Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:31


__ADS_3

Sore harinya, lesty menemui arini saat mereka hendak pulang kerja.


"Rin, ikut gue yuk, ada yang mau gue omongin, pasti lo bakal seneng." Ujar lesty tersenyum.


"Mau kemana ti?"


"Ada deh, ayo kita pergi, tapi kita minta bantuan reza ya". Lesty menarik tangan arini keluar dari kantor untuk menunggu reza diparkiran mobilnya.


Sementara reza masih berada didalam ruangannya, ia menelpon boby dan danu untuk merencanakan sesuatu.


Selepas itu, ia pun keluar dari kantornya menuju tempat parkir mobilnya.


"Nah, itu reza, ayo kita samperin." Lesty kembali menarik tangan arini.


"Za. bisa antar kita pulang gak?." Ujar lesty.


"Loh ti.? Tadi lo bilang mau kesuatu tempat, kok pulang? terus motor lo siapa yang bawa?" Timpal arini bingung.


"Lo ikut reza, gue bawa motor. Terus, kalian kerumah gue ya?" Sahut lesty tersenyum mengedipkan mata.


"Kan gue bisa langsung ikut sama lo ti.? kenapa harus reza yang antar?" Bantah arini semakin bingung.


"Udah, nurut aja. Za, cepat bawa arini kerumah gue ya. silahkan pergi duluan, gue mau ambil motor dulu." Dengan cepat lesty pergi meninggalkan mereka.


Arini masih bingung dengan rencana lesty yang gak jelas itu.


"Aron! ngapain?!." Suara keras reza mendarat disamping telinga arini hingga arini kaget dari lamunannya.


"Bisa gak sih ngomongnya biasa aja?! kaget gue!."


"Udah, ayo masuk mobil." Reza menarik tangan arini, kemudian membukakan pintu mobil untuknya.


Reza pun turut naik, dan perlahan menjalankan mobilnya meninggalkan kantor.


"Eh, reboy, gue heran deh sama lesty ada apaan sih? Lo tau gak?." Tanya arini yang masih penasaran.


"Mana gue tau. Kita ikutin aja lah." Sahut reza tersenyum, padahal hatinya menyimpan semua yang ia tahu.


Reza sengaja melewati jalan memutar, supaya sampai lebih lama dirumah lesty.


Setibanya disana, lesty sudah menunggunya didalam rumah sembari berkemas.


"Lesty!.." Panggil arini dari luar rumahnya.


Mama lesty pun keluar menyambangi mereka. "Eh, nak arini? nak reza? ayo silahkan masuk. Lesty sedang berkemas didalam." Sapa mama lesty dengan ramah.


"Tunggu! kok tante tau kalo ini adalah reza.?" Tanya arini heran.


"Em.. nak reza ini adalah anak dari pemilik perusahaan tempat tante bekerja. Sudah jangan banyak tanya, ayo masuk." Mama lesty menggandeng tangan arini membawanya masuk menemui lesty.


Arini heran melihat pakaian lesty yang berantakan sembari menyusun baju-bajunya kedalam beberapa koper.


"Ti, mau kemana lo? mau pindah?." Ujar arini heran.


"Iya, gue mau pindah.


Rin, mulai malam ini, kita tinggal bareng." Sahut lesty sembari berkemas.


"Hah? tinggal barebg? mau pindah kemana? ke kosan gue?."


"Entar gue kasih tau. Gue udah selesai nih, sekarang kita pergi yok."

__ADS_1


Lesty berpamitan pada kedua orang tuanya untuk pergi, kemudian mereka bertiga pergi kerumah kosan arini.


Sedangkan arini masih bingung sambil berpikir keras.


Setibanya dikosan arini, ia heran melihat danu, boby, genta, dan evi yang sudah berada didepan rumahnya.


Namun yang lebih mengejutkan lagi, ia melihat semua pakaiannya sudah berada diluar teras.


Arinipun berlari karna panik. "Astaga! ada apa dengan semua pakaian ini? apa gue diusir?" Arini berpikir sejenak apakah dia sudah membayar uang kosan atau belum.


"Ohmaigad! gue lupa bayar kontrakan! tapi masa' langsung diusir sih? cuma telat berapa hari doang!." Gerutu arini kebingungan melihat barang-barangnya sudah berada diluar rumah.


Reza pun mendekat pada arini. "Lo bukan diusir. Tapi.... ada kejutan untukmu. ayo ikut kita. Semuanya ayo kita pergi sudah sore nih.


Teman-teman arini membantu mengangkat semua barang kemobil reza dan mobil genta. Kemudian mereka pergi menuju rumah baru yang reza beli tadi pagi.


Setibanya dihalaman rumah itu, Arini tercengang setelah ia turun dari mobil dan melihat rumah yang mewah berada didepan matanya.


"Ti? lo bisa jelasin sekarang? rumah siapa ini? dan apa tujuan kita kemari?" Arini masih bertanya-tanya.


Lesty pun mendekat dan merangkul bahu arini sembari menatap rumah itu dari halaman.


"Rin, jadi gini. Ini adalah rumah peninggalan nenek gue yang ia wariskan sama papa, rumah ini sudah lama banget terbengkalai. Waktu itu mau dijual sama papa, tapi gue bilang sama papa kalo lebih baik direnovasi dari pada dijual. pas gue lihat setelah renovasi, jadinya kayak gini, bagus banget. Entah kenapa, gue langsung kepikiran buat ngajakin lo tinggal disini berdua sama gue. Gimana? lo mau kan? dari pada tiap bulan harus bayar uang kontrakan?." Jelas lesty didepan semua temannya.


"Ini... serius ti?.. Tapi kenapa kalian merahasiakannya dari gue? ini bagus banget ti.. makasih banyak." Arini memeluk lesty dengan haru. Sementara lesty mengedipkan mata pada reza, karna rencana mereka berhasil.


Dibalik semua rencana itu, hanya lesty dan reza lah yang mengetahui semua kebenarannya.


Sore itu, mereka merapikan dan menyusun barang-barang dari pindahan mereka sampai malam tiba.


Setelah semuanya beres. Mereka masak bersama, baik cowok atau cewek, mereka semua berbaur didapur, bergotong royong untuk masak.


"Psstt.. baru kali ini gue liat beras." Bisik boby didekat danu.


"Gue ngapain ya? kayaknya gue nyuci air aja deh!" Ujar yang lainnya


"Gue blend bumbu nya ya!." Sahut genta.


"Gue bantu liat doang deh."


Ditengah perdebatan mereka. Reza mendekati arini yang tengah masak dengan serius.


"Ada yang bisa kubantu?." Bisik reza.


"Em.. lo bantu goreng ikan ini aja kalo bisa. gue mau bikin sambel." Sahut arini tersenyum.


Reza pun menggantikan posisi arini yang berdiri didepan penggorengan.


Saat reza hendak membalikkan ikan yang ada didalam wajan itu, tanpa sengaja minyaknya muncrat cukup tinggi hingga mengenai tangan arini yang sedang menumbuk disampingnya.


"Awww!!!! Panas!!!." Teriakan arini mengundang perhatian teman-temannya.


Reza panik dan langsung mengelap tangan arini menggunakan bajunya.


Danu juga ikutan panik. ia pun berlari menuju kamar mandi untuk mencari pasta gigi.


Danu meraih tangan arini yang tengah dipegang reza. "Rin, sini, kasih pasta gigi supaya gak melepuh." Ujar danu panik, sementara reza masih melongo.


Lesty menarik baju danu dari belakangnya, saat danu menoleh, lesty menggelengkan kepala pada danu dengan maksud supaya danu jangan mengganggu arini dan reza.


Seketika danu pun tersadar bahwa apa yang ia lakukan itu salah. "Bos, ini pasta giginya, oleskan pada tangan arini yang terkena minyak panas itu." Danu menyodorkan pasta gigi itu pada reza, kemudian ia berlu meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Danu tau banget, makasih ya!." Dengan sigap reza langsung mengoleskannya pada kulit tangan arini.


Teman mereka pun kembali memasak dan meninggalkan mereka untuk memberinya waktu berdua.


"Aron, maafin gue ya. tadi beneran gak sengaja karna gue gak ngerti caranya masak." Ujar reza sembari mengoleskan pasta gigi ditangan arini.


"Gak apa-apa kok reboy. Lagian cuma kena dikit doang, enak banget loh dikasih pasta gigi, jadi adem rasanya tangan gue. Ayo kita lanjut masak!."


Reza tersenyum lega melihat senyuman manis arini. Sementara danu masih terbawa perasaan saat ia memantau mereka dari pojok ruangan.


_


Malam harinya, mereka makan bersama, tak lupa mereka juga mengundang neo dan yuki beserta anak mereka.


Reza terlihat senang saat bermain dengan yunie, karna yunie begitu menggemaskan.


Setelah makan, mereka semua merapikannya kembali. Saat yunie minum sendiri, ia tak sengaja menumpahkan air didalam gelasnya.


Ketika yuki berjalan sambil membawa piring kotor, ia tanpa sadar memijak air yang ditumpahkan oleh yunie hingga ia terpeleset dan jatuh.


Piring-piring itu jatuh pecah seribu tepat dihadapan yunie.


Dengan sigap, reza langsung mengambil yunie dan menggendongnya. Sementara neo membantu yuki duduk.


"Kamu gak apa-apa sayang?." Ujar neo dengan cemas.


"Gak apa-apa kok, hanya sakit sedikit. oh iya, tolong ambilin lap dong, yunie sembarangan aja numpahin air dirumah orang." Gumam yuki.


Neo pun langsung beranjak mencari lap didapur.


"Biarin aja ki, entar kita yang bersihin." Pungkas arini.


"Gak apa-apa rin, ini salah kita kok." Sahut yuki sembari memunguti pecahan beling. Tak sengaja, beling itu menggores jemarinya hingga darahnya bercucuran.


Melihat yuki yang menahan perih itu, Reza pun memberikan yunie pada arini, kemudian ia mendekati yuki dan meraih tangannya dan mengisap darah dari jari yuki yang terluka.


Pemandangan itu disaksikan oleh arini, lalu neo juga melihatnya saat ia baru kembali dari dapur. sementara yang lainnya sibuk beres-beres didapur sambil mencuci piring.


Neo berjalan perlahan dari belakang arini yang tengah menggendong yunie itu. Kemudian ia menepuk pundak arini.


Saat arini menoleh, Neo menggelengkan kepala mengisyaratkan supaya arini jangan cemburu terhadap yuki. Arini hanya mengangguk diam.


"Reza, biar gue yang mebersihkannya." Ujar neo didepan mereka. Reza tersadar dengan apa yang ia lakukan, ia pun melepaskan tangan yuki.


"Eh, maaf. baiklah, silahkan.!" Reza pun kembali berdiri disamping arini. Sementara arini hanya diam tanpa menatap reza.


Setelah pecahan beling itu dibersihkan, arini memberikan yunie pada yuki. Sementara neo mengajak reza ngobrol diluar.


"Za, maaf kalo gue kasar, tapi gue harus menyampaikan ini. Gue rasa lo juga sudah tau kalo arini suka sama elo. Gue harap lo bisa bahagiaan dia. Tolong hargai perasaannya. Untuk urusan yuki, tolong jangan ikut campur lagi, karna ada gue suaminya, terlebih jika didepan arini, elo gak lihat kan eskpresinya kayak apa tadi?. Jadi tolong! fokus lah pada perasaannya.


Jika terjadi sesuatu pada yuki, biarkan saja, karna ada gue. tolong hargai arini." Jelas neo sungguh-sungguh sembari memandangi bintang.


Reza tercengang sadar. "Lo bener neo, maafin gue, bukannya gue sengaja mau bikin lo cemburu, tapi tadi gue hanya spontan saja mau bantuin yuki yang sedang luka. Gue tau arini kok, dia gak akan cemburu karna hal sekecil ini." Sahut reza sembari melukis wajah arini dilangit yang tengah ia pandangi.


Mereka tidak sadar kalau arini sedari tadi berada dibelakang mereka yang bersebelahan dinding. Arini mendengar semua percakapan mereka.


"Lo salah za! hati gue sangat sensitif, gue sangat cemburu bahkan untuk hal sekecil apapun itu. Tapi gue berusaha menyimpannya sendiri supaya gue gak terlihat bodoh karna cinta, sudah cukup gue ditinggal neo, itu sangat membuat gue trauma dan selalu takut akan kehilangan."


•••


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like & komen🙏😘


__ADS_2