Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 97


__ADS_3

Ceklek,.


Suara pintu Ruangan UGD terbuka Seorang dokter menghampiri Leo dengan tampak sedih.


" Dok.... bagaimana keadaan istri Saya Dok " ucap Leo dengan wajah sedih


" Kita harus melakukan Operasi pada kandungan Nona Sisil .... Bayinya semakin melemah " jelaskan sang Dokter


" Apa.... " ucap Serempak mereka kaget dan sedih


" Bagaimana ini Oma... " ucap Leo meneteskan air matanya


" Tenang Nak tenang... " ucap Sang Oma


" Silahkan Tuan kebagian administrasi untuk menandatangani berkas.. Agar Kita langsung mengoperasi Nona Sisil sekarang " ucap Sang Dokter


" Baik Dok... tapi sebelumnya saya mohon selamatkan istri dan Anak Saya... Saya akan bayar berapapun asal istri dan Anak Saya bisa selamat " ucapnya


" Tuan Saya akan melakukan yang terbaik yang Saya Bisa... Anda jangan khawatir... Yang anda perlu lakukan sekarang Tuan... harus banyak-banyak berdoa... Kalau begitu saya permisi... " ucap Sang dokter


" Yuk Kita kebagian administrasi Tuan " ajak Renal


" Semoga Sisil dan Anaknya selamat " batin Yesi


" Ya ampun... " Oma langsung duduk di kursi dengan lemas


" Oma kenapa... " tanya Yesi


" Oma ga sanggup Jika kehilangan mereka... apalagi keadaan Sisil seperti itu " ucap Oma ikut menangis


" Oma tenang... semua akan baik-baik saja.. jika keadaan Oma seperti Ini Leo juga akan sedih... Kita harus Kuat didepan Leo " Ucap Yesi memeluk Oma


" Ya ampun Sil... Papah ga sanggup jika kehilangan mu... cepat sadar... " ucapnya sang Papah sambil meneteskan air matanya


" Kalo Sampai Sisil meninggal... Aku benar-benar jadi gembel... " batin Bu ida


" Hiks... hiks... Sisil maafkan Mamah " ucap Bu ida


" Kenapa Kamu baru menyesal sekarang hah " cibir Pa Anwar


" Papah... jangan ngomong begitu... Mamah sekarang sadar Jika mamah selama ini salah pada Sisil " ucap Bu Ida


" Baru sekarang sadar kemarin-kemarin kemana hah " bentak sang Suami


" Mamah minta maaf pah... mamah Salah... " ucapnya sambil menangis


" Ko Aku ragu ya dengan sikap Tante Ida sekarang " batin Yesi


" Percuma saling menyalahkan juga... tiada artinya.. lebih baik Kita banyak berdoa " ucap Marco


Tidak lama Leo pun datang dengan menggunakan baju rumah sakit, ia pun langsung masuk kedalam operasi nya.


Sebelumnya Leo meminta pada pihak rumah sakit untuk memperbolehkan ia masuk kedalam ruangan operasi dan pihak rumah sakit pun mengijinkan nya.


" Leo Tunggu ... " ucap Sang Oma


" Ada apa Oma... " ucap Leo


" Kamu harus Kuat... jangan menangis dihadapan Sisil... Kasih semangat Sisil untuk melewati ini semua... " ucap Sang Oma


" Baik Oma... " ia segera masuk kedalam ruangan Operasi sambil menghapus air matanya.


.

__ADS_1


...****************...


.


Ceklek,,


" Mas... " lirih Sisil sambil menangis


" Jangan Menangis sayang... Nanti anak Kita sedih.... Kamu harus kuat ya... " ucap Leo yang tak tega namun ia harus tetap kuat dihadapan sang istri sesuai permintaan sang Oma


" Ia Mas... " ucap Sisil lebih tenang saat sang Suami disampingnya.


" Baik... Kita lakukan sekarang... " Ucap sang Dokter


Para suster sedang meyiapkan alat-alat dan sang dokter pun sudah siap untuk melakukan Operasi sesar. lampu Operasi pun segera disorot ke perut Sisil, Sisil pun dibius setengah tubuh Sisil dan Leo hanya bisa melihat kelahiran Bayi mereka didalam tv Lcd yang telah disediakan pihak rumah sakit pada ruangan itu.


Sepuluh menit pun berlalu sudah ada tanda-tanda kelahiran sang Anak.


Oek.. Oek...Oek...


Leo dan Sisil pun merasa senang dengan suara tangis bayi mereka...


" Jangan nangis Sayang... " ucap Leo menghapus air mata Sisil


" Aku bahagia Mas... " ucap Sisil


" Aku juga sangat bahagia " ucap Leo mencium kening Sisil


Oek.. Oek...Oek...


" Hiks... hiks... hiks... " tangis Sisil pecah ia sangat bahagia... dengan kelahiran sang Anak


" Mas... Baby Kita... " ucapnya


" Ia sayang " ucap Leo yang kini meneteskan air matanya


Oek.. Oek...Oek...


" Aku juga ga tau Sayang... Kamu tenang ya " ucap Leo


Setelah Sang Bayi berhasil dikeluarkan dari dalam perut Sisil. dan Sisil pun sudah selesai perutnya dijahit. tibalah Sang Baby diperlihatkan pada Sisil dan Leo.


Betapa bahagianya Mereka melihat anak kembar mereka dengan berlumuran darah. karena belum sempat dimandikan.


" Mas Anak Kita kembar Tiga " ucap Sisil


" Ia sayang... " ucap Leo


" Nona Sisil Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan lancar, anak pertama dan kedua anda laki-laki sedangkan anak yang ketiga adalah perempuan... namun dengan berat hati saya ucapkan untuk putri anda yang ke tiga.. ia harus membutuhkan perawatan yang intensif... " ucap Sang dokter


" Apa Dok... " ucapnya sedih bagai disambar petir... Ia tak tega jika anaknya harus menderita seperti itu


" Sayang Sabar... Baby Kita pasti akan baik-baik saja " ucap Leo menenangkannya


" Dok ... Bolehkan saya menggendong putri Saya... sebelum ia dipisahkan dari saya.... " ucapnya sambil menangis


" Silahkan namun tidak bisa lama-lama " ucap sang suster memberikan baby nya


" Nak.. Hey... Kau harus kuat ya... Bunda akan selalu disini menemanimu... " ucap Sisil mencium wajah sang Anak


" Maf Nona Baby-nya harus cepat dibawa pada ruang inkubator... " ucap Sang Suster


Sisil pun memberikan Baby-nya kepada sang Suster.

__ADS_1


Lalu sang Suster pun memandikan sang Baby kembar itu.dan Leo sudah keluar dari ruangan Itu, sedangkan Sisil masih di ruangan tersebut.


.


...****************...


.


Ceklek,,


" Leo... " ucap Mereka menghampirinya


" Duduk Dulu... " Ajak Oma


" Bagaimana keadaan Sisil... " tanya Oma


" Alhamdulillah Sisil sudah membaik... tapi... putriku... " ucap Leo terpotong karena ia menangis tak kuat melihat sang Anak harus merasa kesakitan


" Anakmu kenapa Leo " tanya Yesi penasaran


" Salah satu Anakku... sakit dan membutuhkan perawatan yang intensif.... " ucapnya


" Apa " ucap Pa Anwar sedih


" Aku merasa ga sanggup Oma... melihat putriku menderita " ucapnya memeluk sang Oma


" Kamu Kuat ya nak... Oma yakin semua akan baik-baik saja " ucap Sang Oma menenangkannya


" Renal... Yesi... bisakah Saya minta tolong " ucap Marco


" Minta Tolong apa Om " ucap Yesi


" Ini Kartu kalian bawa... kalian belikan kebutuhan baby buat anak Leo ... terutama baju... kasian kan mereka tidak memakai baju satupun... tapi untuk sementara beli dulu sedikit... di toko sebelah... biar cepat " ucap Marco


Renal dan Yesi pun segera pergi ke toko sebelah dan membeli 3 potong perlengkapan bayi sementara dan besok rencananya Renal dan Yesi pun kembali membeli perlengkapannya.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...


Sesuai janjiku Sisil dan Leo akhirnya bahagia...


meskipun salah satu anak kembarnya ada yang sakit....


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2