Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:78


__ADS_3

Setelah beberapa menit terdiam. Harry pun kembali naik menuju apartemennya.


Braaakkkk!!!


Harry membuka pintu dengan emosi.


"Sayang, kau sudah pulang?" tanya Selena sembari menghampirinya.


Paakkk..!


Harry menepis tangan Selena. ia langsung mencekal tangan Selena dan melemparkan tubuhnya ke atas sofa.


"Har! apa yang kau lakukan?! ada apa denganmu?" tegas Selena yang kaget dengan sikap Harry.


"Apa yang kulakukan? harusnya aku yang tanya, apa yang sudah kau lakukan Selena!!?" bentak Harry dengan emosi meluap.


"Har, katakan dengan jelas. ada apa sebenarnya. aku gak ngerti!"


Harry mendekat dan menatap Selena, terlihat matanya sudah memerah karna emosi.


"Dengarkan aku! Apa benar kau pernah hamil? lalu kau menggugurkannya? apa itu benar hah?? itu benar?!!!" teriak Harry sambil mencekal tangan Selena.


"Da.. dari mana kau tau itu?" Selena mulai ketakutan, ia pun mulai menangis.


"Kau pikir dari mana aku tau hah? Lesty dan Arini menceritakan semuanya!.itu karna sikapmu yang tidak baik pada mereka.! apa kau lupa siapa kita di sini? tanpa bantuan mereka kita gak bisa hidup selancar ini. hidup di negeri orang itu harus tau diri Selena!!"


Harry berdiri membelakangi Selena. nampaknya emosinya belum reda, perasaannya berkecamuk. ia begitu kesal dengan istrinya itu.


dengan cepat Selena memeluknya darii belakang dengan isak tangis.


"Sayang, maafkan aku. ini semua bukan inginku. tapi keluargaku yang memaksanya. maafkan aku Har. mulai sekarang kita bisa berencana lagi untuk mempunyai anak. hikss.."


Harry melepaskan rangkulan tangan Selena dengan kasar. "Cukup!! aku ingat sekarang, dulu kau pernah bilang bahwa kau tidak mau punya anak dulu, maka dari itu kau menggugurkan kandunganmu kan?! padahal kau tau sendiri Sel, bahwa aku sangat ingin punya anak!


Sekarang kita pisah dulu untuk sementara waktu. jika kau ingin kembali ke inggris, silahkan! aku tetap di sini."


Tak terima dengan keputusan Harry, Salena pun menggelayuti kaki Harry untuk memohon.


"Har, kumohon maafkan aku, aku gak mau pisah dengamu. aku ingin tetap di sini bersamamu..kumohon. hikss.."


Harry menghempaskan tangan Selena dari kakinya.


"Cukup!! jika kau ingin tetap di sini. oke! gak masalah. tapi aku yang akan pergi."


Harry bergegas menuju kamar, ia pun membuka koper dan menumpukkan semua bajunya dan menyusunnya ke dalam koper.


Selena menyusul Harry sambil menahannya supaya tidak pergi.

__ADS_1


"Sayang, kumohon jangan pergi. jangan tinggalkan aku sendirian. tolong.


Aku janji akan berusaha jadi lebih baik lagi. tolong tetaplah di sini"


Harry tak menghiraukan Selena. ia tetap mengemasi pakaiannya. kemudian ia keluar dari kamar.


Saat di ruang depan. Harry berhenti sejenak, ia mengeluarkan credit card dari dompetnya.


Praakk!!


ia menjatuhkan kartu tersebut.


"Ini buat biaya hidup kamu selama aku gak ada. terserah kamu mau apakan uang itu. inget! jangan cari aku. Jika kau ingin kita berpisah, langsung saja ke email kantor. perbaiki dirimu!" Harry langsung menarik kopernya keluar dari apartemen.


Selena terdiam. ia duduk lemas dengan air mata bercucuran. "Aaakkkhhh... ini semua karna papa dan mama!! aku benci kalian semua!!!" teriak Selena sembari melemparkan benda yang berada di dekatnya.


Malam itu benar-benar hancur bagi Harry dan Selena. entah bagaimana nasib rumah tangga mereka ke depannya.


Sedangkan Harry menangis kesal sembari menyetir cukup kencang. Ia menghampiri kelab malam untuk melampiaskan amarahnya.


"Lima botol anggur, mba" Harry memesan minuman pada gadis cantik penjaga klab itu.


Saat itu, Reza dan Arini baru saja pulang dari jalan-jalan.


"Sayang. itu mobil Harry bukan sih?" tanya Reza menunjuk pada mobil Harry.


"Ah iya. tapi ngapain dia di sana. samperin yok. aku takut dia minum-minum. karna masalah tadi."


Benar saja. Harry tengah minum bersama cewek-cewek cantik yang mengelilinginya. Beberapa gadis nakal itu duduk di paha Harry, dengan santainya Harry menggoda mereka sambil mencuil dagu mereka. bahkan mereka minum di botol yang sama.


"Harry!!!" teriak Arini cemas.


"Astaga, anak itu kenapa jadi begini." dengan cepat Reza menarik tangan Harry dan membawanya keluar dari gedung tersebut.


"Ada apa sih? kalian siapa? ganggu kesenangan orang aja." ketus Harry yang sudah setengah mabuk itu.


"Sadar Har. kamu gak perlu melampiaskan amarahmu dengan cara kayak gini.!!" bentak Reza.


"Kamu siapa hah berani ikut campur dalam urusanku?!! pergi kalian dari sini!!" teriak Harry kencang


Braaakkk!!!


Reza memukul Harry hingga ia terjatuh.


"Za, apa yang kamu lakukan?!" ujar Arini yang sudah gugup melihat Harry yang sudah tak bergerak.


"Kamu tenang saja sayang, dia hanya pingsan karna sudah mabuk. sekarang kita bawa dia ke rumahku ya. Kamu bawa mobil Harry."

__ADS_1


Setibanya di rumah Reza, Danu dan Bobby membantu menggotong Harry. kebetulan saat itu mereka belum tidur.


"Sayang mari ku antar kamu pulang." Reza dan Arini pun berjalan menyeberangi jalan.


Di depan rumah Arini, nampak Lesty sudah menunggunya dengan gelisah.


"Akhirnya kamu pulang. ini sudah jam berapa Rin. aku khawatir." ujar Lesty yang langsung mmebawanya masuk.


"Maaf Ti, tadi kami lagi mengurus Harry. ya sudah aku pulang dulu ya." ujar Reza.


"Oke Za, selamat malam." tutur Arini dengan senyuman.


"Selamat malam juga sayang." Reza mengecup kepala Arini kemudian ia pergi.


"Rin, apa yang terjadi pada Harry?" tanya Lesty penasaran.


"Harry pergi dari apartemennya, dia kami temukan sedang mabuk-mabukan, aku kasihan melihatnya. apakah kita yang salah Ti??"


"Yang salah itu Selena. lagian kenapa gak dia aja yang pergi dari apartemen itu. ihh. kok aku yang kesel." gerutu Lesty emosi.


"Entahlah Ti, aku bingung dengan urusan mereka. walau gimana pun, kita terlibat dalam masalah ini. Sekarang Harry lagi di rumah Reza. tadi dia pingsan. "


"Serah mereka dah. aku mah bodo amat! udahlah, aku mau tidur. sudah larut ini. kamu juga tidur sana Rin." Lesty masuk ke kamarnya meninggalkan Arini yang masih duduk di sofa.


"Astaga.. kenapa masalahnya jadi runyam begini." Arini mengusap wajahnya, ia nampak bingung dengan masalah mereka. ia juga merasa bersalah.


Sementara itu, Bobby dan Danu sibuk mengeluarkan koper Harry dari dalam mobilnya.


"Bos, itu si Heli kopter kenapa dah sampe bisa pingsan gitu?" tanya bobby.


"Dia lagi ada masalah sama istrinya. masalahnya cukup rumit. semoga saja mereka bisa cepat baikan lagi deh." timpal Reza.


"Seribet itu kah masalah rumah tangga. kok aku jadi ngeri ya denger nya." sahut Bobby


"Rumah tangga itu gak akan ada masalah jika gak ada rahasia, saling pengertian dan saling percaya." jawab Danu cuek.


"Wah.. si kamandanu sudah siap berumah tangga kayaknya." goda Bobby cengengesan.


"Serah lu. gue mau tidur."


*hmm.. gimana kabar Jessie ya, sudah lama gak liat dia.* Tiba-tiba Danu terpikirkan kakak Arini itu.


ya dia pernah bilang, gak dapat adiknya. kakaknya pun jadi. karna mereka sangat mirip. dia bisa menjadi pengganti Arini di hatinya.


•••


BERSAMBUNG

__ADS_1


Baca juga: Dua Pilihan


Makasih like dan komennya🙏


__ADS_2