Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 107


__ADS_3

Sekarang Leo dan Renal sudah kedalam ruangan Sisil, disana mereka melihat Semua tampak tertawa menertawakan Oma.


Ceklek,,


" Ada apa ini " ucap Leo


" Tidak ada apa-apa " jawab Oma


" Dimana Sisil " tanya Leo


" Sedang dikamar mandi... " ucap Yesi


" Dia kenapa... Apa Sisil sakit " tanyanya khawatir


" Tidak Sisil hanya sedang pipis " ucap Yesi


Leo pun mengambil baby bay ditangan Oma lalu ia masukan kedalam box satu persatu karena mereka sudah tertidur pulas.


" Sayang aku bawakan ini cakue kesukaanmu " ucap Renal


" Kamu tau aja... kesukaan istrimu " ucap Yesi senang dan membuka plastik itu


" Cuma Yesi aja nih yang dikasih... Oma tidak " protes Oma


" Oma mau " tanya Renal


" Ya menurutmu disini banyak orang dan Kau hanya membeli satu bungkus... " ucap Oma


" Maaf Oma ini juga sudah habis dari sananya cuma tinggal satu bungkus lagi " jawab Renal


" Alasan " ucap Oma kesal


" Om bisa makan berdua saja sama Yesi " ucap Renal


" Tidak Mau ini punya ku... " ucap Yesi


" Dasar gembul, rakus " cibir Oma


" Sayang kasih Oma sedikit... kasian " bisik Renal


" Ga mau... "


" Nanti pulang dari sini aku belikan martabak telor kesukaan mu... " bujuk Renal


" Ya udah Oma kita makan berdua " ucap Yesi mengalah


" Hore... " ucap Oma senang


Yesi dan Oma pun memakan cakue bersama namun sekarang yang tampak rakus adalah Oma, tapi Yesi tidak protes.


Sisil pun sudah keluar dari Toilet dan menuju box baby boy nya.


" Sayang " ucap Leo memeluk Sisil dari belakang


" Mas... malu dilihatin orang " ucap Sisil


" Aku ga peduli " ucap Leo acuh


" Biarkan Sil.. anggap aja dunia milik Kalian Kita ngontrak " cibir Oma


.


...----------------...


.


Ceklek,,


Sang Dokter dan suster masuk kedalam ruangan Sisil bersama satu box bayi perempuan Sisil.


" Dok... itu putri saya... " ucap Sisil senang


" Betul Nyoya... kondisi Putri anda sekarang sudah membaik... jadi saya pindahkan Dia kesini " ucap Sang Dokter


" Alhamdulillah " ucap Serempak Mereka


" Namun keadaanya masih kami pantau ...takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.. " ucap Sang dokter


" Iya Dok semoga Farina sehat terus... " ucap Sisil

__ADS_1


" Kamu tenang ya sayang .... " ucap Leo memeluk Sisil


" Iya mas "


" Kalau begitu saya pamit... " ucap Sang Dokter


" Terima kasih ya Dok " ucap Sisil


" Sama-sama Nyoya " ucap Sang dokter melangkah pergi dari ruangan itu


.


...----------------...


.


" Alhamdulillah... semuanya sudah lengkap " ucap Marco


" Iya Om... Yesi juga ikut senang... putrinya cantik Sil... nanti kalau udah gede kita jodohin aja sama Baby Aku " ceplos Yesi


" Tidak akan " ucap Leo


" Kenapa... Aku yakin anakku itu ganteng seperti papihnya ... ia kan Renal " ucap Yesi


" Pasti dong Sayang... " ucap Renal


" Aku sih ga akan memaksa baik putri dan putraku untuk menikah dengan siapapun.. yang penting anakku bahagia... Aku pun akan ikut bahagia " ucap Sisil


" Semoga aja... Putraku mampu membahagiakan putramu " ucap Yesi yang masih kekeh


" Tapi Lucu juga ya ... nanti Renal manggil Leo dengan sebutan Tuan besan " ucap Oma tertawa


" Oma... " rengek Leo


" Jodoh itu ga ada yang tau ... Kamu juga ga bisa memaksa kehendak Kamu " ucap Sang Oma


" Masa Aku harus punya besan kaya Yesi... pecicilan begini.. pasti anaknya kaya begitu " batin Leo


.


...----------------...


.


Ceklek,,


" Hai Semua " ucap Salsa


" Hai Ka... eh ada Ujang dan papah.. ayo masuk " ucap Sisil


" Hai Neng Sisil bagaimana keadaanya " sapa Ujang


" Alhamdulillah baik... Kamu gimana kabarnya Ujang " ucap Sisil


" Alhamdulillah Ujang mah baik-baik saja... " ucap Ujang duduk di sofa sedangkan Salsa melihat ketiga baby itu


" Sil... mereka sudah berkumpul iya " tanya Pa Anwar


" Iya Pah... " ucap Sisil


" Pasti Kamu bahagia sekali " ucap Salsa


" Pastinya Dong " ucap Yesi sinis


" Leo Kamu sudah bicarakan tentang rencana Kita " ucap Salsa


" Kenapa harus bicara sekarang sih kan momennya ga tepat " batin Leo


" Rencana apa Kamu " ucap Yesi sinis


" Ada apa ini Mas " ucap Sisil dengan wajah heran


" Coba kamu cerita Leo ... jangan bikin penasaran " ucap Sang Oma


" Jadi begini Oma.. " ucap Salsa terpotong


" Biar aku yang jelaskan " ucap Leo


" Momi sudah punya dua rencana... Jika Catrine tidak bisa membuat Ku tertarik padanya maka Momi akan meyuruh Kau untuk menggoda Ku " ucap Leo

__ADS_1


" Apa... " ucap Sisil dengan wajah sedih


" Kamu tenang saja.. aku tidak akan menggoda Suamimu... " ucap Salsa sambil terseyum


" Saya pernah bilang Kalau aku tidak tertarik padamu sedikitpun " cibir Leo


" Terus Salsa punya sedikit ide gila akan Tante Momi melayang lalu dalam sekejap Salsa akan membuat Momi hancur tanpa berkeping-keping


" Caranya" tanya Sisil


" Apa Rencanamu " tanya Yesi penasaran


" Jadi gini semuanya... Aku minta maf jika lancang pada kalian terutama kamu Sil.. Aku punya rencana... Aku akan bilang jika Aku hamil anak Leo dan Leo akan menikah denganku tapi nanti di acara resepsinya pengantin laki-laki nya adalah Ujang... Gimana menurut Kalian " tanya Salsa


" Ujang mah tidak setuju... Kamu membohongi semua orang " ucap Ujang


" Aku juga ga setuju Ka " ucap Sisil


" Oma setuju... " ucap Sang Oma


" Aku juga setuju... " ucap Yesi dengan tersenyum jahat


" Aku tau kalian akan menikah tanpa restu dari Tante Ida... pasti iya akan Syok mendengarnya... rasain jadi ibu ko jahat... " batin Yesi


" Papah setuju... soalnya Mamah pasti ga akan restuin kamu jika caranya tidak begitu " ucap Sang Papah


" Kalau Leo terserah Sisil aja " ucapnya


" Kamu tenang aja Sil... ini cuma bohongan ko... " ucap Yesi


" Iya Sayang Oma ada dipihakmu ko... jangan khawatir "


" Tapi Oma... nanti Momi semakin marah padaku bagaimana " ucap Sisil


" Tante Natali marahnya sama Aku bukan sama Kamu " ucap Salsa


" Ia Sayang... Palingan Aku yang akan dimarahi Momi bukan Kamu " ucap Leo


" Ya udah Deh mas... Kau ikuti aja semua permainanmu dan ka Salsa... Aku percaya kalian Ko " ucap Sisil


" Anggap ini caraku membalas semua kebaikanmu... aku tak akan membiarkan orang-orang menyakiti mu lagi " ucap Salsa langsung memeluk Sisil


" Aku sudah memaafkan semua salah Kaka Ko... Aku percaya Kaka sekarang sudah semakin berubah... terima kasih ya ka... " ucap Sisil melepaskan pelukan Salsa


" Apakah Kalian memaafkanku juga " ucap Salsa


" Aku sudah memaafkanmu Sha " ucap Yesi


" Oma juga " ucapnya


" Om juga.. "


" Terima kasih semua " ucap Salsa terharu


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...


So... Ikuti terus kisahnya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2