Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Kekecewaan#2


__ADS_3

Pagi menjelang, rey terbangun lebih dulu dari yang lainya. Namun ia kaget mendapati dirinya yang tidur dilantai.


"Uhh,, kepala gue pusing banget., badan gue kok pegel-pegel ya. Eh, kenapa gue tidur dilantai? "Rey baru menyadari bahwa ia tidur dibawah ranjangya. Ia langsung beranjak melihat sekeliling.


"Hah? Kok aron tidur disofa. Ahh,, ada kecebong dan kuman juga, kurang ajar! Ternyata mereka yang nempatin kasur gue.


"Heii bangun kalian ***!! Enak banget ya idup lo tidur dikasur orang!! "Rey menarik kaki daylon dan alvin sampai mereka jatoh.


"Duh,, gue mimpi apa ya sampai jatoh gini. "Ujar alvin yang masih setengah sadar sambil menggosok pantatnya yang tersengat kerasnya lantai.


Mendengar kebisingan itu, ara terbangun dan langsung beranjak.


Ia langsung menghampiri rey dengan kesal.


"Udah sadar lo ya?? Dari mana aja lo semalam? Lo pergi ke bar gak bilang-bilang, sampai mabok berat, dan bermesraan sama cewek. "Teriak ara dengan kesal.


"Hei, lo ngomong apa sih, gue gak ngerti, mana mungkinlah gue bermesraan sama cewek lain. "Bantah rey kebingungan.


"Gue liat dengan mata gue sendiri. Lo tengah memangku gadis cantik dan merangkulnya dengan mesra. Lo udah gila ya reboy! Selama ini gue gak tau ternyata lo suka minum diem-diem dibelakang gue, jangan-jangan hal ini sudah sering terjadi.


"Aron! Gue gak pernah kayak gitu, semalam gue mau minum karna dipaksa sama poldi dan teman yang lainya. Maafin gue kalau udah membuat lo khawatir. "Rey mencoba mendekap ara.


"Jangan sentuh gue!! Gue gak mau nyentuh tangan lo yang sudah memegang cewek lain. Gue gak khawatir sama sekali, tapi gue membenci lo yang kayak gini. Gue gak terima, semalam elo dorong gue dan maki-maki gue!! Gue benci lo reboy.. Huu.. Huu..


Ara tak kuasa menahan tangisnya, sejak semalam dia menahan amarah pada rey.


Rey begitu bingung, ia mencoba memeluk ara, tapi lagi-lagi ara menepisnya.


"Aron, sayang.. Gue bener-bener minta maaf, gue ngaku salah karna gue gak pamit dan gak jujur sama lo, tapi apa yang lo liat itu belum tentu benar, tolong maafin gue ya, gue janji, hal ini gak akan terulang lagi. "Rey berlutut sambil memegang tangan ara.


"Gak!!! Sakit hati gue lebih besar dari kata maaf lo itu. Reboy! Gue gak pengen liat lo.!! "Ara menepis tangan rey dan berlari keluar menuju kamarnya.


"Ara.!! Tunggu!! Please, maafin gue!! "rey turut menyusul ara kekamarnya.


"Eh, ada tawuran ya? Kok berisik banget? "Ujar daylon yang baru sadar dari tidur sambil mengucek matanya.


"Bukan tawuran, tapi perang dunia kelima. Eh, kuman! Lo gak nyadar ya kalo kita jatoh, kayaknya sikutil itu yang narik kita. Pantat gue makin sakit, yang semalam aja belom sembuh! "Sahut alvin sembari berdiri perlahan.


"Hah? Benarkah! Pantesan badan gue sakit, kurang ajar tuh kutil. Gak tau terimakasih banget udah dibawa pulang, ayo kita susulin dia kekamar ara.


"Lo mau ngapain dia?? "Tanya alvin


"Mau gue bungkus pake sprei, terus gelindingin dari tangga. Ayo kita kesana. "Dengan sigap daylon berdiri dan keluar dari kamar rey, disusul oleh alvin.


Sementara itu, ara yang masih kesal, memutuskan untuk pergi. Ia mengambil semua pakaian didalam lemari dan meletakanya pada dua koper penuh.


"Sayang, kamu mau kemana? Tolong jangan pergi, apa kita gak bisa bicarakan ini baik-baik. "rey begitu khawatir dan menyesali perbuatanya.


"Jangan panggil gue sayang!! Bukankah semalam lo bilang kalau kita gak kenal??! Reboy! Kalau masalah mabok doang, mungkin gue bisa terima, tapi masalahnya, elo sama cewek itu....


Ara kembali menangis mengingat kejadian semalam, air matanya mengalir sambil mengemasi pakaianya.


Daylon dan alvin hanya diam dan memantau mereka didepan pintu kamar ara.

__ADS_1


"Hss.. Kok gue ngerasa kayak nonton drama di film azab ya. "Bisik daylon pada alvin.


"Gua mah gak perhatiin mereka, gue malah fokus sama posternya BTS yang segede dinding itu. Gak kebayang kalau gue jadi salah satu membernya. "Sahut alvin terperangah melihat poster yang terpajang dikamar ara.


"Diapartemen lo gak punya kaca ya?? Halu aja idup lo! "Timpal daylon sambil menjentik telinga alvin.


Setelah ara selesai berkemas, ia segera keluar dari kamarnya dan menarik kedua kopernya, sesekali ia menatap sekeliling kamar itu, lalu ia melanjutkan langkahnya.


Rey juga menyusulnya dari belakang.


Daylon juga turut menyusul sambil menarik alvin yang masih bengong.


Setibanya dibawah, rey menarik tangan ara dan menghentikanya.


"Aron! Please jangan pergi, gue sayang sama lo. Tetap disini ya, gue akan meluruskan masalah ini, mohon percaya sama gue.


Ara menepis tangan rey.


"Simpan saja rasa sayang elo yang palsu itu!! Gue gak percaya lagi, gue mau kita putus!! Dan gue harap, kita gak pernah bertemu lagi.!!


Mendengar ara memutuskan rey, alvin terlihat girang.


"Yes! Ahirnya gue ada kesempatan! "Ucap alvin bernada pelan.


"Dasar kecebong gak punya hati! orang lagi galau, elo malah kegirangan. "Timpal daylon.


"Loh, kok lo malah gak suka, bukanya lo seneng kalau ara putus sama kutil, dengan begitu dia gak sakit hati lagi kan? "Sahut alvin kembali.


"Iya juga sih, gegara kutil itu, adek gue jadi patah jantung sampe sedih gitu. Sukur deh mereka putus, itu artinya adek gue bebas dari neraka. "Tambah daylon menyengir.


"Eh, kalian? Ada apa pagi-pagi gini? Daylon? Alvin? Kalian kapan datangnya. "Ucap mama ara dengan heran.


"Eh tante, selamat pagi! Aku dan daylon baru saja tiba. "Jawab alvin dengan sopan sambil tersenyum.


"Masa' sih, tapi pintu masih tertutup tuh! "Sahut mama ara semakin linglung.


"Oh, tadi kita teleportasi tante, mending tante lanjut masak aja deh, soalnya kita kesini mau numpang makan. "Tambah alvin mengalihkan perhatian mama ara.


"Benarkah, eh tapi.. Ara! Kenapa kamu membawa koper, kamu mau kemana nak? "Mama ara berjalan mendekati ara dengan perasaan cemas.


"Ma, maafin ara, ara mau pergi dari rumah ini, tapi mama tetap disini saja ya, atau mama tinggal bareng papa sama mama anna aja. "Ara merangkul mamanya dengan isakan tangis.


"Nak, memangnya apa yang sudah terjadi, kamu mau kemana? "Tanya mama bingung.


"Ara juga gak tau ma, tapi mama jangan cemas, ara pasti baik-baik saja. Sampaikan salam ara untuk papa dan mama anna. Suatu saat ara akan kembali dan menceritakan semuanya sama mama.. Ara pergi dulu ya.


Ara melepaskan pelukanya, lalu melangkah perlahan keluar dari rumah yang sudah ia tempati hampir dua tahun itu.


"Nak..!! Ara.!! "Mama ara terkulai lemas dan bersedih melihat anak satu-satunya itu pergi.


"Aron!! Tunggu!! Tolong jangan pergi. "Rey berusaha mengejar ara, tapi daylon dan alvin menahanya dan menarik kedua tanganya.


"Eh kutil.. Biarin dia pergi, ini hukuman buat lo yang udah nyakitin adek gue! Lo cowok yang ***, penghianat, gak pantes buat adek gue. "Ujar daylon mencengkam tangan rey dengan kencang.

__ADS_1


"Bener tuh! Gue udah prediksi kalau ini bakal terjadi, ternyat benar elo udah sakitin ara, tapi makasih ya bro, lo udah memberi gue kesempatan, hehe. "Sahut alvin cengengesan.


Daylon menendang kaki alvin dengan kuat. "Eh cebong, jangan ambil kesempatan dalam kelebaran lo ya. Lo juga gak pantes buat adek gue, karna kalian semua pada gak waras! "Ujar daylon sambil melotot pada alvin.


"Aduh.. Sakit goblok!! Lo nendang tulang kering gue nih!! Gue remukin ntar rusuk lo.! Semua orang yang mendekati ara, lo bilang gak ada yang pantas, apa sih mau nya lo? Emangnya lo orang tuanya?!! "Sahut alvin membalas menendang kaki daylon.


Berisik.!!! "Rey melepaskan tanganya dari cengkraman tangan alvin dan daylon. Kemudian ia pergi kekamarnya dengan kesal.


"Eh, lepas!! Hei kutil! Mau kemana lo?? "Teriak alvin dengan kencang.


"Mungkin wc sudah memanggilnya, biarain ajalah. "Sahut daylon cuek.


"Eh, mama.. Kenapa masih disitu? ayo duduk sini. "Daylon baru menyadari bahwa mama tirinya itu masih duduk bersedih dilantai. Ia pun membantu mengangkatnya dan membawanya duduk disofa.


"Daylon! Katakan pada mama, sebenarnya apa yang sudah terjadi sama rey dan ara, kenapa ara terlihat begitu membenci rey, apakah rey sudah menyakitinya. "Ujar mama berurai air mata.


Daylon bingung apa yang harus ia katakan.


"Emm... Ma, aku juga bingung, lebih baik mama tanya saja sama rey, dia yang lebih tau. "Jawab daylon sambil mengelus bahu mama ara.


_


Sementara itu, ara naik taxi tanpa tujuan harus kemana.


Supir taxi itu bingung melihat wajah ara yang sedih dan hanya diam.


"Maaf neng, kita mau kemana ya? "Tanya pak supir.


Ara tetap diam karna ia juga tidak tau mau kemana.


"(Jangan-jangan penumpangku ini siluman) "batin pak supir mulai takut.


"Pak, kebandara sekarang. "Ujar ara dengan wajah datar dan tatapan kosong.


Pak supir makin merasa takut. Sesekali ia melihat ara dari kaca didepanya.


Setibanya dibandara, ara langsung turun, saat ia hendak membayar taxi, pak supir itu menolak mengambil uang dari ara.


"Simpen aja uangnya neng, aku pergi dulu ya.


"Huhh, bandara ini masih gelap, dan belum ada orang, kayaknya itu tadi beneran hantu deh, mana ada penerbangan sepagi ini. "Supir itu bergumam sendiri, lalu ia berlari ngacir masuk kemobilnya tanpa menoleh kebelakang.


Ara bengong melihat supir yang lari terbirit-birit itu.


"Supir itu kerasukan apa? Aneh banget! "Ujarnya bingung.


Ara membawa kopernya dan duduk dikursi sambil menunggu matahari bersinar.


***


Bersambung....


Jangan lupa like🙏

__ADS_1


*mau kemana sih ra.??


__ADS_2