Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 61


__ADS_3

Merekapun semua melepas kakinya, ada rasa sakit dikakinya karena banyak menginjak batur, ada juga rasa Jijik karena terkena lumpur, semua campur aduk, hari ini bagaikan hari kesialan bagi mereka, entah awal kesialan atau akhir kesialan


" Mah Jijik " rengeknya


" Diam Kamu Sha... Mamah juga ini kesakitan " ucapnya


" Sialan Leo " batin Bu Ida


" Leo Jahat..... " batin Salsa


Akhirnya mereka sampai dirumah itu, lalu Mang Juju menunjukan Kamar Pa awar dan Bu Ida terlebih dahulu, lalu kemudian menunjukan kamar Salsa.


" Bu ida dan Pa Anwar ini kamar Kalian "


" Makasih Mang " ucap Pa anwar


" Mari Neng Salsa... Mang Juju tunjukan kamar Neng "


Merekapun menuju satu kamar kecil yang yaman dan terlihat bersih


" Ini Neng Kamarnya.... " ucap Mang Juju


" Tunggu Mang Juju... ini mana Ac nya... " tanya Mang juju


" Ac itu apa ya Neng... " tanya baliknya


" Ac... Ac atuh dah Saya mah teu ngarti " batin Mang Juju


" Hadeh... Ac itu... pendingin Ruangan " ucap kesalnya


" Oh Neng mau dingin... nanti juga menjelang subuh disini mah dingin neng... Teu usah pake Ac Ac sagala " ucapnya sambil tersenyum


" Yaudah deh ga papah.... Tunggu Mang Juju " ucap Salsa


" Ada Apa lagi atuh Neng... " tanyanya


" Apa Disini ada yang buka Spa "


" Aduh Spa teh naon deuih meni teu ngararti tea " batin Mang Juju


" Maf atuh Neng da Mang Juju mah te mengerti ai Spa teh apa " ucapnya kebingungan


" Em... Mang Juju ga gaul... masa ga tau Spa... Spa itu tempat orang di pijat " ucap Sisil dengan kesal


" Oh... Tukang pijat... bilang atuh dari tadi... kalo itu mah... Mang juju mengerti " ucapnya


" Ada tidak atau tidak " ucap Salsa


" Ya ada atuh Neng... mau tukang pijatnya dibawa kesini " tanya Mang Juju


" Mau Mang... Salsa pegel banget i ini pungung " keluhnya


" Tunggu sebentar atuhnya ku Mang Juju... disusulan hela eta tukang pijitna " ucapnya melangkah pergi


Salsa pun merebahkan badanya dikasur kapuknya, meskipun tidak seyaman kasur yag dulu tapi lebih baik dari pada ia harus tidur pakai tikar.

__ADS_1


" Ini kasur gini banget... tapi ga papah lah dari pada aku harus tidur pake tikar dilantai pula " ucapnya


Dua puluh menit berlalu Mang Juju pun segera mengetuk pintu kamar Salsa dengan membawa seseorang.


Tok.... Tok.... Tok...


" Masuk " ucap Salsa


Ceklek


" Neng Salsa ini Tukang pijatnya... "


" Hah model beginian... aduh... Aku jadi Ragu " batin Salsa


" Ibu tukang pijat " tanya Salsa


" Dia dari Kota jadi nganggo bahasa Indonesia... maklumken wae atuh nya " ucap Mang juju pada bu Welas


" Muhun atuh Mang ai kitu mah " ucap Bu Welas


" Mau di pijit sekarang Neng " tanyanya


" Ia Bu punggung Aku Sakit-sakit semua "


Salsa pun berbaring namun ia heran biasnya kalau di Spa akan di beri aroma-aroma wewangian namun ini tidak. lalu ia melihat Bu welas cuma membawa miyak dam botol kecil yang baunya tidak enak.


" Tunggu Bu Ko baunya tidak enak " ucap Salsa


" Memang begini Neng... Neng ga usah protes nikmati saja "


" Pelan-pelan Bu Welas... sakit tau "


" Nah ini baru Enak " ucap Salsa


Ia pun merasa keenakan sampai-sampai ketiduran pulas. Setelah Salsa benar-benar tertidur Bu Welas pun langsung pergi dari kamar itu.


...****************...


Hari menjelang Sore Sisil dan semua anggota Leo sudah pergi dari Restoran dan sedang beristirahat di Mansion.


Hari ini Sisil merasa sangat cape sekali. ia tidak mengeluh namun Leo dengan sengaja memijat Kakinya.


" Mas ngapin "


" Pijitin Kamu sayang.... pasti Kamu cape kan seharian ini " ucap Leo


" Ia Mas.... Aku juga merasa seperti itu.. Tapi Aku senang pembukaanya berjaln dengn lancar " ucap Sisil tersenyum


" Oh ia Kamu ga harus tiap hari ke Restoran.... Kamu cukup pantau saja perkembanganya... " ucap Leo


" Ia Mas... Makasih ya Mas... "


Sisil merasa keenakan dipijat sang Suami... ia pun sampai terlelap pulas.


" Makasih Sil udah hadir dihidupku... Aku takan pernah melepaskanmu... dan Aku takan biarkan Orang lain meyakitimu " ucapnya sambil mencium keningnya

__ADS_1


Ia pun segera pergi ke ruang kerjanya untuk mengambil Laptopnya dan mengerjakan pekejaannya dikasurnya tepatnya disamping Sisil tidur.


......................


Hari ini Renal kerja lembur untuk membereskan semua pekerjaannya dikantor sesuai perintah dari Leo.


Sedangkan Yesi sedari tadi bulak balik dipintu Apartemen Renal, ia mencoba memencet Bel namun tak ada jawaban


Ia pun segera menelepon Renal namun tak ada jawaban membuatnya semakin khawatir


" Aduh.... Kenapa Aku jadi ga tenang gini... Renal Mana lagi jam segini belum pulang " ucpanya sembari menelepon Renal


" Malah Ga di angkat lagi " kesalnya


Diapun mencoba menghubungi Renal kembali namun ia kaget ketika yang mengangkatnya bukan Renal melainkan seorang Wanita


Tut... Tut.... Tut...


" Halo " ucap Seorang Wanita yang mengangkat teleponnya


" Apa... Renal bersama perempuan... Aku ga bisa biarkan " batin Yesi


" Kamu Siapa " ucap Sewot Yesi


" Aku Diani... Kamu Siapa " balik tanyanya


" Aku ....Yesi.... Pacarnya Renal... Renal dimana " bentaknya


" Ini orang kenapa ya marah-marah, tapi Masa ia Pa Renal punya pacar... Aku kerjain aja sekalian " batin Diani


" Mas Renal sedang dikantor bersama Saya kenapa emang " ucap tangtangnya


" Sialan ini Cewe nantangin Aku... Aku harus segera kesana " batinya Yesi


Yesi segera menutup teleponnya lalu memesan taksi online dan segera pergi menuju perusahaan dimana Renal dan Diani bekerja


" Lihat Saja... wanita pelakor..... Akan ku cakar-cakar Kau " gumanya sambil melihat pemandangan.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,..


Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2