Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Season2. Eps:15 Mencoba move on


__ADS_3

Pagi harinya, reza pulang dengan keadaan setengah sadar. Bau alkohol masih menyengat melekat ditubuhnya.


Rumah itu nampak sepi, karna orang tuanya sudah pergi bekerja, sementara adik nya sekolah, hanya tersisa beberapa pembantu saja.


"Bik yam.!! Tolong buatkan kopi.!". Teriak reza pada pembantu rumah tangga itu.


"Baik den!!". Sahut bik yam dari dapur.


Tidak lama kemudian, bik yam datang membawakan kopi pesanan reza. "Silahkan diminum den, bik yam permisi".


"Pantesan minta kopi, ternyata den reza mabuk. Alkohol nya nyengat banget, kalo tuan rey tau, pasti dia marah". Gumam bik yam.


Setelah reza menghabiskan kopinya, ia pergi kekamarnya dan berbaring santai. Ia menatap atap kamarnya dengan pandangan kosong.


"Apa yang gue lakukan? Selama ini gak pernah menyentuh alkohol, tapi entahlah, kenapa sifat jahat bersarang dibenaku! Sebelum bertemu yuki, idup gue gak beraturan banget, suka berlagak sombong dengan ucapan kasar dan terkadang memandang orang hanya sebelah mata saja, tapi setelah mengenal yuki, dia mengajarkanku banyak hal tentang kebaikan dan kesopanan, baik dalam ucapan atau prilaku. Tapi...


Setelah gue disakiti, rasanya semua itu percuma!! Bodo amat lah.. Lagian ngapain mengingat penghianat itu.!"


Reza bergumam sendiri, seakan bingung dengan tujuan nya, selama ini yang ia pikirkan hanya yuki, dan hidup bersamanya, namun semua itu hancur seketika.


_


Sementara itu, arini baru saja bangun tidur bersama lesty.


"Jam berapa ini? ". Sambil melirik jam dinding.


"What?? Udah jam 10.. Lesty antar gue pulang... Gue ada tugas kantor.!! ". Teriak arini sembari mengguncang tubuh lesty disampingnya.


"Uuhh.. Apaan sih rin? Pagi-pagi udah ribut kayak angsa gitu.!". Sahut lesty dengan suara serak.


"Ti.. Gue ada kerjaan,, dan harus selesai sore ini, cepat antar gue pulang, ntar gue dipecat, gimana cara bayar kontrakan?!! Ayo bangun".


"Iya.. Iya.. ".


Setelah mandi dan sarapan, lesty mengantar arini pulang kekosannya dengan sepeda motor kesayangan lesty.


Setibanya disana, arini buru-buru masuk dan mencari dokumen yang akan ia kerjakan.


"Rin, ngapain sih? Kita kan satu kantor, tapi gue gak kayak lo sampai-sampai kerjaan dibawa pulang". Ujar lesty heran.


"Lo kan staf, gue designer, jelas bedalah! Tau sendirikan manager cewek burik itu kalo ngomong kasarnya kayak apa? Gue gak mau dipecat ti.. Uang tabungan buat wisuda belom terkumpul. Udah ah, lo diem aja disana, gue mau kerja dulu, kalo lo mau pulang gak masalah".


"Apaan sih nih anak, masa' temen ndiri di usir. Gak ah, gue mau disini aja, kali aja ada tamu ganteng yang kesasar". Lesty tetap bersantai sambil bermain ponsel.


"Oh iya rin, semalem lo dapet salam dari temenya reza, namanya danu, kayaknya dia naksir sama lo". Ujar lesty.


"Bodo' amat ti.. Gue gak mau mikirin cowok, gue mau fokus sama kuliah dan karier, biar cepat mencapai target dan bisa pulang dengan tenang tanpa tuntutan dari bokap gue". Sahut arini sembari mencorat coret kertas yang ia kerjakan.


"Bdw.. Kenapa lo gak pulang aja sih, lagian kota B ini gak cocok sama lo, andai aja gue jadi lo, seneng banget deh gue". Timpal lesty kemudian.


"Udahlah jangan dibahas, bikin gue naik darah. Mending lo beres-beres kek, masak atau nyapu gitu, biar nih kosan rapian dikit".


"Enak aja, lo kira gue pembantu, mending gue bobok".


"Serah lo ti".


_


Disisi lain. Siang itu yuki tengah bermain dengan yunie, bersama kedua orang tuanya.


"Yuki, apa susu formula yunie masih ada?". Ujar bunda yuki.


"Kayak nya dikit lagi bun, untuk nanti malam aja udah gak cukup lagi, semoga ayah nya yunie pulang nanti bawa uang". Sahut yuki sembari bermain dengan yunie.


"Yuki, kamu punya niat untuk bekerja gak?". Ucap ayah yuki.


"Niat itu udah ada dari dulu yah, tapi dengan kondisi kayak gini, mana bisa kerja, apalagi cuma tamatan SMA doang, sedangkan udah kuliah aja masih susah cari kerjaan, untuk sementara biarkan ayah nya yunie yang bekerja, walaupun gajinya pas-pasan, karna baru satu bulan bekerja ".


"Yuki, jika kamu ingin bekerja, ayah dan bunda siap mengasuh yunie, saat ini ayah sangat jarang dapat kerjaan, kita hanya bergantung dengan gaji neo, kasian dia. Kalau kamu mau kerja, kamu bisa bicarakan ini dengan neo". Tutur ayah yuki, nampaknya ia berputus asa dengan keadaan ekonomi keluarga mereka.


"Iya deh, nanti kucoba bahas masalah ini dengan neo".


Aku ingin sekali bekerja, ingin sekali menabung banyak-banyak, ingin sekali menghidupi mereka tanpa bantuan neo, jika aku bisa melakukan semua itu sendiri, maka aku tidak akan keberatan jika berpisah dengan neo suatu saat.

__ADS_1


Sore harinya, neo pulang dari kantor tempat ia bekerja.


Saat dalam rumah, ia langsung menggendong yunie dan mengajaknya bercanda.


"Oh iya, yuki, ini gajiku bulan ini, aku gak tau isinya berapa, berhubung kita gak ada kartu ATM, jadi digaji secara langsung, malam nanti kita ke mall beli perlengkapan yunie". Neo mengeluarkan sebuah amplop coklat yang berisi gaji bulanan miliknya dan ia berikan pada yuki.


"Baiklah, kebetulan susu yunie sudah habis". Sahut yuki sembari menyambut amplop dari neo.


Malam harinya, neo, yuki dan anak mereka pergi ke mall yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah mereka.


Yunie nampak sangat senang berlarian kesana kemari menghampiri setiap mainan yang ada di rak.


"Neo, bawa yunie pergi ketempat lain, jangan biarkan dia melihat mainan, kita tidak punya cukup uang untuk membelikanya". Ujar yuki sembari memilih susu formula untuk yunie.


Neo langsung meraih tangan yunie dan membawanya pergi. "Ayo sayang kita main disana saja, disini ada cicak nya, kita pergi yuk". Neo mencoba membujuk yunie supaya tidak nangis.


Disisi lain, arini baru saja menyelesaikan tugasnya. "Udah malem,, gimana nih, udah telat tugas nya, besok aja lah bawa kekantor, moga saja manager muka burik itu gak marah. Heii lesty,, bangun!! Lo gak mau pulang apa?!!". Arini menarik kaki lesty hingga ia jatoh dari kursi.


"Aw... Sakit pe'ak.!! Gak bisa santai apa?!!". Lesty mengelus bokong nya akibat terhantam lantai.


"Ya maaf... Tadi spontan aja gitu,, lo gak mau pulang apa? Udah gelap nih".


"Gak ah,, gue nginep disini aja, lagian dirumah gak ada orang juga. Oh iya,, kita ke mall yuk.. Gue mau beli sepatu kerja, kemaren gue ditegur karna sepatunya gak memenuhi standar". Lesty langsung beranjak dan mengambil perlengkapan makeup arini.


"Gak mandi dulu? Masa' langsung pake make up". Ujar arini heran.


"Kelamaan,, ayo ganti baju,, kita langsung cabut sekarang". Arini menuruti sahabatnya itu, ia juga bergegas ganti baju dan sedikit berdandan kemudian mereka pergi ke mall.


"Arini, pelan-pelan dong bawa motornya, ini nih yang buat gue gak mau dibonceng sama elo, udah kayak pembalap liar aja". Lesty bepegang kuat pada pinggang arini karna merasa takut saat arini ngebut dijalan.


"Akhirnya sampai, jiwa gue ikutan melayang, kirain udah mati". Lesty mengelus dada, dan meraba detak jantungnya yang masih berdegub.


"Cemen amat!! Gitu aja takut! Ayo masuk, jangan lama-lama ya, gue capek mau tidur. Eh, kayak kenal sama nih mobil". Gumam arini saat melihat mobil yang tengah parkir.


Kemudian mereka masuk kemall.


Saat mereka tengah sibuk, lesty dan arini mendengar suara tangisan anak, mereka pun mencari sumber tersebut. Lesty kaget saat melihat yuki dan neo yang tengah menggendong yunie.


"Yuki.. ". Lesty berjalan perlahan mendekati mereka.


"Yuki, kamu kemana saja? Kamu apa kabar? Kenapa kamu tidak pernah lagi menemuiku, apa kau sudah melupakan persahabatan kita?". Ujar lesty dalam pelukan yuki.


Yuki tak kuasa menahan tangisnya. "Lesty, maafkan aku, bukanya aku melupakanmu, tapi kamu tau sendiri dengan keadaanku, aku sudah berkeluarga, aku malu untuk keluar rumah".


"Yuki, aku turut bahagia jika melihatmu bahagia bersama neo, apa lagi sekarang sudah mempunyai anak, semoga kalian langgeng". Tutur lesty sembari mengelus punggung yuki.


Bahagia? Aku bersukur kamu tidak mengetahui yang sebenarnya lesty, aku hidup dalam tekananan, bukan kebahagiaan, tapi cukup aku yang tau.


"Iya,, aku bahagia bersama neo, terimakasih ya. Oh iya, ini anak kami, namanya yunie, umurnya 2 tahun". Yuki mengambil yunie dari gendongan neo.


Lesty pun mengambil yunie dan menggendongnya. "Heii yunie, kenalin nama tante lesty, kamu kenapa nangis?".


Yunie diam sebentar, kemudian ia nangis kembali sambil menunjuk kearah boneka yang terususun itu.


"Em.. Yuki, aku tunggu kamu diparkiran saja ya, silahkan ngobrol dulu sama teman kamu". Ujar neo sambil meninggalkan mereka.


"Duh,, sayang, tante cuma bawa uang dikit nih, belum bisa beliin kamu boneka. Oh iya, arini, lo bawa duit gak, gue pinjem". Ujar lesty menghadap arini dibelakangnya.


"Itu temen kamu?". Tanya yuki.


"Iya,, namanya arini, dia teman kampus, dan juga sekantor. Arini... Sini woii.. Elah nih bocah gak ada kuping apa ya?!!"


"Apaan sih.. Gue dak bawak duit.!!


Eh, kenalan dulu mbak, nama gue arini, kayaknya kita seumuran ya, mbak nya udah punya anak?". Tanya arini dengan senyuman.


"Iya, aku teman SMA nya lesty. Ini yunie anaku. Salam kenal ya". Sahut yuki membalas senyuman arini.


"Anak mbak cantik banget, pasti mbak nya yang lahirin dia, ya kan?". Ujar arini cengengesan.


"Dasar bego!! Udah jelas anak nya, ya pasti dia yang lahirin lah". Lesty memukul kepala arini.


"Ya maaf, kirain adopsi gitu, secara mbak nya kan masih muda kayak kita, hehe."

__ADS_1


Ditengah obrolan mereka, yunie kembali menangis menunjuk pada boneka itu. Yuki kembali menggendong yunie dan menenangkanya.


"Duhh nak,, lain kali aja ya kita beli boneka nya, sekarang kita pulang dulu,.


Lesty, arini, kami pulang dulu ya. "


"Tunggu!!". Seseorang menghentikan langkah yuki.


Yuki kaget, dan menolah kebelakang. "Kak reza?!!"


Lesty dan arini juga kaget melihat reza yang tiba-tiba muncul entah dari mana itu.


Dengan cepat, reza langsung mengambil beberapa boneka yang ditunjuk yunie, dan membawanya kekasir. Setelah membayarnya, reza langsung memberikanya pada yunie.


"Ini hadiah dari om,, jangan nangis lagi ya". Reza mengusap kepala yunie dengan senyuman.


"Maaf, kak reza tidak perlu melakukan ini, aku tidak bisa menerimanya, tolong ambilah kembali". Yuki menyerahkan boneka itu kembali pada reza, namun reza enggan menerimanya.


"Jangan egois! Ini bukan untukmu, tapi untuk anakmu!, apa kau tega melihat senyumnya hilang jika dia tidak mendapatkan boneka ini kembali? Jika kau takut diketahui neo, katakan saja boneka ini lesty yang membelikanya". Tegas reza.


"Em, baiklah, terimakasih kak reza. Kami.. Pergi dulu". Yuki tergesa-gesa meninggalkan reza dan yang lainya dengan wajah yang tertunduk sembari membawa kantong berisi boneka itu.


"Psstt.. Ada apa dengan mereka?". Bisik arini bingung.


"Yuki itu mantan pacarnya reza". Jawab lesty dengan suara kecil.


"What?!! Hahahhaa... Ternyata elo ditinggal nikah ya bro?!! Pantes aja tingkah lo aneh". Arini terbahak sambil menepuk pundak reza berulang kali.


"Puas?!! Dasar cewek amatir.!! Gak ada yang lucu.!!". Reza berlalu begitu saja meninggalkan arini dan lesty.


"Dihh,, apaan sih tuh orang! Padahal dia yang amatir, dasar cowok aneh.!! Pergi sono jauh-jauh". Teriak arini.


"Hei, ini tuh mall milik papanya reza loh, jangan sembarang ngomong lo". Ucap lesty.


"Hah?? Sekaya itukah dia?, kalau gitu, kita cari sepatu di mall lain aja deh. Ogah gue ketemu dia lagi". Arini menarik paksa tangan lesty dan membawanya keluar.


"Heii tunggu,, apa-apaan ini. Airini.!!". Lesty berontak, namun arini tetap memaksanya.


Saat arini hendak menghidupkan motornya, tiba-tiba mobil didepan nya mundur begitu saja menabrak motor lesty hingga mereka terjatuh.


"Ahhh.. Kaki gue kejepit.!!! Lesty tolongin gue.!!". Arini menjerit kesakitan karna kakinya tertimpa motor.


Lesty yang saat itu masih sempat turun dari motor, ia pun langsung membantu arini dan menarik motornya.


"Arini,, ayo kita kesana dulu". Lesty mengajak arini duduk dipinggir teras mall.


Arini terpincang-pincang, kakinya membiru dibagian pergelangan kaki.


Lesty geram dengan mobil tersebut, ia pun menghampirinya.


"Woii keluar bangs*t.!! Lo gak liat ya kalo dibelakang mobil itu ada motor gue!! Liat tuh kaki temen gue luka!! Turun lo.!!". Teriak lesty sambil menggedor kaca mobil tersebut.


Lesty dan arini kaget setelah melihat reza yang keluar dari mobil itu.


"What?? Eloo... Duhh reza,, kalo lo bukan temen gue, udah gue tonjok lo. Liat tuh kaki arini"


"Kenapa nyalahin gue?, lagian ini parkiran mobil, bukan untuk motor" ketus reza.


"Lo kok makin nyebelin ya sekarang,, setidaknya minta maaf kek, kasian kan arini, dia kesakitan banget tuh".


"Ribet amat sih, dasar cewek!


Woii arini.. Cepat naik mobil gue,, biar gue antar lo balik, inget ya, sebenarnya gue gak sudi, tapi karna gue yang salah, makanya gue mau antar lo!". Teriak reza


Nih orang,, pengen banget rasanya gue setrum tuh mulut!!


Gumam arini.


Lesty menopang arini naik kemobil reza, lalu mereka pergi dari mall tersebut. Sementara lesty membawa motornya dan mengiringi mereka dari belakang.


•••


BERSAMBUNG...

__ADS_1


"Selain di MangaToon, kalian juga bisa baca di Novel Toon. Disana kalian bisa langsung masuk group"


Terimakasih🙏


__ADS_2