Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 119


__ADS_3

Merekapun segera menuju ke restoran tempat Sang Ayah mengelola nya. Sepanjang perjalan Salsa merasa tak enak hati dengan perkataan sang mamah. meskipun Ujang pasti sudah memaafkannya namun Iya harus meminta maaf pada Ujang.


" Ujang... " lirih Salsa


" Iya Neng Salsa... ada apa " ucap Ujang


" Salsa mau minta maaf atas perkataan dan perbuatan mamah padamu .. " ucap Salsa menundukkan kepalanya merasa sedih dan kecewa dengan perlakuan Sang mamah


" Neng Salsa tidak usah khawatir... Ujang Sudah memaafkan Mamah Ida " ucapnya sambil tersenyum


" Memang Ujang yang terbaik untukku " batin Salsa


" Semoga Allah memberikan kesabaran untuk Ujang dalam menjinakkan Mamah mertua... eh menghadapi mamah mertua maksudnya " batin Ujang sambil tersenyum


Kini mereka sudah sampai di restoran yang dikelola sang Papah. Salsa dan Ujang pun segera masuk dan menemui sang Ayah.


" Mba.. Mba... Lihat Pa Anwar.. " ucap Salsa


" Oh ... Beliau sedang ada di dapur mengontrol kondisi dapur Nona " ucap Ramah sang pelayan


" Bisa tolong panggilkan... " ucap Salsa


" Baik.. Nona dan Tuan.. silahkan duduk... " ucapnya


" Em..Tolong bilang Salsa ingin menemui papah " ucap Salsa


" Tunggu sebentar saya panggilkan dahulu " ucapnya pergi menemui sang majikan


Tidak lama kemudian Pa Anwar pun datang dan menemui Salsa.


" Sha " ucap sang papah


" Papah " ucap Salsa memeluk sang Papah


" Eh ada mantu Papah " ucapnya


" Masih calon Pa... belum jadi " ucap Ujang sambil tertawa


" Kan sebentar lagi juga jadi mantu Papah ... panggilnya harus Papah ya... " ucapnya tersenyum pada Ujang


" Kita ngobrolnya diruangan Papah " ucap Pa Anwar


" Baik Pah... " ucap Salsa


Mereka pun mengikuti sang papah menuju ruangannya namun sebelum keruangannya Sang Papah sengaja meyuruh pegawainya untuk membuatkan makanan spesial untuk sang anak dan menantunya.


Salsa dan Ujang duduk di sofa ruangan tersebut sambil melihat pemandangan Ruangan yang rapi dan wangi


" Kamu sering-sering datang kesini... Papah seneng kalau kalian disini... " ucap Pa Anwar


" Iya Pah... apalagi nanti Leo mau ngasih Salah satu Restoran nya untuk kami " ucap Salsa


" Bagus itu Sha... kamu harus belajar dulu disini agar... semuanya nanti tidak ada kendala " ucap Sang Papah


" Iya Pah... Nanti Aku dan Ujang akan sering-sering kesini " ucap Salsa


" Tuan Leo baik sekali ya Neng Salsa... mau memberikan Kita rumah dan Restoran sudah beruntung Sekali... " ucap Ujang


" Leo memang baik dari Dulu.. aku yang tidak baik mensyukuri nya dan malah kabur dari dia... tapi aku bersyukur sekarang aku sudah menyadari jika Kamu lebih berharga dari Leo... kamu bisa lebih sabar menghadapi ku dan bisa merubahku seperti sekarang... " ucap Salsa sambil tersenyum


" Iya Papah juga sangat berterima kasih padamu Ujang... " ucap Sang Papah

__ADS_1


" Aduh ini Ujang jadi kepedean atuh... sudah jangan dipuji-puji.. " ucap Ujang


Tok...Tok...Tok...


" Masuk " ucap Pa Anwar


Ceklek,,


" Maf Pa.. ini pesanan yang anda minta " ucap salah satu pelayan yang mengantarkan pesanan untuk Salsa dan Ujang


" Simpan disini " titah Pa Anwar


" Baik Pa " ucap Mereka


Setelah sang pelayan pergi Salsa dan Ujang pun langsung menyantap makanan dari restoran sang Papah ternyata enak, sampai-sampai makanan pun habis entah karena mereka lapar atau memang benar-benar enak makananya.


" Pah... Aku terima kasih banyak Loh... ini semuanya enak " Puji Salsa kekeyangan


" Iya Pah... Aduh Ujang belum pernah makan makanan seenak ini " Puji Ujang


" Kalian terlalu berlebihan " ucap Pa Anwar senyum


" Oh Iya... sebenarnya Salsa kesini sama Ujang mau memberikan ini " ucap Salsa memberikan undangan pernikahan nya


" Loh nak ko namanya Leo " tanya heran sang Papah


" Iya Pah... Sesuai dengan rencana Salsa dan Leo... Papah doakan semoga semuanya lancar


" Terus bagaimana dengan persiapan pernikahanmu waktunya tinggal beberapa hari " ucap Sang Papah khawatir


" Semuanya sudah beres ko... " ucap Salsa sambil tersenyum


" Makasih ya Pah.. " ucap Salsa memeluk sang Papah


" Kalian... kan Calon pengantin tidak boleh berpergian... kalian sekarang pulang dan segera beristirahat... " nasihat sang Papah


" Baik Pah... " ucap Mereka


" Kalau begitu Salsa dan Ujang pamit " ucap Salsa mencium tangan sang Papah


" Assalamualaikum Pah " ucap Ujang mencium tangan sang Papah


Salsa dan Ujang pun langsung melakukan mobilnya untuk pulang dan beristirahat sesuai permintaan sang Papah.


.


...****************...


.


Sedangkan ditempat lain Leo dihubungi oleh pihak polisi untuk segera menuju penjara dimana sang Momi disana.


Iya diberi tahu jika Sang Momi sedang sakit yang membuat ia dengan terpaksa harus menemui sang Momi ke penjara.


Leo pun segera berangkat menuju penjara, walau bagaimanapun Natali adalah ibunya yang melahirkannya meskipun sejak iya lahir Sang Oma lah yang merawatnya karena Natali sibuk dengan kegiatannya.


" Tuan apakah Kita harus belikan Nyonya sesuatu... " ucap Renal


" Pihak polisi menghubungi ku... bahwa Momi sakit dan Aku harus segera Kesana " ucapnya


" Tuan bagaimana jika Kita belikan Nyoya bubur... biasanya yang sakit kan makanannya bubur " tawar Renal

__ADS_1


" Betul juga ide mu " ucap Leo


" Nanti Didepan saya berhenti Iya Tuan... mau membeli dulu bubur " ucap Renal


" Em.."


Renalpun berhenti didekat penjual bubur Lalu iya segera memesan bubur, setelah pesanannya selesai Iya pun segera mengendarai mobilnya dan melanjutkan perjalanan menuju penjara.


Leo dan Renal sudah sampai disana, mereka segera masuk dan menanyakan keberadaan Natali pada petugas yang ada disana.


" Pa Maaf Saya mau tanya tahanan yang bernama Natali katanya Sakit.. sekarang bagaimana keadaanya " ucap Leo


" Maaf Tuan Siapanya Bu Natali " ucap Sang petugas


" Saya anaknya Pa " ucap Leo dengan wajah khawatir


" Baik Pa... Mari Ikut Kami " ucap Sang petugas


Leo dan Renalpun mengikuti Sang petugas untuk bertemu Natali diruangan perawatan khusus.


" Saudari Natali... Ada yang ingin bertemu menjenguk anda ... " ucap petugas disana


" Siapa " tanya Natali


" Semoga itu Leo " batin Natali


" Momi " ucap Leo


" Benar dugaan ku... pasti dia sayang sama Aku makanya dia kesini... ini tinggal Aku memainkan aktingku " batin Natali


" Ko perasaanku tidak Enak " batin Renal


" Momi katanya sakit tapi ko wajahnya tidak ada pucat-pucatnya... Aku harus berhati-hati " batin Leo


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...


So... Ikuti terus kisahnya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2