Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 21


__ADS_3

" Agh...... " teriak Leo menoleh pada seseorang yang menjewer ya


" Oma, kebiasaan nih sakit tau " rengeknya


" Kalo tidak begitu Kau susah bangun " ucap ketusnya


" Cepat mandi, lalu bersiap-siap untuk makan malam " lanjutnya


" Baik Oma, tapi dimana Sisil " tanyanya


" Sisil lagi dibawah, cepat mandi jangan banyak alasan " ucap dengan wajah sinis ya


Leo masuk kedalam kamar mandi dan segera membasuh tubuhnya. Setelah selesai ia segera turun kebawah menuju ruang makan, disana sudah lengkap hanya tinggal menunggu dirinya.


" Lama sekali Kau, bahkan mandi mu seperti seorang gadis " Omel sang Oma


" Oma, mandi juga kan harus bersih... ga asal basah aja " belanya


" Sudah-sudah Kita sekarang makan, jangan ribut " ucap sang Ayah


Merekapun menikmati makanannya dengan lahap terutama Leo ia sampai menambahkan nasinya menjadi 2 piring, begitupun anggota keluarga lain


" Oma, enak sekali makanan ini... Kau beli dimana " ucapnya menghabiskan makanan


" Ini bukan beli tapi buatan istrimu " ucap sang Oma


" Apa " ucap kagetnya


" Wah Nak, Kamu pintar masak juga ya, Ayah jadi ga sabar makan masakanmu tiap hari " ucapnya sambil tersenyum


" Ayah tenang saja Aku pasti buatkan makanan tiap hari " ucapnya senang

__ADS_1


" Tunggu....sejak kapan Kau gendut bisa masak " ucap keceplosan nya


" Aw... Oma kenpa menjewer ku lagi " rengeknya


" Tidak sopan pada istri bilang gendut.. Hah " omelnya


" ups... Maaf Oma keceplosan " ucapnya sambil menutup mulutnya dengan tangan


" Tidak apa Oma lepaskan jewerannya kasihan Mas Leo " ucap lembutnya


" Sisil bagaimana kalo Ayah buatkan Kamu Restoran, dengan masakanmu seperti tadi Ayah yakin usahamu akan berkembang pesat... " ucap sang Ayah mertua


" Tapi... Ayah... Aku harus meminta izin terlebih dahulu pada suamiku " ucapnya menatap Leo


" Ide yang bangus juga sih.. biar si Salsa dan nene lampir kebakaran jengot " batin Leo


" Aku setuju, tapi nanti setelah beres kami bulan madu " ucapnya


" Kami akan bulan madu ke belanda selama sebulan Oma " ucapnya


" Lama sekali satu bulan " ucap heran sang Oma


" Kita disana bukan hanya bulan madu namun Leo akan mengatasi perusahaan cabang Kita yang sedang bermasalah disana " ucapnya


" Yasudah kalo begitu, Oma mau kekamar dulu Sisil Ayo temani Oma " ajaknya


" Baik Oma " ucapnya memeluk tangan Oma


...****************...


Oma dan Sisil tiba dikamar Oma, kamar yang rapi bersih serta wangi

__ADS_1


" Sini Nak, Oma akan memberikanmu sesuatu " mengambil sebuah kotak


" Tidak usah Oma " menghampiri sang Oma


" Tidak nak, berkat dirimu rumah ini menjadi hangat kembali, pilihlah satu " ucapnya menyodorkan kotak yang ternyata berisi berbagai macam kalung


" Tapi.. Oma apa ini tak berlebihan " ucapnya


" Tidak sayang, cepat pilih satu " ucap sang Oma


" Aku suka yang ini Oma " menunjukannya ke Oma


" Pilihan yang bagus sayang, ini terlihat sederhana namun elegan itu harganya seharga mobil mewah " godanya


" Kalo begitu Aku tidak jadi Oma, Aku tak bisa menerimanya " tolaknya


" Kenapa " tanya heran sang Oma


" Itu terlalu mahal Oma " jawabnya malu-malu


" Ya ampun Sisil, kamu sekarang sudah jadi istri Leo barang-barang mahal akan lekat ditubuh mu bahkan baju yang Kau pakai sekarang tidak semua toko jual " ucap kesalnya dengan kelakuan cucu menantunya


" Maaf Oma, Sisil tidak tahu, bahkan dari rumah saja Sisil tidak bawa sepeserpun baju " ucapnya dengan nada sedih


" Kamu pantas mendapatkan kemewahan ini, kamu gadis yang baik jadi Kau akan dikelilingi orang-orang yang baik pula " mengusap rambut Sisil


" Sekarang Kau pergi tidur, apapun yang terjadi Kau tak boleh melepaskannya, paham " ucap tegasnya


" Baik Oma " Sisil segera pergi dari kamar Oma dan beristirahat dikamarnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2