Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Ekstra Part 1


__ADS_3

Tujuh tahun Kemudian,,


Anak-anak Sisil sekarang sudah menginjak bangku sekolah kecuali Farina, Iya mendapatkan ilmu dengan cara home schooling, meskipun Iya Pintar namun karena keadaanya sering sakit Baik Leo atau pun Sisil tak mengijinkan sekolah seperti kakak-kakaknya.


Leo sekarang tinggal dimansionnya bersama Oma dan sang Ayah. keluarga mereka sudah berkumpul, Sisil sudah tak diijinkan mengajar lagi, sekolahnya yang ia bangun ia percayakan pada salah satu sahabatnya yaitu Wina.


Sisil pun sekarang sudah mempunyai beberapa cabang restoranya, iya percayakan pada pegawainya dan yang berada di kota ini iya percayakan pada ayah mertuanya. Iya selalu memantau perkembangan Restorannya dirumah dan bekerja dirumah, karena Farina butuh perhatian eksra semenjak lahir iya sering mengalami sakit kekebalan tubuhnya tidak sekuat Kaka-kakaknya.


Yesi mempunyai dua orang Anak yang bernama Satria Resi Putra Pratama dan Siska Resi Putri Pratama, Satria sekarang berumur tujuh tahun sama dengan anak Leo dan Sisil sedangkan Siska berumur empat tahun sama dengan anak kedua Salsa.


Sedangkan Salsa yang paling banyak ia memiliki lima orang anak. tiga orang laki-laki dan Dua orang perempuan. anak yang pertama berusia lima tahun diberi nama Muhamad Ridwan Juandi , anak yang kedua berumur empat tahun bernama Muhamad Yusuf Juandi, anak yang ketiga bernama Muhamad Ali Juandi , anak yang keempat bernama Siti Aisyah Juandi Iya sekarang berumur dua tahun, dan yang terakhir baru berusia enam bulan bernama Siti Mayang Juandi. Dan penampilan Salsa pun sekarang berbeda Iya sekarang memutuskan berhijab setelah mempunyai anak pertama hingga sekarang sudah terbiasa.


Salsa mendirikan sekolah paud yang tentunya bekerja sama dengan Sisil sebagai donatur disana. Bahkan Salsa pun menjadi salah satu pengajar disana. sementara sang suami mengelola restorannya. meskipun kewalahan salsa merawat semua anaknya tidak mengunakan baby sister.


Sedangkan Natali sekarang sudah berada di Eropa semenjak kejadian itu ia terkena serangan jantung, dan sekarang ia harus bulak balik menstabilkan tubuhnya terutama jantungnya.


Sementara itu Pa Anwar dan Bu Ida mereka selalu mengunjungi Salsa. Bu Ida mencoba menerima kehadiran Ujang. Bu Ida sekarang jadi lebih sibuk karena selalu mengunjungi Rumah Sisil ataupun rumah Salsa. sekarang ia pun sudah berubah tidak membenci Sisil lagi.


.


...****************...


.


Seperti biasa Sisil setia pagi meyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak nya tak lupa untuk Oma dan sang ayah mertua.


Sisil pun membangunkan kedua anak kembar laki-laki nya yang masih tinggal satu kamar.


Tok.... Tok... Tok...Tok...


" Abang... Kakak bangun.... ini sudah siang " ucap Sisil namun tak ada jawaban iya pun segera masuk kedalam kamar


Ceklek,,

__ADS_1


" Aduh ... masih pada tidur lagi.. ah kalau kalian tidak sekolah bunda ga akan kasih uang jajan dan kalian kalau ke sekolah harus jalan kaki soalnya ayah pasti buru-buru kekantor " ucap Sisil melangkah pergi


" Tunggu Mom Farel udah bangun ko " ucapnya


" Ehan bangun... mau kita jalan kaki lagi kaya kemarin " ucapnya mampu membuat Ehan bangun dan sekarang pergi kekamar mandinya.


" Ih.. Ehan... ko duluan harunya Abang dulu " ucap Farel


" Abang lama kalau mandi " teriakannya dalam kamar mandi


" Abang ngalah ya.. mandinya dikamar bunda aja " ucap Sisil terseyum melihat tingkah sang anak


Dengan terpaksa Farel pun mandi dikamar Sisil, setelah selesai ia segera memakai seragam sekolahnya dan segera duduk dikursi meja makannya, disana sudah kumpul tinggal menunggu dirinya, memang kebiasaan buruk Farel kalau mandi suka lama itu yang kadang membuat Ehan marah.


" Lama banget sih bang " ucap Ehan


" Ehan ga boleh gitu " ucap Sisil


" Tapi bunda... " ucapnya terpotong


Merekapun makan dengan khusu karena Leo pasti akan memarahi anaknya jika sang anak makan sambil berbicara atau ribut dimeja makannya.


Setelah selesai Renalpun datang Kesana bersama Satria, karena Satria, Farel dan Farhan satu sekolah.


" Pagi semua " ucap Renal


" Pagi " ucap Mereka


" Satria udah sarapan... " ucap Sisil


" Udah bunda Sisil " jawabnya


" Renal ikut Aku keruangan kerjaku " ucap Leo dan Renalpun langsung membuntuti sang majikan

__ADS_1


Sedangkan Farel dan Ehan sudah diam diruang tamu menunggu ayah mereka berbicara. Ina pun muncul.


" Kaka, Abang belum berangkat " ucap Ina


" belum " ucap Satria


" Aku ga nanya sama Kamu " ucap Ina


" Jangan jutek-jutek nanti suka sama Aku " goda satria


" Ih Apaan.. " ucap Ina memonyongkan bibirnya


" Ina sekarang selalu cantiknya " goda satria kembali membuat sang kakak-kakaknya heran


" Tau ah... aku mau pergi dulu ke bunda " ucap Ina langsung pergi


" Kamu jangan godain Ina " ucap Ehan


" Aku tuh dah suka sama Ina dari dia kecil " ucapnya


" Terserah lah... kalau kamu bikin Ina nangis aku tonjok kamu " ucap Ehan


" Iya Ehan... aku ga akan berani.. kemal juga kamu tonjok dua Minggu dirumah sakit " cibirnya


" Si kemal itu tukang malak harus diberi pelajaran " ucapnya


" Ehan.. kamu harunya ngomong baik-baik bukan dengan kekerasan " ucap Farel


" Ah... dia ga akan ngerti ka " ucapnya


Renal dan Leo pun datang Kesana dan langsung mengajak sang anak-anak untuk pergi ke mobil.


" Yu kita berangkat " ucap Leo

__ADS_1


" Ayo " ucap mereka masuk kedalam mobil


Renalpun mengantarkan sang anak-anak ke sekolahnya baru kemudian iya dan sang majikan pergi kekantor.


__ADS_2