Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 34


__ADS_3

Semenjak kejadian itu Rena tak pernah lagi menemui Ehan, bukan karena apa-apa iya hanya sedang menuruti apa yang dikatakan Lala. meskipun kadang iya melihat Ehan diam-diam tanpa diketahui Ehan.


Kini sudah beberapa bulan Ehan tidak melihat Rena, iya pun menjadi heran dengan sikap Rena padanya menjadi dingin. namun dia terlalu gengsi jika harus mengatakan itu padanya.


Hari ini iya seperti biasa berkumpul dengan teman-teman dikantin sekolah. Mereka makan bersama sambil berbincang-bincang disana.


" Ehan... kenapa kamu kaya orang yang bingung... " Ucap Satria melihat tingkah sang teman baiknya


" Ga... aku hanya nyariin kemal " ucap Bohongnya


" Nyariin Kemal apa kemal " ucap Farel


" Ya... kemal lah siapa lagi " ucap Ehan


" Kirain nyariin Rena " ucap Satria


" Ngamur kamu " ucap Ehan


" Iya nih... beberapa bulan ini aku ga pernah liat Rena nyamperin kamu lagi " ucap Farel


" Jangan-jangan dia sudah punya pacar baru dan bosen sama kamu " ucap Satria


" Masa sih " ucapnya


" Ya... dia jadi galau " ucap Satria


" Ga... aku ga galau " ucapnya


" Kamu tuh.. tinggal siap-siap kena karmanya " ucap Farel


" Ih Abang apaan sih " ucap Ehan mengelak


" Kalian kenapa sih... ko ketawa ga ajak-ajak kami " ucap Kemal bersama Haikal dan Dandi


" Heem nih... " ucap Kemal


" Emang ada apaan sih " ucap Dandi


" Ga ada apa-apa " ucap Ehan


" Oh iya Han... besok kamu ujian Nasional... semoga suksesnya " ucap Kemal


" Iya bener tuh Han... pasti kamu bisa " ucap Haikal


" Makasih semangat nya... " ucap Ehan


Tak sengaja Ehan pun melihat Rena yang sudah membungkus makananya. iya tampak heran dan mencoba mengejarnya


" Aku ke toilet dulu ya guys... " ucap Ehan buru-buru keluar dari sana


" Kenap Ehan " tanya Satria


" Entahlah "


" Mungkin dia tegang besok harus mengerjakan ujian nasional... " ucap Kemal

__ADS_1


" Mungkin saja " ucap Satria.


Sementara itu Ehan tampak mengejar Rena dengan terburu-buru. iya pun akhirnya bisa menghentikan langkah Rena tanpa memangil namanya.


" Tunggu " ucapnya memegang tangan Rena


" Ehan " ucapnya kaget


" Dia membeli makanan Dua bungkus... untuk siapa... tidak seperti biasanya... apa yang dikatakan Satria dan abang benar kalau Rena punya lagi pacar " batin Ehan heran


" Ehan.. ada apa... kamu nyari aku " ucap Rena dingin meskipun dalam hatinya senang


" Em... em...aku harus ngomong penting sama kamu " ucap Ehan


" Boleh... silahkan mau ngomong apa " ucapnya


" Dia cuek sekali padaku tidak seperti biasanya... " batin Ehan mulai kesal


" Besok aku akan mengikuti ujian nasional " ucap Ehan


" Terus " ucap Rena


" Benar-benar cuek padaku " keluh nya salah hati


" Sepertinya hubungan kita tidak bisa dilanjutkan... karena aku harus fokus belajar untuk mengikuti Ujian nasional dan bisa masuk SMP negri favorit yang aku sukai " ucap Ehan mau lihat ekspresi Rena


" Tahan Rena... sabar ga boleh nangis didepan Ehan " batin Rena


" Mungkin yang terbaik seperti itu... semoga kamu sukses ujiannya dan bisa keterima di SMP negri favorit yang kamu sukai.. " ucap Rena hendak pergi namun tangannya ditahan Ehan kembali


" Maafkan aku... jika selama ini aku selalu cuek padamu... Kita masih bisa berteman kan " ucap Ehan


" Tapi... tapi... " ucap Ehan


" Jika sudah tidak ada yang mau dibahas ... Saya permisi " ucap Rena melangkah pergi namun Ehan hanya terdiam dan tak berbicara sepatah katapun


Kini Ehan kembali ke kantin bersama teman-teman dengan wajah kusutnya. sementara Rena sedang memeluk Lala, iya ingin menangis dan menumpahkan perasaannya namun pasti Lala akan memarahinya . Iya pun menyembunyikannya dalam hatinya


" Ren ada masalah wajah kamu sepertinya sedang sedih " ucap Lala


" Aku akan pindah sekolah setelah ujian semester Minggu depan " ucapnya


" Loh kenapa " ucap Lala heran dengan tingkah Rena


" Ga papah... aku akan tinggal di pesantren bersama Ayahku " ucapnya sedih


" Kenapa kamu ikut sama Ayah kamu... bukannya kamu ga suka di pesantren " ucap Lala


" Aku akan mencoba tinggal disana.. percuma aku tinggal disini juga... mamih tak pernah ada untukku dia selalu sibuk dengan kerjaan ya... " ucap Rena


" Tapi Ren... kamu yakin akan pindah ke pesantren... Disana kan jauh berbeda dengan kehidupanmu disana.. " ucap Lala


" Ga papah... aku mau belajar lebih mendekatkan diri sama Allah dan ayah.. " ucap ya


" Apa Ehan tau kamu akan pindah " tanya Lala

__ADS_1


" Ga tau... "


" Kenapa kamu ga ngasih tahu padanya " ucap Lala


" Untuk apa... aku sudah tidak mau berharap lagi... aku ga mau cinta-cintaan aku mau Fokus belajar aja " ucap Rena dengan wajah yang semakin sedih


" Kamu sudah putus sama Ehan " tanya Lala sambil memeluk Rena


" Sudah " tanpa sadar air mata Rena pun keluar


" Sudah ya jangan nangis... Ada aku yang selalu menemanimu dalam suka dan duka " ucap Lala mencoba menenangkanya dan menghapus air matanya


" Apa Kamu mau ikut aku ke pesantren " tanya Rena melepaskan pelukannya lala


" Kayanya ga deh " ucap Lala sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya


" Dasar ... katanya selalu akan selalu menemanimu dalam suka dan duka " ucap Rena mulai terseyum kembali


" Kecuali itu... aku ga mau jauh-jauh dengan mamih dan papih ku... " ucapnya sambil terseyum senang


Merekapun segera bersiap belajar kembali karena bel sudah berbunyi tanda semua murid harus pergi ke kelasnya masing-masing dan mengikuti pelajaran dari sang Guru.


.


...****************...


.


Sementara Ehan sekarang sedang termenung. iya jadi kurang bersemangat. namun iya tak bisa menceritakannya pada sang Abang.


Sang guru pun sudah datang kekelas dan memberikan kisi-kisi tentang soal ujiannya besok


" Kenapa kamu " bisiknya farel


" Ga papah ko Bang " ucapnya mencoba cuek


" Tapi Ko Abang merasa beda... sejak tadi kamu diam saja .. tidak seperti biasanya " ucap Farel merasa aneh


" Ga papah... aku hanya sedang.... ingin serius aja dan Fokus sama ujian besok " ucapnya berbohong


" Biasanya juga ga pernah belajar " cibir Farel


" Bang... " Tanya Ehan


" Kenapa " jawab Farel


" Abang Sekolah SMP nya mau dimana " tanya Ehan mengalihkan pembicaraan


" Sekolah SMP negri favorit aku... " ucap Farel


" berarti kita sama... Aku juga mau Kesana " ucap Ehan sambil terseyum


" Ehan... Farel.. jangan mengobrol " sang guru pun menengurnya


" Iya Bu " ucap Mereka

__ADS_1


Merekapun memperhatikan sang guru menjelaskan tentang kemungkinan-kemungkinan soal ujian yang akan keluar besok.


Sang guru pun menerangkan dengan sangat teliti tentang pelajaran itu, Semua murid terlihat sangat memperhatikan sang guru tanpa ribut, bahkan dengan khusu.


__ADS_2