Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 94


__ADS_3

Leo pun segera menuju kamar mandi yang lain untuk membersihkan tubuhnya. setelah selesai ia kembali lagi ke kamarnya dan segera memakai Kaos nya dan Sisil pun sudah rapi dan wangi.


" Kesayangannya Aku sudah wangi... " ucap Leo mencium aroma tubuh Sisil


" Mas udah mandi " tanyanya


" Sudah dong... "


" Mau makan Dulu atau Mas masakin sesuatu " ucap Leo


" Aku mau makan martabak telor yang dipinggir jalan " jawabnya


" Tapi Mas ga bisa bikinnya " ucap Leo


" Beli Aja Mas " serunya


" Baiklah Mas belikan... Kamu mau ikut atau tunggu disini sayang " tanya Leo


" Aku mau istirahat aja disini... " ucap Sisil


" Ya udah tungguin Aku ya... jangan buka pintu biar siapapun... kalau ada apa-apa kasih tau Aku Sayang.. " ucap Leo


" Ia sayang... "


" Aku pergi dulu sebentar ya.... " ucap Leo pamit


.


...****************...


.


Leo pun segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya, mencari-cari sepanjang jalan orang yang menjual martabak telor. dan Dia pun sudah menemukannya, dengan segera ia turun dari mobilnya menghampiri si penjual martabak telor itu.


" Pa beli Martabak telornya Dua bungkus ya... " ucap Leo


" Baik Tuan "


Leo pun menunggu sampai martabak nya matang. namun pandanganya terhenti ketika melihat Catrine yang sedang Masuk kedalam Club malam.


Leo pun segera menelepon Renal


Tut.... Tut.... Tut...


" Halo Renal " ucap Leo


" Ia Tuan ada yang bisa Saya dibantu " jawab Renal


" Kamu segera ke jalan CC Aku tunggu " ucap Leo


" Tapi.... Tuan.... " ucap Renal terputus karena sang majikan memutuskan teleponnya.


Renalpun segera pergi tanpa memberitahukan Yesi karena sang istri sudah tidur. Lima belas menit kemudian Renal datang di alamat yang diberikan Leo.


Renalpun menghampiri sang Majikan tersebut.


" Tuan.... " ucap Renal


" Sttttt..... Jangan berisik di dalam ada Catrine... " jawabnya


" Kita pergi kedalam " Ajak Leo


Leo pun memberikan uang kepada penjual martabak telor itu dan berpesan jika pesananya jangan dulu di masak nanti saja ketika Dia sudah keluar dari Club tersebut.


Mereka segera memasuki Club nya, disana terasa sangat ramai bahkan sebagian wanita menghampiri Mereka namun Leo dan Renal menolaknya.

__ADS_1


Mereka duduk di belakang meja Catrine, lalu mendengarkan semua pembicaraan ya dengan beberapa Lelaki.


" Hai Sayangku " ucap Salah satu pria


" Ini Sayangnya aku... " ucap Pria yang satu lagi


" Ini Sayangnya aku " ucap Pria yang ke tiga


" Kalian jangan rebutan.... Aku sayangnya kalian Ko..." ucapnya


" Kalian Minumlah... Biar Aku yang traktir... " ucap Catrine


" Makasih Sayangku... " ucap Serempak pria tersebut


" Sayangku kemarin Permainan mu sangat Liar " ucap Salah Satu Pria itu


" Kemarin Aku sangat puas... Kau bisa membuatmu merasa sangat kelelahan " ucap Catrine manja


" Apa Sekarang Kau juga ingin di puaskan oleh Kami... Kamu belum pernahkan bermain dengan Tiga Pria " ucap Pria yang kedua


" Tapi Aku tak punya uang banyak jika harus membayar Kalian.... Kalian tau Kan rencana ku untuk dinikahi orang kaya belum tercapai... bisnis Papah ku juga sedang menurun... makanya Tuh Tante-tante bawa aku kesini niatnya ingin dinikahin sama anaknya.... tapi Anaknya sudah punya istri... " ucapnya panjang lebar


" Wih... jadi istri yang ke dua dong " ucap Pria yang ke tiga


" Aku sih Mau selama banyak uang... " ucap Catrine tertawa


" Apa Kamu nanti akan mencintai suamimu itu " tanya salah Satu Pria itu


" Tidak Aku lebih suka Uang.... dengan Uang aku bisa membeli apa saja termasuk kalian.... lagian Aku mau menikah dengannya dan akan menguras semua hartanya.... " ucapnya tertawa


" Yuk Kita minum lagi " ucap salah satu Pria


" Sialan... Catrine... akan ku balas kau Nanti... " guman Leo


" Oh ia Aku lupa... Sisil ....Ayo pergi dari sini " ajak Leo


" AW... " ucap seorang wanita yang di tabrak oleh Renal


" Aduh Mba Maaf ya... " ucapnya berbisik-bisik


" Gimana Sih Mas kalau jalan lihat-lihat "


" Maaf Mba... Maaf Saya buru-buru " ucapnya melangkah pergi namun wanita itu malah menarik tangannya


" Renal Lama... saya tinggalin Aja deh... " batin Leo melangkah pergi


" Eit... mau kemana.... " tanya perempuan tersebut


" Minggir ... Saya mau pergi " ucap Renal


" Tunggu.... " menghadang Renal


" Apalagi sih " serunya


" Kenalan Dulu " rengeknya


" Aku Jeni.... Nama Kamu siapa " tanyanya menyodorkan nya tangannya


" Aku Renal... sekarang mingir saya mau Lewat " ucap Renal


Renalpun segera pergi dari sana lalu diluar Ia segera menghampiri Leo yang sedang berada di penjual martabak telor.


" Mang belinya jadi tiga ya tapi yang satu bungkus plastiknya dipisah " ucap Leo


" Baik Tuan... "

__ADS_1


" ini Tuan ... Penjual pun menyodorkan plastik yang berisi martabak telor itu


" Nih buat Kamu... Takutnya istrimu bangun... jadi kan Kau ada alasan jam segini baru pulang " ucap Leo memberikan satu bungkus martabak telor


" Baik Tuan... Terima Kasih... " ucap Renal


" Hasil rekaman videonya Kamu kirim ke saya... jangan Lupa... Saya pergi duluan " ucap Leo


" Baik Tuan " ucapnya melajukan mobilnya


.


...****************...


.


Sesampainya di Apartemen terlihat Sisil sedang tertidur pulas,


" Kasian Jika Aku bangunkan... Tapi kalau tidak dibangunkan Nanti Dia lapar... " ucapnya bingung


" Sayang... bangun... ini nya martabaknya " ucap Leo mendekatkan Martabak nya kedepan hidung Sisil


" Em wangi " ucapnya


" Makan Dulu sayang.... " ucap Leo menyodorkan martabak telor nya


" Mas... Ko Kamu bau parfum perempuan ... jangan-jangan Kamu... punya wanita lain " ucap Sisil menangis, namanya orang hamil suka sensitif hormonnya


" Sayang... jangan nangis dong... Aku jelasin ya ... " ucap Leo menenangkan sang istri


" Jadi gini Sayang.... Tadi Aku beli ini kebetulan yang dagang depan Club malam b, nah disana Aku melihat Catrine... Nah Aku.... " ucap Leo terpotong


" Kamu Kedalam dan bersenang-senang dengan Catrine kan.... " ucapnya menangis kembali


" Bukan begitu Sayang... Aku memnag Kesana dan membuntutinya tapi bersama Renal Ko... sumpah... Kalau tak percaya telepon aja Renal... " ucap Leo bingung agar sang istri percaya


" Pasti Kalian bersekongkol " ucap Sisil


" Aku punya buktinya ini... " ucapnya membuka video yang dikirim Renal barusan


Dengan seketika Sisil pun percaya pada Leo dan memakan Martabak telornya dengan lahap. Leo pun merasa Lega.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Maafkan jika untuk beberapa part kedepan akan menguras emosi kalian...


So... Ikuti terus kisanya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2