
Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti oleh salsa dan Ujang, Salsa sudah diruangan make up sejak pukul empat pagi. ditemani oleh Momi Natali dan Mamah Ida, merekapun ikut di-make up oleh seorang tukang make up profesional yang selalu mengurusi pernikahan artis.
" Sayang... Mamah bahagia sekali akhirnya kamu menikah hari ini " ucap Mamah Ida
" Iya Mah Aku juga bahagia sekali " ucap Salsa
" Semoga kamu bahagia selalu sayang " ucap Momi Natali
" sayang selama kamu di sini jangan sambil memainkan handphone..." ucap Sang Momi
" Aku bosen Mom... " ucapnya
" Kamu mending mengobrol saja sama kita... Simpan handphone mu " ucap Mamah Ida
" Salsa akan simpan kalau Momi sama mamah tidak memainkan handphonenya " ucap Salsa
" Baiklah " ucap mereka mengidamkan handphonenya
" Sayang... Kalau kamu sudah menikah dengan Leo ... kamu akan tinggal dimana " tanya sang Mamah
" Salsa mau tinggal berdua bersama suami Salsa Mah "
" Loh kenapa tidak diam di Mansion " tanya sang Momi
" Tidak Mom... aku tak berhak "
" Pasti gara-gara Sisil ... harusnya dia mau berbagi... apalagi ini berbagi dengan kakaknya sendiri " ucap sang Mamah
" Gila juga ini calon besanku... mana ada perempuan yang mau berbagi... " batin Natali
" Ini mamah ngomong nya gitu amat " batin Salsa
" Ibu Ida... saya mau tanya apakah anda tidak merasa kasian pada Sisil " tanya Natali
" Tidak... selama Sisil menikah aku hidup seperti ini... tidak bisa merasakan jadi orang kaya " ucapnya ketus
" Mah, Sisil baik nya... Dia ngasih mamah rumah, mobil, restoran... " Bela Salsa
" Loh Sha.. Ko kamu malah belain Sisil " bentak sang Mamah
" Aku hanya ga suka aja... sifat mamah yang matre " ucapnya
" Aku keceplosan... ini salsa pura-pura marah didepan mertuanya atau memang marah beneran " batin Mamah Ida
" Eh maaf-maaf bukan begitu maksudnya... em... maksudnya Sisil juga sudah ga peduli lagi pada saya semenjak dia menikahi orang kaya " ucapnya dengan pura-pura menangis
" Aku harus hati-hati.. ternyata besanku sama-sama matre " ucap batin Natali
" Nona Salsa .. maaf anda silahkan ganti baju terlebih dahulu " ucap tukang make up memberikan gaun pengantin
" Baik lah ... "
" Nyoya-nyoya juga silahkan mengganti pakaiannya " ucapnya
Merekapun segera mengganti bajunya dengan yang sudah disediakan, salsa pun sudah beres memakai baju pengantin ya dan make up-nya juga sudah selesai tinggal bagian rambut yang harus ditata rapi supaya terlihat lebih cantik.
Sama halnya dengan Salsa, mamah Ida dan Momi pun sudah selesai mengganti baju pengiringnya dan sudah selesai di make up. Natali dan Bu Ida pun segera disanggul oleh penata rias disana.
Sekarang Salsa sudah selesai dengan segala keribetan ya, ia sekarang sudah cantik dan menawan, sang Momi dan Mamah Ida pun sangat memuji kecantikan Salsa.
" Sayang... cantik sekali " ucap Sang Mamah
" OMG ... beautiful... cantik sekali " ucap sang Momi
__ADS_1
" Salsa jadi malu " ucapnya dengan pipi merah seperti tomat
" Sha Ayo kita keluar " Ajak sang mamah
" Tidak mah... sebelum ijab qobul diucapkan Salsa ga keluar... " ucapnya
" Loh kenapa... " Tanya Natali
" Em.. biar kejutan " alasannya
" Terus bagaimana kita tahu itu sudah Syah atau tidaknya " ucap Sang mamah
" Atau Momi keluar.. nanti setelah selesai Momi segera telepon kamu.. "
" Eh... jangan Momi.. em ini ada spiker kita tinggal dengarkan saja... lagian Salsa panik sekali dan gugup, degdegan gitu " ucap panik salsa
" Ga usah panik Sayang... nanti juga Kamu akan merasa lega " ucap Sang mamah
Merekapun terdiam dan mendengarkan pembukaan-pembukaan yang disampaikan disana, lalu sang penghulu pun sedikit memberikan pengetahuan tentang rumah tangga. dan memberikan nasehat agar ketika punya masalah jangan sampai bercerai.
.
...****************...
.
Bagas segera melaporkan kesalahan yang ada disana pada sang majikan namun tak diangkat juga
" Loh .. pengantinnya bukan Tuan Leo... gawat ini .. aku harus telepon Nyoya " ucap Bagas Panik
" Sialan ga diangkat lagi.. padahal ini benar-benar gawat " gumannya
" Ga diangkat terus-terusan lagi ... aku harus menemui Nyoya " ucapnya melangkah pergi menuju ruang make up
Namun bukan Salsa namanya jika iya tidak berjaga-jaga akan hal ini, iya meyuruh security-nya berjaga didepan ruangannya dan tidak mengijinkan siapapun masuk.. atau keluar dari ruangan tersebut. dan para kru make up juga sudah mengetahui permintaan Salsa
" Maaf Pa ... yang tidak berkepentingan dilarang masuk " ucap Scurity
" Tapi Pa.. ada hal penting yang saya harus sampaikan ke dalam " ucap Bagas Panik
" Tetap tidak bisa ... Silahkan Bapak tinggalkan tempat ini " ucap Scurity dengan wajah galaknya
" Aku mohon pa kali ini saja... " ucap Bagas
" Tetap tidak bisa.. "
Bagas pun mencoba menghubungi kembali sang majikan namun tetap saja tidak diangkat dengan wajah panik Iya pun kembali kedalam acara tersebut
.
...****************...
.
yang ditunggu tunggu pun tiba Pa Anwar dan Ujang sedang berhadap-hadapan dan berjabat tangan untuk mengucapkan ijab qobul.
" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Salsabila Melindiani putri dengan mas kawin Surat Ar-rahman, perhiasan emas satu set, dan seperangkat alat solat dibayar tunai " ucap pa Anwar
" Saya terima nikah dan kawin Salsabila Melindiani putri dengan mas kawin Surat Ar-rahman, perhiasan emas satu set, dan seperangkat alat solat dibayar tunai "
" Bagaimana para saksi " ucap sang penghulu
" Syah... " ucap Serempak yang ada disana langsung memanjatkan doa bersama-sama.
__ADS_1
Salsa pun dituntun kebawah kedalam acara untuk melanjutkan acaranya Salsa merasa senang dan lega acaranya berjalan sesuai dengan rencananya, sedangkan Mamah Ida tampak heran karena yang menjadi pengantin ya adalah Ujang bukan Leo.Natali tampak kaget ia tak menemukan Leo, dan yang menjadi pengantin pria nya adalah supir yang dikenalkan Salsa padanya.
" Apa-apaan ini " bentak Natali dengan wajah sangat marah
" Ini suami Salsa Mom... " ucap Salsa dengan terseyum jahat
" Tapi... tapi.. " ucap Natali langsung pingsan dan Bagas langsung membawanya ketempat lain untuk menyadarkan sang majikan terlebih dahulu
Sedangkan Bu Ida tampak menangis teriak-teriak, membuat yang ada disana menjadi heran dan bingung
" Apa yang kau lakukan hah " ucap Bu Ida
" Ini pilihan Salsa... ku harap Mamah mau tidak mau harus merestui kami " ucap Salsa memeluk tangan Ujang
" Tidak Sudi... punya menantu seperti Dia... mau makan apa kamu ... tidak ada masa depannya " ucap Bu Ida menangis menjerit-jerit
" Mah... sudah mah malu " ucap Pa Anwar
" Diam Papah... kenapa Papah nikahkan Salsa dengan Ujang " bentaknya pada suami
" Mah mereka saling mencintai... Mamah harusnya sadar itu " ucap Sang papah mencoba memeluk sang istri yang tengah menangis kencang
" Lepas Pah ... lepas " ucapnya berontak
" Tenang mah.. tenang " ucap sang suami memeluk istrinya
" Itu si Ujang punya calon mertua begitu pisan " batin Ambu Euis
Sang penghulu pun mempersilahkan Ujang untuk membacakan surat Ar-rahman yang sudah dijadikan mas kawin.
Ia pun melantunkannya dengan suaranya yang merdu dan indah membuat semua yang ada disana tenang. Salsa yang mendengar lantunan Ayat-ayat suci tersebut menjadi terharu dan menitihkan air matanya.
" Semoga Ujang jadi imam yang baik untuk " batin Salsa
" Aku bahagia Salsa akhirnya menemukan seseorang yang bisa membimbingnya menjadi lebih baik " batin Pa Anwar
" Aku ga terima semua ini... lihat saja aku akan membuat Ujang menderita " batin Bu ida
.
.
.
.
.
Bersambung....
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1