Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:75


__ADS_3

3 bulan kemudian.


Arini, Reza dan semua teman-temannya pergi ke London untuk menghadiri hari pernikahan Selena dan Harry.


Pernikahan yang begitu megah di dalam gedung terbesar di kota london. Makin glamour di balut nuansa warna putih dan gold.


Tamu undangan yang berjumlah ribuan orang, makanan terhidang di tiap sudut, bahkan beberapa artis pun di undang.


"Gila... Pernikahan ini yang termegah yang pernah kulihat. Ini serti konser." Mata Arini melotot melihat suguhan yang mewah itu.


Reza merangkul bahu Arini. "Apakah kamu juga mau seperti ini saat kita nikah nanti?"


"Gak ah, ini mengeluarkan biaya terlalu banyak, lebih baik uangnya digunakan untuk hal yang lebih berguna." Timpal Arini tersenyum.


"Sayang, kamu lupa kalau aku orang terkaya di kota B?? " Tegas Reza menatap wajah Arini.


"Aku tau kamu kaya, papaku juga kaya. Tapi aku gak suka terlalu megah kayak gini."


"Ya udah, aku gak maksa." Sahut Reza tersenyum.


"Psstttt... Kayaknya makanan disana enak deh." Bisik Bobby pada Lucas.


"Jangan malu-maluin lu babu, orang gak ada yang makan, belum waktunya." Lucas memukul tipis kening bobby.


"Biasa aja kali kulkas!!."


"Bisa diem gak kalian berdua??!!" Pungkas Danu.


_


Dari atas pelaminan, Selena dan Harry tersenyum semeringah tiada henti. Namun terlihat kecemasan di wajah Selena.


Saatnya melakukan foto bersama pengantin. Mereka menangis haru.


"Sayang sekali, Yuki gak bisa ikut." Bisik Evi pada Lesty.


"Gimana mau ikut, dia hamil tua kayak gitu. Neo aja gak ikut." Timpal Genta.


Saat Arini memeluk Selena, ia menangis sambil berbisik. " Rin, rahasiaku ada ditanganmu, kuharap kau bisa menguncinya rapat-rapat." Bisik Selena.


"Kamu tenang aja Sel, aku gak akan memberitahukan ini pada siapapun. Tapi aku tidak yakin pada Reza."


"Aku serahkan Reza padamu Rin, bujuk dia supaya tetap menjaga rahasiaku. Aku sangat berhutang budi padamu." Selena menggenggam kedua tangan arini dengan tatapan penuh harap.


"Sayang, kok lama banget, giliran yang lain juga dong." Bisik Harry di dekat Selena.


"Oke.. Maaf." Ucapnya dengan senyuman.


Setelah mereka semua memberikan ucapan selamat, mereka pun foto bersama untuk mengenang masa bahagia itu.


Sore harinya, Reza dan teman-teman kembali ke apartemen.


Sementara Harry masih di rumahnya, maka apartemen Harry dihuni oleh Reza dan teman-temannya, sedangkan apartemen di sebelahnya di huni oleh arini dan teman-teman.


Dua hari berselang, mereka semua kembali ke tanah air, termasuk Harry dan Selena, karna Harry harus melanjutkan kerja dan kuliahnya di indo.


_


Kampus XX.


"Akhirnya kembali lagi ke kampus ini, aku kangen sekali." Ucap Harry tersenyum memandangi kampus nya.


"Haii pengantin baru." Neo merangkulnya dari belakang.


"Eh, neo?? Yuki gak ngampus?"


"Dia sudah cuti dong, tinggal menghitung hari dia akan lahiran.


Maaf ya aku gak bisa menghadiri pernikahanmu di london." Timpal Neo


"Gak apa-apa, karna istri kamu lebih penting."


"Weiii.. Udah waktunya kelas!! Kalian mau tetap ngobrol di sana?!" Teriak Bobby yang sudah berjalan lebih dulu.


"Ayo guys masuk kelas." Ajak Reza.


"Kami duluan ya.." Arini melambaikan tangan.


Reza menahannya dengan sedikit menarik tangan arini. "Sayang, Tunggu!!" Langsung mencium kepala Arini tanpa izin.


"Apaan sih reboy? Malu tau." Wajahnya berubah jadi merah, dan langsung pergi bersama temannya.


Sedangkan Danu hanya diam dan pura-pura tidak melihat kemesraan Arini dan Reza.

__ADS_1


*Sudah sekian lama, tapi hatiku masih saja cemburu melihat Arini dan bos Reza.*


"Lu mikirin utang ya kamandanu??" Tiba-tiba Lucas menepuk pundak Danu yg tengah diam.


"Apaan sih? Gue gak ada utang!! Udah ah. Yuk cabut."


Saatnya jam belajar, suasana kelas sedang hening saat dosen menerangkan pelajaran.


Drtt... Drtt... (Getaran ponsel Neo)


*Yuki??* Tanpa pikir panjang, ia langsung menjawabnya.


"Halo sayang, ada apa? " Bicara sedikit berbisik.


"Psst... Ntar kena lempar pake spidol" Bisik Bobby. Namun Neo tak menghiraukan.


"Halo nak, ini bunda. Kamu bisa pulang sekarang?? Yuki sakit perut, keadaannya sangat lemas. Mungkin dia akan melahirkan."


Neo seketika kaget. "APAAA!!? Aku pulang sekarang!"


Mahasiswa turut kaget dengan suara Neo yang keras itu.


"Astaga!! Heii kau!! Mau membuatku jantungan hah?!!" Teriak sang dosen sambil mengusap dada.


"Maaf pak, aku harus pulang. Istriku mau melahirkan." Mengambil tas dan langsung keluar.


Reza juga buru-buru keluar menyusul neo.


"Heii kau! Mau kemana?" Tanya pak dosen.


"Em.. Aku mau bantuin neo pak, soalnya dia kan punya anak kecil, pasti ntar repot. Dahh pak, aku pulang." Keluar begitu saja, padahal gak di izinin.


Sementara itu, Harry, Bobby, Danu dan Lucas saling tatap dan saling kedip sembari bersiap menyelendangkan tas.


"Sorry pak. Pelajaran ini aku sudah sangat faham. Berhubung aku lagi enak badan, aku izin pulang dulu. Aku minta antar sama Danu." Ujar Harry sambil berdiri membawa tas.


"Begitu ya, kalau kamu sudah faham, boleh pulang, tapi minggu depan aku akan tanya kamu soal pelajaran hari ini." Timpal dosen.


Tanpa pikir panjang, Harry dan danu langsung pergi.


*Bentar,,, perasaan tadi dia bilang enak badan, bukan gak enak badan kan? Wah kurang ajar! Dia menipuku.* Gumam dosen dengan amarah.


"Heii Harry!! Kau berbohong!!" Teriak dosen, namun bulu mata Harry dan danu sudah tak kelihatan lagi.


Pak dosen hanya geleng kepala dan mengelus dada melihat kelakuan anak didiknya.


Setelah tiba di parkiran mobil.


"Fiuhh.. Selamat.. Ayo cepat naik mobil." Ujar harry.


"Tunggu, dimana Reza dan Neo?? " Tanya Lucas.


"Neo sudah pulang duluan. Kalo Reza lagi menjenguk Arini dan yang lainnya."


Tidak lama kemudian, muncullah Reza bersama Arini dan teman-temannya.


Ternyata mereka juga bolos tanpa izin karna dosen belum masuk kelas.


Mereka bergegas ke rumah sakit menyusul Neo.


Namun Harry pulang ke rumahnya dulu untuk menjemput Selena.


_


HOSPITAL +


Mereka berkumpul di depan ruang bersalin menunggu Anak kedua Yuki di lahirkan.


Seorang suster lewat di hadapan mereka, namun ia bingung karna begitu ramai, terhitung ada 10 orang. "Maaf tuan, nona, ada apa ini ramai sekali?"


"Temen kita mau lahiran sus. Kita memberinya semangat. Hehe." Jawab Bobby tersenyum lebar.


*Gak perlu sebanyak ini juga kali, sampai semua tempat duduk penuh.* Gumam suster sambil berlalu.


Setelah beberapa jam lamanya. Akhirnya suara tangisan bayi terdengar.


"Udah lahir?? Alhamdiliah.. " Arini dan yang lainnya mengucap sukur bersamaan.


*Tangisan bayi?? * Pikir Selena dalam hati.


Saat suster keluar, Arini menghampirinya. "Maaf sus, apa kami boleh masuk?"


"Boleh, tapi gantian ya, supaya tidak terlalu ramai."

__ADS_1


"Baiklah, ayo guys kita masuk. Yang cowok nanti aja ya." Arini sangat antusias untuk melihat anak kedua Yuki dan Neo itu.


Bayi mungil yang baru saja selesai mandi di balutkan dengan kain coklat yang lembut. Berjenis kelamin laki-laki, mempunyai kulit putih, berhidung mancung dan beralis tebal.


"Wah.. Imutnya.. Gemes deh, pengen nyubit." Arini tak hentinya mencubit lembut pipi bayi tersebut.


"Kalo pengen, nikah aja sana rin." Ujar lesty


"Iya, lagian kalian udah cocok, dan udah cukup umur." Timpal genta.


"Sabar, tinggal 3 bulan lagi kita wisuda, setah itu aku akan nikah sama Reza." Jawab nya tersenyum manis.


Yuki baru memperhatikan kehadiran Selena di sana, karna dia hanya diam belum terlalu mengerti dengan bahasa indo. "Eh,, Selena?? Kau juga disini?." Tanya yuki dengan bahasa inggris.


"Iya, baru dua hari, selamat ya atas kelahiran anakmu." Tutur Selena tersenyum.


"Makasih Sel. Oh iya maaf aku dan neo gak dateng ke pernikahan kamu. Semoga kamu cepat punya bayi ya." Pungkas Yuki memberinya doa.


Selena langsung meilirik bayi yang ada di samping Yuki itu.


*Bayi?? Dia sangat imut.* Selena diam dengan pikiran kacau.


"Oh iya, sudah di beri nama belum.?" Tanya evi pada Neo.


"Namanya Yuno." Jawab Neo.


"Wah,, pas banget dah. Yunie & Yuno. Btw, dimana yunie? Aku kangen padanya." Ujar Arini.


"Dia dirumah bersama kakeknya, ribet kalo dia ikut.


"Guys, kita sudah lama nih disini. Sekarang giliran cowok dulu yang masuk." Ujar Selena.


"Oh iya ya.. Oke deh kita keluar dulu ya, ntar kalo yuki udah pulang, kita main ke rumah kalian aja deh, biar bisa lama-lama." Timpal Lesty.


Setelah mereka keluar, para cowok pun masuk.


"Yooo... Whatsapp bro..!!" Ujar Bobby dengan suara keras hingga bayi itu kaget dan langsung nangis.


"Woii babu, lu udah gak waras ya! Ntar tuh bayi jantungan." Lucas menepuk pundak Bobby cukup kuat.


"Aww.. Sakit kulkas!! Biasa aja kali." Mengelus pundak yang agak panas.


"Ya maap.. Sengaja tadi tuh."


"Udah lah, jangan berisik kenapa?. Liat tuh dia nangis..


Btw, aku boleh gendong gak sih." Timpal Reza.


"What?!! Gue aja belum gendong, masa iya lu udah mau gendong." Sahut Neo seakan tak terima.


"Lah, salah elu lah, kenapa gak gendong?. Pasti belum berani kan?" Timpal Reza kembali.


"Hehe,, tau aja lu."


"Padahal udah punya anak dua.


Dok, tolong letakkan bayi ini di tanganku dong." Ujar Reza pada dokter.


Dokter itu segera menaruh Baby Yuno dalam gendongan Reza.


"Gue kira lu bisa gendong sendiri.. Ternyata minta bantuan dokter. Gue juga bisa kalo kayak gitu bambank!!" Ujar Neo sedikit emosi.


"Hehe, gue kagak berani lah, ntar kakinya tinggal gimana?" Pungkas Reza terkekeh.


"Lu kira anak gue robot apa, bisa bongkar pasang!"


Bobby dan yang lainnya mendekati baby Yuno. "Btw, anak lu imut banget. Mirip gue masih bayi." Ujar Bobby percaya diri.


"Mirip lu dari mananya?? Udah gede kayak gini aja mirip alien, gimana pas bayi nya." Timpal Lucas.


"Mirip bayi Alien lah. Hahaha.. " Sahut Harry terbahak sampai keselek.


"Hati-hati Hely kopter, ntar bayi ini kesedot. Seneng amat lu." Pungkas Bobby dengan wajah heran.


Suasana kamar itu berbeda dengan kamar pasien yang lain, karna begitu berisik. Bayi Yuno pun sering menangis karna mendengar suara ketawa mereka yang mirip suara Angsa yang lagi batuk.


•••


BERSAMBUNG


LIKE. KOMEN. VOTE.


Makasih🙏

__ADS_1


__ADS_2