
" Euhhhhhh Leo.... Berengsek.... . " ucap Salsa sambil berteriak dalam mobilnya
" Hiks..... Hiks.... kenapa dulu Aku bodoh... Bodoh... bodoh... meninggalkanya.... tapi secepat itu kah Dia melupakanku... " ucap kesalnya sambil menyetir sebuah mobil
Suara dering handphone pun menghentikan tangisnya seketika.
" Halo Mah " ucapnya
" Bagaiman ini"
" Bagimana apanya " ucapnya heran
" Rumah Kita akan disita" ucap sang Mama menangis
" Apa Mah" ucapnya kaget
" Ia Sha... Kamu cepat kesini pulang " ucapnya sang Mamah sambil ketakutan
" Salsa segera pulang Mah... Mamah tunggu disana jangan khawatir " ucapnya menenangkan sang Mamah
" Ia sayang Mamah tunggu"
Diapun langsung melajukan Mobilnya dengan kecepatan tinggi dan segera menuju rumahnya.
...----------------...
Sementara Sudah waktunya jam makan Siang, Leo menjemput Sisil sekarang Dia sudah berada dihalaman sekolah tempat Sisil bekerja.
Sisil yang mengetahui Leo sudah disana segera membereskan barang-barangnya nya lalu menghampirinya.
" Mas Lama nunggunya "
" Tidak Sayang.... Sekarang Kita mau kemana " tanya Sang Suami
" Em... Aku mau ke restoran Aja Mas.... Mau lihat persiapan buat besok "
" Siap kalo begitu Ratu Ku... Raja mu akan mengantarmu kemanapun Kamu mau " godanya
Sisil hanya tersenyum senang, kini hubungannya dengan sang suami semakin hari semakin membaik. bahkan Kini sang Suami lebih perhatian dan memanjakan dirinya... beda ketika awal mereka bertemu.
" Sayang.. Apa tidak sebaiknya Kita makan siang terlebih dahulu "
" Tidak Mas... Nanti Saja di Restoran akan ku buatkan khusus untukmu... "
" Janji hanya untukku "
" Ia Mas "
Leo pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Restorannya. sesampainya disana Leo dan Sisil segera masuk kedalam. semua orang sedang sibuk mempersiapkan untuk acara besok.
" Halo... Ayah... "
" Eh... Kamu Sil... Sini nak... coba lihat menurutmu sudah bagus belum... atau mau ada yang Kau tambahkan "
" Tidak Ayah... semua sudah bagus "
" Hai Sil " Sapa Beni
" Hai Ben " ucapnya sambil tersenyum
" Em.. " ucap Leo
" Aku kedapur dulu ya Ayah, Beni " ucap Sisil
" Mau Aku temani " tawarnya
" Tidak Usah... biar Aku saja... lagian Aku suaminya " ucapnya sinis
Leo dan Sisil pun segera menuju dapurnya, Sisil melihat beberapa bahan makanan lalu. ia segera memotong-motong nya dan Leo hanya memperhatikan Sisil yang sedang memasak
" Kalo dilihat-lihat Sisil cantik juga... " batin Leo
" Mau aku bantu " tawarnya
" Tidak usah Mas "
__ADS_1
Setelah selesai masaknya Sisil pun segera meyiapkanya dan memaknnya bersama Sang Suami.
" Wah makan enak nih, Boleh Aku cicipi " ucap Beni
" Tidak boleh itu semuanya punyaku " ucap Leo
" Masa sebanyak ini " cibirnya
" Kenapa Tidak... " ucap Leo
" Mas yakin semua ini akan habis " Tanya Sisil
" Ia "
" Wah wah... Makan enak ga nawarin Ayah.... "
" Ayah Mau biar Sisil siapkan "
" Loh ko bawa piringnya 2 " tanya Leo
" Buat Ayah sama Beni " ucap Sisil
" Mas mubazir loh kalo tidak habis.. "
" Biarkan Beni Makan Leo... Kasian Dia " ucap Marco
" Tapi.... Ayah.. " rengeknya
Merekapun makan siang bersama, meskipun Leo dan Beni belum akur. tapi sekarang mereka makan bersama.
Leo dan Sisil memutuskn untuk segera pulang karena waktu semakin Sore, sedangkan Marco dan Beni masih berada disana untuk mempersiapkan segala hal untuk acaranya besok.
...----------------...
Leo dan Sisil pun segera kekamarnya untuk membersihkan tubuhnya. dan bersiap-siap mandi secara bergantian.
Hujanpun mulai turun, cuaca terasa lebih dingin dari biasanya. Sisil memilih membaringkan tubuhnya dengan digulung oleh selimut. Leo yang melihat tingah Sisilpun tertawa.
" Sayang Kamu kenapa dingin em... "
" Ia Mas "
" Ish... Mas Ini
Tok.... Tok.... Tok...
Leo pun segera membukakan pintu kamarnya
" Ada Apa " ucap sinisnya
" Maaf Tuan dibawah ada Keluarganya Nona Sisil ingin bertemu dengan Nona Sisil dan Tuan " ucap Bela salah satu pembantu disana
" Mau apa Mereka "
" Tidak tahu Tuan, Saya hanya disuruh meympaikan itu " ucapnya
" Ada Apa ya Mas " ucap Sisil
" Entahlah.... "
Leo dan Sisilpun segera turun kebawah untuk menemui mereka.
...****************...
Bu ida, Pa Anwar dan Salsa sedang duduk diruang khusu tamu sembari membawa koper mereka masing-masing
" Mamah, papah, Ka Salsa ada apa " ucap Sisil heran dengan kedatangan mereka yang membawa koper
" Apa Maksud Kamu mengusir Mamah dari rumah Kita " ucapnya sang Mamah kesal
" Mah jangan seperti itu... harusnya Mamah intropeksi Diri " ucap sang Papah
" Pasti drama lagi " batin Leo
" Aku juga harus pura-pura baik didepan Leo " batin Salsa
__ADS_1
" Sisil... Kami tau Kami banyak salah padamu tapi.... Aku mohon Jangan usir kami seperti ini.... Kami mau tinggal dimana " ucap Salsa
" Bentar deh Ka... ini sebenarnya ada apa " ucap Sisil
" Kamu sengaja Kan nyuruh orang buat usir Kita dari rumah... dan Kamu juga sengaja memecat Papahmu dari perusahaankan... ia kan... ngaku saja lah.. Kamu pasti dendam kan sama Kita " ucap kesal sang Mamah
" Ini Nene lampir hanya bisa nya marah-marah terus sama Sisil.... bikin emosi saja " bayin Leo
" Mamah ga boleh begitu.... Kita harus dengar dulu alasan Sisil " bentak sang Papah
" Sil.... apa sih salahku padamu... bahkan Aku sudah relakan Leo untumu tapi... kenapa Kau lakukan seperti ini " ucap Salsa pura-pura menangis
" Tapi Ka... Aku tidak tau apa-apa soal ini " ucapnya masih bingung
" Jangan pura-pura Kamu " ucapnya mau menampar Sisil
" Jangan pernah sentuh istriku " ucap Leo menghadang Tangan sang Mamah mertua
" Jangan ikut campur " ucap mamah Mertua melepaskan tanganya
" Apa yang menyangkut urusan istriku... itu semua jadi urusan Saya... Mamah Paham " ucap sinisnya
" Ko jadi malah Aku yang takut " batin Bu Ida
" Segitunya Kamu belain Sisil... Apa sudah tidak ada ruang dihatimu untukku " batin Salsa
" Aku yng sudah membayar orang untuk Mengusir kalian dan Aku juga yang memecat Papah dari Kantor " ucap sinisnya
" Mas "
" Tapi Kenapa Leo " ucap sang Papah mertua
" Coba Papah tanyakan pada Mamah.... kenapa Mamah selalu jahat sama Sisil dan memaki-maki Sisil... Aku sumianya dan Aku ga Rela jika Sisil diperlakukan seperti itu " ucapnya
" Jadi ini semua ulah Mamah " ucap Pa Anwar
" Mamah ga Maki-maki Sisil... Mamah hanya ngomong apa adanya.... " kilahnya
" Tapi Mamah nyakitin Sisil dan itu juga nyakitin Saya sebagai suaminya " ucap kesal Leo
" Mamah harus minta Maaf sekarang juga " bentak Pa Anwar
" Ayo... Mah minta maaf aja... " ucap Salsa
" Tapi kenapa jadi semua menyalahkan Mamah "
" Ayo Mah cepat minta maaf " rengek Salsa
" Aku harus menurunkan egoku dari pada harus jadi gembel " batin Bu ida
" Semoga Mamah mau minta maaf agar Aku tidak jadi gembel " batin Salsa
" Sisil.... Maafkan perlakuan Mamah selama ini... Mamah tau mamah Salah... mohon maafkan Mamah " ucapnya menangis sambil memeluk Sisil
" Sisil sudah memaafkan Mamah ko, Mamah jangan nagis lagi ya " ucapnya sambil tersenyum
" Karena istri Saya sudah memaafkan Kalian... semua masalah selesai tapi ada syaratnya.... " ucap Leo tersenyum licik
Bersambung....
Halo Semua,..
Apa Syarat yang akan diajukan Leo...
Enaknya diapain ya Guys....
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1