
" Agh...... " teriak Leo menoleh pada seseorang yang menjewer ya
" Oma, kebiasaan nih sakit tau " rengeknya
" Kalo tidak begitu Kau susah bangun " ucap ketusnya
" Cepat mandi, lalu bersiap-siap untuk makan malam " lanjutnya
" Baik Oma, tapi dimana Sisil " tanyanya
" Sisil lagi dibawah, cepat mandi jangan banyak alasan " ucap dengan wajah sinis ya
Leo masuk kedalam kamar mandi dan segera membasuh tubuhnya. Setelah selesai ia segera turun kebawah menuju ruang makan, disana sudah lengkap hanya tinggal menunggu dirinya.
" Lama sekali Kau, bahkan mandi mu seperti seorang gadis " Omel sang Oma
" Oma, mandi juga kan harus bersih... ga asal basah aja " belanya
" Sudah-sudah Kita sekarang makan, jangan ribut " ucap sang Ayah
Merekapun menikmati makanannya dengan lahap terutama Leo ia sampai menambahkan nasinya menjadi 2 piring, begitupun anggota keluarga lain
" Oma, enak sekali makanan ini... Kau beli dimana " ucapnya menghabiskan makanan
" Ini bukan beli tapi buatan istrimu " ucap sang Oma
" Apa " ucap kagetnya
" Wah Nak, Kamu pintar masak juga ya, Ayah jadi ga sabar makan masakanmu tiap hari " ucapnya sambil tersenyum
" Ayah tenang saja Aku pasti buatkan makanan tiap hari " ucapnya senang
__ADS_1
" Tunggu....sejak kapan Kau gendut bisa masak " ucap keceplosan nya
" Aw... Oma kenpa menjewer ku lagi " rengeknya
" Tidak sopan pada istri bilang gendut.. Hah " omelnya
" ups... Maaf Oma keceplosan " ucapnya sambil menutup mulutnya dengan tangan
" Tidak apa Oma lepaskan jewerannya kasihan Mas Leo " ucap lembutnya
" Sisil bagaimana kalo Ayah buatkan Kamu Restoran, dengan masakanmu seperti tadi Ayah yakin usahamu akan berkembang pesat... " ucap sang Ayah mertua
" Tapi... Ayah... Aku harus meminta izin terlebih dahulu pada suamiku " ucapnya menatap Leo
" Ide yang bangus juga sih.. biar si Salsa dan nene lampir kebakaran jengot " batin Leo
" Aku setuju, tapi nanti setelah beres kami bulan madu " ucapnya
" Kami akan bulan madu ke belanda selama sebulan Oma " ucapnya
" Lama sekali satu bulan " ucap heran sang Oma
" Kita disana bukan hanya bulan madu namun Leo akan mengatasi perusahaan cabang Kita yang sedang bermasalah disana " ucapnya
" Yasudah kalo begitu, Oma mau kekamar dulu Sisil Ayo temani Oma " ajaknya
" Baik Oma " ucapnya memeluk tangan Oma
...****************...
Oma dan Sisil tiba dikamar Oma, kamar yang rapi bersih serta wangi
__ADS_1
" Sini Nak, Oma akan memberikanmu sesuatu " mengambil sebuah kotak
" Tidak usah Oma " menghampiri sang Oma
" Tidak nak, berkat dirimu rumah ini menjadi hangat kembali, pilihlah satu " ucapnya menyodorkan kotak yang ternyata berisi berbagai macam kalung
" Tapi.. Oma apa ini tak berlebihan " ucapnya
" Tidak sayang, cepat pilih satu " ucap sang Oma
" Aku suka yang ini Oma " menunjukannya ke Oma
" Pilihan yang bagus sayang, ini terlihat sederhana namun elegan itu harganya seharga mobil mewah " godanya
" Kalo begitu Aku tidak jadi Oma, Aku tak bisa menerimanya " tolaknya
" Kenapa " tanya heran sang Oma
" Itu terlalu mahal Oma " jawabnya malu-malu
" Ya ampun Sisil, kamu sekarang sudah jadi istri Leo barang-barang mahal akan lekat ditubuh mu bahkan baju yang Kau pakai sekarang tidak semua toko jual " ucap kesalnya dengan kelakuan cucu menantunya
" Maaf Oma, Sisil tidak tahu, bahkan dari rumah saja Sisil tidak bawa sepeserpun baju " ucapnya dengan nada sedih
" Kamu pantas mendapatkan kemewahan ini, kamu gadis yang baik jadi Kau akan dikelilingi orang-orang yang baik pula " mengusap rambut Sisil
" Sekarang Kau pergi tidur, apapun yang terjadi Kau tak boleh melepaskannya, paham " ucap tegasnya
" Baik Oma " Sisil segera pergi dari kamar Oma dan beristirahat dikamarnya.
Bersambung.....
__ADS_1