Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 99


__ADS_3

Setelah Mereka selesai makannya lalu mereka pergi menuju toko baju yang menjual baju-baju bayi dan anak-anak.


" Wah... Sayang... lucu-lucu... aku jadi bingung milihnya " ucap Yesi


" Tingal pilih aja kenapa sih repot " ucap Renal


" Ih... Sayang kamu ga punya selera fashion baby yang menarik... jangan sampai Kamu kaya bapakmu nak " ucap Yesi mengucap perutnya


" Sayang... masa baju warna pink banyak banget .... kan anak Sisil perempuannya hanya satu.. " protesnya


" Yang penting kembaran kan bajunya dan motifnya ... " ucapnya singkat


" Sayang ga bisa gitu kan, cewe itu kan identik warna merah, pink... sedangkan cowo warna hijau, biru,hitam kalau semua warna pink... kansian kan baby nya nanti diledekin sama temen-temennya... " jelaskan Yesi


" Lagian Sayang... Anak baby kaya mereka ga mungkin nongkrong-nongkrong dengan temannya... orang mereka belum bisa ngomong sama jalan... mau main kemana coba... " ujar Renal


" Ya emang baby Sisil belum bisa jalan dan ngomong tapi ibu bapaknya bisa... gimana misalnya Sisil mau ajak anaknya piknik atau nongkrong.... nanti kata orang... ko aneh cowok ko pakai baju pink... ia kan " ucap Yesi tak mau kalah


" Tapi Sayang... tinggal pilih aja warnanya.. kalau perlu semua warna nanti biar Sisil yang pilih deh sesuka hatinya mau pakai kan baju Baby-nya warna apa... " ucap Renal tidak mau ribet


" Aku tanya sama Kamu... Kalau Kamu Aku suruh pakai baju warna pink ... gimana " ucap Yesi


" Apaan Pink.... ga mau ah Norak... " ucap Renal


" Nah begitu pun para bayi nanti Mereka protes bagaimana " tanya Yesi


" Gimana Kamu aja deh sayang... Aku mah selalu salah... " ucap Renal pasrah


Merekapun berkeliling toko mencari-cari baju yang cocok untuk Baby Leo dan Sisil. hingga troli itu tak teras penuh


.


...****************...


.


Setelah selesai dengan belanjanya sekarang mereka segera pulang ke rumah sakit dan membawa barang-barang yang sudah mereka beli.


" Sayang capek juga ya " Keluh Yesi


" Kamu apanya yang capek sayang.. orang dari tadi Kamu hanya jalan aja... kan aku yang angkutin barang-barangnya ... " cibir sang Suami


" Sayang... Kamu tega nyuruh ibu hamil buat angkutin ini semua " tanyanya


" Ya ga lah sayang " jawab Renal


" Terus kenapa bilang kaya gitu " ucap Yesi merasa senang


" Dari tadi Aku serba salah " batin Renal


Ceklek,,


" Halo semuanya... " sapa Yesi


" Halo Yes... dari mana saja " tanya Sisil


" Aku punya kejutan untukmu... " ucapnya langsung membuka pintu kamar Sisil


" Cepet dong sayang bawanya.... semua orang sudah nunggu-nunggu " ucap Yesi


" Sebentar sayang ini lumayan berat... " ucap Renal

__ADS_1


" Tada .... ini semua kejutan untukmu " ucapnya senang


Semua orang pun melihat Renal membawa beberapa bungkusan pun merasa heran dan bingung.


" Apa yang Kamu bawa Renal " tanya Leo


" Ini semua baju untuk baby Tuan ... " ucapnya dengan nafas tersengal-sengal karena cape dan kelelahan membawa semua barang itu


" Kamu meyuruh Istriku membuka toko pakaian baby... " cibir Leo


" Ih... bukan Tau... Aku tuh disuruh sama Om Marco untuk belikan Baby Kalian baju.. bukanya makasih malah mencibir " ucapnya kesal pada Leo


" Bukan Gitu Yes.. ini Kamu ga salah... banyak banget... Apa ga capek belanjanya " ucap Sisil


" Aku ga capek ko.. cuma tinggal milih doang " ucapnya


" Ia yang capek itu Saya Nyoya... karena membawanya kebanyakan " keluh Renal


" Hahaha... Lagian Kamu mau aja disuruh-suruh sama istrimu.... " cibirnya


" Mas ga boleh gitu... " ucap Sisil pada Leo


" Renal, Yesi... maafkan Kami ya... merepotkan mu... " ucap Sisil


" Aku ga merasa di repotkan Sil yang ada ... aku seneng banget... bisa melihat baju baby lucu-lucu " ucap Yesi


" Tidak merepotkan ko Nyoya... Kami senang membantu Tuan dan Nyoya... " ucap Renal


" Tapi... Terima kasih Loh buah kalian yang udah belanja segitu banyaknya... " ucap Sisil senang


Yesi pun meminta ijin pada Sisil untuk mengendong Anakhya yang lucu dan Sisil pun mengijinkannya.


" Ia sayang... Akan ku Antarkan " ucap Leo


" Semuanya Aku Titip baby boy ku... Aku mau lihat putriku " ucap Leo pamit dan yang ada di ruangannya pun mengikan perkataan Leo


Merekapun segera menuju ruangan khusus bayi di inkubator. mereka hanya bisa melihat diluar karena ruangannya tidak boleh dimasuki selain suster dan dokter. jika ingin melihat baby nya hanya lewat kaca.



" Mas... Aku ga tega lihatnya " ucap Sisil sambil menangis


" Kuat sayang.... Kamu harus kasih baby kita semangat... Kamu jangan terlihat sedih dihadapannya " ucap Leo mencoba menenangkan sang istri


" Ia Mas.. " ucapnya menghapus air matanya


" Nak... Kamu cepat sembuh ya... Bunda disini nunggu kamu dan akan selalu menemanimu... Abang-abang kamu pasti sangat kangen sama Kamu nak... " ucap Sisil


" Ayah juga akan usahakan yang terbaik untukmu nak " ucap Leo sedih


" Loh... loh Mas... Ko putri Kita kejang-kejang " ucap Sisil kaget


" Sebentar sayang Aku panggil dulu Dokter " ucapnya pergi berlari keruangan Dokter.


Sedangkan Sisil meyaksikan sendiri dan tak bisa berbuat apa-apa ketika sang Anak kesakitan.


" Sayang... Kuat Nak... demi Bunda... " ucap Sisil sambil menangis


" Suster suster tolong... anak saya " ucapnya histeris


" Nak.. bertahan Nak... bunda mohon " ucap Sisil

__ADS_1


" Hiks... Hiks...hiks... Kuat Kamu nak kuat... " ucap Sisil


Leo pun datang dengan dokter dan bebrapa suster, sang dokter pun segera memeriksa keadaan sang pasien dan suster segera membatu sang dokter


" Mas... Anak kita Mas... " ucapnya sambil terus menangis


" Jangan Nangis sayang... Lebih baik Kamu berdoa.... " ucapnya menenangkan sang Istri


" Hatiku perih saat melihat putriku kesakitan dan Sisil menangis... tapi Aku harus kuat demi mereka... " batin Leo


" Mas.... Hiks... hiks... hiks...Aku takut terjadi sesuatu sama anak kita " ucap Sisil


" Kamu tenang ya... " ucap Leo


" Bagaimana bisa Aku tenang Mas... Anak kita kesakitan " ucap Sisil mulai histeris saat para dokter terus memeriksa keadaan sang putrinya


Leo memeluk erat tubuh Sisil agar ia tenang. dan tak histeris lagi. tak lama kemudian Dokter pun keluar dengan wajah sedihnya.


" Tuan Nyoya... mohon maaf saya sudah melakukan yang terbaik untuk baby anda tapi keadaanya sekarang kritis dan semakin memburuk... " ucap Sang dokter dengan wajah sedihnya


" Tidak... Dok... Tidak... Anak Saya akan baik-baik saja kan jawab Dok jawab... " ucap Sisil mulai histeris


" Sudah Sayang... tenangkan dirimu... " ucap Leo


Lalu tubuh Sisil pun mulai lemas dan pingsan.


" Sayang... Sayang... bangun... " ucap Leo


Leo langsung menelepon Renal agar segera keruangan intensif.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...


Jangan baper ya...


Anak Sisil akan baik-baik aja Ko ...


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2