
Hari ini, alvin dan kawan kawan menjalankan misi yang diperintahkan oleh ratu petakilan itu. Mereka berempat pergi ke mall untuk mencari pricil yang sedang bekerja.
Setelah mobil diparkir, mereka berempat belum turun karna masih berdiskusi.
"Cebong, lo atau gue duluan nih hari ini yang kenalan sama pecel itu.? "Ujar ricky.
"Lo duluan deh, gue gak napsu kenalan sama cewek yang gue gak suka. "Jawab alvin cuek bebek.
"Tapi gimana nyari nya? Ciri cirinya aja aneh gitu, nama nya juga kita gak tau. Memang dasar tu ulat bulu ngasih Klu gak jelas. "Timpal ricky bingung.
"Mending lo keluar dulu sana ki. Tanya sama kasir disana. "Sahut adelia.
"Ya udah deh,! Cebong! Ayo lo ikut gue sambil mencari pecel itu. "Ricky menarik paksa tangan alvin.
"Ogah ah..! Lo aja sendiri. "Sahut alvin masih enggan turun.
Ricky turun dari mobil dan membuka pintu mobil alvin dan menariknya keluar.
"Apaan sih, main paksa aja. "Alvin menepis tangan ricky.
"Udah, jangan banyak bacot, ayo kita masuk kesana.
Ricky dan alvin menghampiri salah satu karyawan yang tengah bekerja.
"Maaf mba. Em.. Disini ada karyawan baru kan? Cewek yang direkomendasikan dan dibawa oleh CEO reynand. Apa mba tau?."tanya alvin
"Iya ada. Itu tuh orang nya. Namanya pricila. "Jawab kasir itu dengan ramah.
"Yang mana mba orang nya? "Tanya ricky penasaran.
"Itu kak, yang sedang merapikan baju diujung sana, rambut nya warana coklat kriting sosis. "Jelas kasir tersebut.
"Oh yang itu. Baiklah, terimakasih ya mba. Em. Tolong rahasiakan ini ya. Jangan beritahu dia kalau kita mencarinya, soalnya teman saya ini suka padanya. "Timpal ricky menunjuk alvin.
"Apaan sih, ngawur aja!! "Ayo kita dekati dia supaya bisa melihat wajahnya dengan jelas. "Ujar alvin sembari melangkah mendekati pricil yang sedang bekerja.
Setelah jarak mereka lumayan dekat, alvin dan ricky berpura pura mencari baju disamping pricil.
"Maaf kakak - kakak ganteng, mau cari apa ya?. "Sapa pricil dengan ramah.
"Mau cari baju lah, masa mau nyanyi. "Jawab alvin cuek sembari membongkar pakaian yang baru saja dirapikan pricil.
"Eh, maaf kak, ini tempat nya barang dalaman wanita, kalau mau cari baju buat cowok disebelah sana, mari saya antar. "Sahut pricil menahan tawa.
__ADS_1
"Hah?? Maaf.. Maaf.. Tadi kita sedikit ngantuk, jadi gak liat kalau disini tempat pakayan wanita.. Baiklah kami kesana sekarang, gak perlu diantar. Hehe.. "Timpal ricky dengan wajah malu maluin sambil menarik tangan alvin yang cuek dan anti cewek baru kenal itu.
Dengan berlari kecil mereka menuju ketempat pakayan pria.
"Eh cebong!! Kenapa tadi kita ditempat pakaian dalam wanita, bikin malu aja. "Ujar ricky dengan kesal.
"Loh, kok nyalahin gue? Kan tadi elo yang narik gue dan berhenti disana, gue mah udah tau kalau disana tempat pakaian wanita. "Sahut alvin cuek.
"Terus kenapa lo gak ngomong bego!! Lagian lo juga bongkar bongkar pakaian yang sudah tersusun rapi itu. Tapi tunggu!! Itu yang nama nya pecel? Nama aslinya tadi pricila kan.? Orang nya cantik kok, lebih cantik dia malah dari pada ulat bulu. "Tutur ricky yang mulai kena halu.
"Mana ada!! Cantikan ara dari sudut manapun! Gak liat apa badanya kayak triplek gitu. Kalau lo suka, lo aja yang deketin sono, tapi jangan tunjukin kalau lo itu bodoh. "Timpal alvin sembari memilih baju.
Tiba tiba pricil muncul menghampiri mereka untuk melayani mereka berbelanja.
"Maaf kakak, ada yang bisa saya bantu. "Tanya pricil dengan senyuman manisnya.
"Jangan panggil kakak ah! Mungkin kita seumuran. Panggil saja gue ricky, dan yang jelek ini teman gue, namanya alvin. Oh iya, boleh kenalan gak? "Ricky mengangkat tanganya untuk bersalaman.
"Boleh, nama gue pricila, panggil saja pricil. Itu kak alvin cuek banget ya, tapi gue lebih suka sama dia dari pada elo. "Ujar pricil.
Seketika ricky melepaskan salaman tanganya. "Lo suka dia? Mending jangan mba, soalnya dia orang nya aneh, mending sama gue aja. "Timpal ricky tersenyum.
"Jangan panggil mba. Gue masih muda, panggil pricil aja. Em.. Apakah kalian mau beli?. "Tanya pricil sambil melirik alvin.
"Heii cebong! Lo jangan egois ya, inget! Kita disini hanya menjalankan misi, cepetan beraksi, rayu dia, karna dia suka sama elo. "Bisik ricky sembari merangkul bahu alvin.
"Biasa aja ngomong nya kecoa. !! lo abis makan apa? Nafas kok bauk bunga bangkai. Minggir sana! "Alvin menepis tangan ricky dari bahunya.
"Hehe maaf.. Tadi gue abis makan pete sama jengkol yang batangnya tumbuh dekat bunga bangkai. Cepat sana hampiri pecel lele itu. "Ricky mendorng alvin menuju pricil yang sedang bingung dengan bisikan mereka.
Dengan wajah yang tersenyum paksa, dan tingkah yang pura pura lembut. Alvin pun memberanikan diri mendekati pecel.
"Em.. Pricil. gue mau beli baju, tolong carikan yang cocok buat gue. tolong ikut gue kesini. "Alvin menarik tangan pricil menuju tempat pakaian cowok. Sedangkan ricky hanya memandangi aksi kecebong itu dari belakang.
"Lo mau yang mana, kayaknya yang warna item cocok buat lo, lebih keren kalau lo pakai. "Ujar pricil sembari memilihkan baju.
"Oke, bagus juga. Oh iya. Apa lo kenal dengan pemilik mall ini? "Tanya alvin mulai bicara serius menjalankan misi nya.
"Kenal dong, namanya reynand albert, anak orang paling kaya dikota ini, dia bukan hanya punya mall, tapi juga punya bar, mini market, dan masih banyak lagi. Dan dia jugalah yang mempekerjakan gue disini, dia sangat baik orang nya. "Jelas pricil tersenyum sendiri.
"Oh gitu!! Gue juga anak orang paling kayak dikota A, em.. Pasti si reynand itu orang nya ganteng ya? Lo kan kenal sama dia, apakah kalian pacaran? Atau dia sudah punya pacar? "Lanjut alvin bertanya.
"Dulu sih kita pernah pacaran, tapi itu lima tahun yang lalu. sekarang dia sudah punya pacar, tapi pacar nya jelek banget, gak sebanding sama gue, orang nya juga sombong dan petakilan, pengen gue bejek bejek rasanya. "Pricil kesal sendiri dengan mengepalkan tangan nya saat mengingat ara, sepertinya dia sudah mulai terpancing.
__ADS_1
"Oh gitu. Kalau boleh tau, namanya siapa? Gue yakin pasti dia cuma cinta sama uang nya doang, ya kan? Kayak nya lo masih cinta ya sama reynand itu. Terus apa yang bakal lo lakuin sama pacar nya itu.? "Timpal alvin sembari memilih baju.
"Namanya ara.. Ya jelas gue masih cinta lah sama rey. Tapi kayaknya rey juga masih cinta sama gue, buktinya dia masih peduli sama gue. Gue sih berencana mau misahin cewek itu dari rey, gak rela gue kalau rey pacaran dengan cewek udik itu. "Sahut pricil dengan geram.
"Oh gitu! Ya baguslah,, kalau lo butuh bantuan, gue siap kok nolongin. Oh iya, gue boleh minta nomor Hp lo gak?
"Boleh. Catet ya. "Dengan santai pricil memberi nomor Hp nya pada alvin.
"Oke, makasih ya. Ah, gue beli satu baju yang ini aja. Tolong segera dibungkus. "Alvin memberikan baju yang dia pilih pada pricil dan langsung membayarnya pada kasir.
"Terimakasih alvin, ricky, sudah berbelanja kemari, lain kali datang lagi ya. "Tutur pricil sambil tersenyum.
"Baiklah, kita pergi dulu ya. "Balas ricky dengan melambaikan tangan.
Setelah mereka keluar dari mall, kedua pria itu langsung masuk mobil yang sudah ditunggu adelia dan aznie.
"Lo beneran beli baju cebong! Lo beliin gue nggak? "Tanya ricky sambil membongkar kantong plastik milik alvin.
"Gue beneran beli lah!! Ntar pecel itu curiga kalau kita kebanyakan nanya tapi gak beli apapun. Gue cuma beli satu, kenapa lo gak beli aja sendiri! "Sahut alvin.
"Ah elo bener juga, tumben otak lo mengalir dengan lancar. Tapi gue lagi kena kanker nih, gak sanggup beli baju di mall. (Kanker\= kantong kering) "Timpal ricky memukul bahu alvin.
"Heii kalian berdua.!! Kenapa lama amat, gak bisa lebih lama lagi kah?? Mata kita udah pegel nahan ngantuk. Gimana hasil nya, apa yang kalian dapat.! "Ujar adelia dari belakang mereka.
"Nih, si cebong pinter amat kalau soal ngerayu cewek, dia berhasil mengorek informasi, dan dia juga udah dapat momor nya pecel itu. Salut gue sama elo kecebong!! Gak heran gue kalau emak lo yang ngelahirin elo. "Ricky menepuk nepuk kepala alvin dengan bangga.
"Memang emak gue yang lahirin gue goblok!! Masa iya kuda nil.,!! Ini nih, lo simpen nomor nya pecel itu. Yang nelpon dia bagian elo, bilang aja kalau elo adalah gue. Gue males ngeladeni orang jahat kayak dia. Berani berani nya dia mau nyelakain ara. "Jawab alvin dengan kesal sembari melajukan mobil nya.
"Okelah,, gue mah suka menggoda orang, apalagi kalau dia gak suka sama gue. Hehe.. "Dengan sigap ricky menyimpan nomor pricil.
"Dih, ricky apaan sih, gini nih kalau jomblo, dengan orang yang gak suka sama lo aja di embat. Gak ada cewek lain apa yang kayak manusia dikit, kita disini ditugaskan untuk mencari tau tentang pecel itu, awas kalau lo kesambet sama dia. "Tutur aznie menyeringai.
"Bukankah lo semua pada jomblo? Sok sok'an ngatain gue. Ayoo kita nemuin ara sekarang, tapi dia dimana ya, kita gak mungkin kan nemuin dia dirumah nya si kutil itu.
"Biar gue yang telpon. Kita ketemuan di kafe pinggir jalan deket rumah rey aja. "Sahut adelia.
"Oke, ide bagus tuh.
****
Bersambung...
Jangan lupa like🙏
__ADS_1