
Keesokan hari, Leo sudah terbangun dari tidurnya, ia melihat sang istri masih tertidur pulas, ia tersenyum menghampirinya dan mengecup keningnya.
" Mas " ucap Sisil bangun
" Sayang... jadi bangun... em... Kamu mau sarapan Apa biar Mas bikinkan... "
" Hari ini Aku ga mau masakan buatan Mas... Aku hanya ingin makanan buatan Ani.. " ucap Sisil
" Baik lah.... Kamu mau makan Apa sayang... " tanya Leo lembut
" Aku mau Opor Ayam Mas.. sama lontongnya " ucap Sisil
" Nanti Ani bikinkan Untukmu... sebenar Aku hubungi Dia dulu " ucap Leo
Leo langsung menelepon Ani dan memerintahkan Dia untuk membuatkan Opor Ayam dan lontongnya.
Tut.... Tut.... Tut...
" Halo Tuan " ucap Ani gugup
" Ani.... sekarang Kamu masak Opor Ayam dan lontongnya... bawakan kesini saya tidak mau tau paling lama Kamu harus sampai disini satu jam lagi... kalau bis usahakan 30 menit sudah selesai memasak " ucap entengnya
" Aduh Tuan ada-ada saja " batin Ani
" Baik.... Tuan " ucapnya
Leo langsung menaruh kembali handphonenya dan kembali berada disamping Sisil.
" Sayang bagaimana jika nanti makanya di taman... Aku tau... Kamu pasti bosen kan dikamar terus... " ucap Leo
" Asikkk... Makasih Mas... " ucapnya
" Sama-sama istriku " godanya
Dokter pun datang bersama Suster kekamar Sisil dan memeriksanya.
" Apa Nona sering merasa Mual " ucap Dokter Imel
" Kadang-kadang Dok " ucap Sisil
" Kalau mual Nona suka muntah tidak " tanyanya lagi
" Ga dok... "
" Sekarang Apa yang Nona rasain" tanya Dokter Imel
" Pusingnya masih ada... "
" Itu wajar Nona... gejala kehamilan kan memang seperti itu yang harus diwaspadai jika pusingnya sampai bereaksi Anda pingsan dan mualnya terus muntah dan tak henti-henti... jadi Nona dan Tuan jangan Khawatir " ucap Dokter Imel sambil tersenyum
" Bagaimana Dok keadaan Istri Saya " ucap Leo
" Alhamdulilah semuanya dalam keadaan Baik " ucap dokter Imel
" Apa Saya sudah boleh pulang " ucap Sisil
" Kalo Sore keadaan Nona terus membaik... Nona boleh pulang... "
" Alhamdulilah " ucap Sisil
" Saya tau Nona bosan ya disini... Sekarang Nona banyak makan dan istirahat ya... biar keadaanya membaik terus " nasihat Dokter Imel
Setelah Sang Dokter dokter selesai memeriksa Sisi lalu ia keluar dari kamarnya dan menuju kamar pasien yang lain.
" Tuh... Kamu Harus banyak-banyak istirahat biar Sore Kita bisa pulang " ucap Leo
__ADS_1
" Ia Mas... "
Kriukk... Kriukkk
Leo dan Sisil pun tertawa mendengar suara perut Sisil meminta makanan.
" Baby Ayah lapar ya nak " ucapnya mengusap perut Sisil
" Sepertinya ia Ayah " Sisil menirukan suara anak Kecil
" Sebentar ya sayang... Aku telepon dulu Ani " ucap Leo
" Ia Mas "
Tut.... Tut.... Tut...
" Halo Tuan " ucap Ani masih gugup
" Kamu masih Dimana... istri Saya sudah lapar... Kamu mau bikin Dia kelaparan... Dan baby Ku sakit... hah " bentaknya
" Saya sudah berada di depan kamar Nona " ucapnya terbata-bata
" Kenapa ga langsung masuk " bentaknya
" Mau Masuk bagaimana Tuan telepon Saya... kalau Saya ga angkat... Tuan pasti marah " batin Ani
" Malah Diam cepat masuk "
" Ia Tuan "
Ceklek
Ani pun langsung masuk kedalam kamar Sisil
" Ani... Sini Kamu... " ucap Sisil
" Sepertinya Nona marah padaku " batin Ani
" Ia Nona " ucap Ani menghampiri Sisil dengan gugup
" Em.. baunya enak... Aku mau makan sekarang " Ucap Sisil kegirangan
" Yaudah yu Kita makan ditaman " ajak Leo
" Ayo Mas "
Leo mendudukan Sisil dikursi roda lalu ia mendorongnya menuju taman, disana banyak sekali orang terutama anak-anak.
" Sudah Sampai "
" Aku suapin ya Sayang... ini masih panas " ucap Leo
" Ia Mas "
Lalu Leo Mulai meyuapinya, dengan pelan-pelan
" Sayang... Bolehkan Aku berbicara jujur padamu " ucap Leo disela-sela ia meyuapi sang istri
" Mas mau ngomong apa " jawabnya
" Tapi Kamu jangan marah " ucap Leo
" Baik lah "
" Aku... sebenarnya.... sebenarnya... " ucap gugupnya
__ADS_1
" Mas jangan bikin Aku penasaran "
" Sebenarnya Aku dulu menikahimu dulu hanya untuk ingin membalas dendamku pada Salsa... tapi sekarang aku sunguh-sunguh mencintamu " ucapnya sambil berlutut
Uhuk... Uhuk...
" Nih sayang Minun dulu " ucap Leo
Sisil pun meminum minumannya, lalu ia terdiam, bahkan sekarang ia sudah tk bersera lagi.
" Mas Aku mau pergi ke kamar " ucapnya dingin
" Disatu Sisi Hatiku lega tapi disisi lain hatiku sakit " batin Leo
...****************...
Sedangkan di Apartemen Yesi sekarang Yesi sedang melancarkan Rencana Dia bersama Leo, Dia membuat berantakan seisi Apartemen Ia pun tak lupa mengacak-acak rambutnya dan make up pun dibiarkan seberantakan mungkin. untuk Air mata ia sengaja membeli tetes mata yang banyak persediaan.
" Sudah... rencanaku sekarang berhasil... sebaiknya Aku makan dulu... takut habis nanti energiku menghadapi Domba betina itu " ucapnya
Ia segera memakan Tiga potong roti dan segelas susu. setelah selesai ia segera meyimpanya. dan Ia pun kembali lagi ke kamar.
" Kira-kira Kapan Dia datang ya... Aku sudah tak sabar... " ucap Yesi
" Tapi bagaimana jika Dia tidak datang apa Aku akan sia-sia menyiapkan ini semua " gimannya
Ting... Tong.. Tong...
" Siapa itu " ucapnya
Ceklek
Deg....
" Ka...mu.... " ucap Yesi kaget
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,..
Apakah Sisil akan memaafkan Leo....
Siapa yang datang ke apartemen Yesi...
So... Ikuti terus kisanya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1