
Ehan dan Niko sudah sampai di mall tersebut, mereka dengan segera mencari keberadaan Dona, Ehan pun berinisiatif untuk menelepon Dona dan menanyakannya sedang dimana.
" Ehan aku ga pede " ucap Niko
" Udah pede aja orang ga akan ada yang kenal kamu juga, pakaian kamu kaya begini juga " ucap Ehan
" Tapi Ehan " ucap Niko mencoba protes namun tak didengar Ehan
" Sudah diam aku mau telepon di Dona dulu " jawabnya
" Dia yang kencan lah aku yang repot " batin Niko
Tut... Tut... Tut...
" Hai Ehan " ucap Dona dengan manja
" Kamu dimana " ucap Ehan sinis
" Aku sudah didalam depan pintu bioskop " ucapnya sambil tersenyum
" Aku sudah di Mall aku Kesana sekarang " ucap Ehan langsung mematikan teleponnya
" Ehan aku ga pede " ucap Niko merasa risih
" Sudah jangan banyak bicara ingat kamu harus pake bahasa isyarat " ucap Ehan mengingatkan Niko
" Iya iya bawel " ucap Niko kesal
Mereka segera naik lift ke lantai tiga, sesampainya disana Mereka segera menuju ruang bioskop dan masih mencari keberadaan Dona
" Ehan " panggil Seorang perempuan yang tak asing baginya
" Dona " ucapnya langsung menghampiri Dona sambil menggandeng tangan Niko
Sekilas mata Dona menjadi sinis karena Ehan bersama perempuan dengan penampilannya yang serba tertutup dan bahkan menjadi kagetnya karena Ehan menggandeng perempuan berhijab itu
" Dia siapa " ucap Dona sinis
" Dia calon calon tunangan ku yang waktu itu aku ceritain " jawabnya
" Oh jadi ini orang yang Ehan cintai, ih ga banget penampilannya kaya gitu, cantikan aku kemana-mana " batin Dona kesal
" Aku Dona " ucap Dona mengulurkan tangannya namun tidak ditanggapi oleh Wanita berhijab itu
" Jawab dong ga usah sombong " cibir Dona kesal
" Astaga aku lupa .. Dia tidak bisa berbicara.." ucap Ehan sambil terseyum, Niko pun mengerak-gerakan tanganya
" Katanya Dia bilang salam kenal " ucap Ehan mengarang
" Namanya siapa " tanya Dona
" mampus siapa ya namanya " batin Ehan bingung
" Em... namanya.. em... " ucap Ehan salah tingkah
" Iya namanya siapa " tanya Dona penasaran
__ADS_1
" Namanya Niki... ya Niki " jawabnya berbohong
" Ah jadi bt banget sama si Niki ini " batin Dona
" Kamu sudah beli tiketnya " ucap Ehan mengalihkan pembicaraan
" Belum " jawab dona
" Kalau begitu kita beli dulu tiketnya " ucap Ehan dan mereka mengikuti Ehan dari belakang
" Kamu mau flem apa " tanya Ehan
" Aku mau flem horor " ucap Dona kesal
" Ya kali liat mereka nonton flem romantis, lah aku bagaimana " batin Dona
" Mba aku beli tiketnya tiga ya, tapi yang deketan tempat duduknya " ucap Ehan
" Baik ka, mau flem apa " ucap sang pelayan karcis
" Kuntilanak deh " ucap Ehan
" Jangan lebih baik Flem jeritan hatiku " ucap Dona
" Jangan dong, itu kan bukan Flem horor " ucap Ehan
" Jadi mba sama kakaknya mau persen flem apa "
" Perasaan Gue ga enak nih yang lain pada ngantri dibelakang mereka malah berunding sekarang " ucap Niko
" Sudah beranak dalam kubur saja " ucap Ehan
" Jangan Susana saja " ucap Dona
" Mba sama kakaknya kalau belum tau mau nonton apa, lebih baik tunggu disana, dibelakang anda antrian masih panjnag " ucapnya pada Dona dan Ehan
" Yaudah Suzana aja deh " ucap Ehan
" Baik mba jadi seratus lima puluh ribu, ini tiketnya "
" Makasih " ucap Ehan meninggalkan tempat itu
" Kita beli dulu popcorn ya " ucap Dona menarik tangan Ehan
" Kamu mau yang mana " tanya Ehan pura-pura mesra
" Ih apaan mereka jadi enek liatnya " batin Dona
" Yang ini saja ya " ucap Ehan dibalas anggukan oleh Niko
" Aku juga mau yang itu " ucap Dona mencari perhatian
" Minumannya yang ini saja ya " ucap Ehan pada Niko
" Aku juga mau yang itu " ucap Dona namun dihiraukan oleh Ehan
" Aku ga bisa kaya begini terus, aku harus rebut Ehan lagi " batin Dona
__ADS_1
Mereka segera mencari tempat duduk dan Ehan berada ditengah-tengah mereka. namun tangannya masih mengenggam tangan Niko, hal itu membuat Dona geram.
Sepanjang Flem diputar pun terlihat Dona tak bisa diam, ia pura-pura meyenderkan pundaknya ke Ehan, pura-pura tidur bahkan iya mencoba memegang tangan Ehan namun secepat kilat Ehan tau dan menolaknya
Satu jam berlalu terasa singkat bagi Dona, iya tadinya senang karena Ehan mau berkencan dengannya eh malah Ehan membawa calon tunangannya yang menurutnya tidak seberapa itu
Dona pun mengajak Ehan untuk makan malam bersama sebelum mereka pulang,
Mereka sudah berada direstoran lalu Ehan memesan tiga porai untuk merek, setelah menunggu sepuluh menit pesanan pun datang merekapun memakan makananya kecuali Niko
" Astaga sayang aku lupa kalau kamu lagi diet ga boleh makan kaya begini " ucap Ehan pura-pura mesra
" Padahal kayanya enak, ga bisa apa dia bungkusin buat gue " batin Niko penuh harap
" Ehan nanti aku mau nebeng sama kamu " ucap Dona
" Tapi aku bawa motor " ucap Ehan
.
" Ga papah terus ada masalah " tanya Dona
" Calon tunangan ku bagaimana " ucap Ehan kesal
.
.
.
.
.
Bersambung....
So... Ikuti terus kisahnya...
Sambil menunggu Novel ini Up..
Jangan lupa Ketik di kolom pencarian Novel yang berjudul KISAH CINTA ANAK KEMBAR CEO
Semoga kalian suka...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1