
Sore hari, neo pulang dari kantor dengan wajah yang lesu.
Namun yuki menyambutnya dengan senyuman.
"Neo, udah pulang?." Ucapnya sambil meraih tas kerja neo.
"Iya sayang. Maafin aku ya. Aku dikeluarin dari kantor." Neo mencium kepala yuki.
"Heii, gak usah sedih. Aku ada kabar baik untukmu." Ujar yuki tersenyum senang.
"Hah? Ada apa sayang?."
"Reza mengizinkan kamu bekerja dikantornya sebagai manager staff. Dan bisa mulai bekerja besok." Jelas yuki tersenyum lebar.
"Hah? Benarkah? Wah.. Reza baik sekali. Kita harus berterimakasih padanya. Gimana kalau nanti malam kita kerumahnya bersama yunie."
"Boleh. Kalau gitu aku masak dulu. Kamu tolong jagain yunie ya. Bunda masih mandi soalnya."
"Oke sayang."
_
Diwaktu yang sama, di apartemen harry petter. Ia dan selena tengah nonton tv setelah mandi sore.
"Honey, ternyata arini itu cantik dan cerdas ya. Dia juga baik. Reza pasti beruntung punya tunangan sepertinya.
Tidak seperti aku. Aku belum bisa mandiri, dan aku juga gak bisa kerja seperti arini. Aku hanya minta uang pada orang tua. Aku gak bisa apa-apa." Jelas selena merasa tak berguna.
Harry pun merangkul selena. "Kamu ngomong apa siih sayang? Selagi kamu setia, dan tetap baik seperti ini, maka aku akan menerima semua kekurangan kamu. Kamu tidak perlu bekerja. Karna aku akan mencukupi kebutuhan kamu. Jangan ngomong kayak gitu lagi ya sayang."
"Hmm. Makasih sayang. Kamu memang pengertian." Selena mencium pipi harry membuat harry bergairah.
"Ayo kita kekamar. Udah lama nih." Ujar harry sambil menggendong selena.
"Baiklah."
Mereka pun melakukan hal yang intim yang selama ini biasa mereka lakukan layaknya sepasang suami istri.
Malam harinya. Harry mengajak selena kerumah reza, karna yang mereka tau hanya rumah reza dan tidak ada teman lain.
"Wah.. Ada heli kopter pakai celana. Halo harry petter dan selena." Pantun bobby saat menyambut kedatangan mereka.
"Dia ngomong apa honey?." Tanya selena pada harry.
"Biasalah. Dia pake bahasa hewan." Jelas harry tersenyum.
"Heii.. Apa yang kalian bicarakan? Jangan mentang gue gak bisa bahasa inggris. Kalian jangan ngejek gue dong." Cela bobby ditengah percakapan mereka.
"Bob, ada siapa?." Tanya danu dari dalam. "Eh ada harry dan selena. Ayo masuk, jangan dengarkan ucapan alien nyasar ini." Ujar danu sembari mengiringi mereka masuk kedalam rumah reza.
"Makasih danu. Dimana reza?" Tanya harry.
"Biasa, dia lagi dirumah tunangannya. Biasanya sih kerjaan mereka ngitungin bintang" Jelas bobby terkekeh.
"Haha.. Ada-ada aja lu bob.!" Timpal harry terbahak. "Biar gue telpon dia deh." Tambah harry sembari merogoh sakunya untuk mengambil hp.
Disisi lain, reza sedang ngobrol mesra di teras depan rumah arini. "Sayang, udah lama kita gak berduaan kayak gini. Akhir-akhir ini kita selalu sibuk kerja dan kuliah. Kayaknya kita butuh refreshing." Ujar reza sambil membelai rambut arini.
__ADS_1
"Iya, aku juga capek reboy. Tapi mau gimana lagi."
"Yang sabar ya sayang." Saat reza hendak mencium bibir arini, tiba-tiba ponselnya berdering. Reza pun mengurungkan niatnya.
"Siapa reboy?."
"Ini, harry yang menelpon. Bentar ya sayang."
"Halo harry. Ada perlu apakah? Ganggu orang lagi asik aja."
"Hei bro. Gue dirumah lo nih. Cepat pulang. Bawa arini dan lesty juga. Kita ngumpul bareng"
"Oke. Gue tutup ya telponnya."
"Ada apa?." Tanya arini.
"Ada harry dan selena dirumah. Ayo sayang kita kesana. Ajak lesty juga."
"Oke. Ti, ayo kita keseberang." Teriak arini dari luar.
"Oke rin. Tunggu bentar."
Reza, arini dan lesty menyeberangi jalan menuju rumah reza. Setibanya disana, sudah ada neo dan yuki yang baru saja tiba menggunakan sepeda motor mereka.
Arini merasa kasihan dan iba melihat mereka berboncengan dengan keadaan yuki yang lagi hamil, sementara yunie duduk didepan neo sambil berdiri ditengah kencangnya hembusan angin malam.
"Kasihan sekali mereka." Batin arini.
Saat yuni melihat reza, ia terlihat gembira dan berlari memeluk kaki reza. "Halo om. yunie kangen." Ujarnya manja dengan suara imut.
"Sayang, ayo turun, kamu udah berat loh." Sahut yuki.
Yunie pun minta diturunkan sama reza. Kemudian mereka semua masuk kedalam rumah reza.
"Eh, ada heli kopter? sejak kapan kesini?." Ujar neo terkekeh.
"Hai neo. kami disini udah tiga abad yang lalu." Timpal harry ikutan terbahak.
"Em.. kita mau makan apa ya?" Unar reza sambil menopang dagu.
"Kita masak sendiri aja yok, biar seru." Ujar arini. "Selena, kamu ikut kita masak ya." Tambahnya.
"Oke, aku akan mencoba." Sahut selena.
Mereka pun mulai memasak, tak lupa mereka saling mengejek dan ngobrolin hal yang gak guna.
Setelah itu mereka makan bersama.
Saat makan usai, arini mengajak reza kelantai dua rumah reza.
"Sayang, ada apa kau mengajakku kesini.?" Ujar reza sembari memeluk arini dari belakang.
"Reboy, kalo boleh, pinjamkan saja mobil yang dipakai danu dan bobby itu pada neo. Aku kasian melihat mereka pake motor dengan kondisi yuki yang seperti itu. Danu dan bobby bisa ambil mobil dikantor, atau mereka bisa pake mobil kamu, dan kita berdua pake mobil aku. Gimana?"
"Ya, kamu benar sayang. biar kuberi pinjaman mobil untuk neo dan yuki kekantor. Kamu memang baik sayang, aku beruntung punya calon istri sepertimu." Ujar reza sambil membelai rambut arini.
"Aku juga. kamu yang terbaik untukku." Timpal arini tersenyum.
__ADS_1
Setelah mereka sedikit bercumbu, dan itu sedikit gimana gitu. Dan akhirnya mereka pun turun untuk berkumpul bersama teman lainnya.
Ketika neo dan yuki hendak pulang. Reza memberikan konci mobil pada neo. "Nih, bawa pulang mobil. Motornya diringgal aja."
"Bos, itu kan mobil yang kita pake." Ujar bobby mencela.
"Terus?.masalah buat gue?." Timpal reza.
"Enggak sih. tapi jadi masalah buat aku dan kamandanu."
"Bodo amat! Nih neo, bawa mobilnya. jangan dengarkan gentong bicara." Ujar reza sambil melempar konci mobilnya pada neo.
"Tapi za. gak usah. kita udah biasa kok pake motor." Sahut neo menolak.
"Neo, ini demi kebaikan yuki dan yunie. malam ini banyak angin. kasihan mereka kedinginan." Pungkas arini sedikit memaksa.
Yuni berlari memeluk arini. "Tante, makasih ya. tante cantik dan juga baik, aku suka sama tente." Ujar yunie dengan manja.
Arini pun menggendong yunie. "Cantik, sekarang kamu gak usah jalan-jalan pake motor lagi ya. Udah ada mobil dipinjami sama om eza. seneng gak?"
"Seneng dong tante, makasih banyak ya."
Yuki dan neo tersenyum saat melihat yunie tertawa bahagia.
_
Esok pagi nya. Neo mulai bekerja dikantor milik reza. ia pergi bersama yuki.
Namun kedatangan neo menjadi sorotan bagi karyawan staf. Karna manager mereka kali ini begitu tampan, cerdas dan tegas.
Waktunya makan siang, kesesebalas sahabat itu mulai memenuhi kantin.
"Hari ini gue yang traktir kalian ya. sebagai ucapan terimakasih pada reza karna udah masukin gue dikantornya." Ujar neo.
"Wah. ada angin sepoi-sepoi nih. Aseek, makan gratis." Timpal bobby girang.
"Lu paling suka yang gratisan ya bu." Sahut lucas.
"Kayak lu enggak aja kas."
Ditengah makan, tiba-tiba arini tersedak.
Reza, danu, harry dan lucas berdiri dan memberikan air minum mereka secara bersamaan.
Semua orang turut kaget.
"Em.. Silahkan." Ujar harry, danu dan lucas untuk menyuruh reza memberikan minumnya. Kemudian mereka kembali duduk dengan wajah yang merasa bersalah.
Reza pun meneruskan memberikan segelas air untuk arini. Namun arini tidak menyadari apa yang sudah terjadi barusan.
"Ada apa dengan mereka bertiga? aku jadi curiga." Batin lesty sambil melirik harry, lucas dan danu, yang membuatnya bingung dan penasaran.
•••
BERSAMBUNG
jangan lupa like dan komen😀
__ADS_1