
16 TAHUN YANG LALU.
Alvin dan daylon pergi kekota F untuk mencari kolega atas perintah papa daylon/ara.
"Hei kuman! Lo ngapain ngajakin gue kekota F, kita kan gak temenan." Ujar alvin sembari mengemudi.
"Jangan banyak tanya deh cebong, ikut aja napa? Kita kan sama-sama jomblo. Ngomong-ngmong, adek gue udah hamil lagi, gue yakin anaknya pasti cewek ntar. Elu kapan nikahnya bong?." Timpal daylon.
"Lo yang lebih tua, harusnya elo duluan yang nikah. Gue mungkin beberapa bulan lagi akan menikah." Sahut alvin.
"Hah? Kapan lo punya pacar? Siapa?." Tanya daylon kepo. Namun alvin hanya tersenyum.
Ditengah percakapan mereka, terjadi kerumunan ditepi jalan tol kota F. Terlihat satu mobil mini bus yang mengalami kecelakaan tunggal.
Alvin dan daylon juga turut melihat kejadian tersebut.
Satu keluarga terjebak didalam mobil yang sudah rusak parah itu, darah pun sudah berceceran dimana-mana.
Dua anak kecil menangis didalamnya menahan sakitnya jepitan mobil yang sudah rinsek itu. Kedua orang tua anak tersebut sudah tidak berdaya dengan bersimbuh darah disekujur tubuh.
Mobil dalam keadaan terkunci. Mereka yang melihat itu pun bingung untuk menolong mereka.
"Astaga! Didalamnya ada anak kecil, dia masih hidup. Ayo semuanya kita tolong dia." Ujar daylon cemas.
Alvin pun mengambil kunci besi dan palu dari dalam mobilnya, kemudian ia menghancurkan kaca jendela mobil tersebut untuk menyelamatkan kedua anak malang itu.
Selang beberapa waktu, kedua anak itu akhirnya bisa dikeluarkan dari dalam mobil. Sementara orang tua mereka masih terjepit didalamnya.
Mereka semua panik sambil menunggu polisi datang.
Tanpa pikir panjang, alvin dan daylon membawa kedua anak tersebut menuju rumah sakit.
Satu bulan kemudian, kedua anak itu sembuh total.
Mereka berdua menangis karna orang tua mereka tidak bisa diselematkan.
"Hei nak, jangan bersedih ya, ada om alvin dan om daylon disini." Ujar alvin sambil mengusap rambut gadis kecil itu.
"Kalian kembar ya? Siapa nama kalian?" Tanya daylon.
"Kita bukan kembar. Namaku Gabriel Jessi, dan ini adikku bernama Anggi Rianty." Jelas jessie kecil.
"Oh, kalian umur berapa? Dan apa nama panggilan kalian.?" Tanya daylon kembali.
"Umurku 7 tahun om, panggil saja aku jessie. Adikku umurnya 6 tahun, kami memanggilnya Anggi."
"Haii anggi, kamu imut sekali. Jangan sedih lagi ya. Om janji akan menjaga kamu." Ujar alvin sambil menggendong anggi yang masih menangis.
"Om, dimana papa dan mama? Kenapa mereka tidak menjaga aku dan kakak?." Rengek anggi.
__ADS_1
Alvin dan daylon tertunduk bingung, namun mereka harus memberitahukannya.
"Sayang, maaf banget ya. Orang tua kalian sudah pergi, karna mereka gak bisa diselamatkan." Jelas alvin.
Jessie dan anggi semakin menangis mengetahui orang tuanya sudah meninggal.
"Om, aku mau ke makam mereka, tolong antarkan kami." Ujar jessie sambil menggayuti kaki daylon.
"Astaga, gimana ini bong, kasian banget sama mereka." Ujar daylon menoleh pada alvin.
"Kita bawa aja mereka kesana man. Biar mereka juga tau dimana makam orang tuanya." Timpal lavin.
"Ya sudah, ayo kita pergi." Alvin dan daylon membawa mereka menuju tempat pemakaman umum.
Setibanya disana, alvin menunjukkan makam orang tua kedua anak malang tersebut.
Jessie dan anggi bersimpuh dan memeluk kedua tanah kuburan orang tuanya itu sambil menangis.
"Kak, apa benar ini makam orang tua kita? Kita tidak melihatnya untuk terakhir kalinya. Aku kangen sama papa dan mama. Hikss..
Bagaimana hidup kita tanpa papa dan mama? Aku gak bisa kak!." Anggi menangis tersedu-sedu.
Jessie pun merangkul adik nya itu.
"Dek, kita masih punya keluarga, jangan sedih ya. Kakak akan menjaga kamu." Ujar jessie tersenyum mencoba menahan tangis nya.
"Jessie, anggi. Ayo kita pulang. Apa kalian tau dimana rumah kalian?." Tanya daylon.
"Iya om.
Ayo dek kita pulang. Lain kali kita kesini lagi." Jessie menopang tubuh adiknya itu.
Setibanya dirumah mereka. Ternyata sudah banyak keluarganya yang berkumpul karna akan mengadakan yasinan atas meninggalnya orang tua jessie dan anggi.
Salah satu keluarga mereka berlari menghampiri jessie dan anggi setelah melihat mereka turun dari mobil alvin.
"Jessie.! Anggi. Kalian kemana saja. Kami semua mencari kalian selama sebulan ini, kami pikir kalian hilang." Ujar wanita paruh baya itu dengan panik.
"Bibi, kami diselamatkan oleh kedua om ini. Kalau gak ada mereka, mungkin kami juga sudah tiada." Jelas jessie merunduk.
Wanita itu pun langsung memeluk jessie dan anggi. "Ya ampun sayang, akhirnya kalian kembali, kami sangat cemas.
Oh iya, terimakasih ya kalian berdua sudah menyelamatkan kedua keponakan kami. Mari masuk dulu."
Jessie dan anggi menarik tangan alvin dan daylon untuk membawanya masuk.
_
Setelah acara itu selesai. Keluarga jessie pun berkumpul bersama seorang pengacara.
__ADS_1
"Selamat siang semuanya. Perkenalkan, aku adalah 'Anes' paman jessie dan anggi sekaligus tangan kanan dari perusahaan papanya jessie. Boleh tau nama kalian siapa?."
"Namaku alvin, dan ini temanku namanya daylon. Kami harus memanggilmu dengan sebutan apa?." Timpal alvin.
"Umurku mungkin hampir sama dengan umur orang tua kalian, jadi panggil saja aku paman seperti jessie dan anggi. Tadi jessie bilang, bahwa selama sebulan mereka dirumah sakit, hanya kalian berdua lah yang menjaga mereka. Kami sangat berterimakasih." Ujar Anes
"Kami hanya membantu, karna kami merasa iba." Timpal daylon
"Kalian sangat baik. Kami berhutang budi pada kalian. Oh iya, orang tua jessie sudah menuliskan surat wasiat untuk mereka berdua. Dan disini sudah ada pengacara mereka. Silahkan pak jelaskan pada mereka." Ujar anes pada pengacara tersebut.
"Terimakasih pak anes. Baiklah, langsung saja ya. Dalam surat ini tertulis bahwa semua harta milik orang tua jessie. Sepenuh nya akan diserahkan pada anak mereka. Dan pembagiannya sama rata. 50% untuk jessie, dan 50% nya lagi untuk anggi. Tapi sebelum mereka menginjak usia 18 tahun, maka harta itu masih di kelola oleh orang yang dipercaya." Jelas pengacara.
"Pak, siapkan berkas. Semua harta mereka akan dilimpahkan pada alvin atau daylon. Aku yakin mereka bisa menjalankan dan menjaga amanah ini dengan baik." Ujar anes.
"Hah? Paman, kita masih muda. Kita belum mengerti cara memegang perusahaan. Mending paman saja yang urus itu semua." Ujar alvin menolak permintaan itu.
"Aku tau orang tua kalian mempunyai perusahaa. Dan kalian juga sudah lulus kuliah, aku yakin kalian pasti bisa.
Pak pengacara, siapkan segera surat-suratnya."
Tanpa pikir panjang. Si pengacara itu pun menyiapkan berkas yang dipinta.
Alvin dan daylon diminta tanda tangan diatas surat tersebut. Mereka berdua pun terpaksa melakukannya karna dipinta oleh jessie dan anggi.
Saat alvin dan daylon hendak pulang, anggi dan jessie menangis karna ingin ikut mereka.
"Om, selama kami berdua dirumah sakit. Aku merasa sangat dekat dengan kalian. Sekarang apa boleh aku ikut bersama kalian. Aku ingin kalian berdua menggantikan posisi papa. Izinkan kami memanggil kalian papa." Ujar jessie sambil menarik celana daylon.
"Astaga, masih bujangan udah dipanggil papa. Gimana ini bong?." Tanya daylon pada alvin.
"Gimana lagi man. Kita asuh saja mereka."
"Tapi masa iya kita bawa mereka kerumah kita dikota B." Timpal daylon.
"Kalian gak perlu bawa mereka kesana. Tapi kalian lah yang harus menetap disini. Dan tinggal dirumah ini." Cela Anes.
"Papa, tolong ya. Kalian berdua tinggal disini." Rengek anggi.
Alvin dan daylon menganguk paksa. Menuruti permintaan dua gadis kecil itu.
Mulai saat itu, alvin dan daylon tinggal satu rumah bersama jessie dan anggi.
Alvin dan daylon menceritakan semua kejadian pada orang tua mereka. Mereka juga minta izin untuk menetap dikota F. Mereka juga memberitahukan masalah ini pada rey dan ara.
Daylon dan alvin saling membahu menjalankan perusahaan orang tua jessie dengan baik. Hingga perusahaan itu terus berkembang.
•••
BERSAMBUNG
__ADS_1