Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 28


__ADS_3

Hari ini hari dimana Farel dan Ehan akan mengikuti perlombaan matematika, meskipun mereka mengikutinya dengan terpisah tapi mereka jangan diragukan lagi kemampuannya


Farel mengikuti lomba dengan perwakilan antar negara, Perlombaan yang sengit membuat iya makin bersemangat. dan pada akhirnya iya menang, meskipun saingannya sangat banyak iya mampu mengalahkan mereka satu persatu.


Sama halnya dengan Ehan meskipun tingkahnya tengil tapi untuk kemampuan nya jangan diragukan lagi. iya bisa mengalahkan saingannya dengan sikap tengilnya dan barbar ya. bahkan juri pun heran melihat tingkah Ehan yang seperti cuek menjawab tapi iya memberi jawaban benar.


Setelah berhasil membawa piala juara ke satu, mereka segara pulang dan pihak sekolahpun bangga padanya. Pihak sekolahpun memberikan hadiah pada Ehan dan Farel, hadiahnya adalah mereka ditingkatkan lagi kelasnya jadi kelas 6 SD, karena kemampuan mereka melampaui kemampuan diatas rata-rata.


keesokan harinya tepatnya dihari Minggu, Leo dan Sisil merayakan hari kemenangan sang putra kesayangannya dengan mengadakan pesta kecil-kecilan, mereka mengundang teman-teman Ehan dan Satria dan para guru disana.


Pesta pun di adakan sangat meriah meskipun tidak banyak yang hadir. Sisil sekarang lagi sibuk mempersiapkan acara sesempurna mungkin. Iya mulai mengecek semua persiapan untuk pesta itu


" Sayang kenapa kamu repot-repot mengecek segala.. sudah ada Dina yang akan mengurus semuanya " Protes Leo


" Tapi Mas... aku mau pestanya sempurna " ucap Sisil


" Iya Sayang ... aku tau... aku hanya ga mau kamu kecapean " ucap Sang suami


" Bunda... ko pestanya kaya ulang tahun " Protes Ehan


" Ini aku dan Ali loh ka yang susun balonnya " ucap Ina


" Sayang... ini semua ide kami... kamu harus suka ya... ini kami pilihkan untukku... kamu hanya tinggal duduk manis saja " ucap Sisil


" Ayah Ko pestanya kaya gini " ucap Ehan


" Kamu tau kan bundamu... sudah jangan banyak protes.. nanti kamu kena semprot... " ucap Sang ayah


" Bang... gimana ini " ucap Ehan


" Sudah lah... mau gimana lagi... " ucap Farel


" Abang suka sama dekorasinya ... " tanya Ina


" Abang suka " ucap Bohongnya


" Hore " ucap Girang Ina


Ehan dan Farel pun segera berganti baju untuk siap-siap menyelenggarakan pestanya.


.


...****************...


.


Sedangkan ditempat lain. Kemal, Haikal dan Dandi sudah bersiap-siap segera menuju rumah Ehan untuk merayakan kemenangan teman mereka.


Kemal dan yang lainnya segera menuju rumahnya Ehan dan Farel. iya heran ketika melihat banyak balon di Sana.



" Gila nih si Ehan dan si Farel.. mereka pesta kemenangan apa ulang tahun " ucap Kemal


" Sepertinya sambil minum air menyelam " ucap Dandi dengan selera humornya


" Bukan... sambil menyelam minum air " ucap Kemal


" Emang bos kita acaranya mau menyelam " ucap Haikal


" Dasar bodoh... ayo kita segera masuk " ajak kemal

__ADS_1


" Bos... kita ga salah kostum... takutnya yang lain bawa kado " ucap Haikal


" Terus gimana kalo yang lain bawa kado... Kau mau pulang dulu dan membeli kado " tanya kemal


" Sepertinya iya " ucap Haikal


" Hai " Sapa Satria


" Hey Sat kebetulan... " ucapnya kemal terpotong


" Bos lihat Satria bawa kado " ucap Dandi


" Aku bingung... ini acara pesta kemenangan apa pesta ulang tahun " tanya Kemal


" Ya pesta kemenangan " jawab Satria


" Terus kenapa Kau bawa kado " ucap Haikal


" Aku... ini ya anggap aja buah tangan... dari pada kaya kalian.. tangan kosong malah saling berpegangan tangan sama cowo.. ih... " ucap Satria


" Eh jangan macam-macam sat.. gue masih normal " ucap Kemal kesal


" Hai semua ... " sapa Rena


" Hai Rena cantik " ucap Satria


" Siapa ya aku ga kenal " ucap Rena mengacuhkan suara satria


" Aku sahabat terbaiknya Ehan loh " ucap Satria membuat Rena menoleh padanya


" Oh... kamu sahabatnya Ehan... jadi kamu tau tentang Ehan dong " ucapnya


" Tak terpisahkan tapi Kau di kelas dua sedangkan Ehan dikelas empat " cibir Kemal


" Ya kan itu mah beda cerita " ucap Satria


" Sudah-sudah jangan berantem... kita segera masuk saja " ucap Rena


Merekapun segera masuk kedalam pesta tersebut. sepanjang jalan Rena kagum dengan dekorasi yang dibuat.


" Ini lucu dekorasinya " ucap Rena


" Apanya yang lucu... ini gambar boneka yang adik ku punya " ucap Kemal


" Berarti bos suka main boneka... soalnya bos tau boneka " ucap Haikal


" Enak saja... Aku tau saja kan adik ku sering memainkan ya di rumah " ucap Kemal


" Syukurlah kalau begitu " ucap Dandi


Merekapun sudah sampai di aula pesta, merekapun tak menyangka pestanya akan sebesar ini. dan semua yang ada disana hampir membawa kado untuk Ehan dan Farel



" Waw... ini lucu banget... bagus " ucap Rena


" Aku yakin mereka sedang ulang tahun jadi pestanya sekalian " ceplos kemal


" Ini pasti Ina cantik yang dekor " ucap Satria


Satu persatu pun teman-teman Ehan dan Farel datang, tak cuma itu ada para guru dan staf disana. terlihat Ehan dan Farel sudah rapi dan terlihat sangat tampan.

__ADS_1


" Untung aku bawakan bunga untuk Ehan " ucap Rena senang


" Apa saja Ehan itu sama-sama ganteng... " ucap Kemal


" Ganteng dari mana " ucap Satria


" Ganteng dari Hongkong " ucap Haikal keceplosan


" Berani ya kamu Haikal " bentaknya


" Sudah... sudah jangan bertengkar sebaiknya kita hampiri Ehan " ucap Rena


" Ya udah yu " ucap Satria


Merekapun segera menghampiri Ehan dan Farel yang sedang meyambut para Tamu bersama kedua orang tuanya


" Hai Ehan... Farel " ucap Rena tersipu malu


" Wah ada Rena " ucap Sisil hanya di balas dengan senyum manis rena


" Nih buat kamu " ucap Rena menyodorkan bunga untuk Ehan


" Makasih " ucap Ehan cuek


" Rena Silahkan nikmati pestanya... makanlah dulu " tawarkan Sisil


" Baik Tante makasih " ucapnya


" Selamat ya... kamu memang teman terbaikku sekaligus calon iparku " ucap Satria membuat Ehan dan Farel cemberut


" Ga Sudi jadi ipar Kamu " ucap Farel


" Ih... Farel ganteng jangan gitu dong " ucapnya sambil terseyum memberikan kado untuk Farel


" Untukku mana " ucap Ehan


" Nih " ucap Satria


" Ikhlas ga nih " seru Ehan


" Ikhlas dong untuk calon Kaka ipar " ucapnya


" Hai Ehan... Farel " Sapa Kemal


" Hai juga... kalian... mana kado untukku " ucap Ehan dengan heran karena mereka datang dengan tangan kosong


" Ehan Nak... kamu ga boleh begitu sayang " ucap Sang bunda


" Jangan sampai bunda tahu " bisik Ehan


" Memangnya kenapa " tanya kemal heran


" Pokonya kamu harus diam... Awas kalau sampai bunda tahu... pokonya aku akan menagih hutang kado dari kalian ingat itu " Bisik Ehan dengan nada ancaman


" gawat ini bos " bisik Haikal


" Kamu diam " bisik kemal


" Iya bunda Ehan cuma bercanda.. Bunda Ehan Kesana dulu ya sama teman-teman " ucapnya


Ehan pun mengajak kemal, Haikal, Dandi dan Satria menjauh dari sang bunda.

__ADS_1


__ADS_2