
Pagi itu, banyak hal terjadi yang membuat rey dan mama ara bingung.
Setelah masuk kamarnya, tidak lama kemudian rey turun kembali sambil berlari kecil dan langsung menjalankan mobilnya.
"Mau kemana kutil itu? "Ujar alvin heran saat rey melewati mereka.
"Dia mau pergi, kita susulin yuk, kali aja dia mau nyariin ara. "Sahut daylon.
Mereka turut mengejar mobil rey dari belakang.
Sementara itu, mama ara memberitahu kejadian ini pada orang tua rey dan juga papa ara dan mama daylon.
Merekapun turut berdatangan dan menanyakan apa yang sudah terjadi pada rey dan ara.
Mama ara masih menangis saat orang tua rey dan yang lainya tiba.
"Sherly, apa yang terjadi, ada apa dengan ara? "Tanya zaidan, papanya ara itu.
"Mas, ara pergi dari rumah, dia membawa semua pakaianya. Sepertinya dia bertengkar dengan rey. "Jawab sherly tertunduk sedih.
"Memangnya apa yang sudah dilakukan anak itu pada ara? "Tanya mami rey.
"Dona, aku juga gak tau, aku sendiri masih bingung dengan mereka, tidak ada yang mau menjelaskanya padaku, tapi sepertinya ara begitu membenci rey. Dan juga, tadi pagi-pagi sekali sudah ada daylon dan alvin disini, bahkan pintu saja belum kubuka, kurasa mereka berada disini sejak tadi malam. Aku bingung, aku khawatir sama ara, dia mau pergi kemana. "Jelas sherly kebingungan dengan terisak tangis.
"Pantes saja daylon tidak ada dirumah, ternyata dia disini, apa yang sebenarnya terjadi, para bocah itu bikin masalah saja, awas aja kalau ara kenapa-napa. "Sahut anna, mamanya daylon.
"Kurang ajar anak itu, beraninya dia menyakiti ara. Awas aja kalau dia pulang nanti, bakal ku giling dia dimesin cuci. "Timpal mami rey dengan geram sambil menggepalkan tanganya.
_
Sementara itu, rey pergi kerumah poldi untuk meminta penjelasan mengenai kejadian semalam.
Tokk!! Tok.!! 'Rey mengetuk pintu itu dengan kuat.
Tidak lama kemudian, pintunya tersingit, poldi pun keluar, belum sempat ia menyapa rey, tiba-tiba rey menarik bajunya.
Bruukk!!!. Pukulan tinju dari tangan rey mendarat diwajah poldi hingga bengkak.
"Bos, apa-apaan ini? Kenapa lo mukul gue?? "Teriak poldi dengan heran sambil mengelus pipinya.
"Poldi, jelaskan sekarang, apakah elo yang merencanakan kejadian semalam? Gue curiga sama lo karna cuma lo yang begitu antusias mengajak gue keluar dan memaksa gue minum. Katakan! Apa yang sudah terjadi?! Kenapa ara begitu membenci gue!! Dia bilang gue sedang bersama gadis lain.!
"Rey mencengkam baju poldi dengan kuat dan penuh amarah.
"Bos, ini salah faham, gue sama sekali gak tau apapun soal itu, kita sama-sama mabuk tadi malam, soal cewek itu gue juga gak tau. "Jawab poldi dengan rasa takut.
"Kalau bukan lo terus siapa? Ada siapa saja disana tadi malam?
"Saat bar sepi, hanya ada satu pelayan cewek, manager bar dan seorang satpam. Tapi manager itu juga gabung sama kita, dia juga mabuk bareng kita. Lebih baik bos pergi saja kesana biar lebih jelas. "Sahut poldi.
Rey melepaskan cengkraman tanganya.
"Kalau gitu, mari ikut gue kesana!
"Tapi gue belom mandi bos.
__ADS_1
"Bodo amat!! Ayo cepat! Lo harus bisa tuntaskan masalah ini, kalau gak, gue bakal terus nuduh lo.! "Rey kembali menarik poldi dan membawanya pergi ke bar.
Mobil rey melaju dengan kecepatan tinggi menuju bar miliknya dengan perasaan yang berkecamuk.
Setibanya di bar, kebetulan tempat itu masih sepi karna masih pagi.
Brakk!! 'Rey menendang pintu dan langsung masuk, semua karyawan bar kaget sekaligus takut melihat wajah rey yang diselimuti amarah.
"Heii sini lo.!! "Tanpa pikir panjang, rey langsung menarik managar muda bernama bagas itu.
"Eh, ada apa ini bos?? "Tanya bagas yang kaget saat rey tiba-tiba menariknya.
"Semalam ada siapa aja disini saat kita mabuk? Coba kamu panggil orangnya.cepat!
Bagas langsung berlari mencari satu karyawan wanita dan satpam. yang bertugas tadi malam.
Tidak lama kemudian, bagas kembali membawa dua saksi itu.
"Hei lo, pelayan cewek, siapa nama lo, semalam lo terakhir pulang kan? Lo pasti tau apa yang sudah terjadi? Cepat jelaskan dengan jujur!!
Rey menatap wanita itu dengan dingin membuatnya tertunduk takut.
"Nama saya Salma bos,memang semalam saya dan satpam yang terakhir melihat kalian, tapi saya pulang saat kalian semua sudah mabuk,dan hanya ada satpam yang berjaga.mungkin dia bisa menjawab apa yang bos ingin ketahui."Jelas pelayan tersebut dengan gugup.
Tanpa disuruh, satpam itu berinisiatif untuk menceritakan keadaan semalam sebelum rey bertanya dan membentaknya.
"Emmm..gini bos,saat kalian semua mabuk dan tertidur, aku langsung berjaga diluar bar setelah salma pulang, aku juga tertidur dikursi saat sedang berjaga,tapi kurasa tidak terjadi apa-apa didalam."Jelas satpam yang sudah berkeringat dingin.
Manager bagas menghampiri rey ,dan mencoba menenangkanya.
"Bos, mending kita liat rekman cctv saja ya, biar semuanya jelas, jujur,kami semua bingung dengan apa yang bos katakan."dengan ragu-ragu bagas mengutarakan pendapatnya.
Manager bagas langsung melacak jam dan tanggal yang ingin dicari. Tidak lama kemudian rey menemukan apa yang ia inginkan.
"Stop!! pelankan putaranya,gue mau liat cewek itu.
Perlahan putaran vidio itu dijalankan,rey memperhatikan gerak-gerik wanita dalam rekaman itu dengan teliti.
*kilas rekaman cctv.
'Wanita misterius itu masuk kedalam bar setelah satpam tertidur pulas didekat pintu masuk bar,saat itu keadaan bar sedang sepi ,wanita itu masuk dengan mengendap-endap.lalu ia memercikan air diwajah rey untuk membuatnya bangun.
Karna rey masih dalam pengaruh alkohol,ia tidak menyadari kalau wanita itu berniat jahat,dia berpikir kalau gadis itu adalah ara, gadis itu duduk diatas paha rey sambil merangkul dan merayunya dengan mesra. wanita itu juga meraih telpon bar lalu menghubungi ara memintanya untuk menjemput rey dibar.
Setelah ara,alvin dan daylon tiba dibar,mereka menyaksikan rey yang sedang bermesraan itu.
Setelah rey menyaksikan vidio itu,wajahnya begitu kesal ,amarahnya langsung meluap.
"Brengsek..!!! ternyata itu yang membuat ara jadi membenci gue? kurang ajar!! sebenarnya siapa wanita itu?? kenapa dia bisa datang pada waktu yang tepat!! sialan..!!!
Rey memukul tembok dengan kepalan tanganya berulang kali sampai jemarinya bercucuran darah,ia merasa sangat menyesali perbuatanya itu.
Poldi mendekatinya mencoba mengajaknya berbicara.
"Bos, gue berani sumpah,kejadian semalam gak ada sangkut pautnya sama gue, bahkan gue juga gak kenal dengan wanita dalam vidio ini.bos, gue ngerasa ada orang yang sudah mengintai kita dan mengambil kesempatan ini ,mungkin tujuanya adalah untuk memisahkan bos dengan ara."Jelas poldi pelan-pelan dengan wajah tertunduk takut.
__ADS_1
Rey menghentikan pukulanya setelah mendengar penjelasan poldi.
"Lo benar,mungkin keadaan itu dimanfaatkan seseorang. Poldi,lo ambil rekaman cctv ini,dan kirim ke gue. gue bakal cari ara untuk menjelaskanya, dan gue akan mencari wanita itu sampai ketemu, gue gak akan membiarkan hidupnya tenang karna sudah berani mengusik idup gue.
Dengan tatapan mata yang tajam dan alis yang mengkerut,nampak wajah rey begitu kesal dan penuh dendam.
Sementara itu,daylon dan alvin yang membuntuti rey memilih menunggu diluar dari pada ikut menyusulnya kedalam, mereka berdua duduk jongkok dibawah pohon bunga mawar yang tingginya 50cm yang berada dihalaman bar.
"eh kuman, kenapa kita gak bawa mobil satu aja, kan kita bisa sambil ngobrol dijalan."ujar alvin sambil menggambar wajah daylon ditanah.
"Gua ogah satu mobil sama lo,kalo diajak cerita gak pernah nyambung,kebanyakan halu dan gak waras. eh!! lo ngapain gambar monyet ditanah kayak gitu, masa kecil lo kurang bahagia ya? "timpal daylon mencibir hasil karya anak *** itu.
"Ini gambaran wajah elo kuman.!! gimana bagus gak.haha.."Alvin membalas mengejek daylon.
"Wahh..kurang ajar lo ya cebong!! masa muka gue kayak monyet ! belum pernah kena sengat duri mawar lo ya ?! "Daylon bediri dan menghapus gambar itu dengan kakinya sambil memukul kepala alvin.
"Sakit bego.!! eh kuman,stop!! liat tuh si kutil alien udah keluar dari bar,mungkin dia udah dapat pencerahan. "ujar alvin menunjuk pada rey yang baru saja keluar dari bar.
"Pencerahan apanya, lo gak liat apa mukanya suram dan serem kayak emoji marah gitu."sahut daylon.
"Kalo itu mah bukan emoji marah goblok.!! tapi memang dia marah beneran, dasar mata picek.kita samperin yuk."alvin menarik tangan daylon dan membawanya mendekati rey.
"Eh kutil. gimana? lo udah dapat pencerahan belom? udah tau kesalahan lo? nyesel gak? masih berani sakitin adek gue lagi? " ujar daylon menatap rey.
Rey hanya diam, lalu ia melewati mereka dengan tatapan begitu dingin.
Rey melaju kencang dengan mobilnya untuk mencari keberadaan ara.
_
Disaat bersamaan, ara sudah berada dalam pesawat ,ia hendak menuju jerman. sebelum terbang, ia sudah berpesan pada seorang karyawan bandara bahwa jika ada yang mencari namanya atau melacak namanya didaftar nama penumpang,mohon jangan memberitahunya ,siapapun itu. karna ara tidak mau kepergianya diketahui orang, apalagi rey.
Selama dalam perjalanan,ara hanya diam dengan airphone yang melekat ditelinganya sambil mendengarkan musik. munculah lagu 'Semua tentang kita' (Peterpan). tak terasa air matanya mengalir begitu saja saat lagu itu terngiang ditelinganya yang terputar tanpa sengaja secara acak.
Lagu itu menambah kesedihan mendalam dihati ara, ia memandangi awan-awan yang dilalui pesawat, dengan cahaya matahari yang bersinar terang serta burung-burung yang terbang terlihat begitu kecil,dan suasana dalam pesawat yang turut hening menambah perasaan kesepian dihatinya seakan ia sedang berada pada dimensi lain.
Ditengah lamunan sedihnya, tiba-tiba pesawat berguncang cukup kuat membuat semua penumpang kaget dan berteriak histeris.
Pesawat makin terguncang cepat, entah apa yang membuatnya tidak stabil hingga barang-barang bergeser kesana kemari.
"Bapak-bapak, ibu-ibu, semuanya tenang.! silahakan pakai baju pelampung kalian masing-masing dan selalu berdoa supaya kita bisa mendarat darurat dengan selamat, karna terjadi sedikit masalah pada mesin pesawat kita." Ujar salah satu pramugari.
Penumpang berteriak panik,mereka langsung menuruti perintah dari pramugari, mereka mulai bersiap memasang baju pelampung,dan berdoa sambil teriak karna keadaan pesawat terguncang begitu cepat.
Sementara ara tetap santai, tanganya berpegangan pada kursi pesawat supaya tubuhnya tidak bergeser.
Seorang pramugari menghampirinya."Maaf nona,silahkan kenakan baju pelampung anda, kemungkinan besar kita akan jatuh ditengah laut, tapi semoga saja itu tidak terjadi."Jelas si pramugari.
"Kenapa harus pakek baju pelampung? kalau pesawatnya mau jatoh,ya jatoh saja! toh mati tidak bisa dihindari, gue gak peduli. lagian hidup juga gak ada gunanya."jawab ara dengan santai dan cuek dengan keadaan sekitarnya.
Pramugari itu langsung pergi meninggalkan ara sambil geleng kepala.
***
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like👌
Baca juga 'My Promise'🙏