
Kini hari semakin malam, Oma dan Marco sekarang sudah pergi pamit pulang karena mereka rasa Semuanya sudah baik-baik saja.
" Sil Kami pulang dulu " ucap Sang Oma
" Iya Oma... Ayah... maksih ya sudah ada selama ini untuk Sisil " ucapnya memeluk sang Oma
" Sama-sama sayang " ucap Sang Ayah mertua.
" Kamu harus bahagia Nak... semuanya sudah baik-baik saja " ucap Sang Oma sambil tersenyum
" Ia Oma " ucap Sisil
Merekapun segera pergi dari sana menuju Mansionnya. Ada perasaan Lega dan bahagian di hati mereka.
.
...----------------...
.
Sedangkan Yesi dan Renal kini ia pun sudah beristirahat didalam Apartemen nya, ia sangat menyayangi Salsa hingga beberapa hari dirumah sakit ia selalu mendampinginya dan rela bulak balik antara apartemen dan rumah sakit yang kebetulan tidak jauh dari apartemen nya. untungnya Baby Yesi sangat pengertian ia tak rewel selama dirumah sakit.
" Sayang... pijitin... kakiku " ucap Yesi manja
" Iya Sayang... " ucapnya
" Ih... jangan keras-keras... mau Istrinya memar-memar apa... udah ga sayang istri ya ... " omelnya
" Ih Sayang Ko pelan banget ... ga ikhlas apa diminta tolong sama istri mu " ucapnya kesal
" Sayang bukan begitu... " ucap Renal terpotong
" Ya udah lagi " titah Yesi
" Sebelah sini... "
" Yang ini juga aja ... "
" Ih.. jangan yang itu..."
" Yang ini nih... "
" Jangan lambat dong... "
" Jangan cepet-cepet "
" Gimana Sih... yang ini tau... "
" Mas ini gimana Sih... salah terus... " ucap Yesi kesal
" Nak Ayahmu udah ga sayang Kita... ga pengertian sama Mamah... Kamu jangan sedih ya didalam perut mamah... cukup mamah yang sedih aja " ucap Sisil meneteskan air matanya sembari mengusap-usap perutnya
__ADS_1
" Nasib... Nasib... gini amat... serba salah... lebih baik Aku diam aja " batin Renal
" Kenapa ga jawab... Kamu jahat mas... " ucap Yesi menangis kencang seperti anak kecil
" Diam juga Salah... Aku harus bagaimana... apakah Tuan Leo dulu merasakan hal yang Sama.. Aku harus tanya sama Tuan... siapa tau Tuan bisa memberikan Solusi pada Saya " batin Renal
" Sayang... jangan marah... " ucap Renal memeluk Yesi
" Lepaskan Mas... " ucap Yesi
Itulah semua keluh kesah Yesi, entah yang kenapa yang dilakukan Renal selalu salah atau memang Renal yang tidak bisa mijat. Renal hanya bisa mengusap dada sembari sabar dan selalu menuruti kemauan sang istri.
.
...----------------...
.
Salsa dan Pa Anwar pun sedang dalam perjalanan menuju kerumah nya namun Salsa minta di Antarkan ke apartemen nya Karena ia tidak mau pulang kerumah selama Sang Mamah tidak merestui Salsa dan Ujang.
" Sayang, Kamu pulang ya kerumah ya " ucap Sang Papah
" Ga papah... Selama mamah belum bisa terima Ujang... aku ga mau pulang " ucap Salsa
" Tapi kan Papah sudah merestui Kamu... " ucap Sang Papah
" Papah tau kan cerewet dan Rewelnya Mamah jika apa yang menjadi keinginannya tidak kita lakukan " ucap Salsa sambil tersenyum
" Maafkan Salsa Pah... Sebenarnya Salsa juga ga mau menentang Kalian.. terutama Mamah namun Salsa sudah besar... sudah bisa menentukan yang terbaik buat Salsa.. " jelaskannya
" Papah percaya akan pilihanmu... Papah juga suka dengan kepribadian Ujang... Dan papah juga Suka cara Ujang merubah pola pikir kamu "
" Papah Mau kan jadi Wali aku ketika aku menikah... nanti " Lirih Salsa
" Itu sudah menjadi kewajiban Papah untuk mendampingi Anak papah ini... " ucap Sang Papah membelai rambut Salsa
" Makasih Pah... Aku sayang Papah selamanya " ucap Salsa sambil tersenyum
" Papah akan coba buat Kamu dan Ujang direstui Mamah " ucap Sang Papah
" Makasih Pah... Salsa sangat bahagia... Dulu Salsa suka syirik sama Sisil karena Sisil lebih bisa dekat dengan Papah.. sedangkan Aku " ucapnya menusukan kepala
" Sebenarnya Papah tidak pernah membeda-bedakan kalian. Baik Kamu atau Sisil... Papah sayang Kalian karena kalian adalah Anak papah.. " ucapnya tersenyum pada Salsa
" Cara didik Papah ke kamu dan Sisil beda.. Papah hanya tidak mau Kau jadi jahat manja dan seenaknya sendiri karena Mamah dari dulu selalu memanjakan mu dibanding Sisil... mungkin cara Papah sedikit keras... maafkan Papah iya.. " ucap Sang Papah
" Sebenarnya cara didik Papah sudah benar namun akunya saja yang tidak mau mengerti... sekarang Ujang sudah merubah cara pikirku ... apa Salah Jika aku mau bersama orang yang mau Nerima aku apa adanya... meskipun Ujang miskin... tapi hatinya sungguh baik " ucap Salsa meneteskan air matanya
" Yang penting kejadian yang Dulu-dulu Kamu tidak lakukan lagi... jadikan itu sebagai pembelajaran... " ucap Sang Papah menghentikan mobilnya dan memeluk sang Anak
" Makasih ya pah... sudah mengerti Aku... dan memaafkan semua kesalahan Aku selama ini " ucap Salsa membalas pelukan sang Papah
__ADS_1
" Ya udah.. Kamu turun sudah sampai..Kamu istirahat.. Besok Papah akan ajak Kamu ke rumah sakit lagi bertemu dengan ponakan mu dan Sisil " ucap Pa Anwar
" Ga papah Pah... Aku besok Kesana diantar Ujang.. " ucapnya sambil tersenyum dan membuka pintu mobilnya
" Aku pamit ya pah... papah hati-hati dijalan " ucapnya mencium tangan sang Papah
Salsa pun segera melangkah menuju Apartemennya. dengan suasana sangat senang untuk hari ini meskipun Oma dan Yesi masih ketus padanya namun ia sangat senang karena Sisil dan sang Papah sudah memaafkannya.
.
...****************...
.
Sekarang Sisil pun sudah terlelap dalam tidurnya sedangkan Leo masih memandangi wajah sang istri. ternyata yang dulunya ia sangat membenci Sisil dalam sekejap ia pun bisa berubah menyayangi Sisil.
Bukan karena Sang istri sudah berubah menjadi cantik dan langsing. tapi karena pada awalnya ia sudah menyukai Sisil namun tak berani mengatakannya karena perasaanya masih membenci Salsa yang tak lain adalah Kaka dari sang istri
" Aku sangat... sangat mencintai mu istriku... " ucapnya mencium kening sang istri
" Semoga tidak ada lagi masalah di keluarga kecil kita sayang... terima kasih sudah mau mengandung anakku.. dan mau merawatnya.. Kau sungguh beda dengan wanita yang lain... terutama ibuku.. " ucapnya menyentuh wajah Sisil
" Aku akan lakukan apapun itu agar Kau bahagia... karena sebagian semangatku ada pada dirimu dan Ketiga anakku.. " ucapnya kini membelai rambut Sisil
" Selamat Tidur sayang... mimpi indah... " ucapnya melangkah menuju Sofa rumah sakit. Ia pun segera berbaring disana.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...
So... Ikuti terus kisahnya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁