Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 26


__ADS_3

Keesokan harinya ,,


Hari ini Sisil sudah meyiapkan sarapan untuk keluarganya. Ina, Farel dan Ehan tampak sudah rapi dengan baju seragam sekolah yang iya kenakan.


Mereka langsung duduk dikursi meja makan tersebut. dengan senyum dan semangat yang mereka tunjukan pada sisil


" Wah anak-anak bunda sudah pada bangun dan rapi " Ucap Sisil


" Iya dong bunda... Ina sudah tidak sabar untuk pergi kesekolah " ucapnya dengan senyum bahagia


" Ehan juga udah ga sabar mau pergi kesekolah... sekarang Ehan sama abang punya banyak teman " ucap Ehan


" Syukurlah nak... kata bunda juga apa ... lebih baik banyak teman dari pada punya musuh " ucap Sang Bunda


" Iya bunda " ucap Ehan


" Loh kemana Ali " tanya Sisil


" Ali... tadi masih di kamar mandi bunda " ucap Farel


" Biasa bunda ka Farel kan mandinya lama " ucap Ehan


" Ga ... ko aku ga lama mandinya " ucapnya Farel terseyum


" Abang farel kenapa mandi suka lama " ucap Ali menghampiri mereka


" Makanya kalau ga mau dikerjain ka Farel... mandinya harus mendahuluinya " ucap Ehan


" Sudah-sudah jangan bertengkar " ucapnya Sisil


Leo dan Oma pun segera datang dan duduk dikursi, sedangkan hari ini sang ayah mertua tidak ikut sarapan karena iya sedang ada urusan menyangkut restoranya.


" Ayah mana " Tanya Leo pada sang istri


" Ayah tadi sudah pergi pagi-pagi sekai ke restoran katanya ad urusan penting " ucap Sisil


" Yasudah kita makan... Oma sudah lapar " ucapnya oma


Merekapun segera menyantap sarapannya dengan lahap. setelah selesai Oma pergi bersama teman-temannya berkumpul sedangkan Leo dan Renal pergi menuju kantornya.


Sisil pun mengantarkan anaknya untuk pergi sekolah bersama. namun Farel dan Ehan menolaknya mereka ingin mengunakan sepeda pergi ke sekolahnya. Dengan terpaksa Sisil pun mengijinkannya.


.


...****************...


.


Merekapun segera pergi ke sekolah dengan mengunakan sepedah, tak lupa menjemput satria dan mereka pergi bersama menuju sekolahnya.


" Kemarin kamu dimarahin ga sama mamah Yesi " tanya Ehan


" Iya dimarahi ... tapi biarin saja " ucap Satria


" Syukurlah kalau kau tidak apa- " ucap Farel dan Ehan


Merekapun sudah sampai sekolah dan segera meletakan sepedanya dihalaman sekolah yang sudah disediakan. Disana terlihat Kemal dan teman-teman sedang menunggu mereka


" Hai Ehan... Farel... Satria " Sapa Kemal


" Hai guys.. " ucap Ehan


" Yu kita ke kelas bareng " ucap Kemal mengajak mereka


" Yu... " ucap Mereka


Merekapun segera menuju kelasnya. dan duduk di bangku masing-masing. Guru pun sudah datang kelasnya.


Sang guru pun menerangkan kepada muridnya tentang pelajaran tentang matematika, Beliau menerangkan tentang rumus-rumus kepada murid-muridnya.


" Anak-anak Sekolah kita terpilih sebagai salah satu perwakilan kota Jakarta untuk mengikuti olimpiade matematika di Malaysia.. Dan pihak sekolah sudah mempunyai daftar murid yang berprestasi... namun akan ikut tes terlebih dahulu untuk menjadi perwakilan sekolah... karena pihak sekolah akan mengirimkan satu nama murid yang akan dilombakan nanti " ucap Sang guru


" Bang... Kau ikut saja " bisik Ehan


" Malas " ucap Farel


" Kenapa ga mau bang... " ucapnya


" Aku malas naik pesawat... suka muntah " ucap Farel

__ADS_1


" Hahaha Abang... ada-ada saja " ucap Ehan sambil tertawa


" Ehan... ada apa " tanya sang Guru karena melihat tingkah Ehan yang tertawa


" Tidak apa-apa Bu... " ucap Ehan


" Kamu dan Farel salah satu murid yang akan mengikuti tes... nanti istirahat kalian harus keruang kepala sekolah " ucap Sang guru


" Tapi Bu.. kita kan ga daftar " ucap Ehan


" Ibu yang daftar " ucap sang guru


" Ih ibu curang... " ucap Ehan


" Sudah-sudah sekarang kalian ulangan dulu " ucap sang guru


" Yah ulangan " ucap Semua murid


Merekapun mengerjakan ulangan dengan khusu. setelah selesai mengerjakan ulangannya lalu merekapun mengumpulkannya.


Tiga jam berlalu bel pun sudah berdering menandakan istirahat. Farel dan Ehan pun segera keluar kelasnya Dan segera menuju kantor kepala sekolah


Tok... Tok... Tok.. Tok..


" Masuk "


Ceklek,,


" Permisi Bu... kata Bu Rini ... kami ahrus menemui ibu untuk melakukan tes untuk perlombaan olimpiade matematika " ucap Ehan


" Kalian masuk " ucapnya sambil Terseyum


" Kalian kerjakan soal ini dalam waktu satu jam... jika diantara kalian ada yang nilainya lebih besar maka yang nilai besar tersebut akan menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti perlombaan olimpiade tersebut " ucap Bu Winda


" Tapi Bu... kami ga berminat " ucap Ehan


" Ehan... mau tidak mau kamu harus mengikuti nya.. " ucap Bu Winda


" Abang juga tidak berminat " bisik Farel


" Kalian cepat kerjakan soal ini... " ucap Bu Winda


" Ibu jadi bingung... nilai kalian sama semua... mendapatkan seratus... tapi ibu harus mengambil salah satu dari kaian " ucapnya heran


" Ibu bawa saja abang Farel " ucap Ehan


" Ogah.. mending ibu bawa aja Ehan... " ucap Farel


" Ga mau... " ucap Ehan


" Aku juga ga mau " ucap Farel


" Jadi ibu harus bawa siapa yang akan jadi perwakilan " ucap Bu Winda


" Udah Bu ajak aja Abang Farel " ucap Ehan


" Ibu sudah memutuskan untuk mengirimkan Farel sebagai perwakilan sekolah kita mengikuti perlombaan olimpiade matematika di Malaysia... " ucap Bu Winda


" Hore... " ucap Ehan


" Ini ga adil Bu " ucap Farel


" Kamu tenang saja... Ehan kamu jangan berkecil hati karena ibu tidak memilihmu... ibu juga kan mendapatkan mu untuk mengikuti perlombaan matematika se-Indonesia " ucap sang guru


" Tapi... Bu " ucap Ehan


" Keputusan ibu sudah bulat dan tak bisa diganti gugat... besok kalian persiapkan diri kalian mengikuti lomba tersebut


" Kenapa mendadak Bu " ucap Farel


" Kalian kan sudah pintar... kenapa harus protes " ucap sang kepala sekolah


" Kalau begitu kami pamit " ucap Ehan


" Silahkan... " ucap Sang kepala sekolah


Sekarang Ehan dan Farel sedang berada di kantin dengan wajah lesunya. kemal dan teman-teman menghampiri mereka.


" Kenapa kalian... lesu begitu " ucap Kemal

__ADS_1


" Bu Winda nyuruh kita harus ikut perlombaan matematika " ucap Ehan


" Wah keren tuh " ucap Kemal


" Tapi Kita ga mau " ucap Farel


" Ya udah jalani aja... semua orang mau diposisiku sekarang " ucap Kemal


" Kita hanya bisa memberimu semangat " ucap Haikal


" Kalau kalian menang jangan lupa teraktir kita " ucap Dandi


" Siap " ucap Ehan


Rena pun segera menghampiri Ehan yang sedang berkumpul bersama kemal dan teman-teman.


" Hai Ehan " ucap Rena


" Em... " ucap Ehan


" Kamu mau makan bakso " tawarkan Rena


" Mau dong " ucap Ehan cuek


" Sebentar aku ambilkan... " ucap Rena mengambilkan satu mangkuk baso buat Ehan


" Ini... semoga kamu suka... " ucap Rena


" Ko cuma satu " ucap Ehan


" Kamu maunya berapa mangkuk " ucap Rena


" Ambilkan aku sepuluh mangkuk " ucap Ehan


" Emang kamu bakal habis " bisik Farel


" Cepat " ucap Ehan pada Rena


Renapun segera membawakan sepuluh mangkuk baso kehadapan Ehan.


" Makasih ya " ucap Ehan Sambil terseyum


" Sama-sama Ehan... " ucap Rena langsung pergi karena gugup


" Dasar bodoh " ucap Ehan


" Kamu ga boleh gitu... suatu saat kamu akan suka sama dia gimana " ucap Kemal


" Ga akan terjadi " ucap Ehan sambil terseyum


" Terus mau apakan Kau baso sebanyak ini " ucap Farel


" Ambil satu-satu buat kalian " ucap Ehan


.


.


.


.


So ikuti terus kisahnya...


Semoga kalian terhibur...


tungguin kisah versi sudah dewasa mereka ...


Pada tanggal 27 Maret dengan judul yang berbeda...


semoga kalian suka...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2