminggu diparis, itu waktu yang cukup. "Timpal rey kembali.
"Iya!! Anak kok maksa orang tua, pergi sana!!
Ara yang sedari tadi memperhatikan mereka itu nampak bingung dengan celotehan anak dan bapak yang bisik-bisik.
"Mereka ngomongin apa sih, kayak gak serius amat. "Ujar ara heran.
"Oh, mungkin mereka sedang ngobrol. "Jawab carla singkat.
"Gue juga udah tau kalau mereka ngobrol, tapi isi dari obrolan itu apa?!! "Sahut ara geram.
"Ya, mana gue tau. Eh! Itu udah ada panggilan tuh, cepat naik pesawat sana! Oh iya, kalo udah diparis jangan menghindari rey lagi ya, disana lagi musim dingin tuh, pas banget buat kalian, haha.. Pergi sana.!! "Carla mendorong ara dengan terbahak.
Ara sendiri bingung dengan ucapan kakak iparnya itu yang menurutnya gak lucu sama sekali.
"Dih, aneh! Ya udah kita pergi dulu ya,, dahhh semuanya!! Doa'in kita supaya besok pulang lagi kesini. Hehe.
"Dasar gak waras! Orang mah malah seneng liburan, lah dia, belom juga pergi udah mau pulang aja. "Gerutu mama ara.
Keluarga itu pulang setelah melihat pesawat yang ditumpangi ara dan rey terbang melambung tinggi.
Saat dalam pesawat, pasutri muda itu begitu romantis, tak lupa rey merangkul istrinya itu, dan menaruh kepala ara rebahan didadanya.
"Reboy, terakhir gue naik pesawat, saat hati gue sedang terluka, saat itu gue nangis sambil memandangi awan dari kaca jendela ini, dan waktu itu, pesawat yang gue tumpangi hampir terjatoh karna ada kerusakan kecil pada mesin, dan gue malah seneng kalau pesawat itu jatoh lalu gue mati, karna saat itu gue gak berharap untuk hidup, tapi pesawatnya malah mendarat dengan selamat.
Mendengar carita singkat ara, rey kaget bukan kepalang.
"Apa?? Jadi lo pernah hampir jatoh, tapi lo gak apa-apa kan? Maafin gue, itu semua karna kesalah fahaman itu, tapi sekarang orang dibalik kejadian itu sudah kena imbasnya.
Rey menggenggam tangan ara dan mendekapnya. "Sayang, mulai saat ini gue yakin gak akan ada pengganggu hubungan kita lagi, gue akan melakukan apapun supaya lo bahagia, gue janji itu. "Ucap rey dengan lembut sambil menggosok kepala ara dan menciumnya.
"Mmm.. Gue percaya kok, makasih ya reboy. Gue ngantuk nih, numpang bobok ya.
"Iya istriku yang bodoh. "Rey meletakan kepala ara diatas dadanya, dan merangkul tubuhnya.
Ara begitu nyaman dalam kehangatan dekapan suaminya itu hingga ia tidur begitu pulas.
__ADS_1
Beberapa jam dalam pesawat, akhirnya mereka tiba diparis, ini untuk pertama kalinya bagi ara menginjakan kaki ditanah prancis ini.
Ara terperangah melihat kota indah itu yang kebetulan sedang musim dingin.
"Wahh,, beda banget udaranya sama ditanah air. Sejuk banget disini. Gue jadi kedinginan.
"Sini, dekat gue, peluk tangan gue kalau lagi jalan, biar gak dingin. "Rey merangkul ara memberinya kehangatan.
*H*mm,, kenapa gue ajak lo kesini, biar lo nampol terus sama gue. Hehe,, ide yang cemerlang. "Rey tersenyum tipis bergumam dalam hati.
"Sayang, ayo kita cari hotel dulu, ntar malam kita dinner.
"Baiklah, ayo.. Ahh ini indah sekali.
Dalam perjalanan mereka menuju hotel, ara tak henti melepaskan pandangan matanya melihat sekeliling.
Setelah mendapatkan hotel, pasutri itu berbaring santai karna lelah, sampai tidak sadar tertidur pulas.
Malam harinya, rey sudah bersiap lebih dulu, dengan menggunakan pakaian formal yang sangat tampan dengan kaos hitam dibalut dengan jaket jeans yang tebal dengan shal putih yang melekat dilehernya.
Rey berjalan perlahan menghampiri ara yang masih berbaring tidur dengan lelap dibawah selimut tebal.
Perlahan ia membelai wajah ara dengan lembut. "Sayang, ayo bangun, kita mau dinner.
Suara rey yang lembut dan wangi tubuhnya yang khas itu membuat ara tersadar dari mimpi singkatnya.
Ara terbelalak melihat suaminya yang sudah begitu tampan. "Ehh!! Reboy!! Lo kok ganteng banget sih, lebih ganteng dari bias gue malah. "Ara langsung memeluk rey dan menggosokan kepalanya dalam dekapan rey.
"Lama amat setengah detik. Ya udah tungguin gue ya reboy sayang.
_
A view moment letter....
"Akhirnya selesai juga dandan, ayo berangkat.
"Gue nunggu udah lumutan tau gak! Ayo cepat!
Mereka pergi menuju restoran mewah berbintang... 'Gak tau bintangnya berapa.
Restoran itu nampak sepi mengundang banyak pertanyaan dalam benak ara.
"Tunggu! Ini restoran, apa makam pahlawan? Kok sepi?
"Udah biarin aja, ayo masuk. "Rey menarik tangan ara membawanya kedalam restoran megah didekat menara eifle itu.
Mereka disambut ramah oleh pelayan restoran.
"Selamat malam dan selamat datang tuan rey, nyonya ara. Kalian pasangan yang serasi. "Ucap pelayan wanita itu dengan ramah menggunakan bahasa inggris.
"Iya, selamat malam. "Sahut ara tersenyum heran, lalu ia dan rey dituntun oleh pelayan menuju suatu ruangan.
__ADS_1
Setelah mereka masuk dan duduk santai, pelayan itu meninggalkan mereka berdua.
"Reboy, jujur! ini pasti kerjaan lo kan? Lo pasti nyewa satu restoran ini, makanya pelayan pada ngenalin elo.! "Ujar ara menatap tajam mata rey.
"Iya sayang, tapi gak usah gitu juga natap gue! Ngiming-ngiming, gimana nih, lo suka gak sama dekorasinya?
"Gak!!
Gak salah lagi.... Haha.. Ini tuh super, duper, kuper, puber, koper luar biasa!! Hehe. Gue suka banget suer, tapi sayangnya ngabisin duit!
"Kalo suka, suka aja, gak usah dibahas masalah duitnya. Ayo kita makan, gue udah bawa kamera nih, kita rekam ya. Makan yang cantik dan anggun, jangan kayak piranha!
"Baik bos.
Kamera pun dinyalakan siap merekam kegiatan makan malam mereka yang romantis itu.
Dalam satu ruangan yang dihiasi balon berwarna putih ping kesukaan ara, dengan lampu lampion yang menjuntai dari atas plafon, dan ruangan yang redup dihiasi cahaya lampu lilin yang menambah keromantisan pasangan pengantin baru itu.
Tak lupa rey selalu melontarkan kata romantisnya dan sesekali membelai wajah istrinya itu dengan senyuman, sembari menyuapinya makan.
Ara terkesipu, memasang senyum palsu.
"Hadeh,, susah amat bersikap anggun, andai aja gak sedang direkam, udah makan sendiri gue pake tangan, gak tau apa orang lagi laper gini. "Gerutu ara dengan senyuman tipis menghadap kamera.
Setelah beberapa jam, akhirnya makan malam romantis itu selesai, dan mereka balik lagi kehotel.
Ara langsung berbaring dikasur kayak ikan buntal karna sedang kekenyangan.
Rey membuatkanya teh hangat sebelum tidur. "Sayang, minum teh dulu, biar badanya anget.
"Lo baik banget alien, tapi kayaknya udah gak muat diperut gue, hehe.
"Muat kok, ayo minum dulu. "Rey memberikan secangkir teh pada ara, mereka berdua minum bersama sebelum tidur.
Beberapa jam setelah minum teh, perasaan ara jadi gak karuan, ia seperti terapung, antara sadar dan tidak sadar.
Perlahan rey menariknya kekasur. "Maaf sayang, gue curang, hehe.
Ternyata rey sudah memberinya obat, gak tau obat apa itu yang membuat ara seakan sedang berada dialam mimpi.
Perlahan rey mendekap ara. "Sayang apa lo udah bisa? Kita lakuin ya. "bisik rey.
"Em.. Iya. "Jawab ara pelan secara tidak sadar.
Akhirnya malam itu mereka pun melakukanya, setelah beberapa hari pernikahan.
Kalau rey tidak curang, mungkin membutuhkan waktu bertahun untuk belah duren, hehe.
•••
BERSAMBUNG.
__ADS_1