
Lesty tersadar bahwa yang dilakukan neo itu salah, ia juga kasihan melihat yuki yang hanya diam tertunduk.
Lesty juga tanpa sengaja melihat reza yang sudah berdiri disebelahnya, namun reza juga hanya diam menyaksikan neo yang tengah mengelap tangan arini dengan cemas itu.
"Ehem.." Lesty menggeram sedikit untuk menyadarkan neo.
Arini mencengatkan wajahnya. Ia kaget melihat reza yang sudah berada didepannya.
Dengan langkah cepat, arini menghampiri reza dan memeluknya sembari menangis.
"Reboy, maafin gue udah egois, maafin gue yang selalu bersangka buruk terhadap lo. Hikss" Arini menangis dipelukan reza.
Reza bingung sendiri dengan yang di ucapkan arini. Ia menaikan kedua alisnya menghadap lesty, isyarat bertanya apa yang terjadi. Lesty hanya mengangguk mengisyaratkan pada reza bahwa tetap lah memeluk arini.
Reza pun hanya diam membiarkan arini menangis. Tak lupa ia mengusap rambut arini untuk menenangkannya.
Yuki juga tak tinggal diam. Ia mengambil dua lembar foto yang disimpan neo dalam saku celananya.
"Ini semua karna foto ini! Aku gak tau harus ngomong apa? Tapi bagiku foto ini pembawa bencana!." Yuki menghempaskan foto itu diatas meja.
Reza pun kaget dan meraih foto tersebut sembari melepaskan pelukan arini.
"Dari mana foto ini? Siapa yang menemukannya.?" Tanya reza heran.
"Itu... Gue gak sengaja menemukannya dalam album diruangan lo za." Jawab arini tertunduk.
Reza kembali menarik arini dan memeluknya. "Apakah lo nangis karna foto ini hah? Dasar bodoh! Apa lo masih gak yakin dengan perasaan gue?."
Arini hanya menggelengkan kepala didalam dekapan reza.
Neo dan lesty turut bingung karna yuki mengetahui foto itu.
__ADS_1
"Sayang, kamu kok tau foto itu ada dalam kantongku.?" Tanya neo heran sembari menatap yuki.
"Ya, aku tau. Karna aku mendengar semuanya.
Reza, dan kalian semua! Dengarkan aku.
Saat arini, lesty dan neo berbincang tadi, aku mendengar semua percakapan kalian. Arini begitu sedih karna melihat foto masa lalu aku dan reza dulu. Tapi aku lebih sedih karna mengetahui bahwa arini dan neo juga pernah menjalin hubungan. Tapi mereka begitu pandai menyimpan ini semua. Aku gak tau harus sedih atau marah. Disatu sisi, aku kesal karna neo dan arini tidak jujur. Disisi lain, aku juga kasihan pada arini dan neo yang sama-sama kurang perhatian dariku dan reza. Berhubung kita semua sudah mengetahui ini, kuharap kita harus menghapuskan masa lalu, dan menerima kenyataan dan menjalani hubungan dengan baik."
Jelas yuki pada mereka, kemudian yuki mengambil selembar foto itu, lalu ia merobeknya hingga menjadi potongan kecil.
"Yuki benar, karna kita semua sudah saling mengetahui, jadi sekarang kita harus saling jujur satu sama lain. Dan untukmu aron sayang, kuharap kau bisa yakin padaku ya." Reza menatap wajah arini. Kemudian reza mengambil sisa selembar foto itu lalu ia membakarnya sampai menjadi serpihan abu.
Arini masih dalam dekapan reza. "Reboy, sebenarnya permasalahannya bukan di foto itu. Tapi di rumah. Rumah yang aku dan lesty tinggali saat ini."
Reza kaget sekaligus heran. Ia pun kembali menatap lesty. Lesty juga hanya mengangguk.
"Sayang, jadi kamu sudah mengetahui soal rumah itu? Apa lesty yang menceritakannya? Tolong kamu jangan marah ya. Aku tidak bermaksud untuk menghina atau apa. Tapi aku hanya ingin pacarku ini tinggal dirumah yang benar-benar rumah, bukan rumah kontrakan." Jelas reza sembari mengusap rambut arini.
"Nggak!!. Reza, bagaimana bisa aku marah setelah apa yang kamu lakukan. Bahkan dengan ucapan terimakasih saja itu tidak akan cukup. Kamu sudah melakukan banyak hal padaku, aku sangat menghargai itu. Terimakasih banyak." Arini menatap mata reza sangat dalam diiringi dengan tangisan haru nya.
"Hm.. Makasih reboy.
Tadi pasti kamu liat neo menggenggam tanganku kan? Apakah kamu gak marah padaku.?." Ujar arini menatap reza.
Reza tersenyum kecil. "Tetaplah mengatakan 'aku dan kamu' , karna itu sangat manis jika kau mengatakannya.
Dan mengenai tadi. Aku sama sekali gak cemburu, justru aku sadar dan berpikir bahwa apa yang aku lakukan terhadap yuki waktu itu pasti sangat membuatmu sakit. Maafkan aku yang kurang peka terhadap perasaanmu." Timpal reza.
"Itu memang sakit. Tapi sekarang sudah terbayar berkali-kali lipat dengan kebahagiaan yang kau berikan. Terimakasih."
"Itu tidak seberapa dibanding dengan nyawaku yang sudah kau selamatkan dulu. Jika kau tidak menemukanku, mungkin aku sudah tidak menginjak bumi ini lagi. Aku gak tau harus membayar budi padamu dengan cara apa. Tapi aku akan memberikan yang terbaik untukmu. Percayalah padaku." Pungkas reza yang masih dalam posisi memeluk arini.
__ADS_1
"Mungkin ini yang sudah digariskan tuhan. Dimana ada perpisahan pasti ada pertemuan. Begitupun sebaliknya."
"Kami benar sayang. Aku mencintaimu." Reza mengecup lembut kening arini.
"Ya, aku juga." Sahut arini tersenyum.
_
Sementara neo masih bingung dengan yuki karna ternyata yuki mengetahui semuanya. Neo pun merasa bersalah.
Neo meraih tangan yuki dan menatap wajah nya. "Sayang, aku benar-benar minta maaf. Aku ingin sekali memberi tahumu tentang masa laluku dan arini. Tapi aku takut nanti kamu akan membenci arini, dan pertemanan kalian akan hancur. Dan yang lebih aku takutkan lagi, nanti kamu akan membenciku, dan kembali menjauhiku, padahal aku baru saja mendapatkan cinta dan kebahagiaan darimu. Maafkan aku." Neo tertunduk sembari mengenggam tangan yuki. Ia merasa sangat bersalah.
"Neo. Apapun masa lalu kamu. Bagaimanapun jahatnya kamu dulu, itu semua sudah berlalu, dan gak akan bisa diubah. Aku sudah memaafkan kamu, dan menerima kamu yang sekarang." Ujar yuki tersenyum.
Neo tercengang kaget. "Benarkah? Kamu gak marah?" Neo langsung memeluk yuki. "Makasih banyak sayang. Aku mencintaimu." Neo mengusap dan menciumi kepala istrinya itu.
"Untuk apa aku marah?. Tapi aku harus berterimakasih pada kak reza, karna dia lah yang membuka pintu hatiku untuk menerima kamu. Aku baru sadar ternyata perjuangan kamu selama tiga tahun menikah denganku itu cukup sulit. Sudah banyak hal yang kau lalui dengan penderitaan, dimana kamu bekerja keras untukku dan yunie. Dimana kamu harus bekerja keras juga berjuang untuk mendapatkan maaf dan cinta dariku. Tapi aku malah tidak peka bahkan aku membencimu. Untuk itu aku minta maaf, aku sangat menyesal." Ucap yuki tertunduk sedih.
Neo kembali menarik yuki dan kembali memeluknya. "Sayang kamu ngomong apa sih?. Yang kamu lakukan dulu itu gak salah. Aku hanya menganggap itu sebagai hukuman untukku. Dan kini hukumanku telah berakhir selama tiga tahun. Dan sekarang aku mendapatkan kebahagiaanku dari cinta yang mulai tumbuh dihatimu. Terimakasih banyak. Aku sangat mencintaimu."
Yuki hanya mengangguk dalam pelukan neo.
Sementara lesty terdiam menyaksikan dua pasangan yang sedang bermesraan itu. Ia pun memutar badan untuk melihat langit malam yang menemani kesendiriannya.
"Dududududu... Anggap aja gue gentong bernyawa.
Jadi racun nyamuk, tapi gak ada asepnya.
Kayaknya malam ini milik dewi sinta dan rama. Pada pelukan mesra gitu ya?
Kalian sangat adem, ayem anteng, hening, senyap, sunyi. Mending gue masuk aja deh. Lama-lama merinding gue liat kalian pelukan, jadi pengen meluk tiang listrik. Nasib jombo gue meronta." Gumam lesty sambil masuk kedalam rumah yuki.
__ADS_1
•••
BERSAMBUNG...