Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:2 "Aksi Reza"


__ADS_3

Saat reza dan kedua sahabatnya melintasi sekolah adiknya, mereka melihat keributan pada sekolah yang telah sepi itu.


Karna penasaran, reza pun menghentikan mobilnya, dan turun berlagak kayak preman pensiun.


"Boby, danu! Lihat disana ada apa? Cepat hentikan mereka, gue gak mau melihat keributan yang merusak pemandangan" Ujar reza sembari menyilang tangan diatas dadanya.


"Baik bos! Danu, ayo kita ajak mereka tawuran."


"Oi boby, kita disuruh menghentiaknnya, bukan malah ngajak tawuran bego!" Timpal danu.


"Oh iya, gue lupa.


Heii capung!! Apa yang kalian lakukan dimari??" Bentak boby dengan suara garang.


Mendengar suara mereka, orang yang buat onar itu seketika menghentikan aksinya. Ditengah-tengah mereka, terdengar suara orang minta tolong.


"Tolong kak... Tolong aku.!!!


"Suaranya kayak kenal?" Gerutu reza.


Boby dan danu langsung menyingkirkan penjahat tersebut.


Tak terima diperlakukan kasar, akhirnya mereka berkelahi.


Reza kaget saat melihat adiknya yang keluar dari kurungan penjahat tersebut.


"Ratu!! Ternyata itu elo?"


"Kakak!! Huuu... Huu... Mereka mau culik aku, aku takut, mereka sangat kasar dan jahat." Ratu menangis sambil berlari menuju reza.


Reza langsung mendekap adik kesayangannya itu.


"Mereka mau menculikmu?? Beraninya mereka, biar kakak beri pelajaran!! Kamu masuk mobil sana"


Reza berjalan cepat dengan emosi meluap menuju mereka yang tengah sibuk gelut.


"Hentikan!!!!!


Heii kalian!! Apa kalian gak tau yang mau kalian culik itu siapa??!! Dia adek gue, dan gue adalah reza albert, anak dari reynand albert. Beraninya kalian mengusik keluarga kami, sini.. Biar gue remukin tulang rusuk kalian.!!" Teriak reza menantang.


"Haha,, dia ngaku-ngaku anak orang paling kaya itu, dasar bocah! Lo pikir kami percaya!!" Sahut dua penjahat itu terkekeh.


"Heii bego!! Lo gak liat apa, noh mobilnya lamborgini, mata lo merem apa gimana??" Pungkas boby geram.


"Mereka mah mana ngerti sama mobil bagus! Sini kalian, biar gue hajar satu-satu!!" Tanpa banyak bicara, reza langsung menghantam mereka dengan pukulan jemarinya dengan kuat, dan menghajar kedua orang itu tanpa ampun sampai penjahat itu tak berdaya.


"Heh!! Baru segitu aja udah hampir mampus kalian! Belajar lagi aja ilmu bela dirinya, baru jadi penculik.!" Ketus reza sembari menginjak kedua tangan penjahat tersebut.


"Wahh.. Bos gue benar-benar hebat! Gaya lo keren banget bos, kayak difilm F4.haha."


"Jangan berlebihan kalo memuji.! Ayo kita pulang."


Saat dalam mobil, ratu mulai tenang karna ada kakaknya yang datang tepat waktu untuk menyelmatkannya.


"Lo gak apa-apa dek? Ada yang luka gak? Sekolah udah sepi, kok lo belum pulang?" Ujar reza sembari mengelus kepala ratu.


"Tadi aku lagi nunggu jemputan kak, tapi gak tau supirnya kenapa gak dateng-dateng." Jawab ratu tertunduk.


"Dasar gak becus, ntar gue pecat aja supir nya, ganti yang baru." Sahut reza geram.


_


Setelah mengantar boby dan danu pulang, akhirnya reza dan ratu sampai dirumahnya.


Ara kaget melihat ratu yang pulang bersama reza.


"Loh, nak, kamu kok pulang bareng kakak, bukannya kamu ada les?" Ujar ara yang langsung mengambil tas ratu.


"Ma, kemana supirnya ratu?? Pengen gue bejek-bejek dia." Ujar reza kesal.


"Loh ada apa kak? Supirnya ada tuh, kayaknya sedang tidur." Sahut ara kemudian.


"Ma, karna supir itu jemput nya kelamaan, tadi ratu hampir diculik ma! Untung aja gue pulang lewat sekolahannya ratu, kalo gak, udah dibawa penculik tuh dia." Pungkas reza geram.


"Bukannya ratu bilang kalo dia pulang sore kan? Makanya supir itu tidur."


"Ma, aku udah telpon mang asep kalo aku pulang cepat, dia bilang 'iya' kok tadi." Sahut ratu.


Reza yang masih terbawa emosi itu langsung menghampiri mang asep yang tengah tidur pulas.


"Mang asep!! Bangun!!


Kenapa gak jemput ratu?? Dia hampir kena culik gara-gara anda telat menjemputnya!!" Ujar reza dengan nada tinggi.


Mang asep kaget dan langsung bangun mendengar suara reza yang kencang itu. "Astaga!! Maaf den, aku ketiduran, tadi aku benar-benar mau menjemput non ratu, tapi aku terlalu ngantuk.

__ADS_1


"Enak banget ya tidur! Sementara adek gue dalam bahaya, sekarang mang asep gue pecat! Pergi dari sini."


"Reza!! Jangan kayak gitu, mang asep kan gak sengaja, lagian selama dia bekerja disini, baru kali ini dia bikin masalah." Ujar ara sembari menenangkan reza.


"Haiss.. Baiklah ma.


Mang asep, gue minta maaf, tapi tidak lain kali jika kamu melakukan kesalahan yang sama."


"Makasih banyak den, makasih nyonya." Mang asep menyatukan tangan dengan tertunduk menyesal.


"Tidak masalah mang asep, lain kali jangan sampai terulang." Sahut ara tersenyum sembari berlalu.


"Ma, bisakah besok aku tidak sekolah dulu, aku masih takut." Tutur ratu sambil menarik tangan mamanya itu.


"Sayang, kamu kan anak pintar, kenapa harus takut, tapi nanti kita bicarakan sama papa."


"Hmm.. Selalu gitu!"


Malam harinya, ara berunding sama rey untuk keamanan ratu, dan akhirnya ratu diberi bodyguard pribadi untuk menemaninya sekolah.


Ratu hanya menaikan sebelah alisnya mendengar semua itu, niat nya sih cuma mau home schooling, tapi orang tuanya tidak mengizinkan. Dia pun hanya bisa pasrah.


_


Keesokan paginya, seperti biasa, siswa SMA itu selalu ngerumpi sambil menunggu bel masuk, tak terkecuali lesty dan kawan-kawan.


"Eh, yuki, gimana kemaren rasanya naik mobil reza, pasti lo seneng banget kan? Lo jahat amat gak ngajakin kita." Ujar lesty yang cerewet itu.


"Kan reza sendiri yang bilang, kalo gak muat, aku bisa apa?" Jawab yuki tertunduk malu.


"Yuki, jujur, lo suka ya sama reza?" Tanya evi yang mulai kepo.


"Siapa sih yang gak suka sama orang kayak reza, aku yakin kalian juga menyukainya kan? Tapi aku tidak berani menatap atau bicara padanya, aku malu, aku minder. Tapi.. Dia sangat tampan dari dekat." Sahut yuki tersenyum.


"Dih,, mulai halu dia, senyum-senyum sendiri. Kita baru masuk SMA, fokus saja belajar!" Timpal lesty.


"Iya, aku tau." Jawab yuki tertunduk.


Ditengah serunya obrolan mereka, tibalah satu geng cewek ganas yang beranggotakan lima orang itu dan juga teman sekelas mereka.


"Woww.. Wow.. Tiga manusia cupu sedang apa nih, kayaknya ada yang seru!" Ucap ketua geng bernama genta itu.


"Queenbe, gimana kalo kita kerjain yang paling cupu itu." Sahut teman lainya.


"Benar, gue suka nih!" Empat anggota geng itu mendekati lesty dan teman-temannya. Ada yang menarik rambut yuki dengan santai, ada yang toel-toel kuping lesty, gak jelas banget pokoknya.


"Heii kalian!! Jangan bisanya cuma ngebuly orang! Kalo berani sini, maju satu-satu.!" Ketus lesty sembari menepuk meja.


"Wah.. Wah.. Nih anak baru aja dua hari sekolah, udah sok jago! Berani lo lawan queenbe kita?!"


"Queenbe apaan,,!! siapa tuh namanya. Genta?? Nama panjangnya pasti gentayangan kan? Pantesan suka banget usilin orang, idup nya gak tenang ternyata, hahhaa... " Lesty dan evi terbahak-bahak, sementara yuki hanya diam tertunduk.


"Kurang ajar! Beraninya lo ngehina nama gue! Sini lo kalo berani, dasar kuntilanak!!" Genta yang tersurut emosi langsung menghampiri lesty dan menjambak rambutnya dengan kuat.


Yang lainnya juga turut menyerang evi dan yuki.


Evi masih bisa melawan dan balik menyerang, tapi yuki yang paling susah karna diserang dua orang, ia hanya bisa menjerit dan menangis.


Teman sekelas yang lainnya tidak ada yang berani menghentikan mereka, karna geng ganas itu terkenal garang sejak SMP, bahkan mereka tidak takut dengan pria.


Saat boby dan danu hendak menuju kantin dan melintas didepan ruang adik kelasnya itu, mereka berhenti seketika saat mendengar kericuhan dan teriakan.


"Bob, kayakanya dikelas ini ada tawuran? Ayo kita hentikan." Ujar danu yang langsung masuk kelas mereka dengan gaya sangar.


"Stop!!!! Heii kalian!! Kenapa berkelahi??" Bentak danu sembari melerai mereka.


Gadis geng itu menghentikan aksinya.


"Ow.. Siapa nih? Kakak kelas kah? Ganteng juga, tapi sayangnya gue gak takut!!" Pungkas genta dengan nada tinggi.


"Dasar cewek amatir!! Baru dua hari sekolah udah bikin onar!! Kita berdua anggota osis, kalian yang berkelahi ini akan gue laporkan kepihak osis dan kepala sekolah." Timpal boby geram.


Seketika genta dan temanya terdiam.


"Kalian semua ayo ikut kita kekantor!! Sekarang!!" Bentak danu dengan wajah yang menyeramkan.


Delapan siswi itu akhirnya mengikuti mereka kekantor kepala sekolah.


"Lapor pak, saya selaku keamanan dari pihak osis, telah mendapati siswi yang berkelahi dalam kelas, dan mereka harus di adili." Ujar danu dengan tegas.


Kepala sekolah itu mencengatkan alisnya melihat kedelapan siswi yang ada didepannya.


"Panggil ketua osis sekarang! Serahkan semua padanya." Ujar kepala sekolah dengan santai.


Boby langsung keluar untuk mencari ketua osis tersebut.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka kembali.


Lima anggota geng itu kaget melihat reza yang sangat tampan dan tegap itu masuk keruangan kantor.


"Ada apa ini? Kenapa kalian berkelahi? Tolong jelaskan?


Yuki, kenapa kamu menangis??" Reza berubah drastis saat dalam mode ketua osis, cara bicaranya pun sangat tegas.


"Mati gue, ternyata dia kenal sama bocah cupu itu". Batin genta.


Lesty langsung menarik nafas dalam-dalam untuk menjelaskannya.


"Gini kak, tadi mereka datang menghampiri kami, dan tiba-tiba mengejek kami. Kemudian entah apa yang merasuki mereka hingga mereka menyerang dan menjambak rambut kami.


Tapi yang parah adalah yuki, karna dua bocah tengik itu keroyokan menyerang yuki sampai rambut yuki tercabut, walau yuki menangis dan menjerit kesakitan, tapi anak curut itu tidak menghentikannya". Jelas lesty panjang lebar.


"Oh gitu! Siapa yang mulai duluan? Apakah kalian ada ketuanya disini? Atau ada leadernya?". Tanya reza dengan santai.


"Saya kak, nama saya genta". Genta mengangkat tanganya dengan wajah tertunduk.


"Bagus! Kamu berani mengaku. Kau tau dengan apa yang kau lakukan? Kamu sudah membuly orang tanpa sebab, kalo mau jadi jagoan, jangan disini!!


Berheti sekolah disini!!"


Genta dan temannya terbelalak kaget.


"Kak, tolong dong jangan keluarkan kami dari sekolah ini, kami janji tidak akan menganggu siapapun lagi". Tutur genta dengan sungguh-sungguh.


"Heh! Kamu pikir aku percaya? Kita kan tidak satu kelas, bagaimana bisa aku tau". Timpal reza menyeringai.


"Kak tolonglah, kami tidak akan buat onar lagi, aku janji".


Reza hanya terkekeh mendengar pengakuan adik kelasnya itu.


"Wali kelas X A, siapa? Tolong kemari".


Guru-guru pada saling tengok, akhirnya satu guru wanita beridiri, ia menatap kepala sekolah. Kepala sekolah itu menganggukan kepala, pertanda ia menyetujui.


"Oh, wali kelasnya buk tuti. Kelas X (sepuluh) ada berapa ruangan sih?". Tanya reza pada buk tuti.


"Ada 6 ruang kelas za". Jawab buk tuti singkat.


"Berarti sampai F ya. Wali kelas X'F siapa? Tolong kesini bapak/ibu sebentar saja."


Tak lama kemudian datang juga wali kelas X'F.


"Pak andi wali nya? Bagus.


Jadi aku minta, lima orang ini dipisah satu-satu, keluarkan mereka semua dari kelas A. Masukan kekelas B sampai F. Ganti mereka dengan siswa yang lebih teladan dan pintar dari masing-masing kelas. Kuharap kalian tidak keberatan". Ujar reza memberikan usulnya.


"Gimana pak kepala sekolah, apakah bapak setuju?". Tanya boby.


"Sepertinya itu ide yang bagus dari reza, aku setuju, laksanakan sekarang". Sahut kepala sekolah.


"Terimakasih pak.


Kalian, silahkan keluar, dan kemasi tas kalian". Timpal reza.


Akhirnya lima siswi itu dipisahkan dan ditukar dengan siswa lainya.


Saat mereka semua keluar dari kantor, reza berjalan cepat menghampiri yuki dan menarik tangannya.


"Yuki, lo gak apa-apa? Apa masih ada yang sakit?"


Ujar reza menatap rambut yuki yang berantakan bekas jambakan itu.


"Em,, tidak, aku baik-baik saja, terimakasih". Jawab yuki tertunduk.


"Baguslah, lain kali jangan terlalu lemah, mereka sangat suka membuly orang yang pendiam dan lemah sepertimu, lawan saja mereka, kenapa mesti takut, contoh tuh lesty. Sekarang baliklah kekelas, sisir kembali rambutmu yang berantkan itu". Reza berlalu begitu saja setalah bicara panjang lebar.


Lesty dan evi langsung menarik yuki setelah reza pergi dari hadapan mereka.


"Ciee.. Ada yang perhatian sama sahabat kita, hati-hati loh, siapa tau dia suka sama lo, iihh.. Kok gue yang baper ya". Ucap lesty menyeringai sambil merangkul yuki.


"Kalian apaan sih, mana ada orang perhatian seperti dia.


Lagian dia cuma nanya doang, udah ah jangan dibahas".


Sembari jalan menuju kelas, yuki selalu meraba tangannya bekas genggaman tangan reza sambil senyam senyum gak karuan.


•••


BERSAMBUNG.


BACA JUGA

__ADS_1


*Suamiku Mr. Cuek


*I'm a Idol


__ADS_2