
Yesi dan Sisil pun pamit kepada Bu ida untuk segera pulang ke mansionnya, Yesi pun menaiki Taksi bersama Sisil. Selama perjalanan pun Mereka terjebak Macet, namun ada hal konyol yang dilakukan Yesi.
" Aduh... Panas.. macet pula " keluh Yesi
" Sudah lah... jangan mengeluh "
" Ini masih lama ga sih pa " oceh-nya
" Tidak Tau Non... macetnya panjang mundur atau maju juga ga bisa " ucap Sang Supir
" Sil.. Aku haus " ucapnya
" Tuh.. Disana dipinggir trotoar itu ada tukang jualan minuman dingin.. " ucap Sisil
" Mana... wih benar Sil.. Aku jadi mau.. Aku pergi kesana ya... Oh ia Kamu mau nitip " ucap Yesi
" Aku satu aja " ucap Yesi
" Ok... " ia melangkah pergi membeli sesuatu
Setelah selesai ia langsung menuju Taksi yang ditumpangi Sisil yang kebetulan masih terjebak macet
" Nih Sil... " ucap Yesi
" Makasih.. " ucap Sisil langsung meminumnya dan kemudian ia melirik Yesi betapa kagetnya saat ia melihat beberapa kantong plastik yang dibeli Yesi
" Uhuk. Uhuk.. "
" Pelan-pelan ga akan ada yang meminum minumannya.. Orang Kita sama Beli " ucap Yesi yang masih mengunyah makananya
" Astaga.. Yesi... Kamu beli apa sebanyak itu.. " ucap Sisil
" Ini ada Rujak, ada gorengan, minuman, snack-snack " ucapnya sambil tersenyum
" Kamu ga Salah Yesi... Dirumah Mamahku tadi Kamu habis 1 tobles sedang berisi keripik... terus sekarang.. ini banyakanya... Kamu ga salah " ucapnya heran
" Sisil ko gitu... Ga boleh Yesi makan ya " ucapnya dengan wajah sedih
" Bukan begitu... heran aja... dengan Kamu seharian ini " ucapnya
" Sisil ga suka ya Kalo Yesi makan... " ucapnya meneteskan Air matanya
" Yesi kenapa ya... dia Ko jadi lebih sensitif dan makan terus " batin Sisil
" Kamu boleh Makan Ko... aku ga larang... " ucapnya menghapus air mata Yesi
" Kalo Yesi makan Sisil juga harus makan nih... makan gorenganya " meyodorkan plastik berisi gorengan
" Tidak... Aku sudah kenyang " tolak Sisil
" Tuh kan Sisil marah Sama Aku jadi ga Mau makan makananku " ucapnya kembali meneteskan air matanya
" Yaudah Nih Aku makan... Kamu jangan sedih lagi... " ucap Sisil
" Hore.. Sisil Samaan Sama Yesi.. Makan gorengan " ucapnya sambil kegirangan
" Yesi benar-benar Aneh " batin Sisil
Merekapun memakan gorenganya dan Mobilpun kembali lancar setelah Polisi melancarkan Lalu lintas kembali.
.
...****************...
.
Lalu mereka pun segera sampai di Mansion, Yesi dan Sisil pun turun dari Taksi segera masuk kedalam. disana terlihat Natali yang sedang duduk di depan Televisi.
" Dari mana Saja You... Keluyuran terus " bentak Sang Momi mertua
" Maf Momi... Aku tidak keluyuran.. Aku baru pulang dari rumah Mamah " jelaskannya
__ADS_1
" Ah... Alasan... " bentaknya lagi
" Maaf Tante ... Anda tidak boleh membentak Sisil karena yang diucapkan Sisil memang benar dan Aku ikut bersamannya " belanya
" Diam Kamu " ucap Natali membuat Yesi kesal
" Sekarang You bikin makan malam buat nanti.. " ucap Natali
" Ani... Ani... " ucap Natali
" Ia Nyoya... "
" Sisil akan membuat makan malam Dan You ga boleh bantu Dia " Titah Natali
" Baik Nyoya .. " ucap Ani
" Sekarang You ...Sisil kedapur " usirnya
" Ia Momi... " ucap Sisil pasrah
Sisil dan Yesi pun segera kedapur untuk memasak, Yesi tampak khawatir dengan apa yang dilakukan Sisil
" Sil... Biar Aku saja yang memasak " tawar Yesi
" Tidak Apa-apa ko Yesi... Kamu jangan khawatir " ucap Sisil sambil terseyum
Lalu kemudian Sang Momi mertua datang untuk melihat Sisil memasak, karena ia belum tau jika Sisil jago masak
" Jangan banyak ngobrol cepat... memasak " titahnya
" Yesi... Kamu duduk disini " ucap Natali
Dengan terpaksa Yesi pun duduk disana dan melihat Sisil memasak
" Maafkan Aku Sil.. " batin Yesi sedih
Sisil segera membawa sayuran lalu ia potong-potong, lalu ia juga tak lupa membersihkanya lalu dimasaklah sayuran tersebut, lanjutnya kemakanan kedua sampai lima masakan yang ia buat.
" Selesai... " ucap Sisil
" Siapkan Disini... " titahnya menunjuk kemeja makan
" Aduh... Aku lelah sekali... " batin Sisil
Lalu dengan langkah yang pelan ia meletakan makananya kemeja makan, namun saat makanan terakhir ia tidak kuat lagi sehingga membuat ia tak seimbang dan mau jatuh. Untung dengan sigap Leo menahanya dan Sisilpun tak jadi jatuh.
" Sayang Kamu kenapa wajahmu Pucat begitu... dan ini.. maksudnya apa " tanya Leo dengan panik
" Em... ini Mas.. " ucap Sisil terpotong
" Ani... Ani... " teriakan Leo
" Ia.. Tuan " ucap Gugupnya
" Kamu Saya pecat " ucap Leo
" Ta.. Tapi... Kenapa Tuan " ucapnya ketakutan
" Kamu berani membiarkan Istriku memasak... tanpa melarangnya... jangan-jangan Kamu sudah Tak betah bekerja " ucp Leo marah
" Maafkan Saya Tuan... Saya.. hanya... " ucapnya terpotong
" Momi Suruh Sisil memasak memangnya kenapa " ucap Sang Momi
" Momi... Aku ga Suka ya Momi berbuat seenaknya pada istriku " bentak Leo
" Leo Kamu berani bentak Momi " ucapnya heran
" Momi sudah keterlaluan... istriku sedang Hamil... Jika terjadi apa-apa dengan Baby Ku bagaimana... " ucapnya Kesal
" Leo... Momi tidak setuju Jika kamu menikahi Sisil... Momi lebih suka You sama Catrine " ucapnya
__ADS_1
" Terserah Momi... yang jelas.. Aku mencintai Sisil dan sampai kapanpun Aku takan meninggalkan Sisil " ucap Leo
" Yu Sayang Kita pergi dari sini " ucap Leo menggandeng Sang Istri
" Tapi... Tapi Mas... " ucap Sisil
Sisil dan Leo pun segera pergi dari sini sementara Renalpun membawa Yesi pulang. Natali terlihat sedirian di meja makan
Lalu datang Oma dan Marco menghampiri Natali dan langsung memakan makanan yng ada di meja makan tersebut.
" Sepertinya Enak " ucap Oma memasukan makananya kedalam piring
" Leo sama Sisil kemana " tanya Marco
" Pergi " ucap Natali singkat
Marco pun menyantap makananya namun ia heran rasa pada makanannya seperti buatan Sisil.
" Enak ya.. Seperti masakan Sisil... " ucap Oma
" Mungkin Kita terlalu kangen dengan masakan Sisil " ucap Marco
" Itu memang Sisil yang masak " ucap Natali membuat mereka kaget
" Apa " ucap Serentak Sang Oma dan Marco
" Kenapa kalian berisik " ucap Natali
" Kamu tega sekali membuat Cucuku memasak... Dia kan sedang hamil besar " bentaknya
" Oma juga bentak Saya " ucapnya heran
" Kamu keterlaluan Nat... Aku Kira You dah berubah.. ternyata sama Aja.. jahat... " ucap Marco
" Apa salahnya Jika Saya menginginkan Catrine sebagai menantuku bukan Sisil " ucapnya
" Jangan Sampai Leo meninggalkan rumah dan memilih tinggal diapartemen " batin Sang Oma
" Sisil yang terbaik untuk Leo... Dan Leo sangat mencintanya... " Ucap Sang Oma
" Sebaiknya Kamu pulang dari sini... pulang sana ke negaramu... " usir Oma
" Lagian Kamu juga sudah menceraikanku.. untuk apalagi kamu datang kesini " ucap Marco kesal
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...
Tapi tenang Ada Oma dan Sang mertua yang akan selalu mendukungnya...
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁