Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 33


__ADS_3

Acara pestanya sudah selesai. semua orang pun sudah pulang. Kini Farel, Ina, Ali dan Ehan segera masuk kekamarnya untuk beristirahat karena lelah dengan pestanya.


Semua anggota keluarga merasa lelah dengan kegiatan pesta tersebut. meskipun sang a hanya duduk manis saja namun rasa lelah pun menghinggapinya.


Keesokan Harinya,,


Mereka kembali beraktifitas seperti biasanya, Sisil yang mengantarkan Ina dan Ali sekolah, Leo yang pergi ke kantor, Oma dan Marco pergi ke restoran sedangkan Farel dan Ehan pergi sekolah menggunakan sepeda kedatanganya.


Hari ini Ehan dan Farel akan dipindahkan ke kelas enam seperti janji pihak sekolah yang akan memberikan kado sepesial karena dianggap Ehan dan Farel sangat cerdas.


Satria sebenarnya sedih dengan apa yang terjadi kepada kedua sahabatnya, namun iya masih bersemangat karena dikelasnya masih ada Ina.


Sekarang Ehan dan Farel sudah berada dikelas barunya, meskipun begitu Ehan terlihat pandai bergaul bersama yang lain sedangkan Farel hanya mengikutinya.


Mereka mengikuti pelajaran khusus untuk kelas enam SD meskipun Sisil ragu akan pelajaran yang belum iya ajarkan pada sang anak, namun nilai mereka bagus-bagus dan Sisil yakin mereka akan keterima di sekolah Menengah pertama negri seperti harapannya.


Kini waktu istirahat pun Tiba, Ehan dan Farel memutuskan untuk pergi ke kantin sekolahnya. disana terlihat Rena menunggu Ehan dan memberikan sekotak makanan pada Ehan.


" Ehan... ini untukmu .. ini aku yang masak loh " ucap Rena


" Cie... " ledek Farel


" Bang apaan sih " ucapnya kesal


" Makasih ya ... tapi besok-besok ga usah deh... disini juga makanan banyak " ucap Ehan


" Iya Ehan " ucapnya kecewa


Meskipun Ehan selalu jutek dan selalu dingin padanya, iya tak menyerah setiap kali waktu istirahat Rena selalu memberikan Ehan makanan, baik yang iya masak sendiri atau yang iya belikan untuk Ehan.


" Enak ya Han... punya pacar " ucap Kemal


" Enak apanya " ucap Ehan ketus


" Dikasih makanan terus... " ucap Kemal sambil terseyum


" Iya begitulah " ucapnya dingin


" Kamu harus bersyukur... Rena cantik loh mau sama kamu yang kaya begini " ucap Satria


" Kamu mah semua wanita dibilang cantik " ucap Haikal


" Iya lah... wanita itu makhluk tuhan paling indah " ucap Satria lalu teriaki sama teman-teman


" Udah ah... aku mau fokus untuk belajar.. supaya bisa keterima di sekolah menengah pertama negri " ucap Ehan


" Kamu ga usah diragukan lagi... tiap hari juga kamu kan ga pernah belajar " cibir satria


" Ini beda.. ini tuh impian aku masuk ke SMP negri favorit " ucapnya


" Kita kapan ya jadi dewasa " ucap Satria


" Maksudmu " ucap Farel


" Kata orang Nih kalau sudah SMP itu udah anak remaja menuju dewasa ga kaya kita masih bocil " ucap Satria


" Kita... lu aja kali.. gue ga.. " teriakan Kemal Haikal dan Dandi


" Ah ga seru ga kompak " ucap Satria

__ADS_1


" Emang Lu temen kita.. ogah " ucap Kemal


" Eh Ehan... melati tuh suka nanyain Lu... " ucap Satria


" Perasaan ga punya utang deh " ucapnya


" Dia juga suka sama kamu " ucap Satria


" Biarin aja... lah... aku ga peduli " ucap Ehan


" Oh kamu Setia sama Rena " ucap Haikal


" Ga Juga... aku tuh Nerima Rena karena kalian semua " ucap Ehan kesal


" Loh ko kita " ucap Mereka heran


" Habisnya Lu pada suruh Aku Nerima Rena... dah tau kita masih bocah ga boleh cinta-cintaan... " ucap Ehan


" Bener hanya kita masih bocah.. " ucap Farel


" Bang aku tuh ga suka Rena... dia terlalu ngejar-ngejar aku... " ucap Ehan


" Enak kali Han di kejar-kejar ga harus ngejar-ngejar... " ucap Satria


" Em.. kalian ya " ucap Ehan kesal


" Apa sih yang bikin kamu ga suka sama Rena " ucap Kemal


" Iya nih... Rena cantik tau, baik dan ga sombong lagi " ucap Haikal


" Heem gadis cantik kaya dia kamu anggurin " ucap Satria


" Ogah Aku mah ada Ina cantik " ucap Satria


" Bukan gitu... kita cuma ga mau kamu sikapnya kaya gitu ke ini.. nanti kamu kena karma gimana " ucap Farel


" Aku ga percaya kaya gituan " ucapnya


" Suatu saat gimana kalau kamu ngejar-ngejar Rena " ucap Kemal


" Ga mungkin " ucapnya


" Eh siapa tau... dari benci jadi cinta " ucap Dandi


" Mana ada kaya begituan " ucap Ehan menyangkal


" Kamu susah di kasih tau " ucap Sang Abang


" Bukan begitu bang... aku tuh ga percaya sama yang kaya begituan... Apa itu karma " ucapnya


" Nanti kalau suatu saat waktunya tiba... Kamu akan menyesal " Ucap Sang Abang


" Aku ga takut bang " ucapnya


" Lihat saja.. Tuhan maha membolak-balikkan hati manusia " ucap Farel


Ehan pun terdiam dan semua yang ada disana segera memakan makananya dengan lahap. sementara di seberang tembok sana ada yang mendengarkan pembicaraan mereka.


Hati Rena kini sedih mendengarkan ucapan Ehan dan teman-temannya. meskipun Ehan begitu namun sebenarnya pintu maafnya selalu terbuka untuk Ehan.

__ADS_1


" Kamu kenapa nangis Ren " ucap Lala salah satu sahabat Rena


" Aku sedih la... " ucapnya


" Yu kita ke kelas " ucap Lala


Rena pun akhirnya pergi kekelas untuk mencurahkan isi hatinya.


" Sekarang dikelas ga ada orang... cepat kamu cerita... kamu kenapa bisa nangis kaya gini " ucap Lala memeluk Rena


" Aku sedih La... hatiku hancur " ucap Rena


" Sedih kenapa Ren... coba ceritakan pelan-pelan " ucap Lala


" Ehan... ehan.. " ucapnya sambil menangis


" Ehan kenapa " tanya Lala


" Ehan ga mencintaiku... la " ucap Rena masih menangis


" Kan dari dulu aku pernah bilang jangan ngejar-ngejar Ehan... tingkahnya tengil gitu " ucap Lala


" Aku suka gayanya... dia kadang suka buat aku ketawa La.. makanya aku ngejar-ngejar Dia " ucap Rena


" Lebih baik kamu hapus air matamu... cowo kaya Ehan ga pantes ditangisi " ucap Lala


" Kamu tau... Ehan yang buat aku semangat lagi menjalani hidup setelah kedua orang tuaku bercerai.... " ucapnya masih menangis


" Iya aku tau... sudah jangan nangis lagi... " ucap Lala mencoba menenangkanya


" Kamu putusin aja Ehan " ucap Lala


" Ga mau " ucapnya


" Atau gini saja... buat Ehan ngejar-ngejar kamu balik gimana " ucap Lala


" Caranya gimana " ucap Rena


" Kamu bersikap dingin padanya ... seperti sikapnya padamu " ucap Lala


" Tapi apa aku bisa " ucapnya


" Kenapa tidak " ucap Lala sambil terseyum


" Kalau dia tak mengejar-ngejar aku bagaimana " tanyanya


" Berarti kamu harus lepasin dia...aku yakin Jika dia jodohmu suatu saat Dia akan kembali lagi padamu... " ucap Lala


" Kalau dia bukan jodohku " ucapnya


" Yakin saja Alloh akan memberikan jodoh yang terbaik untukmu ... meskipun bukan Ehan " ucap Lala


" Sudah kamu jangan cengeng... jelek liatnya " ucap Lala sambil terseyum


" Iya... " ucapnya mencoba terseyum


" Makasih ya La... " ucap Rena


" Sama-sama " ucap Lala

__ADS_1


Merekapun segera bersiap belajar kembali karena bel sudah berbunyi tanda semua murid harus pergi ke kelasnya masing-masing dan mengikuti pelajaran dari sang Guru.


__ADS_2