Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 70


__ADS_3

Keesokan hari, Leo sudah terbangun dari tidurnya, ia melihat sang istri masih tertidur pulas, ia tersenyum menghampirinya dan mengecup keningnya.


" Mas " ucap Sisil bangun


" Sayang... jadi bangun... em... Kamu mau sarapan Apa biar Mas bikinkan... "


" Hari ini Aku ga mau masakan buatan Mas... Aku hanya ingin makanan buatan Ani.. " ucap Sisil


" Baik lah.... Kamu mau makan Apa sayang... " tanya Leo lembut


" Aku mau Opor Ayam Mas.. sama lontongnya " ucap Sisil


" Nanti Ani bikinkan Untukmu... sebenar Aku hubungi Dia dulu " ucap Leo


Leo langsung menelepon Ani dan memerintahkan Dia untuk membuatkan Opor Ayam dan lontongnya.


Tut.... Tut.... Tut...


" Halo Tuan " ucap Ani gugup


" Ani.... sekarang Kamu masak Opor Ayam dan lontongnya... bawakan kesini saya tidak mau tau paling lama Kamu harus sampai disini satu jam lagi... kalau bis usahakan 30 menit sudah selesai memasak " ucap entengnya


" Aduh Tuan ada-ada saja " batin Ani


" Baik.... Tuan " ucapnya


Leo langsung menaruh kembali handphonenya dan kembali berada disamping Sisil.


" Sayang bagaimana jika nanti makanya di taman... Aku tau... Kamu pasti bosen kan dikamar terus... " ucap Leo


" Asikkk... Makasih Mas... " ucapnya


" Sama-sama istriku " godanya


Dokter pun datang bersama Suster kekamar Sisil dan memeriksanya.


" Apa Nona sering merasa Mual " ucap Dokter Imel


" Kadang-kadang Dok " ucap Sisil


" Kalau mual Nona suka muntah tidak " tanyanya lagi


" Ga dok... "


" Sekarang Apa yang Nona rasain" tanya Dokter Imel


" Pusingnya masih ada... "


" Itu wajar Nona... gejala kehamilan kan memang seperti itu yang harus diwaspadai jika pusingnya sampai bereaksi Anda pingsan dan mualnya terus muntah dan tak henti-henti... jadi Nona dan Tuan jangan Khawatir " ucap Dokter Imel sambil tersenyum


" Bagaimana Dok keadaan Istri Saya " ucap Leo


" Alhamdulilah semuanya dalam keadaan Baik " ucap dokter Imel


" Apa Saya sudah boleh pulang " ucap Sisil


" Kalo Sore keadaan Nona terus membaik... Nona boleh pulang... "


" Alhamdulilah " ucap Sisil


" Saya tau Nona bosan ya disini... Sekarang Nona banyak makan dan istirahat ya... biar keadaanya membaik terus " nasihat Dokter Imel


Setelah Sang Dokter dokter selesai memeriksa Sisi lalu ia keluar dari kamarnya dan menuju kamar pasien yang lain.


" Tuh... Kamu Harus banyak-banyak istirahat biar Sore Kita bisa pulang " ucap Leo

__ADS_1


" Ia Mas... "


Kriukk... Kriukkk


Leo dan Sisil pun tertawa mendengar suara perut Sisil meminta makanan.


" Baby Ayah lapar ya nak " ucapnya mengusap perut Sisil


" Sepertinya ia Ayah " Sisil menirukan suara anak Kecil


" Sebentar ya sayang... Aku telepon dulu Ani " ucap Leo


" Ia Mas "


Tut.... Tut.... Tut...


" Halo Tuan " ucap Ani masih gugup


" Kamu masih Dimana... istri Saya sudah lapar... Kamu mau bikin Dia kelaparan... Dan baby Ku sakit... hah " bentaknya


" Saya sudah berada di depan kamar Nona " ucapnya terbata-bata


" Kenapa ga langsung masuk " bentaknya


" Mau Masuk bagaimana Tuan telepon Saya... kalau Saya ga angkat... Tuan pasti marah " batin Ani


" Malah Diam cepat masuk "


" Ia Tuan "


Ceklek


Ani pun langsung masuk kedalam kamar Sisil


" Ani... Sini Kamu... " ucap Sisil


" Sepertinya Nona marah padaku " batin Ani


" Ia Nona " ucap Ani menghampiri Sisil dengan gugup


" Em.. baunya enak... Aku mau makan sekarang " Ucap Sisil kegirangan


" Yaudah yu Kita makan ditaman " ajak Leo


" Ayo Mas "


Leo mendudukan Sisil dikursi roda lalu ia mendorongnya menuju taman, disana banyak sekali orang terutama anak-anak.


" Sudah Sampai "


" Aku suapin ya Sayang... ini masih panas " ucap Leo


" Ia Mas "


Lalu Leo Mulai meyuapinya, dengan pelan-pelan


" Sayang... Bolehkan Aku berbicara jujur padamu " ucap Leo disela-sela ia meyuapi sang istri


" Mas mau ngomong apa " jawabnya


" Tapi Kamu jangan marah " ucap Leo


" Baik lah "


" Aku... sebenarnya.... sebenarnya... " ucap gugupnya

__ADS_1


" Mas jangan bikin Aku penasaran "


" Sebenarnya Aku dulu menikahimu dulu hanya untuk ingin membalas dendamku pada Salsa... tapi sekarang aku sunguh-sunguh mencintamu " ucapnya sambil berlutut


Uhuk... Uhuk...


" Nih sayang Minun dulu " ucap Leo


Sisil pun meminum minumannya, lalu ia terdiam, bahkan sekarang ia sudah tk bersera lagi.


" Mas Aku mau pergi ke kamar " ucapnya dingin


" Disatu Sisi Hatiku lega tapi disisi lain hatiku sakit " batin Leo


...****************...


Sedangkan di Apartemen Yesi sekarang Yesi sedang melancarkan Rencana Dia bersama Leo, Dia membuat berantakan seisi Apartemen Ia pun tak lupa mengacak-acak rambutnya dan make up pun dibiarkan seberantakan mungkin. untuk Air mata ia sengaja membeli tetes mata yang banyak persediaan.


" Sudah... rencanaku sekarang berhasil... sebaiknya Aku makan dulu... takut habis nanti energiku menghadapi Domba betina itu " ucapnya


Ia segera memakan Tiga potong roti dan segelas susu. setelah selesai ia segera meyimpanya. dan Ia pun kembali lagi ke kamar.


" Kira-kira Kapan Dia datang ya... Aku sudah tak sabar... " ucap Yesi


" Tapi bagaimana jika Dia tidak datang apa Aku akan sia-sia menyiapkan ini semua " gimannya


Ting... Tong.. Tong...


" Siapa itu " ucapnya


Ceklek


Deg....


" Ka...mu.... " ucap Yesi kaget


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Apakah Sisil akan memaafkan Leo....


Siapa yang datang ke apartemen Yesi...


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2