
Reynand kesal melihat rumah nya begitu ramai yang dipenuhi dengan manusia brandal. Saat dia melihat ara yang tertawa dipojokan itu, rey pun langsung menghampirinya.
"Sini lo. "Rey mendorong ara kedinding, dan menatap nya tajam.
"Eh.!! Mau ngapain lo? Muka lo tuh dekat banget, bisa jauhin dikit gak? "Ucap ara santai.
"Heh!! Lo sengaja ya nyuruh semua teman lo yang kampungan itu datang kerumah gue? "Ucap rey bernada tinggi.
"Hehe.. Iya sih, biar rame, gue juga suntuk tau. Kalau rame gini kan kita bisa pesta berjama'ah. "Jawab ara sambil nyengir.
"Yang berjama'ah itu ibuk-ibuk pengajian dimasjid, bukan segerombolan manusia laknat seperti mereka. Udah ahh.. Pokok nya jangan sampai mereka memancing keributan, lo harus bisa atasi kelakuan teman-teman lo itu. "Ujar rey, lalu dia pergi meninggalkan ara.
"Dih.. Marah-marah. Jalan aja kayak mayat idup gitu, pelan amat!! "Gerutu ara mengejek cara jalan rey yang pelan itu, karna masih belum pulih dari sakit nya.
"Gue masih sakit woii.. Awas aja kalau gue udah sembuh, gue bakal bikin idup lo gak tenang. "Sahut rey sembari melangkahkan kakinya.
Ara kembali ngobrol sama teman-teman nya, tidak lama kemudian rey datang bersama mang dimas(satpam rumah rey).
"Reboy! Ngapain lo ngajak mang dimas kesini? "Tanya ara heran.
"Buat jaga-jaga kalau nanti ada tawuran mendadak. "Sahut rey senyum sombong.
"Baiklah, kalau gitu! Berarti lo mengira teman gue biang kerok ya. "Ara pun naik diatas meja ditengah kerumunan orang itu.
"Buat teman -teman gue. Tolong ya jangan bikin kerusuhan, apalagi sampai adu jotos, karna kita disini cukup rame, tolong jaga sikap dan tingkah laku kalian yang bodoh itu! Kalau sampai kalian bikin ribut, maka hubungan pertemanan kita putus. Kalau teman rey yang buat ribut, maka dia juga memutuskan pertemanan nya pada kalian. "Ujar ara sambil teriak diatas meja.
Rey kaget. "Eh, kapan gue bilang gitu? Dasar bocah o'on. Tingkah lakunya bikin gue angkat tangan. "Gerutu rey sambil geleng-geleng kepala.
"Eh, adel, aznie, kalian ikut gue yuk, disini kan cuma kita bertiga aja cewek nya, biarin mereka ngobrol, kalau mereka mau berantem silahkan, yang penting kalian tidak ada disana. "Ucap ara pada kedua teman perempuan nya itu.
"Boleh.. Ayo!! Kita mau kemana? "Tanya adelia.
"Tadi sih gue mau ajak kalian nongkrong ditaman belakang, tapi masih panas, kita kekamar aja yuk, dikamar gue ada teras nya, kita ngobrol disana aja. "Ucap ara mengajak teman nya keatas.
"Oke! Kita juga belum pernah liat kamar kamu"sahut aznie. Mereka pun keatas menuju kamar ara.
"Nah. Ini kamar gue. "Ara menunjukan kamar pada teman nya.
"Wah, kamar lo bagus banget ra, ada tv nya juga, ada kamar mandi nya, lengkap banget, idup lo enak banget sih ra. "Ujar adelia.
"Tinggal disini, tempat nya memang enak, tapi tiap hari harus berhadapan dengan si muka terong rebus itu, kayak dineraka idup gue. mau nya nyuruh terus se'enak jidat nya aja. "Curhat ara pada temanya itu.
"Lah, kan itu memang kerjaan lo, diakan majikan lo, memang tugas nya nyuruh lo kan? "Tanya aznie bingung.
"Eh! Iya kah.. Gue kira disini gue yang majikan, hehe. "Sahut ara tanpa dosa.
"Wuuu.. Dasar gak tau diri lo.!
Sementara itu, mereka yang dibawah tengah sibuk berebut makanan kayak orang yang sudah tiga hari gak makan.
__ADS_1
"Kalian ini manusia bukan sih? "Tanya rey heran.
"Bos! Mereka duluan yang rebut makanan kita, masa' kita diem aja. "Tutur poldi menyerang alvin dan yang lainya.
"Tadi sih ara bilang kalau makanan disini bebas buat siapa aja, gak salah dong kita ikut makan. "Sahut alvin sambil ngunyah.
"Tapi kan gak sampai abis juga kali, kalian ini rakus apa doyan? "Timpal teman rey yang lainya.
"Udah!! Udah!! Kalian ini bukan nya menghibur gue, malah tambah bikin otak gue makin melintir. "Teriak rey dengan lemas.
Mereka pun diam, makan dengan tertib, bicara pun hanya berbisik, demi bos tuan rumah yang mempunyai tatapan tajam itu. Rey hanya tersenyum melihat mereka adem ayem.
Tapi keheningan itu hanya berlangsung sebentar saja, karna biang kerok nya sudah turun dari kamar nya.
"Eh.!! Apakah sedang ada rapat pemegang saham? Muka nya kok pada datar semua. "Ucap ara saat melihat keheningan itu.
"Haiss.. Idup gue benaran gak bisa tenang sedikit pun kalau sudah ada wanita bodoh ini. Ngapain sih kalian turun! Kita lagi menikmati keheningan karna jauh dari lo, malah nongol!! "Ucap rey emosi.
"Mana gue tempe. "Sahut ara cuek.
"Huss, tahu kali ra, bukan tempe. "Bisik adel didekat telinga nya.
"Sama aja, sama-sama terbuat dari keledai. "Timpal ara lagi.
"Kedelai o'on.. Kalau keledai itu hewan!! Punya otak tapi gak guna. "Sahut rey.
(Sebenarnya cuma mau bilang "mana gue tau" tapi mreka ngomong nya belepotan kemana-mana😂)
"Nih orang udah kayak majikan aja. "Batin rey. Tapi dia membiarkan ara melakukan itu.
Teman-teman pun pulang, rumah jadi sepi kembali.
"Aron! Bantu gue kekamar, gue mau tidur dulu. "Perintah rey.
"Baik bos!!
Setibanya dikamar, rey langsung berbaring.
"Mandi dulu woii, ini udah sore, abis itu makan, biar enak tidur nya. Gue udah kayak emak-emak aja, ngurusi bocah tua. "Ujar ara menyeringai.
"Iya, lo bener, tumben otak lo bekerja, biasa nya konslet terus. Tolong siapin gue air hangat dong. "Perintah rey dengan senyuman.
"Giliran nyuruh, senyum nya manis banget, tapi pas marah langsung berubah jadi anjing buldog. "Gerutu ara sambil berjalan kekamar mandi.
"Heh!! Gadis itu benar-benar unik, tingkahnya yang konyol dan bodoh, juga sikap nya yang polos itu, bikin rumah ini jadi rame, gue heran terlahir dari planet mana dia ini. "Tutur rey dengan suara kecil sambil tersenyum tipis.
Beberapa menit kemudian ara keluar dari kamar mandi.
"Tuh, air nya udah gue siapin, mandi sono! Gue mau kekamar dulu, mau mandi juga, bebek gue udah pada manggil. "Ucap ara sambil keluar dari kamar rey.
__ADS_1
"Hah?? Bebek?? Haha.. Bener-bener bocah!! Kenapa gak buaya aja. "Rey geleng-geleng dan tertawa sendiri.
Saat tiba dikamar, ara langsung mandi, Dan ngobrol sama bebek-bebek nya.
"Huh,, hari yang melelahkan. Hari ini gak ngampus, pasti ada tugas dari dosen plontos itu. Cepet-cepet deh mandi nya, gue harus ngurusin bos babi lagi.
Setelah mandi, ara langsung kebawah dan mengambil sepiring nasi untuk rey dan membawa nya kekamar.
"Yuuu huu.. Bos babiku, makan dulu ya, abis itu baru bobok tamvan. "Ucap ara cengar-cengir sambil berjalan masuk kekamar rey.
"Nih anak kerasukan apa lagi sih. sini cepat suapin gue, gue udah ngantuk nih. "Timpal rey.
"Uluh-uluh.. Manja banget sih, gue mau ngelakuin ini karna gue cuma mau bales jasa lo waktu ngerawat gue pas lagi sakit dulu. Biar kita impas. "Sahut ara sambil menyuapi rey.
"Lo tau gak? Waktu lo sakit, gue ngerawat lo dengan sepenuh hati dan perhatian yang tulus, gue sampai sangat khawatir sama lo, pas giliran gue yang sakit, malah gue diperlakukan kayak anak tiri gini. Lo tuh manusia bukan sih? Atau lo memang beneran mahluk luar angkasa ya? "Ujar rey sambil makan.
"Hm.. Iya kah, gue sih udah lupa. Eh! Reboy, wajah lo agak tirus-an ya. "Ara meneliti wajah rey dari dekat.
"Tirus apa nya, ini tuh kurus karna lagi sakit bodoh! Sakit jiwa lo ya. "Jawab rey emosi.
"Hahha.. Tapi lo makin mirip dengan alien. "Ujar ara tertawa geli sambil menampar wajah rey berkali-kali.
"Apaan sih, sakit woii.. Apanya yang lucu. Bener-bener!! Urat lo udah putus ya, emang nya wajah gue selucu itu? "Teriak rey mengalihkan tangan ara dari pipi nya.
"Huhh.. Huhh.. Capek juga ketawa, kayak nya usus gue udah melintir sampai kejantung. Udah ahh waktu nya serius! Cepetan makan, tangan gue udah pegel. "Ujar ara melanjutkan menyuapi rey.
"Yang ada mata gue yang pegel liat tingkah lo itu. Udah ah makan nya, mana obat nya, gue mau tidur. "Rey menolak disuapin ara lagi.
"Eh,, kok sudah! Nasi nya belom abis loh. "Sahut ara sembari mengambil obat.
"Gue udah gak nafsu makan, udah kenyang liat lo. Sini obat nya, oh iya, selama gue belum tidur pulas, lo jangan pergi dulu ya, temeni gue. "Tutur rey, lalu minum obat nya.
Setelah minum obat, rey berbaring karna matanya sudah tidak bisa diajak kerja sama, "ra, gue mau genggam tangan lo, boleh gak? Sampai gue tertidur aja, ntar lo bisa lepasin kalau gue udah tidur. "Ucap rey serius dengan tatapan rubah yang imut.
"Wadidaw.!! Tatapan macam apa itu? Aku sampai tidak bisa menolak nya, baiklah, silahkan genggam aja tangan gue Yang imut ini supaya bisa membuatmu cepat tidur ya. "Ujar ara tersenyum.
"Hemm.. Sepertinya otak nya sedang normal. "Ucap rey dalam hati dengan senyuman kecil sembari menggenggam tangan ara yang duduk disamping ranjang nya itu, hingga dia tertidur.
***
Bersambung....
∆ : halo permisa, apakah kalian udah ikuti profil author kami? 🙂Dan jangan lupa beri lima bintang😌
® : iya, awas aja kalau belom, gue bakal cium ara.
∆ : (kaget) dasar mesum!!😡(langsung menendang rey sekuat tenaga hingga mental keplanet pluto)
® : aron!! Awas lo ya, kalau gue jadi alien, gue bakal sedot lo pakai ufo😵(teriak dari luar angkasa)
__ADS_1
∆ : bodo' amat!!🙄"Nah pemirsa, awas ya kalau lupa like, siap-siap kalian menyusul alien itu keplanet pluto😏