
Walau tiap hari sibuk, rey dan ara selalu menyempatkan berkumpul bersama kedua anak nya dimalam hari setelah makan malam.
Ara yang duduk disamping rey tengah melihat layar ponselnya melihat foto-foto masa muda mereka bersama teman-temanya.
"Sayang, lagi ngapain?". Ujar rey sembari mengintip ponsel digenggaman ara.
"Aku cuma mengenang masa itu, begitu bodoh nya mereka, kadang membuatku tertawa sendiri kalau mengingatnya". Sahut ara terkekeh.
"Teman mama yang mana? Apakah paman daylon?". Tanya reza penasaran.
"Teman mama bukan hanya paman daylon, tapi mereka semua sudah menikah.
Alvin sudah menjadi suami dari pricil, mama sendiri lupa ceritanya gimana sampai mereka bisa saling cinta, dan mereka menetap dikota F, karna berbisnis disana.
Paman daylon kamu tinggal dikota D setelah menikah dengan kak kinza.
Sementara ricky tetap dikota A bersama istrinya desi.
Mereka terpisah di kota yang berbeda dengan kita, mama merindukan mereka. Sejak mereka menikah belasan tahun lalu kita hanya bertemu dua kali saja.
Rumah merekapun kami tidak tau, sekarang benar-benar kehilangan kontak karna mereka pada sibuk.
"Sayang, jangan terlalu dipikirkan, aku bisa menghubungi bang daylon untuk datang kemari, hanya dia yang selalu aktif". Ujar rey sembari merangkul ara yang tertunduk sedih.
"Ma, pa, apakah sedekat itu persahabatan kalian? Aku juga mempunyai banyak teman, tapi gak ada yang waras". Sahut reza mencela percakapan mereka.
"Masa muda memang gitu, teman papa dan mama aja dulu gak ada yang waras, mereka berubah setelah menikah dan punya anak.
Oh iya za, kurang lebih satu tahun setengah lagi kamu akan lulus SMA, kamu sudah punya rencana akan kuliah dimana?". Tanya rey pada anak sulungnya itu.
"Aku sih pengennya ke london pa".
"Itu ide yang bagus, disana kampus nya sangat bagus dalam pelajaran apapun, papa harap kamu tidak mengubah keputusan kamu, kamu bisa mendaftar dari sekarang".
"Iya pa, aku akan menyiapkan semuanya.
Aku kekamar dulu ya pa, ma".
"Iya, tidurlah. Ratu, kamu juga pergilah kekamarmu, belajar, lepas itu tidur". Ujar rey pada anak gadisnya.
"Iya pa".
_
Saat dalam kamar, reza meraih ponselnya dan menelpon yuki.
"Reza, ada apa?". Tanya yuki dalam telpon itu.
"Gak apa-apa, aku hanya ingin mendengar suaramu, kamu belum tidur?"
"Kebetulan baru mau tidur".
"Oh gitu, baiklah, selamat tidur yuki, sampai ketemu besok"
_
Keesokan harinya, saat reza masuk kekelasnya, banyak yang bergosip tentang siswa baru yang akan pindah disekolah mereka.
__ADS_1
"Bob, apa benar ada siswa baru?". Tanya reza pada boby.
"Kayaknya sih gitu bos, dan katanya dia ganteng bos, tadi aku juga lihat dia dikantor kepala sekolah". Sahut boby.
"Bodo amatlah mau ganteng nggak nya, yang penting jangan masuk kekelas ini".
Bel berbunyi, wali kelas mereka masuk lebih awal dan membawa seorang siswa baru tersebut.
"Selamat pagi semuanya, hari ini kalian mendapatkan teman baru, namanya Neo.
Neo, ayo kamu duduk dibangku yang kosong itu".
"Wah bos, dia mau duduk dibangku belakang kita nih". Bisik danu pada reza.
"Buk, kenapa harus masuk kelas ini sih? Kenapa gak kelas lain aja, aku keberatan". Protes reza dengan santai.
"Reza, ibu minta maaf, tapi hanya kelas ini yang bangku nya masih kosong, tolong kamu maklumi dan terima dia sebagai teman kalian, kalau gitu ibu permisi dulu, sebentar lagi guru kalian akan datang".
Saat guru pergi, neo menghampiri reza untuk bersalaman.
"Kenalin, gue neo. Lo ketua kelas kan".
Reza turut menjabat tangan neo. "Bukan hanya ketua kelas, tapi ketua osis dan kapten basket juga". Sahut reza tersenyum.
Neo nampak tidak menyukai reza, ia menggenggam erat tangan reza saat bersalaman, reza juga turut meremas tangan neo sembari menatap tajam matanya. Lalu mereka kembali duduk.
Saat istirahat, reza mengajak yuki dan temanya makan bersama dikantin.
Nampak pemandangan yang tak biasa, pasalnya neo tengah dikerumuni cewek.
Banyak dari mereka mengatakan kalau neo lebih tampan dari reza.
"Kenapa kita yang pergi? Biarin mereka mau bilang apa, gue gak peduli, lagian gak guna juga dikerumunin kayak belatung gitu". Sahut reza cuek.
"Benar tuh bos, ayo kita makan aja!". Timpal boby.
Saat mereka tengah makan, neo datang menghampiri dan duduk disamping yuki.
"Hei cewek, lo cantik banget, imut lagi, apa lo masih jomblo?". Tanya neo menyeringai.
Reza hanya diam, sementara yuki tetap cuek tidak menanggapi neo.
"Jual mahal amat sih?". Neo mecuil dagu yuki sembari terkekeh.
Melihat yuki disentuh neo, reza langsung berdiri dan melayangkan pukulan diwajah neo.
Neo juga tidak mau kalah, ia membalas memukul balik wajah reza, hingga keduanya adu jotos.
"Heh! Gak nyangka gue, lo yang katanya pangeran disekolah ini yang digilai ratusan cewek. Ternyata suka sama cewek kayak gini, dan berani bertarung hanya untuk melindunginya, haha,, ini lucu, kalian gak cocok, apa seleramu serendah itu!". Ucap neo tertawa paksa.
"Lo baru aja masuk udah bikin onar ya! Terserah gue mau suka sama siapa, apa urusannya sama lo bego!". Sahut reza geram.
"Eh cecunguk!! Beraninya lo ngatain gue bego! Elo yang goblok!".
"Reza, sudahlah, jangan diladeni, lihat pipi kamu sudah merah, ayo kita pergi sebelum kepala sekolah tau". Tutur yuki cemas.
"Kalian pejabat osis, ayo ikut gue kekantor sekarang". Reza menarik tangan yuki menuju kantor guru.
__ADS_1
"Pak, minta waktunya sebentar". Reza mengambil mic, dan meminta neo untuk kekantor guru sekarang.
Tidak lama kemudian neo datang menghadap, ia tidak tau kalau yang memanggilnya barusan adalah reza.
"Ada apa ini? Kenapa kalian babak belur gini?"
Tanya wali kelas mereka.
"Neo, duduklah didepanku!". Ketus reza tegas, neo pun menurutinya karna guru-guru sedang berkumpul.
"Bapak kepala sekolah, ibu wali kelas, ini anak baru yang namanya siapa itu aku gak tau, dia ini sudah membuat onar, kalian tau sendiri, selama ini sekolah kita aman-aman saja".
"Tunggu! Reza, bapak mau tanya, apa penyebab kamu berkelahi denganya?". Tanya kepala sekolah.
"Gini pak, jadi si kak neo ini menggoda yuki saat makan bersama kita dikantin, maka dari itu kak reza gak terima, dan mukul kak neo, jadinya berantem deh". Jelas lesty dengan santai.
"Oh ternyata masalah asmara.
Neo, kamu sebagai siswa baru, harusnya kamu lebih sopan dan menghargai wanita, dan kamu reza, harusnya tidak langsung memukul, bapak tau kamu orang yang bijak."
Pungkas kepala sekolah.
"Iya pak aku ngerti, tapi dia benar-benar membuatku emosi."
"Sekarang kalian selesaikan sendiri masalahnya". Tambah kepala sekolah.
"Pak, buk, jujur, aku gak mau lagi satu kelas dengan tikus got ini, aku mau dia pindah kekelas F, kelas paling ujung. Lagian dia pasti bego, udah keliatan dari otaknya, gak pantes masuk dikelas A.". Ujar reza geram sambil melotot pada neo.
"Awas lo reza, udah berapa kali lo bilang gue bego!". Gumam neo sembari menggepalkan tangan.
"Reza, kan tadi sudah ibu bilang kalo bangku yang kosong cuma ada dikelas A". Timpal wali kelas.
"Yaelah buk, tinggal pindahin aja kursi sama mejanya kekelas F, gampang kan?". Pungkas reza.
Wali kelas itu hanya diam, kepala sekolahnya juga hanya mengangguk dengan keputusan reza.
"Baiklah, terserah kamu". Jawab wali kelas pasrah.
"Makasih buk.
Danu, boby, cepat pindahkan meja dan bangku tikus got ini kekelas F". Perintah reza.
"Baik bos, siap laksanakan".
"Semuanya, kembalilah kekelas kalian, lo juga, balik gih kekelas baru lo itu"
Ketus reza sembari melewati neo.
Neo hanya diam sambil menggepalkan tangan. "Oke, gue kalah kali ini, tapi tidak lain kali, gue bakal balas lo reza!! ".
•••
BERSAMBUNG
BACA JUGA
*Suamiku Mr. Cuek
__ADS_1
*I'm a Idol