Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 47


__ADS_3

Flash Back


📞 " Halo istriku yang cantik "


📞 " Halo Mas, Ayah menyuruh Kita untuk makan siang barengan di Cafe B, Apa Mas bisa datang " ucapnya singkat


📞 " Baik Tunggu Aku ya Sayang "


📞 " Ok " Langsung menutup Teleponnya


" Kenapa Sisil langsung menutup teleponnya, Aku panas-panasin Mereka ah " Batin Leo Usil


📞 " I Love You Muach.... Babay " ucap


romantisnya


...****************...


Leo langsung pergi dari sana dan menuju Cafe yang telah dikatakan sang Istri. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan cepat. karena ia tak sabar ingin bertemu sang Istri cantiknya.


Tepat disaat lampu merah ia melihat spionnya. Niatnya hanya ingin merapikan rambut sambil menunggu lampu hijau menyala namun tatapannya terhenti ketika melihat mobil Salsa.


" Apa Salsa mengikuti ku, tak ada bosen-bosen nya Dia.. harus aku beri pelajaran sama Dia nanti tunggu saja " ucapnya kembali melajukan mobilnya


Sesampainya disana Leo segera menemui Sisil dan sang Ayah mereka duduk bersama dalam satu meja. Dari kejauhan tampak seseorang sedang mengawasinya.


" Harusnya Aku Sil yang berada disana bukan Kamu.... kesel banget lihat kebahagiaan mereka " ucap Salsa sambil meneteskan air matanya


Leo, Sisil dan Marco sedang asik berbincang sambil makan siangnya. datanglah seorang lelaki berkulit putih tinggi dan tampan menghampiri mereka. Sisil sampai kaget dibuatnya.


" Beni " ucap


" Anda kenal Saya " ucapnya tampak heran


" Aku Sisil " ucapnya sambil tersenyum


" Siapa Dia, kenapa Sisil tampak bahagia melihatnya " batin Leo


" Ya Ampun Sil, Kamu beda sekali... Lebih cantik " ucapnya sambil memeluk Sisil


" Sialan Ni orang... Peluk-peluk istri orang " batin Leo semakin kesal


" Ehem " ucap Leo


" Eh Mas... Maf perkenalkan ini Beni temen lama Aku " ucapnya


Mereka pun saling menjabat tangan dengan tatapan tajam satu sama lain.


" Teman Lama Ko kaya gitu kelakuannya... Apa jangan-jangan Dia mantanya Sisil " batin Leo


" Dia Siapanya Sisil... sepertinya Dia terlihat tak senang padaku " batin Beny


" Beni Dia suamiku " ucap Sisil membuat jantung Beny terasa sakit


Beni hanya bisa Diam sambil memandang wajah Sisil.


" Beni sebaiknya Kita duduk " ucap Marco


Mereka pun Duduk berempat dimeja itu, dengan pemikiran yang berbeda-beda.


" Leo, Sisil Beni ini yang akan jadi chef ditempat restoran yang akan Kamu rintis, Apa Kamu setuju " tanya Marco


" Aku setuju "


" Aku tidak setuju " ucap Leo

__ADS_1


" Loh kenapa Leo... Kita beruntung Loh... Dia mau bekerja sama dengan Kita... Dia chef terkenal saat ini " ucap Marco


" Aku ga Suka aja " ucapnya meyembunyikan rasa cemburunya


" Tapi Mas... Dia temen Aku Loh... apa salahnya " ucap Sisil meyakinkan Leo


" Leo jika Kamu cemburu jangan begitu sikapnya " goda sang Ayah


" Aku ga cemburu Ko " kilahnya


" Yaudah Kalo Mas ga cemburu setujuin aja " ucap Sisil


" Padahal Aku harap Mas Leo cemburu loh " batin Sisil


" Sisil ga peka banget ga bisa bedain mana cemburu atau ga nya " batin Leo kesal


" Yaudah terserah kalian saja " ucapnya semakin kesal


Merekapun berbincang-bincang kembali terutama Beni, Dia sangat antusias mendengarkan kegiatan Sisil selama ini, hanya Leo yang menampakan wajah kusutnya.


Merekapun telah selesi dengan pembicaraannya lalu memutuskan untuk pergi dari sana, Leo mengajak Sisil untuk pergi ke Kantornya. Karena ia tidak mau jika Sisil bertemu kembali dengan Beny.


...****************...


Beda halnya dengan Beni Ia masih berada di Cafe tersebut dengan wajah galaunya. tiba-tiba datanglah Salsa. Salsa mencoba menghampiri Beny.


" Beni " ucapnya


" Salsa Kamu ngapain Disini " tanyanya


" Aku kebetulan laper pengan makan Disini.... Kamu kesini sama Siapa " ucap Salsa


" Oh tadi sih rame-rame sekarang Aku sendirian " ucap meskipun Ia malas bertemu Salsa namun bagaimana pun Ia harus menghargai Salsa sebagai Kakanya Sisil


" Tanpa Kamu ngomongpun Aku tau Beni " batin Salsa


" Kamu masih sama Kaya dulu... Agresif... itu yang Aku ga suka dari Kamu " batin Beny


" Beni sekarang lebih tampan... tapi sayang hati ini sudah milik Leo sepenuhnya... Aku yakin Beni pasti masih mencintaiku makanya Dia ga risih Aku deketin Lagi " batin Salsa


" Beni.. Aku tuh sedih.. pacar Aku nikah sama Adik Aku sendiri " ucapnya sambil meneteskan air mata buanyanya


" Apa... Sisil dan Leo... bagaimna bisa... ini tidak mungkin " batin Beny


" Ko Bisa " tanyanya singkat


" Sisil merebut Leo dari Aku... Dia mengoda Leo... Aku sebagai kaka yang baik.. hanya bisa mengalah " ucapnya


" Aku tidak percaya Sisil seperti itu " ucap Beni


" Beni.... kalo Kamu ga percaya Kamu bisa tanya Mamah Aku " ucapnya sambil nangis tersedu-sedu


" Sisil sengaja merebut Leo dari Aku karena Leo itu orang Kaya " ocehanya


Beni pun segera meningalkan Cafe itu, karena tidak tahan dengan hinaan yang Salsa ucapkan. Dan Salsapun merasa ia menang karena ia telah mempengaruhi Beni


" Rencanaku berhasil semua orang pasti akan membenci Kamu Sil " ucapnya dengan menghapus Air matanya


...****************...


Keributan Di Mansion pun Terjadi, Ani marah besar, seharusnya Yesi mendapat hukumannya. Kini Yesi malah menghilang dari Mansion Tersebut.


Semua pembantu pun segera mencari keberadaan Yesi. Takunya Yesi hanya sedang bersembunyi dan tak Mau melakukan hukumannya.


Salah Satu pembantu pun menemukan keberadaan Sisil dan meyeretnya kehadapan Ani

__ADS_1


" Bu... Saya menemukannya Dari Arah gerbang ..... kemungkinan Dia pergi tanpa ijin " ucap Bela


" Sialan ini bocah.. malah bilang gitu sama Ani... kena marah lagi kan jadinya " batin Yesi


" Dari mana saja Kamu " bentaknya


" Aku diberi tugas oleh Oma membawakan bekal makan siang untuk Leo " ucap bohongnya


" Kenapa ga ijin dulu ke Saya " bentaknya lagi


" Ya... Saya buru-buru " kilahnya


" Yasudah sekarang Kau ganti bajumu lalu bersihkan semua toilet yang ada dikamar ini... dan Satu lagi jika Kau ingin pergi kemana pun ijin dulu sama Saya " ucapnya


" Ia ia " ucapnya singkat


" Masa hukuman membersihkan Toilet berlaku Satu minggu.... Bel awasi Dia " ucapnya melangkah pergi


" Tapi.... Tapi... Hey...." ucapnya Kesal


" Kesel Kesel kesel..... " cerososnya


" Apa " ucapnya melotot pada Bela


" Nih " ucapnya dengan tersenyum sinis


Bela pun meyuruh Yesi segera berganti baju, lalu Bela lah yang memberitahu tempat mana saja yang ada Toiletnya. Yesi pun segera membersihkannya hingga bersih


" Cepat bersihkan.... " ucap Bela


" Tapi Bau... Kotor.... jijik... " keluhnya


" Cepat bersihkan Aku kasih waktu Kamu sepuluh menit " ucapnya sambil mendorong Yesi kedalam kamar mandi tersebut


" Sama galaknya Sama Ani " ucapnya memoyongkan bibirnya


" Benar-benar Sial.... Tapi Kamu harus sabar Yesi... " batinya


Bela hanya mengawasi tanpa membatu sesekali bahkan ia menertawai Yesi bahkan tak segan-segan memaki-maki Yesi.


.


.


.


.


Bersambung


Halo Semua,..


Bocoran....untuk kalian.... jadi....


Beni ini Sahabat Sisil sewaktu Kuliah, Aku hadirkan Beni Biar Leo cemburu dan mengakui perasaannya, untuk Salsa dan Yesi pembalasan mereka akan Ditarik ulur karena sebenarnya Leo tidak tertarik pada mereka, Leo hanya membiarkan mereka sedikit melambung lalu ia jatuhkan kembali rencana mereka ya seperti senjata makan tuan atau karma begitu...


Kalo kalian ada ide yang lain atau saran boleh ko tulis dikomen ya... tapi yang positif ya... biar Akunya tambah semangat Up nya


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2