Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 18


__ADS_3

Tiba-tiba mereka menghampiri Ehan dan Satria dan mencoba menolongnya.


" Satria... Ehan... ada apa ini " tanya Eyang


" Ini loh eyang Satria masa mau liatin pantat aku yang putih dan mulus ini " ucap Ehan membuat yang lain melihat Satria heran


" Satria Ko Kamu begitu... " ucap Ali


" Aku jadi takut Sama Kamu " ucap Usuf


" Aku juga ga nyangka Kamu gitu " ucap Ridwan


" Awas aja.. Kamu mau lihat pantatku juga " cibir Farel


" Bukan begitu teman-teman " ucapnya memberi penjelasan


" Terus apa Hem " ucap Ehan kesal


" Aku cuma mau lihat luka kamu parah atau tidaknya... " ucap Satria


" Terus... harus Kamu lihat pantatnya Ehan " ucap Farel


" Ehan Bilang pantatnya yang sakit... " ucap Satria


" Benar itu Ehan " tanya sang eyang


" Benar eyang "


" Kenapa bisa pantatmu sakit " tanya sang Eyang


" Gara-gara Satria ... Ehan jadi jatuh " ucapnya kesal


" Loh ko bisa... " ucap Sang Eyang


" Dia gendongnya ga bener... " Cibirnya


" Lagian Kamu kenapa pakai digendong segala " ucapnya


" Eyang bukan belain aku " ucap Ehan tambah kesal


" Paduka Raja.. aku minta maaf " ucap Satria merasa bersalah


" Sudah-sudah... Kalian bubar... Ehan dan Satria sekarang kalian saling memaafkan ya... ini waktunya sudah sore... Kita sebentar lagi pulang " ucap Sang eyang


" Iya eyang " mereka pun saling berjabat tangan saling memaafkan


Mereka semua pun sudah selesai memanen jagung nya dan sekarang mereka segera bergegas menuju kandang Domba dan kandang Sapi yang eyang miliki disana. kebetulan hari ini Eyang mau memberi mereka makan rumput.


.


...****************...


.


" Loh eyang.. ko jalanya beda sama yang biasa jalan pulang " tanya ehan


" Kita kesini eyang... " tanya Ali


" Heem bener... kita kan belum pernah kesini " ucap Satria


" Kita mau memberi makan Domba dan sapi eyang " ucapnya


" Wah eyang keren punya sapi dan domba " ucap Farel


" Iya Nak.. lumayan nanti untuk dijual lagi " ucap eyang


" Nah kita sudah sampai Ayo kalian ikut Eyang " Ajaknya


" Tapi Eyang... Bau " ucap Ehan


" Jorok eyang... " ucap Satria


" Jijik eyang " ucap Farel


" Ayo cepat ka... " ucap Ali menuntun tangan satria dan Ehan


" Woek.. woek... Woek.. bau " ucap Satria


" Ayo Bang ... kita kasih makan mereka " ucap Ridwan


" Tapi... tapi " ucapnya sambil menutup hidung


" Ini Rumputnya kalian kasih Mereka " ucap Sang Eyang

__ADS_1


" Baik eyang " ucap serempak mereka


" Aku ga tahan baunya " ucap Satria


" Kaya bau Kamu ga mandi sat " goda Ehan


" Enak saja " ucap Satria


Mereka pun langsung mengambil satu karung yang berisi rumput lalu menyimpannya di tempat kandang domba dan sapi yang sudah disediakan.


Sang sapi dan Domba pun sangat lahap memakan rumput tersebut lalu. sang Eyang pun mengeluarkan sapi berukuran besar untuk diperas susunya.


" Eyang... mau diapakan mereka " tanya Ehan


" Eyang mau peras susunya " ucap Sang eyang


" Boleh Ehan liat " ucapnya


" Tentu Nak " ucap Sang Eyang


" Ali mau lihat eyang... "


" Usuf juga mau lihat "


" Ridwan boleh lihat tidak eyang "


" Satria juga mau lihat eyang.... "


" Farel lihat dari kejauhan aja eyang "


" Kalian semua boleh lihat dan ikut eyang melihat cara memeras susu " ucap Sang eyang


" Eyang kenapa Sapi haru diperas susunya... biarkan saja susunya buat Baby sapi " ceplos Satria


" Kalau Sapi tidak di peras susunya... terus nanti kamu tidak bisa minum susu dong " goda sang eyang


" Masa... Susu yang aku minum dari sini " tanyanya


" Kenapa tidak " jawab sang eyang


" Ih... Satria anak Sapi dong eyang " ucap Ehan


" Enak aja... aku anak mamah Yesi... bukan Sapi " ucapnya kesal


" Suka " jawabnya


" Berarti kamu anaknya mamah Sapi bukan mamah Yesi " ucap Farel


" Eyang... Farel jahat.. " ucapnya mengadu pada sang eyang


" Biarkan saja... Eyang juga tau kalau farel dan kalian semua suka minum susuk kan... ayo ngaku " ucap Sang Eyang


" kami memang suka minum susu eyang " ucap Ali


" Nah begini prosesnya " ucap Sang eyang


" Eyang ko ***** Sapinya di tarik-tarik... ga kasian apa sama si sapi " ucap Polos Ehan


" Ya terus kalo nenennya dibelai-belai akan keluar sendiri gitu susunya " ucap sang eyang


" Tapi eyang kasian " ucap Usuf


" Eyang udah cuci tangan belum meras susunya " ucap Satria


" Yasudah atuh.. " ucap sang eyang


" Kasian juga sapi tiap hari diperas nenenya... ga akan lecet apa " ucap Farel


" Aduh kalian Eyang jadi bingung jelasinnya " ucap Sang eyang merasa bingung dengan kepolosan mereka


" Eyang emang setiap hari eyang memeras susu Sapi " tanya Ridwan


" Ga setiap hari juga... kan Eyang juga punya pegawai " ucapnya


" Ih kasian Sapi itu diperas sama semua laki-laki " ucap Ali


" Berartinya sapinya Playboy dong ... " ucap Usuf


" Bisa-bisa eyang darah tinggi denger kalian ngomong " ucap Sang eyang yang heran melihat tingkah anak-anak tersebut


" mulai sekarang aku ga mau lagi minum susu sapi... " ucap Satria


" Kenapa memangnya " tanya Farel

__ADS_1


" Aku kan tipe orang yang setia.. bagaimana kalau sudah minum susu sapi aku jadi playboy karena sapinya juga Playboy... " ceplosnya


" Memang kamu playboy dari dulu juga ga perlu minum susu sapi " ucap Ehan


" Aku mah setia... sama Ina cantik " ucapnya


Semua orang pun menyuraki tingkah Satria dan tertawa bersama. Karena Abah sudah selesai merekapun pergi dari Kandang Sapi dan domba melanjutkan perjalanan menuju rumah eyang.


Sesampainya disana merekapun beristirahat sejenak melepaskan rasa lelah karena dari tadi mereka bejalan kaki


" Abah... tolongin Ambu atuh " ucap Ambu


" Iya Ambu sebentar " ucapnya


" Eh... itu Ambu kenapa... kita hampiri yuk " ajak Ehan


" Ayo " ucap mereka


Abah dan para anak-anak pun menghampiri Ambu yang sedang memegang pisau besar yang akan digunakan untuk menyembelih ayam.


" Ambu mau ngapain " tanya Abah


" Tolongin Ambu atuh... Ambu mau menyembelih ayam.. buat dimasak " ucapnya


" Sini biar sama Abah saja " ucapnya


" Nih Abah " ucap Ambu menyodorkan pisau dan ayamnya


Para anak-anak pun melihat cara penyembelihan ayah tersebut


" Eyang jangan keras-keras menancapkan pisaunya... kasian " ucap Ali


" Kalau tidak sekali mati lebih kasian... dan hukumnya juga haram... " ucap Sang eyang


" Tapi tunggu dong Eyang... bilang minta maaf dulu ke si ayam... kasian dia " ucap Usuf


" Minta maaf kenapa " tanyanya


" Karena Abah akan menyakitinya " ucap Usuf


" Astaga... mana ada begitu " ucap Sang eyang


" Eyang kata Abi ... kalau kita sudah atau mau menyakiti orang lain sebaiknya bilang dulu minta maaf... " ucap Ali


" Ya udah... Abah mau bilang minta maaf sama ayam... Abah mau menyakiti kamu... mau mengoreng Kamu.. jadi ayam goreng " ucap sang Abah kesal


" Sok atuh Bah sekarang Abah bisa menyakitinya " ucap Farel sambil tersenyum tipis


.


.


.


.


.


.



Bingung deh sama orang yang ngelaporin ini... jelas-jelas saya tidak pernah menjiplak karya orang lain... karya di novel tetangga sebelah... sebelah mana ya guys... aku ga paham...


perasan aku buat ini juga dari hasil pemikiran ku bukan ada sama dengan karya orang lain..


kalau anda merasa saya menjiplak karya orang lain boleh chat saya ga usah lapor-lapor kaya begitu... dan tolong kata-kata anda itu seperti bukan orang terpelajar...


ada yang tau cara laporin orang itu balik ... bisa kasih tau aku di komen ya...


Kalau kalian mau Saya lanjut ceritanya komen... atau mau end juga ga papah ko...


Dari awal juga saya kan selalu minta saran kalian guys... bukan hasil jiplakan


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2