
Malam hari di rumah Arini.
Arini menceritakan apa yang Selena katakan padanya tadi siang kepada Lesty.
Respon Lesty begitu kaget, ia tak percaya bahwa Selena berubah mencemburui Arini.
"Apa-apaan dia?! Kenapa mencari musuh di sini, memangnya dia siapa? Padahal kamu yang banyak bantu dia selama ini." Tegas Lesty geram dan emosi.
Lesty menarik paksa tangan Arini. "Ayo ikut gue.!" Ia sembari mengambil konci mobil.
"Hah? Mau kemana ti? Ini sudah malam." Bantah Arini menolak.
"Kita harus temui sundal bolong itu.!"
Dengan buru-buru, Lesty memaksa Arini naik mobil, kemudian ia mengemudikannya cukup kencang menuju rumah Harry.
Setibanya disana, Lesty menerobos masuk tanpa mengetuk pintu membuat Selena kaget.
"Kalian? Ada apa kemari? Kenapa gak ketuk pintu dulu?" Selena mencoba ramah dengan senyuman.
"Gak usah basa-basi! Dimana Harry?" Ujar Lesty.
"Dia lagi ke mini market di depan, ada apa ya?."
Lesty menyuruh Arini untuk bicara pada Selena.
"Sel, aku mau kita menjelaskan masalah kita. Apa maksud ucapanmu tadi siang? Apakah aku terlihat seperti menyukai Harry? Kau tau kan, bahwa aku dan reza akan menikah? Lalu untuk apa kau mencemburuiku?" Tegas Arini.
"Heh, kalian datang hanya untuk membuat masalah?
Asal kamu tau, aku sudah muak melihat kedekatanmu dengan suamiku." Timpal Selena.
Lesry maju dengan emosi meluap. "Yang bikin masalah tuh elu k*mvret!
Apa lu punya temen selain kita hah? Siapa yang ngajarin lu bisa bahasa indonesia selain kita! Dasar gak tau di untung Lu. Gue tau semua rahasia lu, apa perlu gue ceritain semuanya ke Harry? Biar lu tau rasa, di cerai sekalian.!!" Tegas Lesty dengan Lantang.
"Ti, sudahlah. Kau sudah keterlaluan padanya. Dia gak punya siapa-siapa di sini." Tutur Arini menahan ucapan Lesty.
"Jangan terlalu baik Rin, orang kayak dia memang pantes di caci.!" Timpal Lesty masih dalam emosi.
Praakkk!!
Selena menampar Arini. "Mana janjimu!? Kau bilang akan menjaga rahasiaku? Kenapa kau mengatakannya pada Lesty? Apakah kau punya muka dua?! Munafik!"
__ADS_1
Praakkkkk!!
Lesty membalasnya lebih kencang. "Wanita gila! Siluman sundal bolong! Kau malah bikin aku emosi! Ayo kita baku hantam!!"
"CUKUUUPPPP!!" Teriak Arini sambil menangis.
"Apa kalian pikir aku suka dengan keributan ini? Apa kalian pikir aku seneng kalau pertemanan kita hancur?!
Selena!! Kau sudah di butakan dengan rasa ketakutan akan terbongkarnya rahasiamu! Hingga kau berfikir aku menyukai Harry?! Harus kau tau, bahwa selama ini dia memang baik padaku. Tapi bukan berarti dia menyukaiku, begitu juga sebaliknya!!"
"Kau ingin pertemanan kita hancur karna rasa cemburu butamu itu,? tolong berpikirlah dengan bijak! Aku mencintai Reza, hanya Reza! Kau tak perlu mencemburuiku dengan hal yang gak jelas! Ingat itu.!! Aku kecewa padamu."
Arini berlari keluar sambil menangis. Ia benar-benar kecewa di tuduh pelakor oleh temannya sendiri.
"Kau sudah membuat sahabatku menangis?! Aku akan membalasmu lebih dari ini.! Lihat saja nanti, kau pasti hancur Selena!!." Tegas Lesty dengan tatapan tajam, kemudian ia menyusul Arini keluar.
Saat di halaman rumah,.Arini berpas-pasan dengan Harry yang baru saja pulang.
"Eh, arini? Kau main kesini? Sama siapa?." Sapa Harry dengan senyuman.
Arini tidak menghiraukan, bahkan tidak menoleh pada Harry. Ia tetap berjalan. Namun Harry meraih tangannya.
"Rin, tunggu. Ada apa denganmu? Kau tidak mendengarku?"
"Tolong jauhi aku! Dan jangan pedulikan aku ataupun ikut campur dalam semua urusanku, ngerti?! Pertemanan kita hanya sebatas ini." Tegas Arini sambil menepis tangan Harry.
Arini langsung masuk mobil, sedangkan Harry masih sangat bingung.
*Dia menangis? Ada apa dengannya?*
Lesty pun datang untuk menyusul Arini.
"Ti? Arini kesini bersamamu?" Harry menghentikan langkah Lesty.
"Iya, kami kesini karna ada urusan dengan istrimu.!" Jawabnya dingin.
Harry sontak kaget, karna tidak biasanya Lesty bersikap seperti itu.
"Ada apa Ti? kenapa kau bersikap aneh? dan ada apa dengan Arini? kenapa dia menangis?."
"Kau mau tau? biar kujelaskan semuanya!!." Tegas Lesty geram.
Sementara Arini mendengar percakapan mereka dari dalam mobil.
__ADS_1
"Astaga, jangan-jangan Lesty mau kasih tau Harry tentang rahasia Selena?."
Di halaman itu, lesty nampak begitu omosi. ia sudah tak kuasa lagi menahan ucapnnya.
"Har, apa kau menganggapku, Arini dan Reza dan yang lainnya adalah sahabatmu?" tegas Lesty.
"Tentu saja Ti. kenapa memangnya?" timpal Harry bingung
"Gini Har, apa kau tau gimana sikap istri kamu itu dengan Arini? dia mencemburui Arini, bahkan dia membentak Arini.!
Apa kau juga tau bahwa Selena pernah hamil, lalu dia menggugurkan kandungannya? semua rahasia itu hanya Arini yang tau, tapi Arini memilih tidak memberitahumu demi hubungan kalian!! inget ya Har. mulai saat ini, jangan anggap kita sebagai teman kalian lagi.! aku sudah muak dengan Selena!"
Semua rahasia itu terungkap. Harry benar-benar shok mengetahui itu semua.
Sedangkan Arini hanya pasrah mendengar ungkapan Lesty. "Astaga, dia beneran kasih tau Harry, ya sudahlah, mungkin sudah saatnya Harry tau yang sebenarnya." gumam Arini.
Harry pun berjalan menuju mobil Arini, dan memaksanya keluar. "Rin, kumohon keluarlah sebentar." ujarnya sambil mengetuk kaca mobil.
Demi meluruskan masalah, Arini pun keluar drai mobilnya.
Harry langsung memegang kedua pundak Arini dan menatap matanya yang saat itu sedang merunduk.
"Rin, jujur padaku. apa benar kalo Selena pernah hamil dan keguguran? jawab aku Rin, tolong!" tegas Harry yang ingin memastikan.
Arini masih diam tertunduk. namun Harry tetap memaksanya. "Rin, tolong jawab!!" bentaknya tegas.
Arini pun mencengatkan kepalanya. "Kau mau aku jujur? ya benar! itu semua benar Har! istrimu pernah hamil saat kalian belum menikah, tapi demi kehormatan dan martabat keluarganya, ia pun di paksa menggugurkan kandungannya. setelah itu dia menikah denganmu karna paksaan. apa kau gak sadar hal itu hah?!" jelas Arini sambil menangis
Harry melepaskan tangannya dari pundak Arini dengan tertunduk tak percaya.
"Asal kau tau Har, aku sudah bilang padanya untuk memberitahumu sebelum kalian menikah, tapi aku di paksa tutup mulut! kurang baik apa aku selama ini terhadap Selena, kau bisa menilainya sendiri. tapi apa balasan dia Har? dia bahkan menuduhku mencintaimu.
Dia cemburu padaku. dia pikir aku akan merebutmu darinya. jadi tolong. mulai saat ini jangan lagi kau hiraukan aku dan kami semua. jangan lagi kau terlalu peduli dengan semua urusanku! lagi pula sudah ada Reza di sisiku. aku gak membutuhkan kamu Har!. persahabatan kita sudah cukup sebatas ini.! terima kasih."
Arini pun langsung berlari ke dalam mobil dengan isak tangis, Lesty pun turut menyusulnya tanpa peduli dengan keberadaan Harry.
Sementara Harry masih tertunduk diam, pikirannya sangat kacau, ia masih tak percaya dengan fakta tersebut.
•••
BERSAMBUNG
__ADS_1