
Merekapun sudah ada didalam mobil, suara berubah menjadi hening lalu Yesi pun memulai pembicaraan karena ia tau peekataan Tante Natali menyakiti hati Sang suami
" Sayang... " ucap Yesi
" Ia "
" Kamu marah Sama Aku " ucap Yesi
" Tidak
" Tapi kenapa Kau dari tadi Diam " ucap Yesi melihat mimik wajah sang Suami
" Tidak apa-apa ko " ucap bohongnya
" Aku tau pasti Kamu sakit hati dengan ucapan Tante Natali... Tapi yang harus Kamu tau.. Aku akan mencintamu selamanya " ucap Yesi mencoba merayu Renal
" Aku juga mencintaimu sayang " ucapnya kembali terseyum dan tak merasakan sedih lagi
Melihat kemesraan merekapun Leo langsung melirik sang istri memang dilihatnya wajah sang istri tampak sedih
" Sayang... " ucap
" Ia Mas... " lirihnya
" Kamu kenapa seperti yang sedih hem " ucap Leo
" Aku takut Momi akan pisahkan kita " ucapnya
" Tidak akan sayang... Kamu tenang saja... Aku akan buat rencana agar Momi tak memisahkan kita.. " ucapnya merangkul Sisil.
" Makasih ya Mas " ucapnya senang
" Oh ia Yesi... bisa Kau antarkan Sisil kerumah Mamah Ida... Hari ini jadwalku padat... " ucap Leo bohong
" Loh Mas... kenapa "
" Kemarin Mamah telepon sama Aku Dia kangen Kamu Katanya " ucap Leo membelai rambut Leo
" Tenang Saja... Sisil aman sama Aku " ucap Yesi
" Sayang... Aku antar Kamu kerumah aja dulu gimana " tawarnya
" Boleh deh Mas " ucap Sisil
Merekapun putar arah dan segera menuju rumah Bu Ida, sesampainya disana Sisil dan Yesi segera turun dari mobilnya sedangkan Renal dan Leo melajukan mobilnya kembali
.
...****************...
.
Ting... Tong... Ting... Tong
Ceklek,,
" Hai Sisil anakku " ucap Sang Mamah
" Hai Mamah... " ucap Sisil
" Kalian cepat masuk... duduk... biar Mamah ambilkan minum terlebih dahulu " ucap Sang Mamah pergi membawakan Minuman dan beberapa cemilan
" Tumben Nene Lampir baik " batin Yesi
" Alhamdulilah senang dengan Sikap Mamah sekerang, Semoga Mamah begini terus sikapnya sama Aku " batin Sisil
" Ini... Mamah bikinkan jus kesukaanmu... diminum ya Nak " ucapnya menaruh makanan dan minumanya diatas meja
Merekapun segera meminumnya lalu berbincang-bincang.
" Mamah Mana Papah " tanya Sisil
" Papah sudah pergi kerestoran " ucapnya sambil terseyum
__ADS_1
" Kata Mas Leo mamah Kangen Aku " tanyanya
" Ia Sayang... Kamu jarang kesini negokin Mamah... Mamah kan jadi sedih... Mamah mau perbaiki hubunganmu jadi lebih baik lagi... Maukan Sisil maafin Mamah... " tanyanya
" Aku bersyukur atas perubahan Mamah... Dan Aku juga sudah maafin Mamah.. Mamah tenang saja " ucap Sisil
" Makasih ya Nak " ucap Bu Ida terseyum
" Mamah Aku udah ngomong Sama Leo... untuk membantu membuat hukuman Ka Salsa lebih Ringan... " ucapnya pada sang Mamah
" Kamu memang anak baik nak... Mamah jadi menyesal " ucapnya
" Oh ia Kita makan Dulu yu... Mamah udah siapkan makanan untuk kalian ... yu " ajaknya
Lalu Sisil dan Yesi mengikuti langkah Bu Ida, dan duduk dimeja makannya. Merekapun segera mencicipi makanan tersebut walau sedikit.
" Ini Sambalnya kurang pedas " ucap Yesi
" Bukankah Kamu tidak meyukai yang pedas-pedas " tanya Sisil heran
" Entahlah Sil... sepertinya Aku sedang ingin yang pedas-pedas " ucapnya lahap memakan makanan Bu Ida
" Yesi.. apakah tadi Kamu sarapan di Apartemen " tanya Sisil
" Aku Sarapan Sil.. malah 2 piring nasi goreng " ucapnya sambil melahap makananya
" Ya ampun Yesi.. Kamu makannnya jadi banyak ga takut gemuk apa " ucap Sisil
" Tidak Sil... selera makanku sekarang menambah... dan tubuhku juga terasa gemukan " ucapnya
" Benar Yesi... Tante lihat Kamu terlihat gemukan... " ucap Bu Ida heran
" Yang penting Aku ga sakit... ga papah gemuk juga " ucapnya
Sisil dan Bu Ida melahap kembali makananya, beda halnya denga Yesi yang menambahkan Nasi dan lauk pirinya kembali.
.
...****************...
.
" Renal Keruanganku sebentar " ucapnya
" Baik Tuan "
Merekapun segera menuju ruangan Leo dan berbicara dengan serius.
" Renal... Aku mau Kamu selidiki tentang Catrine apalagi tentang kejelekannya... itu bakal jadi senjata Aku menhancurkannya... " ucap Leo
" Baik Tuan.. "
" Dan Satu lagi... Tadi Sisil bicara padaku... Dia ingin membuat hukuman penjara Salsa dipercepat.. menurutmu bagaimana " ucap Leo menghela nafas panjangnya
" Kalau untuk itu Saya akan coba berbicara dengan Yesi.... tapi Apakah Tuan Yakin bahwa itu keputusan yang terbaik " ucap Renal
" Entahlah... Yang Aku dengar selama Salsa di penjara Mamah Ida belum pernah menjenguknya.. dan satu lagi Ujang selalu setia berkunjung setiap hari ke penjara... Coba Kamu cari tau ada hubungan apa antara Ujang dan Salsa... Aku tak mau kecolongan... " ucapnya
" Tuan... Aku takut Salsa akan bekerja sama dengan Nyoya untuk mencelakai Nona Sisil " ceplosnya
" Makanya... Saya ga mau kecolongan.. bagaimna pun caranya Kamu harus dapatkan semua informasi tentang mereka " bentaknya
" Baik Tuan... Kalau begitu Saya permisi " ucap Renal
Renal langsung pergi dari ruangan itu menuju ruanganya dan segera menghubungi beberapa anak buahnya untuk mencarikan informasi yang diminta Leo.
.
...****************...
.
Sedangkan di Mansion Leo, Sang Momi sedang memangil Bagas. Dia adalah Asisten Natali
__ADS_1
" Bagas... Bagaimana permintaanku yang kemarin " ucapnya
" Saya sudah dapatkan semua informasi tentang Nona Sisil "
" Terus "
" Ini lapornya... " ucap Sang Asisiten memberikan berkas pada sang Majikan
" Sebenarnya Dia Baik... karakternya juga baik.. tapi entah mengapa Aku tak meyukainya... " ucap Natali
" Tunggu... Dia adiknya Salsa... " tanyanya
" Ia Nyoya... Namun Nona Salsa sekarang ada dipenjara " jawabnya
" Kenapa "
" Dia sudah melakukan tindak kekerasan dan penyerangan pada Nona Sisil namun yang memberatkan kasusnya adalah telah melakukan hal yang tidak meyenangkan pada Nona Yesi.. bahkan Ia akan menjebak dan meyebarkan Foto-foto Nona Yesi, namun Nona Yesi segera mengetahuinya dan tak sampai di sebarluaskan " jelaskam Bagus
" Ternyata... Yesi benar-benar berubah dan membela Sisil... "ucap Natali
" Ia betul Nyoya.. semenjak Yesi bertemu dengan Renal ia berubah menjadi baik.. sedangkan Dulu ia juga suka berbuat jahat pada Nona Sisil " jelaskanya
" Lengkap sekali informasinya... " cibirnya
" Bahkan jika Nona Mau.. Saya akan menceritakan bahwa dulu Bu Ida mamah dari Nona Salsa dan Sisil itu selalu berbuat jahat pada Sisil.. ia selalu membeda-bedakan Anaknya, Dan Nona Salsa yang paling Ia sayang " ucapnya
" Baik semuanya informasinya lengkap... dan You Memang good job... " ucapnya memuji Bagas
Tok... Tok... Tok..
Ceklek,,
" Momi... Aku mau jalan-jalan di sekitar Kota J ya Mom... " ucapnya
" Mau kemana You " tanyany
" Terserah Aku lah... hidup-hidup Aku ... Toh.. Aku ga mau jadi burung dalam sangkar yang harus terkurung disini... apalagi sekarang Aku harus nurut padamu.... ga mau.. tapi Aku harus baik didepannya dan pura-pura jadi anak penurut agar rencanaku berhasil untuk mendapatkan Leo " batin Catrine
" Aku hanya Mau pergi ke Mall.. Mom... " ucap bohongnya
" Yasudah... Bagas You temani Dia " ucap Natali
" No Mom... Aku mau jalan-jalan sendiri... Taksinya sudah datang Mom.. Aku pergi bye.. " ucap Catrine langsung berlari
" Anak itu... " ucap Natali
" Yasudah You boleh pergi... " usir Natali
Lalu Diapun berada dikamarnya sendiri dan merebahkan tubuhnya dikasur empuknya dan telelap karena Lelah
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁