Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Butuh kejujuran!


__ADS_3

Setibanya mereka dirumah, disana sudah ada orang tua rey yang hendak menjemput carla pulang.


Ara langsung masuk menyelengos melewati orang tua rey dan mamanya yang tengah ngobrol, rey juga ikut berlari menyusul ara yang jalanya menggunakan jurus angin tornado itu.


Mereka melongo bengong, melihat ara dan rey yang kejar kejaran kayak anak kucing itu.


"Kak. Apa yang terjadi pada kedua adekmu itu? "Tanya mami nya pada carla.


"Mi, ara sedang ngambek, tadi pas ditaman bermain, mantan rey bernama pricil itu muncul lagi, dan ara melihat mereka berdua sedang pelukan, kakak rasa si pricil itu sengaja membuat keretakan pada hubungan rey dan ara. "Jawab carla menjelaskanya.


"Hah? Kenapa gadis itu muncul lagi,, mami sangat bosan mendengar namanya, mami yakin, ini pasti rencananya. Dasar gak tau malu. Awas aja kalau ketemu mami, bakal mami jambak rambut nya. "Sahut mami rey dengan kesal.


"Dona, Apakah pricil adalah gadis yang kamu ceritakan itu? "Tanya mama ara pada mami rey


"Benar, dialah orang nya. Aku gak habis pikir, kenapa dia suka sekali menganggu keluarga kami. "Timpal mami rey.


"Mi, apa yang harus kita lakukan, aku takut kalau rey akan kembali terpengaruh padanya. "Sahut carla.


"Rey sangat mencintai ara, semoga saja dia tidak menoleh pada gadis lain, lagian kita akan menjadi tameng untuk hubungan mereka berdua. "Timpal maminya.


•••


Rey yang mengejar ara itu berhasil meraih tanganya saat ara hendak masuk kamar, beruntung rey tidak terjepit dipintu, karna ara langsung membanting pintu kamar saat dia masuk.


Ara bersikeras menepis tangan rey yang memegang tangan nya dengan kuat.


Rey menarik ara lalu memeluknya erat. Sesekali ara berontak melepaskan diri.


"Sayang, maafin gue ya. gue gak bermaksud membela dia, hanya saja tadi perlakuan lo sangat kasar padanya. Tapi gue seneng lo marah kayak gini, itu artinya lo cemburu. Tadi gue juga kaget tiba tiba dia meluk. Tapi gue udah bilang padanya kalau gue udah panya pacar. Tapi dia masih aja nempel. "Rey mencoba menjelaskan pada ara.


"Tapi lo terlihat happy gitu saat dia peluk, gue tau dia mantan terindah lo, apa lo masih cinta sama dia? Kalau itu benar, mending gue yang mundur deh, gue mah ogah berurusan dengan cinta segitiga, lagian diluar sana masih banyak cowok yang suka sama gue. "Timpal ara masih jengkel.


"Kok ngomong gitu sih? Gue cinta nya sama elo bego! Gue udah gak ada perasaan apapun lagi sama dia, pertemuan tadi hanya kebetulan. Gini deh,. Mending kita gak usah kemana mana dulu, biar lo percaya. Udah ya! Jangan ngambek lagi, gue sayang sama lo ulat bulu. "Rey mencium kepala ara dalam dekapanya.


"Em.. Baiklah.. Tapi janji, lo gak bakal urusin lagi gadis itu apapun yang terjadi. Atau hubungan kita akan hancur. "Sahut ara menatap wajah rey.


Rey tersenyum. "Lo terlihat manis dan lebih dewasa sekarang. Gue janji, gak akan ada wanita lain dihati gue, selamanya sampai kapanpun itu. Oke! "Rey mengecup bibir ara dengan cepat.


"Ah! Apaan sih tiba tiba gitu. Malu tuh diliatin BTS. "Ara mendorong rey dengan wajah merah nya.


"Heh,, foto doang, ngapain harus malu bodoh! "Rey kembali mendekap ara begitu lama, membuat ara ngantuk dan tidak bergeming.


"Sayang!! Aron!! Heii ulat nangka, kok gak nyaut sih. "Rey memanggil ara yang berada dalam pelukanya itu. Dia pun mengangkat wajah ara.


"Waa!! Ternyata dia tidur! Kok bisa ya tidur sambil berdiri gini, dasar o'on.! "Rey menggendong ara dan meletakanya diranjang.


Sebelum rey keluar dari kamar ara, dia melepaskan jaket ditubuh ara dan juga sepatu yang belum sempat dia lepas, lalu rey mencium kening ara, kemudian keluar dan menutup pintu kamar nya.


Rey pergi kekamarnya kemudian berbaring, tapi dia masih kepikiran dengan pricil yang dia tinggalkan saat tengah terluka.


"Gimana dengan pricil ya, apa dia sudah pulang? Tadi luka dikakinya lumayan dalam. Ah! Kok gue mikirin dia sih, gue udah janji sama ara kalau gak akan urusin dia lagi, gue udah gak cinta sama dia, gue cuma kasian doang. "Gerutu rey sambil menatap plafon kamar nya.


Tilulit.. Tilulit. (Dering Hp rey)

__ADS_1


*halo!!


Apa???


Baiklah, saya kesana sekarang!!.


Setelah mendapat telpon itu, rey langsung pergi dengan buru buru.


"Rey, mau kemana kamu?? "Tanya maminya.


"Aku mau keluar bentar mi. Oh iya, ara sedang tidur, jangan ganggu dia. "Sahut rey sambil berjalan cepat keluar dari rumah.


Dengan cepat rey menghidupkan mobilnya lalu melaju dengan cepat.


Rey datang kerumah sakit setelah seseorang menelponya.


"Pricil?? Lo gak apa-apa? Ternyata yang kecelakaan dijalan tadi itu elo? "Ujar rey dengan cemas saat melihat tubuh pricil penuh luka ringan.


"Gue gak apa apa. Tadi pas gue mau nyebrang jalan gak sengaja jatoh karna kaki gue sakit, gue ditabrak mobil, tapi gak kuat kok, karna mobil itu sempat ngerem. "Jelas pricil yang tengah ditangani dokter.


"Bagus deh. Maafin gue ya. Tadi gue gak sempat nolongin lo. Tapi siapa yang nelpon tadi.?


"Oh, itu perawat rumah sakit, soal nya gue tanya pada dokter apakah mereka kenal elo, dan ternyata mereka semua kenal sama lo, dan bahkan ada dokter yang punya nomor lo, makanya gue minta mereka hubungin elo. Gue minta maaf sudah merepotkan, tapi gue disini gak ada siapa siapa, keluarga gue di kota F semua. Gue kerja sendiri disini. "Jelas pricil sesekali menahan sakit nya.


"Gue bisa bantuin lo, tapi gak bisa tiap hari jenguk lo. Lo gak kuliah? Lo kerja dimana? "Tanya rey sembari duduk disamping pricil.


"Terimakasih lo udah peduliin gue. Gue kerja apa aja, sekarang gue sedang kerja di club. Ya, karna pekerjaan itulah yang mudah didapat dengan ijazah SMA kayak gue. Gue beda sama ara, ara anak orang kaya, dia bisa kuliah dan juga mempunya barang branded. "Sahut pricil memasang wajah melas nya.


"Wanita itu sama saja dimata gue, yang membedakanya adalah sifat dan hatinya. Lo gadis yang baik, ara juga begitu. Tapi ara adalah gadis yang sangat ceria yang pernah gue temui, dia juga lah yang banyak merubah hidup gue. Oh iya. Kalau lo mau, kerja aja di mall gue. Kerja di club itu gak aman buat gadis.


"Kapanpun lo mau, gue bisa antar lo kesana. Tapi kalau lo sudah benar benar sembuh.


"Maaf tuan, nona. Luka nona ini sudah kami obati dan sudah dibalut, anda boleh pulang, karna tidak ada luka dalam yang serius, tapi jangan kena air sebelum lukanya kering. "Ujar dokter itu sembari memberikan obat.


"Baik dok, terimakasih ya. Oh iya, biar gue yang bayar. "Rey mengambil obat itu dari dokter dan membayar semua biaya nya. Lalu dia membawa pricil dan mengantarnya ketempat pricil tinggal.


"Rey, makasih ya lo udah luangin waktu buat gue. Gue pikir lo gak akan peduliin gue lagi karna lo udah gak cinta sama gue. "Ujar pricil dengan manis.


"Gak cinta bukan berarti gak peduli, kita bisa berteman kan? Oh iya lo tinggal dimana. "Sahut rey sembari mengemudikan mobil nya.


"Lumayan jauh dari sini, gue tinggal dikontrakan kecil, oh iya kita beli makanan dulu ya biar gue yang traktir, ntar makan dikontrakan gue aja.


"Baiklah.


Rey dan pricil makan berdua dikontrakan pricil, sebelumnya mereka membeli makanan dikafe. Rey masih mengagumi pricil saat melihat isi kontrakanya yang rapi dan bersih.


"Lo masih saja seperti dulu, pembersih, walau kontrakan lo kecil tapi begitu rapi. "Puji rey untuk pricil.


"Apaan sih, biasa aja. "Sahut pricil tersenyum malu.


Mereka makan bersama, setelah makan rey langsung pamit pulang karna takut ara sudah bangun dari tidur nya. tapi pricil selalu menahanya dengan macam macam alasan yang dia buat. Rey merasa tidak enak hati karna dia terluka disebabkan oleh ara. Rey pun tinggal sebentar lagi demi untuk menghibur mantan pacarnya itu.


Sore menjelang. Ara terbangun dari tidurnya. Saat membuka mata, mendengar sekeliling yang hening, membuatnya heran lalu beranjak dari ranjangnya.

__ADS_1


"Gue tinggal dirumah rey apa tinggal dalam goa ya. Kok sepi banget. Bik yam!! Mama!! Alien!! Kalian dimana?? Apakah kalian sedang berada di alam lain? "Ara berteriak memanggil penghuni rumah satu persatu sembari menuruni tangga dari kamarnya.


"Nak ara sudah bangun? "Bik yam menyapa dan menghampirinya.


"Iya bik, gue lapar, cacing kermi udah pada mangap dalam perut gue. Makan yok. "Ara menarik bik yam menuju dapur.


"Silahkan makan nak ara, bik yam belum lapar, tapi bik yam temani ara makan ya. "Ujar bik yam sembari menyiapkan makanan untuk ara.


"Makasih bik. Oh iya, mama dan alien kemana ya bik? Kok gak keliatan bulu mata nya? "Tanya ara sembari mengambil nasi.


"Bik yam juga gak tau, kalau mama ara tadi ikut nyonya besar kerumahnya. Tadi dia berpesan kalau dia menginap disana. "Jelas bik yam sambil melihat ara makan kayak anak babi kelaparan.


"Ah mama kebiasaan deh suka banget nginap dirumah orang, udah kayak kucing beranak aja. Oh iya bik, tadi mantan pacar reboy yang bernama pricil itu muncul kayak tuyul, beraninya dia meluk alien gue. Bikin darah gue mendidih meluap luap. "Ujar ara dengan kesal sambil memukul nasi dengan sendok makan nya.


"Hah? Yang benar? Terus, kamu apain dia. "Tanya bik yam penasaran.


"Gue dorong lah, sampai dia jatoh, kesel banget gue, rasanya pengen gue cemplungin dia kekubangan babi"ara menggepalkan kedua tanganya sambil menggertakan gigi.


"Emangnya disana ada kubangan babinya? . "Tanya bik yam mulai bodoh.


"Gak ada sih, tapi kubangan cacing juga boleh. Pengen gue pelintir tu lidahnya yang udah bohong, dia gak mau ngaku kalau kemarin gue liat dia dijerman. Dasar kuntilanak bejat. Gue kutuk lo jadi manusia. "Dengan kesal ara berdiri dengan mulut yang penuh nasi.


"Eh! Bukankah dia manusia? "Tanya bik yam yang sudah terhipnotis.


"Bukan!!! Dia siluman. !!


"Siluman apa? "Tanya bik yam lagi


"Siluman kutu kebo.!! Gue harap ada burung gagak yang mematuk dan memakan nya biar dia lenyap dari muka bumi ini.


"Hahaha.. Nak ara ada ada saja. Bik yam sampai sakit mata mendengarnya. "Bik yam tertawa terbahak bahak melihat kelakuan ulat bulu itu.


"Siapa yang mau dilenyap kan? "Rey tiba tiba muncul dari belakang ara.


"Nah ini dia orang nya! Udah inget jalan pulang? Dari mana aja lo? "Ujar ara dengan kesal.


Rey tertunduk diam." ( gue jujur gak ya.) batin rey.


"Sayang, jangan marah marah dulu, sini ikut gue kekamar. "Rey menarik tangan ara.


"Gak mau, lo orang nya mesum!! "Ara menepis tangan rey.


"Oke, kalau gitu keruang depan aja. Ayo!! "Rey mendorong ara dari belakang.


"Gue belom minum woii.


"Ya udah ntar gue ambilin. "Rey terus mendorong ara sampai ruang depan untuk menjelaskan semuanya.


Ara hanya duduk diam tanpa menatap rey, dengan mulut yang monyong cemberut gak karuan. Rey membiarkanya mereda dulu sebelum dia menjelaskan yang sebenarnya, supaya darah nya tidak mendidih.


***


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like🙏


__ADS_2