Cinta Playboy TamVan

Cinta Playboy TamVan
Ternyata mereka


__ADS_3

Si anak babi dengan kesal pergi kekamar bos babinya untuk membangunkanya. Terlihat sesekali dia menghantamkan kakinya sambil berjalan.


Setelah tiba dikamar bos babinya, si anak babi langsung menarik selimut bos babinya.


"Reboy,!! Bangun woii.. Ada tamu tuh. "Teriak ara sembari melucuti selimut yang sedang menutupi tubuh rey.


Rey langsung kaget setelah mendengar suara toa yang sangat besar merasuki telinganya itu.


"Kenapa harus tereak sih, gak bisa santai apa?. Tamu siapa?"tanya rey sembari duduk.


"Gak tau siapa, muka nya terlihat asing, jangan-jangan temen se-alien lo dari luar angkasa, tingkah nya aneh. Wajah nya pada berantakan gitu. "Sahut ara cuek.


"Berantakan kayak mana??. "Tanya rey heran.


"Kusut gitu, kayak belom disetrika. Udah yuk cepat liat sana. "Timpal ara geram.


"Muka disetrika! Lo kira baju?. Udah yuk, mari turun, lo ikut gue. "Rey menarik tangan ara.


"Gak mau ah,, wajah mereka serem gitu. Lo jangan menyeret gue dalam masalah ya. "Ara berontak melepaskan tangan nya.


"Hah? Lo takut!! Bukankah lo manusia yang gak punya perasaan yang tidak takut dengan apapun, masa'melihat wajah mereka saja takut. "Ucap rey mengejek ara.


"Heh!! Siapa yang takut.. Ayoo turun!! Lo kira gue berani. Eh! Maksud gue, lo kira gue takut. "Dengan semangat ara menarik rey turun dari kamar nya.


"Haha. Dasar bocah gak ber'umur. "Rey tertawa geli dan langsung mengikuti ara turun.


Setibanya didepan pintu, rey kaget, dan wajahnya langsung berubah ekspresi.


"Maaf,, (eh, gue harus panggil apa ya? Om dan tante?, paman dan bibi?, atau tuan dan nyonya?. Panggil om dan tante aja deh, biar lebih akrab) "pikir ara dalam hati.


"Maaf om, tante. Ini bos rey nya sudah tiba, sudah menunggu lama ya, hehe,, tadi bos rey nya masih tidur, maklum lah bangun nya agak susah, karna dia tidur kayak orang pingsan. "Ucap ara dengan ramah.


"Kalian ngapain kesini? Jika ada keperluan, bisa hubungi saja lewat telpon. "Ucap rey cuek dengan kedua tamu nya itu.


"Eh, bos. Masa' ngomong nya gitu dengan orang yang lebih tua. Maaf tante, om, silahkan masuk dan duduk dulu. Em, kalau saya boleh tau, kalian ini siapa ya. "Tanya ara dengan mode tersenyum nya.


"Kita orang tua nya reynand, kamu sendiri siapa? Dan kenapa kamu bisa ada dirumah rey? "Ucap mami rey dengan tegas dan dingin.


"(Wew.. Ternyata orang tua nya bos babi, pantes aja wajah nya sama seperti alien, duhh,, untung aja tadi gue masih bersikap sok manis) "batin ara merasa beruntung.


"Kenalin, nama saya ara. Saya asisten pribadi bos rey dan juga pembantu rumah ini. "Sahut ara tersenyum ramah. "Mari masuk dulu om, tante. Jangan malu-malu. Anggap saja rumah orang. "Ucap ara dengan santai sembari membawa orang tua rey masuk.


"(Haiss.. anak babi ini, masih saja menunjukan sikap bodoh nya didepan orang tua gue) "gerutu rey memukul jidat nya sembari mengiringi mereka masuk.


"Nah, om, tante, silahkan duduk santai dulu ya ditemani sama bos rey, silahkan kalian ngobrol dulu. Oh iya, mau minum apa, pasti lelah kan dari perjalanan jauh. "Ujar ara dengan ramah.


"Tidak perlu! suruh bik yam saja yang menyiapkan makanan dan minuman. "Jawab mami rey dengan ketus.


"Ahh.. Tante jangan malu-malu buat nyuruh ara, jangan kayak gak enak hati gitu ah. "Balas ara tertawa kecil.


"Serah kamu lah. "Jawab mami rey cuek.

__ADS_1


"Nah gitu dong. Hehe.. "Ara langsung pergi kedapur untuk menyiapkan minuman dan cemilan ringan.


"Sekarang katakan, apa mau kalian datang kesini. "Tanya rey cuek sambil main game di hp nya.


"Rey, apa kamu tidak tau mengenai kabar berita? Apa kamu gak lihat tv. "Ucap papi rey.


"Aku gak punya waktu buat nonton. "Jawab rey singkat.


"Rey, nih, kamu lihat, ini foto kamu bersama gadis tadi kan.? Kamu mengajak nya ke vila kita? Apa kamu gak sadar, banyak orang yang mengintai dan mengambil gambar kalian hingga menjadi viral disosial media. Kalian itu terlihat seperti pacaran dividio ini. Mami sama papi baru saja pulang dari luar negri tadi malam, dan langsung melihat berita ini di tv. Makanya kami datang kemari. "Sahut mami rey sembari menyodorkan hp nya pada rey. .


Rey tetap cuek tanpa melihat hp yang diberikan mami nya itu, dia masih sibuk dengan game nya.


"Ngapain sih harus diambil pusing, biarin ajalah mereka mau mengekspos berita apapun, selama itu tidak merugikan aku dan ara. "Jawab rey cuek.


"Rey!! Mami gak mau kamu bersanding dengan wanita yang gak jelas asal usul nya. Mami mau kamu mendapatkan gadis yang baik dan terpandang, yang sejajar dengan kamu. "Ujar mami nya dengan tegas.


Seketika rey marah, dan menghempaskan hp nya ke meja. "Mami dan papi masih gak berubah ya? Apa kalian sudah lupa dengan kejadian lima tahun lalu yang membuatku pergi dari rumah? . kalian selalu memaksakan kehendak kalian untuk orang yang bersanding denganku, yang menjalani hidup ini adalah aku!. Dan aku tidak membutuhkan kalian, aku bisa sukses tanpa bantuan kalian. Tolong berhenti melarangku untuk menjalin hubungan dengan siapapun, termasuk dengan ara. Karna hanya aku yang tau dirinya. Atau aku tidak akan pernah menganggap kalian sebagai orang tua lagi. "Jawab rey dengan penuh emosi.


Sedari tadi ara sudah mengintai perbincangan mereka. Hatinya terhenyuh mendengar percakapan antara orang tua dan anak itu. "Gak bisa begini. Gue harus menghentikan mereka. "Ucap ara dan langsung menghampiri mereka dengan membawakan minuman dan makanan ringan.


"Maaf mengganggu, om tante, ini minuman nya, ada teh anget, dan cake. Silahkan dinikmati. "Ucap ara sembari memberikan teh itu.


Saat dia hendak memberikan secangkir teh pada mami rey, mami rey dengan sengaja mengambil teh itu dan menumpahkanya pada tangan ara.


"Aww.. Panas.. "Teriak ara kepanasan, tangan nya jadi merah dan sedikit melepuh.


Rey langsung berdiri menghampiri ara dan mengelap tangan ara dengan baju nya."ra, lo gak apa-apa. "Tanya rey panik dan membantu ara duduk. Lalu rey berlari mengambil salep didalam kotak P3K.


"Pasti pedih ya? "Tanya rey sambil mengoleskan salep pada tangan ara.


"Mi.. Aku tau mami tidak suka pada ara, tapi mami gak perlu ngelakuin ini padanya , apa mami tidak punya hati, bukankah mami juga seorang wanita, bukan nya dulu mami juga tidak direstui oleh kakek. Apa mami tidak memikirkan perasaan orang lain? Aku heran, setelah mami dan papi jadi orang kaya, sikap dan sifat kalian sangat berubah, hanya menilai orang dari luar dan hanya memandang dari sisi ekonomi nya saja. Kalau kalian datang kesini hanya untuk membuat keributan, mending kalian pulang, dan jangan pernah kesini lagi. "Teriak rey dengan emosi yang meluap.


"Baiklah, mami minta maaf, kau begitu peduli dengan gadis miskin ini. Mami hanya mau menyampaikan, minggu depan ada pertemuan dan pesta kecil dikantor kita, mami harap kamu bersedia datang, mami akan mengenalkan kamu pada anak teman mami. Dan mami mau, kamu ikut mami pulang kerumah dalam wktu satu minggu ini. "Ucap nya bermaksud menjodohkan rey.


"Nggak!! Aku gak perlu hadir dalam pesta itu, aku banyak kerjaan dan harus kuliah juga. Apa lagi kalau ara gak ikut. "Jawab rey membantah.


"Rey, pertemuan ini sangat penting, kamu bisa mengenalkan bisnis kamu pada mereka. Kamu bisa kuliah dari rumah. "Timpal papi rey.


"Sudah aku bilang!! Kalau ara gak ikut, aku juga gak akan pergi. "Sahut rey bersitegang.


"Oke!! Oke!!. Kali ini papi dan mami mengalah. Silahkan kau ajak gadis kampungan ini, tapi awas kalau nanti dia berulah, dan membuat kita malu. "Sahut mami rey kesal.


"Kalian tidak perlu khawatir, karna aku akan menjaga nya, silahkan kalian pulang, nanti sore kita akan menyusul. "Jawab rey cuek.


Orang tua rey pergi dengan wajah yang kesal dan emosi.


Bik yam langsung berlari menghampiri rey dan ara dan membawakan tongkahan es batu.


"Nak ara, maafkan tuan dan nyonya ya, mereka memang gitu kalau dengan orang yang baru dikenal, tapi sebenarnya mereka baik kok. "Ucap bik yam sembari menempelkan es batu pada tangan ara.


"Bik yam gak perlu memuji mereka, mereka tidak pantas untuk dibilang baik. "Jawab rey kesal.

__ADS_1


"Reboy, harus nya lo bersukur masih punya orang tua yang peduli sama lo, walaupun mereka seperti itu, tapi mereka adalah orang tua kandung lo, jangan jadi anak yang durhaka lo. "Sahut ara menatap wajah rey yang sedang emosi seperti terong rebus itu.


"Siapa yang durhaka, yang ada mereka yang durhaka sama gue. "Timpal rey ketus.


"Mana ada orang tua durhaka sama anak. Oh iya, ngapain tadi lo ngotot ngajakin gue kepesta itu, lo kan tau, gue gak pernah ketempat seperti itu, gue takut ntar gue bikin masalah disana. "Ujar ara ragu.


"Pokok nya lo harus ikut, lo gak perlu ngelakuin apapun, cukup diem aja dan tetap disamping gue. Nanti gue akan menyuruh designer membuatkan lo baju yang paling bagus dan paling mahal yang belum pernah ada dimuka bumi ini, supaya lo terlihat cantik didepan mereka, dan tidak akan ada orang yang berani mengkritik lo.


"Benar kah?? Wah, gue udah kayak princes, gak kebayang bersanding dengan pangeran tamvan. "Jawab ara sambil tersenyum dan memejamkan mata. (Orang lagi ngomong serius, dia malah ngayal.)


"Hemm.. Mulai Halu lo ya. "Rey menjentikan jari pada kening ara.


"Aduhh!! Sakit bodoh! Kuat amat!. Oh iya, jadi hari ini kita gak kuliah? "Tanya rey sembari menggosok jidat nya.


"Udah males. Lagian udah siang gini, mending kita lanjut tidur aja, ntar sore kita pergi kerumah mami setelah bangun tidur. "Ucap rey sambil menguap.


"Nah, itu ide bagus. Gue memang udah ngantuk, tangan gue juga mau istirahat, masih sedikit panas. "Sahut ara.


"Ya udah,, ayo ke atas.. "rey langsung berjalan keatas, ara juga menyusul dari belakang rey.


"Tumben gak rebutan naik tangga. "Gerutu bik yam saat melihat mereka sedang tertib.


setelah tiba diatas tangga, rey tiba-tiba berhenti, dan lagi-lagi ara menabrak nya dari belakang.


"Woii, alien!! Ngapain sih berhenti mendadak. "Teriak ara dengan kencang.


"Laah!! Kok nyalaih gue, lo nya sih jalan gak liat-liat. "Sahut rey menatap ara.


"Tadi gue lagi liatin tangan gue, karna sudah gak imut lagi setelah kena air panas. "Timpal ara.


"Mana? Sini gue liat. "Rey meraih tangan ara dan melihat nya dengan teliti.


"Ohh pantesan, kayak nya tangan lo terbuat dari kerupuk, nih liat! Langsung mengkerut dia. "Ucap rey menggoda ara.


"Suueembarangan lo. Udah ahh, gue sedang males buat debat sama lo. Gue masuk kamar dulu ya.


"Eh tunggu!! "Rey meraih tangan ara. "Makasih ya, tadi lo gak masukin hati kata-kata kasar dari mami gue. "Ucap rey dengan tulus.


"Gimana juga caranya masukin kehati, kan hanya kata-kata, cuma bisa didengar aja kan? "Jawab ara tanpa dosa.


"Nih orang mulai kumat lagi otak nya, Orang udah serius ngomong nya. Malah dijawab gitu. Udah! Masuk sono lo. "Rey mendorong ara kedalam kamar nya.


"Ehh!! Tunggu,, sebelum tidur, gue mau ucapin met Boci ya. "Ujar ara tersenyum manis.


"Apaan tuh boci? "Tanya rey bingung.


"Boci itu bobok ciang.. Haha.. "Ara langsung masuk kamar nya dan membanting pintu dengan semangat.


Rey tertegun diam, sambil berpikir. "Boci?? Bobok ciang? Haha.. Dasar anak babi alay. Dapat dari mana dia kata-kata seperti itu, apakah pengaruh teman-teman nya yang dari planet mars itu. "Gerutu rey geleng-geleng sambil tertawa kecil, lalu diapun masuk kedalam kamar nya.


***

__ADS_1


Bersambung..


Budayakan like dan coment😉🙏😂


__ADS_2