Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 118


__ADS_3

Tiga hari Kemudian..


Ujang dan Salsa bersiap untuk menuju toko perhiasan. Di sana Salsa memilih sendiri terutama cincin yang akan di pakainya.


setelah selesai memilih cincin ya. Iya pun dan Ujang menuju Mall untuk membeli barang-barang Seserahan ya nanti.


" Ujang kita mau beli apa dulu nih " ucap Salsa


" Pokonya mah neng Adat di kampung Ujang kalau memberikan seserahan itu barangnya harus dari ujung kaki sampai ujung kepala " jawab Ujang


" Kita beli sepatu, sendal, baju, alat-alat make up, alat-alat mandi, handuk, payung, Daleman, sarung, samping, parsel buah-buahan, bolu, selimut, tas, terus satu stel baju Ujang deh " ucap Ujang


" Ribet banget sih " jawab salsa


" Neng dengerin kalau neng mau Kita beli piring, gelas kaya gitu " ucap Ujang


" Ga usah... perabotan ku banyak " ucap Salsa


Merekapun berbelanja untuk keperluan seserahan meskipun salsa kurang suka karena Tibet tapi Ujang cukup antusias.


Setelah selesai dengan berbelanja nya. Salsa pun langsung menelepon Renal untuk meyerahkan persyaratan untuk menikah sesuai dengan pesan Leo.


Tut...Tut...Tut... Tut...


" Halo " ucap Renal


" Halo. ini aku... Kau dimana " tanya Salsa


" Aku di kantor " ucap Renal


" Aku mau meyerahkan persyaratan untuk dokumen Aku menikah " ucapnya


" Ok... kirim saja ke kantor saya sedang sibuk " ucap Renal mematikan teleponnya


Salsa pun mengirimkan dokumen tersebut lewat kurir karena ia harus membawa undangan yang sudah jadi untuk diberikan kepada Natali dan mamah Ida.


.


...****************...


.


Ujang dan salsa sudah berada di tempat penjara Natali. Iya meminta ijin petugas untuk bertemu dengan Natali


" Pa Maaf Saya mau bertemu dengan tahanan yang bernama Natali " ucap Salsa


" Baik Ibu... Bapak tunggu disana.. Saya akan memangil saudari Natali " ucap Sang petugas


Merekapun melangkah menuju ruangan khusus yang ada disana. Sang petugas pun memberitahukan petugas disana ada tamu yang akan membesuk Natali


" Saudari Natali... ada kunjungan untuk Anda ... Mari ikut Saya " ucap petugas disana


" Siapa ya " batin Natali


Natali pun dibawa oleh petugas menuju ruangan khusus. Natali disana melihat Salsa Sangat senang. iya langsung duduk dikursi yang sudah disediakan.


" Hai Sayang " Sapa Natali


" Hai Mom... apa Kabar " ucap Salsa mencium pipi kiri dan pipi kanan Natali


" Kabar Baik Sayang... " ucap Salsa


" Salsa bawakan makanan untuk momi.. semoga Momi suka " ucap Salsa sambil tersenyum jahat


" Terima kasih sayang Momi suka sekali " ucapnya langsung menyantap makananya


" Bagus... Momi Natali mulai mempercayaiku " batin Salsa


" Momi ini undangannya sudah jadi " ucap Salsa menyodorkan undangan palsu


" Wah... cantik sekali... kamu memang pandai memilih " puji Natali sambil menguyah makanannya

__ADS_1


" Kamu sudah berikan ini pada Leo " tanyanya


" Aduh Neng Salsa... gimana kalau ketahuan " batin Ujang


" Sudah Dong mom... " ucap Salsa tersenyum agar sang Momi mempercayainya


" Bagus Rencanakan sebentar lagi akan berhasil " batin Natali senang


" Tapi Mom... Kapan Momi keluar dari penjara... Salsa hanya tidak mau jika hari bahagia Salsa tidak disaksikan Momi " tanya Salsa dengan wajah pura-pura sedih


" Kamu tenang Saja... hari ini Aku akan menghubungi Leo untuk membebaskan ku " ucap Natali


" Mudah-mudahan Momi cepat-cepat keluar dari sini... aku merasa sedih kini harus berada disini.. harusnya kita mempersiapkan semuanya bersama-sama " ucap Salsa


" Momi ga papah ko yang penting Kamu kan sudah meyiapkan nya... " ucap Natali sambil tersenyum


" Makasih ya Momi... sudah baik sama aku " ucap Salsa dengan wajah terharu


" Sama-sama Sayang... Kamu tidak boleh sedih ya... semuanya bakal berakhir bahagia " ucap Natali


" Ia Mom " jawab Salsa


" Kasian Nyoya... ditipu Neng Salsa... ya Allah jangan bawa-bawa Ujang.... Dosanya tanggung sama Neng Salsa dan Tuan Leo " batin Ujang


" Mom... Kalau begitu Salsa pamit ya... mau memberikan ini pada Mamah Salsa " ucap Salsa


" Iya nak... Kamu hati-hati di jalan " ucap Natali


" By Mom... " ucap Salsa melangkah pergi


Sementara Natali langsung dibawa Oleh Sang petugas untuk masuk kembali menuju sel tahanannya.


.


...****************...


.


" Neng Salsa Ini semua tidak benar... Kita sudah melakukan kebohongan besar... " ucap Ujang


" Ujang Kamu jangan khawatir mungkin ini terlihat jahat namun percaya lah ini untuk kebaikan kita sayang... " ucap Salsa


" Tapi Neng " ucap Ujang


" St.... semua akan baik-baik saja " ucap Salsa menenangkan hati Ujang.


Mereka sudah sampai dirumah Mamah Ida. Merekapun langsung memencet bel.


Ting....Tong....Ting....Tong


Ceklek,,


" Salsa " dengan wajah heran lalu melihat wajah Ujang pun berubah jadi kesal


" Mah.. " ucap Salsa terpotong oleh Amarah sang Mamah


" Mau apa Kalian kesini " bentak sang Mamah


" Mamah Ida jangan marah-marah dulu Kami kesini Mau... " ucap Ujang terpotong


" Diam Kamu... Saya ga nanya sama Kamu... jangan panggil Saya mamah... ga Sudi punya menantu sepertimu " Bentaknya lagi


" Momi jangan bentak-bentak Ujang " bela Salsa


" Diam Kamu.... sejak Kamu kenal dengan Ujang... Kamu berubah sama mamah... " ucap Mamah Ida kesal


" Sabar Salsa Sabar... Kamu harus benar-benar sabar menghadapi mamah Ida " batin Salsa


" Kasian Neng Salsa jadi dimarahi oleh Mamah Ida " batin Ujang


" Ngapain Salsa bawa-bawa Ujang kesini... bikin darah tinggi saja " batin Mamah Ida

__ADS_1


" Aku Kesini bukan ingin bertengkar atau berdebat sama Mamah ... aku hanya ingin Memberikan ini " ucap Salsa menyodorkan undangan pernikahannya


" Jangan bilang ini acara pernikahanmu dengan Ujang... Aku ga Sudi punya anak sepertimu jika itu benar terjadi " ucap Mamah Ida


" Kesabaran ku sudah habis " batin Salsa namun Ujang memegang tangannya dan berbisik " jangan terpancing emosi " salsa pun menurutinya


" Momi bisa lihat... bacanya siapa mempelai laki-laki nya " ucap Sinis Salsa


" Hah " ucap Kaget sang mamah saat mengetahui nama Leo yang terpampang disana.


Mamah Ida pun langsung menampakan wajah sumringah.


" Ini benar Kamu dan Leo akan menikah " ucap Mamah Ida melihat wajah Ujang sinis


" Mamah lihat saja nanti " ucap Salsa kesal


" Kalau begitu silahkan masuk... pasti kamu belum makan kan " tawar Mamah ida


" Tidak Usah ... aku akan menemui Papah di Restoran " ucap Salsa


" Mau mamah temani " tawarnya lagi dengan tersenyum


" Aku sendiri saja mah... " ucapnya


" Kalau begitu Kamu hati-hati dijalan ... jangan sampai keputusanmu berubah untuk menikah " ucapnya sinis


" Iya mah... aku pamit... permisi " ucap Salsa m langkah pergi menuju mobilnya


" Ujang Juga permisi ya mamah " ucap Ujang mau mencium tangan sang mertua namun mamah Ida menepisnya dan mengusirnya


" Ga usah pamit-pamit segala... Langsung pergi saja sana " usir Bu Ida


" Tapi... Tapi... " ucap Ujang


" Pergi sana " Bu Ida pun mengambil sapu


" Assalamualaikum " ucap Ujang langsung pergi takut di pukul sang calon ibu mertua


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...


So... Ikuti terus kisahnya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....





Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2