Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 25


__ADS_3

Mereka sudah sampai di rumah Satria, merekapun segera memencet bel,


Ting .. Tong... Ting... Tong ..


" Satria... Satria... " ucap Ehan


Ceklek,,


" Ada apa ini ribut " ucap Yesi


" Ada satria nya " ucap Ehan


" Jam segini Satria tidak boleh main harus tidur siang dulu " ucap Sang mamah Yesi


" Loh ko tidur siang... kaya anak kecil aja " cibir Farel


" Emang kamu merasa udah gede apa " ucap Yesi sinis


" Siapa mah " ucap Satria tiba-tiba datang


" Nih temen-temenmu " ucap Yesi


" Kalian " ucapnya senang karena iya sedang tidak mau tidur siang


" Yu main " ajak Ehan


" Ga boleh " ucap Yesi


" Tapi mah.. aku mau main sama mereka " ucap Satria


" Ayo cepat masuk kedalam dan tidur siang " ucap sang mamah


" Aku ga mau " ucapnya ngambek


" Ya udah deh Mamah Yesi kami pamit " ucap Ehan memberi kode pada satria


" Ok... hati-hati dijalan " ucap Yesi


Ehan dan Farel pun melajukan sepedanya dengan pelan-pelan. lalu tidak disangka Satria langsung berlari tak menghiraukan perkataan sang mamah.


" Hey... Satria..... Satria " teriakan sang mamah


.


...****************...


.


Satria kini membonceng Ehan, merekapun seger menemui teman-teman yang sudah janjian di depan gerbang sekolah.


Disana terlihat sudah ada Haikal, kemal, Dandi dan Rena. merekap menunggu Ehan dan Farel sejak tadi


" Kalian yang telat " ucap Kemal


" Maaf... nih... mamahnya rewel " ucap Ehan menunjuk satria


" Maaf.. maf... " ucap Satria


" Kamu yakin mau main sama si kemal... dia kan benci sama kamu " bisik satria


" Udah... jangan pikirkan permusuhan... kita akan jadi teman " ucap Ehan


" Aku ga mau terjadi sesuatu yang buruk " ucap Satria


" Aku jamin... ga akan kaya begitu " ucap Ehan


" Kalian simpan sepedanya di sekolah aja ya... kan ada satpam yang jaga " ucap Ehan


" Siap " ucap Mereka


Merekapun segera menuju halaman sekolah dan menitipkan sepedanya kepada satpam sekolah.


Mereka segera menuju belakang sekolah yang masih ada sawah meskipun dikota.


" Kita lupa ya ga bawa ember " ucap Ehan


" Kita pakai kresek aja... " ucap Ehan

__ADS_1


" Botol juga bisa " ucap Satria


" Kalau botol ada di mobilku " ucap Rena


Rena pun membawa botol kosong karena airnya iya tumpahkan dan satu kardus untuk menampung sendal mereka.


Merekapun akhirnya berjalan di pinggir sawah tanpa mengunakan alas kaki. ini pertama bagi Kemal, Haikal Dandi dan Rena.


" Ehan ini bagaimana Caranya " ucap Kemal


" Begini caranya....kalian paham " ucap Ehan mengajarkan mereka mencari belut dan menangkapnya.


" Ehan.. tungguin aku.." ucap Rena


" Cepetan sini.. jangan pakai sendal... lepas aja sendalnya masukin Kardus kaya kita "


" Tapi Aku Ga mau... ini jijik sekali " ucap Rena


" Ayolah " ucap Farel


" Tapi... aku belum pernah kaya begini " ucap Rena


" Kalau kamu ga mau ikut kami... sebaiknya kamu pulang " cibir Ehan


" Ehan Ko ngomongnya gitu sama Rena " ucapnya kesal


" Makanya Ayo " ucap Ehan


" Tapi... tapi..." ucap Rena terpotong karena Satria menarik tanganya


" Pelan-pelan Ehan.. aku takut jatuh " ucapnya


" Aduh... kamu itu... Makanya jangan ikut kalau Kau takut jatuh dan lumpur " cibir Farel


" Aku bukan takut lumpur ... Tapi jijik lumpur " ucapnya


" Ehan ini cacing kaya atau belut " ucap Kemal menyodorkan Cacing kepada Ehan


" Bukan itu cacing biasa " ucap Ehan dengan kesal


" Kalau Ini cacing besar... Apa ini belum " ucap Haikal membawa belut kedahapan Ehan


" Itu belut... kamu hebat " puji Ehan


" Hore aku menang " ucap Haikal


" Rena kamu boleh Pegang dulu aku mau masukin pada botol ... " ucap Haikal


" Aku ga mau... Aku jijik " ucap Rena


" Kalau begitu satria Ayo pegang " ucapnya kekeh


" ga Mau... " Satria pun lari terburu-buru akhirnya dia terjatuh kedalam lumpur apalagi mukanya penuh dengan lumpur


" Hahahaha " ucap mereka menertawakan


" Astaga sampai kotor begini... pasti mamah Yesi marah padaku " ucap Satria sambil menangis


" Sudah.. nanti ku pinjami baju untukmu " ucap ehan


" Itu cacingnya gede banget " ucap Kemal


" iya kaya Moster cacing... " ucap Satria


" Kamu benar... " ucap Kemal


" itu mah bukan moster cacing tapi belut... enak loh kalau dimakan..." ucap ehan


" Terus siapa yang mau masak " ucap Satria


" Kita bawa aja kerumah ku... biar bundaku yang memasaknya... bundaku kan jago masak " Ucap Ehan


" Oke lah kalau begitu " ucap Kemal


" Ayo... giliran kalian cari belut lagi " ucap Ehan


" Ayo " ucap mereka lalu berpencar mencarinya

__ADS_1


" Rena tungguin disini aja...tungguin sendal kalian Rena takut lumpur " ucapnya diam ditepi sawah


Akhirnya mereka dapat banyak belut lalu mereka segera membawanya. merekapun berangkat menuju rumah Ehan dan Farel.


Dengan terpaksa Rena pun dibonceng oleh Kemal meskipun sebenarnya iya tidak mau tapi mau gimana lagi itu cara Rena mendekati Ehan.


.


...****************...


.


Merekapun sudah sampai dirumah Ehan dan Farel. merekapun segera masuk dan mengajak teman-teman untuk masuk juga kerumahnya.


" Gila... bagus banget ini rumah " ucap Kemal


" Gede rumahnya ... halamannya juga bisa buat dipake main sepak bola sekampung " ucap Haikal


" Lebih gede dari rumah ku " ucap Rena


" Yu masuk " ajak Ehan


" Bunda... bunda... " teriakan Ehan


" Ada apa nak... kenapa teriak-teriak " ucap Sisil


" Astaga... kalian kenapa kotor-kotor begitu " tanya bunda


" Kami tadi dari sawah... mencari belut " ucap Ehan


" terus... " kata sang bunda


" Ini hasil tangkapan kami... Bunda bisa minta tolong untuk membuat cobek belut... " ucap Ehan


" Bunda buatkan tapi kalian harus mandi dulu.. " ucap Sang bunda


" Baik bunda .. " ucap Ehan


" Bunda boleh satria pinjam baju Ehan... " ucap Satria


" Kenapa kamu sampai kotor begitu " ucap Sisil heran


" Tadi aku jatuh bunda... " ucap Satria


" Yasudah kalian mandi dulu sana... " ucap Sisil


" Bunda... em maksudku Tante... boleh Rena bantuin Tante memasak belut " ucap Rena


" Panggil saja bunda..Kamu sebaiknya jangan bantuin Bunda.. kamu main saja sama Ina ... sebentar Bunda panggilkan dulu... " ucap Sisil


" Ina... Ina sayang... " panggilnya


" Iya bunda " ucap Ina heran dengan perempuan sebelah sang bunda


" Kamu main dulu sama Rena ya... dia teman Kaka dan abangku " ucap Sisil


" Ayo Ka Rena kita main Masak-masakan " ucap Ina


Sisil pun segera memasak belutnya, sedangkan Rena main bersama Ina dan Ali, untuk Farel, Ehan dan teman-teman lelakinya sedang berenang di kolam renang.


Setelah Sisil beres memasak lalu iya memangil semua Anak dan teman-teman anaknya untuk memakan belut hasil tangkapan mereka.


Merekapun dengan lahap memakannya dengan nasi panas yang sudah disediakan Sisil.


" Asli ini enak banget " ucap Rena


" Bunda hebat " ucap Ehan


" Makasih ya bunda " ucap mereka


" Ina juga jadi suka makanan ini " ucapnya


" Ini moster cacing ya " ucap Ali


" Maksud kamu " ucap Ina


" Ah tidak... ini sejenis ikan... " ucap Bohongan Ehan

__ADS_1


Setelah selesai makannya merekapun pamit pulang kerumah masing-masing karena waktu menunjukan sudah sore dan gelap


__ADS_2