
Kini Sisil, Leo, Farel dan Ehan sudah berada disebuah pesantren besar di pulau Jawa tepatnya didaerah jogja disebuah kampung. Leo dan Sisil yakin bahwa Ehan Takan bisa kabur karena tempatnya sangat jauh dari tinggal Leo dan Sisil.
Sisil pun tampak membangunkan Sang putranya.
" Abang.. Ehan.. sudah sampai nak " ucap Sisil
Farel segera bangun namun Ehan tampak susah dibangunkan
" Ehan... sayang... bangun nak.. sudah sampai " ucap Sisil
" Sampai kemana bunda " tanyanya yang enggan membuka matanya
" Sampai di pesantren.. " ucap Sisil mampu membuat mata Ehan langsung terkejut dan bangun
" Sudah sampai bunda " ucapnya langsung bangun
" Yu kita turun " ucap sang ayah
Merekapun segera turun dan menemui sang pemilik pesantren tersebut.
" Assalamualaikum Dek.. boleh numpang tanya... ruangan Pa Kyai besar sebelah mana " tanya Sisil
" Waalaikumsalam.. Oh.. mari Bu saya Antarkan " ucap siswa pesantren tersebut
Mereka melangkah mengikuti arah sang Siwa tersebut.
" Bunda disini Ko ga ada siswa perempuan nya " ucap Ehan
" Sama kan Seperti sekolah SMK yang kamu mau... cowo semua " ucap Sisil mampu membuat Ehan cemberut
" Bukan begitu bunda.. maksud Ehan... " ucapnya terhenti saat mereka sudah sampai didepan ruangan pemilik pesantren tersebut.
Tok... Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Assalamualaikum.. Permisi pak Kyai besar ada tamu mencari anda " ucap siswa tersebut
" Waalaikumsalam... coba Suruh mereka masuk " ucap Sang Kyai
" Baik Pa Kyai " ucapnya
" Bapak ibu.. silahkan masuk.. pa Kyai sudah memberikan ijin agar kalian bisa masuk " ucap Sang siswa tersebut
" Makasih ya Dek " ucap Sisil
" Sama-sama.. kalau begitu saya pamit.. assalamualaikum... " ucapnya
" Waalaikumsalam salam " ucap Sisil
Merekapun segera masuk kedalam ruangan tersebut.
" Assalamualaikum... " ucap ucap Leo dan Sisil
" Waalaikum salam... Mari Silahkan Duduk... " ucap sang Kyai
" Terima kasih pa " ucap sisil sambil tersenyum
" Maaf dengan Ibu dan bapak siapa... ada keperluan apa " Tanya sang Kyai
" Begini Pa Kyai saya Sisil dan ini suami saya Mas Leo.. kami yang tempo hari menelepon Pa Kyai .. yang ingin mendaftarkan kedua anak saya di pesantren ini " ucap sang Oma
" Oh ini dengan Bu Sisil dan Tuan leo..." ucap sambil tertawa
__ADS_1
" Iya pa " ucap Leo
" Apa kabar Tuan dan Nyoya... selamat datang di pesantren saya... " ucapnya
" Kami kabar baik pa.. jadi gimana bisa anak saya untuk pesantren disini " tanya Sisil penasaran
" Tentu boleh ... Tuan dan Nyoya kan donatur terbesar di pesantren ini " ucap sang Kyai
" Apakah Bisa hari ini juga mereka langsung pesantren disini " ucap Tanya Sisil
" Boleh.. Boleh... Dengan senang hati " ucap sang Kyai
Kini Leo dan Sisil bisa bernafas lega karena sang anak sudah diterima dengan baik di pesantren ini.
Sang Kyai pun meyuruh salah satu muridnya untuk mengantarkan kamar Ehan dan Farel sekarang
" Sidik... " panggilnya
" Iya pa Kyai "
" Bisakah Kau antarkan Farel dan Ehan ke kamarnya " titah sang Kyai
" Bisa Pa Kyai " ucapnya
" Mari saya Antarkan kekamar kalian " ucap sidik
" Bapak ibu ... pa Kyai.. kami pamit assalamualaikum... " ucapnya menyalami tangan sang Kyai, tangan Sisil dan tangan Leo
" Waalaikum salam " ucap Mereka
" Semoga kamu betah nak " ucap Sisil
Leo, Sisil dan sang Kyai tengah asik mengobrol sedangkan kedua anaknya segera memasuki kamarnya.
Sepanjang perjalanan Sidik mencoba untuk mengakrabkan diri namun kedua orang di sebelahnya tampak cuek dan dingin padanya.
" Sudah tahu " ucap Ehan
" Kalian asalnya dari mana " tanyanya lagi
" Dari Jakarta " ini Farel yang berbicara
" Kenapa kalian pindah kesini " tanyanya lagi
" Kepo " ucap Ehan semakin tak suka padanya
" Ini kamar kalian... aku pamit dulu... assalamualaikum " ucap Sidik melangkah pergi dengan wajah kesalnya
Ceklek,,
" Astaga " ucap Ehan kaget
" Ini ga salah " ucap Farel melihat kamarnya yang tampak berantakan dan beberapa orang yang sedang tidur disana
" Aku ga suka berbagi kamar dengan mereka " ucap Farel kesal
" Aku juga ga suka tapi mau bagaimana lagi " ucap Ehan dengan wajah kesal
" Ya ampun ini kasurnya ko kurang empuk tidak seperti dikamar ku " ucap Farel
" Yaelah Bang... ini kan pesantren bukan hotel " sindir Ehan
" Ini semua gara-gara kamu " ucap Farel kesal
" Maafkan aku deh Bang.. aku tau aku salah.. Aku janji akan menjadi orang yang lebih baik lagi " ucap Ehan bersemangat
__ADS_1
" Em.. " ucap Farel segera membereskan bajunya di lemari kosong
" Rasanya punggungku pegal-pegal sekali " ucap Ehan sedang terbaring di kasur nya
" Sama " ucap Farel
" Oh iya Bang.. Disini ada murid ceweknya ga ya" tanya Ehan
Seseorang pun masuk kedalam kamar itu, Satu kamar berisi lima orang
" Ada lah.. tapi dibelakang gedung ini " ucap seseorang
" Oh begitunya.. kenapa bisa terpisah begitu " ucap Ehan masih penasaran
" Nanti saja kamu kasih pertanyaan pada guru disini " ucapnya
" Kenalin Aku Niko " ucapnya menyodorkan tangannya Baik Ehan maupun Farel mereka membalas dengan menyodorkan Tangannya kembali
" Aku Ehan " ucap Ehan
" Aku Farel " ucap dingin
" Semoga kita Betah ya ... disini " ucap Niko
" Iya terima kasih " ucap Ehan dan Farel
" Ini Riki.. Dia juga salah satu sahabat ku dan iya juga tinggal disini... " ucap Niko
Merekapun akhirnya beristirahat dan segera tertidur pulas sedangkan Sisil dan Leo segera pulang kembali menuju Jakarta naik pesawat karena mereka takut terjadi sesuatu dengan Ina.
.
.
.
.
.
So ikuti terus kisahnya...
Semoga kalian terhibur...
Hai.. Hai... Ada kabar terbaru loh.....
Novel tentang kisah anak kembar ini versi dewasa sudah ada ....
Ketik di kolom pencarian Novel yang berjudul KISAH CINTA ANAK KEMBAR CEO
Dan untuk bab penutup di novel ini...
saya selesaikan dulu ya...
beberapa Part kedepan....
Semoga kalian suka...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁