Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 90


__ADS_3

Yesi dan Renal pun sudah masuk kedalam penjara namun apa yang terjadi ia melihat Natali baru mau mau kesana. Lalu Yesi pun menayakan kepada Petugas tentang Natali yang mau menjenguk siapa


" Pa Maaf Saya mau tanya... itu nyoya yang pake baju merah itu... kesini mau menjenguk Siapa ya " ucap Yesi


" Oh Nyoya itu ... Dia kesini mau menjenguk Saudari Salsa " ucap Sang petugas


" Oh begitu ya... pa... terima kasih " ucap Yesi


" Sama-sama Bu... " ucapnya


Yesi pun hanya mengamati dari jauh pembicaraan mereka.


" Sayang Aku takut... " ucap Yesi


" Takut kenapa "


" Kalau Kalo Salsa akan bekerja sama dengan Tante Natali " ucapnya


" Entahlah... Aku juga bingung... " ucap Renal


Setelah Tiga puluh menit berlalu kunjunganpun habis, Natali melangah pergi dari sana sedangkan Yesi dan Renal sedang bersembunyi. setelah benar-benar Natali pergi dari sana. Yesi dan Renal segera melakukan kunjungan pada Salsa.


" Saudari Salsa... Anda ada kunjungan lagi " ucap petugas disana


" Siapa pa " ucap Salsa


Salsa pun dituntun untuk memasuki ruangan khusus oleh petugas. Salsa duduk dikursi yNg sudah disediakan


" Mau apa Kalian kesini " tanya Salsa


" Kami hnya ingin menjengukmu " ucap Yesi


" Jangan so peduli " ucap Salsa sinis


" Aku memasukanmu kesini agar Kau berubah menjadi lebih baik.. " ucap Yesi


" Ga usah basa basi.. Mau apa kalian kesini " ucap Salsa


" Mau apa Tante Natali kesini " tanya Yesi dan Renal


" Hem cuma mau nanya aja Kalian kesini " dengan wajah sinisnya


" Cepat katakan " ucap Renal yang mulai emosi


" Bukan urusan Kalian.... " timbal Salsa


" Katakan " bentak Yesi


" Kau Tanya saja sama Tante Natali itu " ucap Salsa sinis


" Lama-lama ngeselin juga ini orang " batin Yesi


" Aku cuma bilang... jangan sampai Kau menyakiti Sisil lagi... Sisil itu baik.. bahkan Dia mau meringankan masa hukuman mu disini... " ucap Yesi namun Salsa hanya diam saja tidak memberi jawaban


" Bahkan ibumu saja sudah tak peduli padamu... " ucap Yesi


" Bohong " ucap Salsa


" Apa pernah Bu ida membesukmu selama beberapa bulan terakhir " tanya Yesi


" Memang benar Mamah sekarang sudah jarang sekali berkunjung kesini.. " batin Salsa


" Pasti dalam hatimu mengakuinyakan... Sebenarnya Bu Ida sangat kecewa padamu... bukan hanya Kau dipenjara tapi hubunganmu denga Ujang juga " ucap Yesi mencoba memanas-manasi Salsa


" Aku ga percaya " ucap Salsa


" Aku punya buktinya ini " Yesi meyerahkan Handponenya yang berisi rekaman pembicaan Sisil dan sang Mamah


" Untung Aku rekam kemarin jaga-jaga takut ada apa-apa.. dan ternyata berguna juga " batin Yesi


" Hiks.... hiks... hiks... padahal Aku kangen banget sama Mamah... Mamah ko tega sama Aku " ucap Salsa


" Kamu bisa dengar kan bahkan Sisil aja yang selalu Kamu jahatin belain Kamu didepan mamahmu... " ucap Yesi


" Pa... " ucap Salsa


" Ia... " ucap Sang petugas


" Aku mau kembali Ke Sell... Aku sedikit pusing " ucap Salsa

__ADS_1


" Loh... Tunggu Sha.. " ucap Yesi


" Kamu sebaiknya pulang " ucap Salsa melangkah pergi


.


...****************...


.


Dengan terpaksa Yesi dan Renalpun pergi dari sana. Ia pun melangkah keluar dari penjara


" Sayang gimana ini... Aku takut Salsa akan jahat lagi dan meyakiti Sisil.. " ucap Yesi


" Kamu tenang Saja... " ucap Renal


" Eh.. Itu bukanya Ujang... " ucap Yesi


" Yu, Kita hampiri Dia " ucap Renal


Merekapun menghampiri Ujang dan mengobrol denganya sebentar.


" Ujang " Teriakan Renal


" Eh.. Pa Renal " ucapnya


" Bisa minta waktunya sebentar... Ada yang Saya mau omongin dengan Kamu " ucap Renal


" Ayo Atuh Pa.. " ucap Ujang merekapun duduk disebuah kedai disamping penjara itu.


" Ujang Mau makan atau minum apa " tawar Yesi


" Ujang Mah pengen Kopi hitam saja " ucapnya


Lalu merekapun segera memesan minuman. sambil menunggu minuman datang merekapun berbincang-bincang terlebih dahulu.


" Ujang.. Kamu kesini pasti mau jenguk Salsa kan " tanya Yesi


" Betul atuh Ibu " ucap Ujang


" Jangan Pangil Ibu... pangil Yesi aja.. " ucapnya


" Apa hubungan Kamu dengan Salsa " tanya Renal


" Aduh.. gimana ya ngomongnya... Saya teh suka sama Neng Salsa " ucapnya malu-malu


" Terus Salsanya gimana " ucap Yesi penasaran


" Ia Neng Salsa juga suka sama Ujang " jawabnya


" Kalau begitu Kalian sudah pacaran dong " ucap Yesi


" Hehehe ia Yesi " ucap Ujang tersipu malu


" Apa Kamu tau Bu Ida tidak merestui hubungamu dengan Salsa " ucap Renal


" Tau.. dulu Saat Aku besuk Salsa dan Bu Ida tiba-tiba datang.. Dia marah sekali lalu menampar Salsa... " ucap Ujang sedih


" Kamu tenang Kita bisa bantuin Kamu " ucap Yesi


" Yang betul atuh Yesi " ucapnya.


" Bener... " ucap Yesi


" Alhamdulilah atuh ai gitu mah... " ucapnya senang


" Tapi Kamu harus memberi tahukan Salsa jika Natali itu ibu yabg jahat dia mau memisahkan Sisil dan Leo.. dan Kamu juga harus memberitahukan apa rencana Natali pada Salsa... " ucap Yesi


" Kan Sisil lagi hamil besar... Masa ada ibu yang tega begitu " ucap Ujang


" Makanya Kita gagalkan Rencananya " ucap Yesi


" Kamu benar Yesi... "


" Kamu maukan Salsa berubah jadi baik dan ga jahat lagi " tanya Yesi


" Ya mau atuh... "


" Ia makanya Kamu bantu Kita. .. ini nomber handpone Aku... kalau Kamu dapat info apapun kasih tau Aku " ucap Renal

__ADS_1


" Baik lah " ucap Ujang


Lalu minumanpun datang dan mereka segera meneguk minumannya setelah selesai Ujang masuk kedalam penjara untuk membesuk Salsa, sesangkan Yesi dan Renal pergi ke dokter kandungan untuk menemui Sisil


.


...****************...


.


Ujang sekarang sudah berada didalam ruangan khusus penjara untuk menemui Salsa. tidak lama kemudian Salsa pun datang


" Neng Salsa " ucap Ujang


Lalu merekapun Duduk berhadap-hadapan dan ujang pun membawakan rantang berisi makanan untuk Salsa


" Ini kesukaanya Neng Salsa ... " ucap Ujang


" Maksih Ujang... tapi Aku ga nafsu makan " ucapnya


" Loh Neng Salsa kenapa...wajah Neng Salsa juga seperti yang sedang sedih " ucap Ujang memperhatikan wajah Salsa


" Hiks.... Hiks... Hik... " tangisnya pecah


" Neng Salsa jangan sedih atuh... Sok bicara sama Ujang... Biar masalahnya terasa ringan... siapa tau nanti Ujang bisa kasih solusi " ucapnya


" Aku sedang bingung... " ucap Salsa


" Pasti sama permasaahan tentang Kita ya... " tebak Ujang


" Ia... Mamah sepertinya tidak setuju dengan hubungan kita " ucap Salsa


" Neng Salsa yang Sabar... mudah-mudahan ada jalan keluar untuk Kita " ucap Ujang menenangkanya


" Oh ia Neng tadi Pa Renal dan Yesi menemuiku... Dia bilang Mau membantu Kita buat bicara sama mamah Ida " ucap Ujang


" Apa benar... Renal dan Yesi mau bicara sama Mamah ... " batin Salsa


" Terus " ucap Salsa


" Asal Kamu tidak membatu Siapa ya... yang akan merusak hubungan Sisil dan Tuan Leo... aduh aku lupa Siapa ya... " ucap Ujang mengingat seseorang


" Maksudmu tante Natali " ucap Salsa


" Betul... Kamu harus berubah kasian Adik Kamu... selalu Kamu jahatin... Kalau Kamu sayang Aku... Hapus kebencianmu terhadap Sisil... Kalian Kaka Adik harus akur dan saling bantu... " ucap Ujang menasehatinya


" Akan ku pertimbangkan " ucap Salsa


" Yasudah atuh Mari dimakan " ucap Ujang meyodorkan makanannya kepada Salsa


Dengan lahap Salsa memakan makanannya, entah mengapa Jika Salsa berbicara dengan Ujang, beban dihatinya sedikit berkurang. dan Diapun memikirkan semua perkataan Ujang.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...


Kita bikin Salsa baik jangan ya...


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2