
Salsa dan Bu Ida kembali duduk untuk menyaksikan Leo mengucapkan Ijab Qoubul Ya. Mereka melihat penampilan Sisil yang sudah rapi lagi, ada rasa iri yang timbul dihati Salsa manakala Leo yang yang begitu kaya yang ia harapkan akan menjadi tambang emasnya kini hanya angan-angan belaka.
" Bagaimana sudah siap " tanya pak penghulu
" Siap Pa " ucap Leo
Lalu Pa anwar dan Leo berjabat tangan kembali, Pak Penghulu mulai menuntun lagi Pa Anwar dan Leo mulai mengucapkan kata-kata Sakralnya.
" Saya terima Nikah dan kawinnya Sisil Melisha Putri binti Anwar Juandi dengan mas kawin perhiasan berlian satu set, satu unit mobil dan Satu saham perusahaan di Anwar Grup dibayar tunai "
" Bagaimana para saksi " ucap sang penghulu
Semua orang yang disana mengucapkan Sah, langsung berdoa dipimpin oleh sang penghulu.
Disaat semua orang berdoa setelah acaranya Ijab Qoubul Ya beres, beda halnya dengan Salsa bahkan dalam hatinya menangis, ia tak bisa membohongi raut wajahnya juga yang kembali meneteskan air matanya.
" Aku akan merebut Leo kembali, tunggu saja Sisil " ucap jahat Salsa
__ADS_1
Setelah berdoa, Sisil dan Leo duduk dikursi khusus untuk pengantin dan silih berganti para tamu memberikan ucapan selamat pada mereka.
Ada kekesalan yang nampak dari raut wajah bu ida, mana kala Leo dan Sisil tersenyum seperti bahagia akan pernikahan mereka, sedangkan disisi lain Salsa tengah menangis tak henti-hentinya.
" Lihat Saja Kau Sisil akan ku buat Kau Menderita " ucap kesalnya dalam hati
Acara itu berlangsung sampai Sore, Tamu yang datang pun tak henti-hentinya, kado berdatangan langsung ditangani Renal sedangkan setelah acara selesai Leo memutuskan untuk menginap dulu di hotel. ia Pun meminta izin terlebih dahulu pada kedua orang Tua Sisil
" Maaf Om, tante Saya akan ajak Sisil menginap di hotel Saya, malam ini " ucapnya
" Baiklah Pah, jadi bagaimana " ucap Leo
" Boleh Leo, sekarang Sisil menjadi tangung jawab Kamu, Kamu bisa bawa Dia kemana pun Kamu mau karena Kamu sudah syah menjadi suaminya " jawab sang Papah Mertua
" Baik Pah kalo begitu Saya pamit " menyalami sang Papah dan mamah mertua
" Leo " ucap Salsa membuat langkah Leo terhenti
__ADS_1
" Apa lagi " ucap Kesal Leo
" Aku sudah menerima Kau menikah dengan Adikku dan sekarang Kau harus menyebutku Kaka, Lebih baik kita berdamai, lagi pula kita kan satu keluarga mulai sekarang " ucapnya sambil tersenyum
" Hemp Aku tau pasti Kau akan merencanakan sesuatu, Aku akan mengikuti permainanmu " batin Leo
" Baiklah " Leo langsung berlalu pergi
" Lihat saja Leo Aku akan membuatmu bertekuk lutut padamu " Batin Salsa
Leo segera pergi dari ruangan tersebut dan membawa Sisil ke kamar hotel khusus dirinya jika sedang menginap di hotel itu, dengan raut wajah kagum Sisil memasuki kamar hotel tersebut.
Sisil langsung duduk di sofa tersebut sedangkan Leo masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
"Wah wah bagus sekali ini, ini kamar hotel ko seperti rumah... mungkin aku akan betah kalo tinggal disini " ucapnya sambil tertawa
Ia pun melihat lihat semua sudut yang berada disana, terlihat mewah dan mahal semua perabotan disana. tak lama kemudian Leo yang baru selesai mandinya segera menyuruh Sisil untuk mandi juga.
__ADS_1