Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 7


__ADS_3

Sesampainya dirumah, dan sepeda yang dibeli pun sudah datang ketiga anak Leo pun memutuskan untuk main dihalaman belakang Mansion Leo yang sengaja ia buat taman untuk anak-anaknya bermain.


" Ye... udah nyampe sepedanya.. Ina ga sabar mau naikin... " ucap Ina bersemangat


" Tapi Ina harus makan dulu ya... terus minum obat... biar Ina kuat mengayuh sepedanya " bujuk Leo


" Baik Ayah... tapi ayah ajarin ya " ucap Ina


" Iya sayang... " ucap Leo membawa Ina kemeja makannya dan menyuapi ya


Sedangkan Farel dan Ehan makan sendiri. karena mereka memang tidak terbiasa manja pada sang ayah. Handphone Sisil pun berbunyi Iya segera mengangkatnya.


Kring... Kring... Kring...


" Halo Mah " ucap Sisil


" Halo Sil... Kamu dimana " ucap Mamah Ida


" Aku dirumah mah... memangnya kenapa " ucap Sisil


" Mamah mau berkunjung kerumah mu bersama Ali dan Yusuf " ucapnya


" Baik mah... Atau mau Sisil jemput " tawarnya


" Tidak usah sebentar lagi Juga mamah sampai disana... hanya terkena macet saja... " ucapnya


" Mamah hati-hati dijalan nya " ucap Sisil


" Iya nak " ucapnya mematikan telepon


Sisil pun melanjutkan makannya , Ehan dan Farel yang sudah duluan habis makananya langsung menuju ruang tamu untuk melihat sepeda mereka.


" Wah Bang... ini sesuai keinginan Ehan " ucapnya


" Iya Han... ini bagus banget pasti enak dipake balapan " ceplos Farel


" Pasti Ehan yang menang " ucapnya


" Abang yang menang " jawabnya


Tiba-tiba seseorang muncul dari belakang tubuh Farel dan Farhan.


" Siapa ya menang hayo " ucap Bu Ida


" Nene " ucap serempak mereka memeluk Bu Ida


" Kangen ga sama Nene nya " ucap Bu Ida


" Kangen dong nek... liat Nek.. Ehan punya sepeda baru " ucapnya


" Wah.. bangus banget ka Ehan " ucap Yusuf


" Bagusan punya Abang Farel " ucap Ali


" Loh... mamah Sudah datang... " ucap Sisil


" Iya nak..."


" Yu Masuk mah... Kita makan dulu " ajak Sisil


" Ali.. Usuf.. mau makan " tawar Sisil


" Ga Tante Sisil kami mau bermain bersama Abang Farel dan Kaka Ehan " ucap Ali


" Yasudah ... kalian mainnya jangan berantem ya " ucap Sisil pergi dan Bu Ida pun segera mengikuti Sisil dari belakang

__ADS_1


" Mamah... makan mah " Sapa Leo


" Ga pernah berubah Sil... enak " ucapnya mencicipi masakan Sisil


" Makasih mah " ucapnya


Leo Sisil dan Mamah Ida pun makan bersama, seperti biasa Mamah Ida sangat menyukai masakan Sisil dibanding salsa.


.


...****************...


.


Mereka sekarang sudah berada di taman belakang mereka bermain sepeda secara bergantian. Datanglah Ina menghampiri mereka


" Ali.. Usuf " ucap Ina


" Hai Ka Ina " sapa mereka


" Ali... main Masak-masakan sama Aku yu " ajak Ina


" Em.. " ucap Ali bingung


" Sana... masakin kita " ejek Ehan


" Aku ga mau " ucap Ali


" Ali jahat " ucap Ina memyoyong bibirnya merasa kesal karena iya tak ada teman


" Udah Sana temani Ina " ucap Farel


" Tapi... tapi... " ucapnya bingung


" Udah sana... jangan bikin Ina nangis ya... kalau Ina nangis aku gantung kamu dipohon toge.. " ucap Ehan


" Ya udah sana deh dek.. nanti Kamu kenapa-kenapa " ucap Yusuf


Ali pun menghampiri Ina dan mengajaknya bermain bersama seperti kebiasaan dari dulu jika Ina memang lebih dekat dengan Ali dibanding dengan anak kedua salsa.


" Yu Ka Ina... maunya main dimana " ucapnya


" Disini aja... tapi kita harus mengambil mainannya... " ucap Ina


" Ayo " ajak Ali


Merekapun mengambil mainannya dan bermain bersama di taman itu sembari melihat sang Kaka laki-laki mereka bermain sepeda.


" Ali... aku juga punya sepeda... Kamu mau cobain " ucap Ina merasa kasian karena Ali selalu melihat kearah yang bermain sepeda


" Wah... yang benar Ka.. boleh mencobanya " ucap Ali


" Iya.. itu masih baru belum aku pakai.. karena aku maunya diajarin Ayah .. " ucapnya


" Boleh Ali pinjam " ucapnya


" Boleh dong.. Yu kita bawa " ucap Ina


" Yu.. " ucap Ali bersemangat


Ina pun membawa Ali keruang tamu untuk melihat sepedanya, namun tiba-tiba Ali tampak kecewa dengan sepeda Ina.


" Bagus kan Ali " ucap Ina


" Bagus Ka " ucapnya sambil terseyum kecil

__ADS_1


" Kamu boleh cobain ... nih " ucapnya


" Tapi... tapi... " ucap Ali


" Ina ga papah ko... cepetan pake .. Ina bonceng ya " ucap Ina


Ali pun segera memakai sepedanya menuju taman tak lupa iya sambil membonceng Ina. Semua orang yang ada disana pun tertawa melihat tingkah Ali.


" Ya ampun Li... kamu cocok tinggal pakai rambut palsu " ejek Ehan


" Ih.. ka Ehan jahat " ucap Ina


" Kamu kaya pedagang jamu Li " ucap Farel dengan terseyum jahat


" ih... Abang... malah ngikutin ngejek " ucap Ina kesal


" Bukan tukang jamu.. tapi tukang koran " ucap mereka tertawa bersama


Ina pun ngambek ia langsung pergi dari sana menuju kamarnya dan menangis di kamarnya. Ali pun segera mengikutinya ketika Ina menangis di kamar ia segera menceritakannya kepada Sisil yang sedang berada diruang tamu mengobrol dengan sang mamah.


" Nene gawat... " ucap Ali


" Kenapa memangnya Ali " ucap Sang Nene


" Ka Ina... " ucapnya dengan panik


" Ina kenapa " Sisil ikutan panik


" Tadi kan Aku diejek sama ka Ehan, Abang farel dan ka Usuf katanya aku tinggal pakai rambut palsu udah kaya tukang jamu dan tukang koran gara-gara aku pakai sepeda ka Ina yang berwana pink.. dan ka Ina ga terima.. sekarang ka Ina sedang nangis di kamarnya " ucapnya


Sisil pun langsung memangil ketiga lelaki itu dan disuruh kekamar Ina sekarang. Setelah mereka sampai di kamar Ina, Sisil mencoba mengetuk pintu dan membujuknya


Tok... Tok... Tok... Tok


Ceklek,,


" Ina sayang... Kamu kenapa nangis " ucap Sisil menenangkan sang putrinya


" Ina kesal sama Ka Ehan, Bang Farel dan Usuf " ucapnya


" Bunda udah tau semuanya... sudah jangan nangis.. mending kita hukum mereka saja bagaimana " ucap Sisil masih menenangkan Ina


" Caranya " ucap Ina menghapus air matanya


" Terserah Ina.. " ucap Sisil


" Ina Kami minta maaf dan berjanji tidak akan mengejek Kamu, sepedahmu dan Ali " ucap Mereka


" Ina maafin... tapi kalian harus dihukum " ucap Ina


" Dihukum apa " ucap Mereka heran


" Ayo kita main bersama.. " ucap Ina meyuruh sang Kaka-kakaknya membawakan mainannya ke taman belakang halaman rumahnya


" Kita mau ngapain dek " ucap Ehan


" Kita mau main Barbie.. " ucap Ina senang mengerjai mereka


" Apa " ucap serempak lelaki itu


" Ka Ina... Ali kan ga di hukum jadi Ali ga ikutan ya.. " ucap Ali


" Ali juga ikutan kita main Barbie bareng " ucapnya senang akhirnya ada teman bermain Barbie


" Kalo Barbie berjenis kelamin Cowok ada ga dek " ucap Ehan

__ADS_1


" Ada.. tapi aku ga punya... "


Akhirnya dengan terpaksa para lelaki itu memainkan permainan itu meskipun dalam hatinya tidak mau namun demi menyenangkan hati sang adik mereka melakukannya.


__ADS_2