
Setelah kaus kaki itu didekatkan dengan hidung Dona, ternyata sangat ampuh kepala Dona pun mulai bergerak seperti mencium sesuatu.
" Em... " ucap Dona
" Kayanya Dia sadar, cepat jauhkan kaus kaki mu " bisik Ehan pad Niko
" Kamu benar " ucapnya segera menyimpan kaus kaki tersebut
" Aku ada dimana " ucap Dona sambil melihat kekiri dan kekanan ruangan tersebut
" Kamu Di di Uks, tadi kamu pingsan " ucap Sifa ketus
" Kaka sudah membawaku ke sini dan menyelamatkan ku " tanya Dona
" Bukan " ucapnya sinis
" Terus siapa " tanya Dona semakin penasaran
" Nih di orangnya.. " Ucap Sifa menunjuk ke arah Ehan
" Kamu yang sudah menyelamatkan aku ... aku mau ucapkan terimakasih " ucap Dona memandangi wajah tampan Ehan
" Sama-sama " ucapnya sambil tersenyum
" Senyumnya manis... Ko aku jadi deg-degan ya " batin Dona
" Kamu kenapa Bisa pingsan " tanya Fahri anggota panitia lainnya
" Ga tau ka Tadi kepalaku tiba-tiba pusing dan aku tak ingat apa-apa lagi " jawabnya
" Apa kamu tadi sarapan " tanya Fahri
" Tidak, tadi aku ga sempat sarapan " Jawabnya
" Ka aku permisi dulu mau ketoilet " bisik Ehan
" Ok, jangan lama-lama " jawabnya
Ehan pun segera kekantin dan membelikan roti, kue dan minuman untuk Dona, karena iya tahu cewe tipe Dona itu pasti bukan karena tak sarapan, karena iya takut gendut makanya iya pingsan
" Nih untuk kamu " ucap Ehan memberikan plastik berisi makanan pada Dona
" Apa ini " tanya Dona
" Lihat saja " jawabnya ketus
" Makanan " ucap Dona heran
" Kamu tuh cantik, dan badan kamu tuh langsing so.. ga usah pake diet-diet segala.. menyiksa tubuh dan bikin kamu sakit, makan dan istirahat.. " jawabnya ketus namun seperti orang yang perhatian
" Dia peduli sekali sama aku " batin Dona
" Apa Ehan menyukai Dona " batin Sifa
" Ka Sifa, kalau sudah tidak ada yang penting.. saya pamit ya mau masuk kedalam barisan lagi " ucap Ehan
" Baik lah " jawab Sifa sambil tersenyum
" Tunggu " ucap Dona menghentikan langkah Ehan karena tangannya di pegang Dona
" Kenapa " ucap Ehan ketus
" Nama kamu siapa " tanyanya
" Aku Ehan " jawabnya
" Sekali lagi makasih ya Ehan " ucapnya sambil tersenyum
" Aku pamit... by " ucapnya langsung pergi bersama Niko kembali kebarisanya
Setelah baris berbaris, semua peserta ospek pun dibawa ke ruangan kelas dan mengikuti acara yang sudah disusun oleh panitia Ospek.
Sementara Dona pun Iya setelah memakan makanan dari Ehan merasa tubuhnya sehat kembali dan meminta kepada kakak-kakak panitia disana untuk bergabung lagi dengan temannya
Kini Dona sudah bergabung dengan Temanya dan begitu kaget melihat Dia satu kelompok dengan Farel yang iya kira Ehan.
" Ehan " Ucap Dona
__ADS_1
" Aku Farel " jawanya ketus
" Maksudmu " ucap Dona heran
" Lihat yang itu Ehan " ucap Farel menunjuk ke arah Ehan
" Astaga kalian kembar " ucap Dona kaget
" Iya " jawabnya singkat
" Tapi lebih cakep Ehan .. Dia manis " batin Dona
" Kalian sangat mirip kadang aku tak bisa membandingkan mu dan Ehan " ucap Dona penasaran
" Tidak apa-apa sudah biasa " ucapnya Farel
" Yang makanya siapa " Tanya Dona
" Aku abangnya Farel kenapa.. jadi cewe terlalu cerewet " cibir Farel
" Maaf aku hanya penasaran " jawabnya
" Kerjakan tugas kelompok kita saja, jangan banyak tanya " ucap Farel mulai kesal
" Farel lebih galak dari Ehan.. " batin Dona kesal
Kini semua anggota Ospek sedang mengerjakan tugas kelompok yang ditugaskan oleh panitia Ospek dan dikumpulkan besok. Kini bel telah berbunyi menandakan kegiatan Ospek berakhir.
Semua orang pun terlihat meninggalkan gedung itu dan pergi kerumahnya masing-masing.
" Ehan mana ya " ucap Dona mencari-cari keberadaan Dona
" Ehan " pangilnya
" Aku bukan Ehan, aku Farel " ucap Farel yang dihalangi jalanya oleh dona
" Ehan ya kemana " Tanya Dona dengan wajah kesal
" Ehan.. ya sudah pulang dari tadi, memangnya kenapa " ucap Farel
" Mungkin aku harus mencoba mendekati Abangnya agar aku bisa mendekati adiknya " batin Dona
" Kamu naik taksi aja.. punya kan ongkosnya " jawab Farel
" Tapi aku Maunya ikut kamu.. aku takut diculik " ucap Dona
" Ga akan ada yang nyukik kamu.. orang kamu jelek begini " ledek Farel
" Kamu jahat " ucap mau menangis
" Dia cengeng.. gimana kalau dia nangis bikin malu saja kan " batin Farel
" Yaudah kamu naik " ucap Farel membuat Dona terseyum kembali
" Asik... terima kasih " ucap Dona langsung naik ke motor Farel
Kini mereka berboncengan di motor Farel, Farel mengendarai motornya dengan kecepatan kencang membuat Dona memeluk pinggang Farel
" Jangan mencuri kesempatan, pakai peluk-peluk segala " cibir Farel berbicara keras agar kedengaran oleh Dona
" Aku ga peluk-peluk kamu " ucap Dona mengelak
" Ini buktinya " ucap Farel menunjuk pada tangan dona
Seketika wajah Dona menjadi malu iya pun segera melepaskan pelukannya namun karena Farel mengendarai Motornya dengan kencang, iya pun mengurungkan niatnya.
Merekapun sudah sampai di perumahan elit yang Dona tinggali. Dona pun segera turun dari motornya.
" Makasih ya " ucap Dona
" Sama-sama " ucap Farel bergegas pergi lagi
.
...****************...
.
__ADS_1
Kini Farel segera melanjutkan perjalanan menuju Mansion ya. sesampainya disana Farel segera masuk kedalam Mansion ya.
" Abang ko pulangnya telat " tanya Ina
" Abang tadi nganterin temen Abang pulang " jawabnya
" Bohong.. Abang tadi nganterin gebetannya pulang loh Ina " ucapnya Ehan sambil tersenyum jahat
" Wah ka Farel ternyata diam-diam menghanyutkan " ucap Ali
" Dia bukan gebetan dan pacar aku " ucapnya kesal
" Ehan liat Cewek itu meluk Abang dimotor " ucap Ehan sambil tertawa
" Yang benar ka " ucapnya Ina dan Ehan semakin penasaran
" Yang dicari Dona itu kamu, bukan aku " Farel kesal
" Tuh, aku ga sebutin nama malah Abang yang keceplosan " goda Ehan
" Oh namanya Dona ya " ucap Ali dan Ina mampu membuat Farel semakin kesal dan segera masuk kedalam kamarnya
Sisil yang melihat itu pun heran dengan tingkah mereka.
" Loh ko Abang langsung ke atas.. ada apa, apa kalian berantem " ucap Sisil melihat wajah Ehan
" Kami ga berantem " ucap Ehan
" Terus " ucap
" Abang Farel tadi pulang telat nganterin gebetannya pulang dulu " ucap Ali
" Yang benar " ucap Sisil menjadi penasaran
" Iya bunda, tadi ka Ehan juga melihat cewe nya meluk ka Farel pas lagi boncengan " ucap Ina sambil tersenyum
" Waduh " ucap Sis kaget
" Ehan kamu tau nama ceweknya siapa " ucap sang Bunda
" Namanya Dona bunda " ucap Ina dan Ali
" Bunda aku mandi dulu ya, aku sudah lapar " ucap Ehan mengalihkan pembicaraan
" Baik lah nak " jawabnya
Kini mereka sudah rapi dan wangi lalu, mereka pun segera menyantap makanan yang sudah dibuatkan oleh sang Bunda
.
.
.
.
.
.
Semoga kalian terhibur...
ikuti terus kisahnya...
Sambil menunggu Novel ini Up..
Jangan lupa Ketik di kolom pencarian Novel yang berjudul KISAH CINTA ANAK KEMBAR CEO
Semoga kalian suka...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁