Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 81


__ADS_3

Sekarang Sisil sedang menikmati rujak yang dibikinkan oleh Leo.


" Sayang... ini minumnya.... pelan-pelan makanya... nanti tersedak " ucap Sang Suami


" Ia Mas... "


" Sayang... Aku ke ruang kerjaku dulu ya... Ada hal yang mau Aku bicarakan dengan Renal " ucap Leo lembut


" Ia Mas... "


" Oh ia... Yesi... sebaiknya Kamu jangan dulu pulang... Saya sudah meyuruh Ani menyiapkan makan malam yang spesial... itung-itung cara Kami berterima kasih padamu dan Renal " jelaskan Leo


" Baik "


" Ayo Renal ikut Saya... "


" Pasti disuruh mijitin Tuan Leo " batinnya Renal


Leo dan Renalpun keluar dari kamar itu dan segera menuju ruangan kerja Leo.


Ceklek,,


" Sekarang Aku mau nagih janji mu " ucap Leo dengan seyum liciknya


" Padahal badanku juga sakit semua Tuan " keluhnya dalam hati


Leo segera membuka bajunya lalu tengkurap dan meyuruh Renal segera memijitnya.


" Ayo lakukan.... " ucap Leo


" Tapi... Tuan... "


" Cepat " bentaknya


" Baik Tuan "


Renal pun dengan terpaksa memijat sang majikan. Karena Renal bukan tukang pijat asli atau bisa disebut amatir.


" Sebelah Sini "


" Kurang terasa "


" Sakit.... Kamu mau mencelakaiku hem "


" Yang ini... "


" Ayo jangan lembek mana tenanganya "


" Kau Segaja membuat pungkungku lebih sakit "


Itulah ucapan Leo selama Renal yang memijatnya, Walau dalam hatinya kesal ia tak berani mengatakanya.


" Tuan... Apakah sudah selesai " keluh Renal


" Belum punggungku masih terasa sakit "


" Kenapa Tuan tidak pangil tukang pijat yang ahli saja "


" Kamu mau lari dari hukuman hem... lagian ini salahmu.... Dua kali Aku jatuh gara-gara Kamu... " ucapnya sinis


" Maafkan Saya Tuan... "


Tok.... Tok.... Tok....


Ceklek,,


" Aaaaagggghhhhh " teriakan Yesi


" Berisik Sekali.... " bentak Leo


" Itu... itu " ucap Yesi menutup matanya dengan tangannya


" Ada apa Ini " ucap Sisil


" Aaaaagggghhhhh " teriakan Sisil


" Sayang... Ada apa " ucapnya menghampiri Sisil


" Itu Mas... kenapa Kamu seksi " ucapnya

__ADS_1


" Astaga Aku lupa Kita hanya menggunakan boxer saja " ceplosnya


" Sekarang Kamu pakai bajumu Mas... Makan malam sudah siap.... Yesi ayo sekarang kita keluar " ucap Sisil


" Tuan... Aku mau sekali... " ucap Renal dengan pipi merona


" Apalagi Aku.. " ucap Leo


Merekapun segera memakai bajunya dengan rapi dan segera menuju Ruang makan.


" Halo Sayang " Sapa Leo


" Ayo jelaskan.... Kamu sama Renal sedang ngapain.... " ucap Sisil curiga


" Astaga Sayang " ucap Leo terhenti


" Pantas Saja... selama ini Renal sepertinya tidak suka sama Aku... Karena Dia dan Leo... oh my good... " ucapnya sedih


" Yesi... bukan seperti itu... " ucap Renal hendak menjelaskan


" Sil, Aku pulang dulu ya... Aku sudah tak berselera makan... Aku mau pulang aja " ucap Yesi sambil meneteskan air mata dan pergi dari sana


" Tunggu Yesi " ucap Renal mengejarnya


" Kamu jelaskan sekarang " ucap Sisil


" Sayang.... Aku jantan loh... buktinya Kamu sekarang hamil Anakku... berarti Aku tokcer... " godanya


" Lalu tadi... "


" Jadi gini Loh sayang.... hari ini Aku jatuh dari pohon dua Kali... " ucap Leo


" Apa "


" Ia sayang... itu karena kesalahan Renal... dan sebagai hukumannya Dia harus mijitin Aku... " ucap Leo


" Kalian Main pijit-pijitan.... Sunguh memalukan " ucap Sisil


" Maaf membuatmu salah paham... sudah ya... jangan ngambek... " ucap Leo langsung mencium bibir


" Mas.... Nanti kalau ada orang bagaimana " ucap Sisil terlihat malu


Lalu datanglah Marco dan Oma, mereka berempat lalu makan bersama meyantap makan malamnya.


...****************...


" Yesi Tunggu " mengedor-gedor kaca taksi yang ditumpangi Yesi namun tak berhenti


Lalu dengan segera ia mengikuti mobil yang ditumpangi Yesi dari belakang. Sesampainya di Apartemen ia pun segera mengejar Yesi, terjadilah saling kejar-kejaran.


Hingga Yesi sampai dipintu Apartemenya lalu Renal menarik tangan Yesi hingga ia mendekap dada Renal. Kesempatan itupun tidak sia-siakan Renal ia memeluk Erat Yesi.


" Kamu Salah Paham... " ucap Renal


" Sudahlah tak perlu menjelaskannya... " ucapnya tampak sedih


" Yesi.... Apakah Kau mencintaiku " ucap Renal


" Untuk sekarang... Aku membencimu " ucap bohongnya


" Yesi.... Jangan bohong " makin erat memeluk Yesi


" Lepaskan... Aku mau istirahat " ucap Yesi


" Biarkan seperti ini Dulu... " ucap Renal


" Kenapa Kamu memberikan harapan padaku... lalu menghancurkanya " batin Yesi


" Sudah Malam... Aku permisi " ucapnya mencoba melepaskan Pelukanya


" Yesi... Yesi.... " ucapnya mengetuk-ngetuk pintu


" Kenapa Aku jadi begini... sangat frustasi.... apa Aku sudah jatuh cinta sama Yesi... namun Aku tak meyadarinya " batin Renal


Renalpun melangkah menuju Apartemennya. Dia membaringkan tubuhnya diranjang.


" Aku benar-benar ga mau jika ditinggalkan Yesi... apalagi sampai Dia menjauhi Ku " guman Renal


" Apa yang harus Aku lakukan "

__ADS_1


" Belum pernah Aku sekacau ini.... kenapa coba "


" Sebaiknya Aku mandi untuk mendinginkan otakku... agar bisa berpikir jernih " ucapnya menuju kamar mandinya


Setelah selesai ia pun berbaring kembali di kasurnya mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa tidur.


...****************...


Sedangkan Diapartemen Yesi hari ini Ia kacau, bahkan Ia menangis tak henti-hentinya, semua barang berantakan dan tergeletak dibawah akibat kekesalanya.


" Kamu jahat Renal.... Hiks.... hiks.... hiks... " ucapnya


" Apa kurangnya Aku... "


" Aku tuh cinta sama Kamu... tapi Kamunya begitu.... "


" Kenapa... coba kenapa... "


" Apakah Aku tak semenarik itu... makanya Kamu suka sama cowo lagi "


Itulah pemikiran Yesi semalaman sambil menangis meskipun air matanya sudah kering tapi tak henti-hentinya ia berteriak-teriak meyalurkan kekesalanya.


Keesokan harinya,,


Ting.... Tong.... Ting.... Tong


Ceklek,,


" Kau.... Mau apa kesini " ucap Yesi


Renalpun segera masuk kedalam Apartemen itu, dilihatnya semua barang tergeletak dilantai, sunguh kacau saat ini keadaan Yesi.


" Hey .. pergi dari sini " ucap Yesi mulai marah


" Hey.... " teriakan Yesi sambil memukul badan Renal mengunakan bantal yang ada dikursi


" Ampun... Ampun... Ampun " ucap Renal kesakitan


" Aku mohon.. dengerin Aku dulu hanya satu menit " ucap Renal membujuknya


" Oke hanya satu menit " ucap Yesi


Renalpun memengang tangan Yesi. Yesi sempat kaget namun ia pura-pura biasa saja


" Yesi Aku mencintaimu... " ucap Renal mampu membuat Yesi kaget kembali


Yesi yang mendengar kata itu serasa senang dan tak percaya. Dia terdiam seperti patung dengan mata melotot. tak ingin Yesi menolak dan tak mempercainya semua ucapanya ia pun melakukan tindakan yang belum ia lakukan.


Renal mencium Yesi dengan lembut hingga Yesi pun terbuai oleh permainanya, tak cuma itu ia pun memeluk erat Yesi, jantung mereka berdetak tak karuan membuat sensasi semakin panas. Renalpun menyudahi permainanya takut ia tak kuat menahan nafsunya.


" Kamu Mau menikah denganku " ucap Renal semakin membuat Yesi kaget bagaikan durian runtuh bertubi-tubi kata-kata indah ia dengar sebagai balasan air matanya semalaman menangis.


,


,


,


,


,


,


Bersambung....


Halo Semua,.


Apakah Yesi akan menerima lamaran Renal...


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2