
Setelah selesai dengan konsep iya pun membicarakan tentang Cetring dan semua pengisi acara yang akan terlibat.
" Aku mau makananya yang ini saja... dan ini... penutupnya ini " ucap Salsa
" Tapi Neng ini tidak ada Pepes ikan Sambel terasi " ucap Ujang
" Ujang Sayang... Ini tuh nikahan bukan restoran Sunda yang ada kaya begituan " ucap Salsa
" Tapi di kampung Ujang juga suka ada begituan bahkan ada lalapan Daun singkong dan Daun buah pepaya " ucap Ujang
" Ujang... Kita nikah bukan dikampung Kamu... kenapa harus ada menu yang kaya begitu " ucap Salsa
" Tapi Bu Salsa kalau ibu mau kita bisa munculkan menu tersebut jika Nona mau " ucap Sang Wo bernama Romlah
" Tuh... Neng Salsa kata si ibunya teh bisa " ucap Ujang
" Tapi ga semua orang suka Pepes ikan dan sambel terasi " ucap Salsa mulai kesal
" Tapi teman-teman Ujang pasti suka " ucap Ujang masih berdebat
" Ujang Sayang ... udah yang simpel aja ya... jangan ribet-ribet.. yang wajar saja " ucap Salsa
" Gimana Neng Salsa saja " ucap Ujang kecewa
" Ya kali ada menu kaya begitu... nanti kalau Momi Natali curiga bagaimana " batin Salsa
" Jadi gimana Bu " tanya Bu Romlah
" Pakai yang ini Saja... " ucap Salsa
" Neng Kita pakai musik dangdut tidak " tanya Ujang
" Aku ga suka musik begitu... mending pop aja.. buat pengiringnya " ucap Salsa
" Tapi Non... temen-temen Ujang suka dangdut.. mereka pasti pada joget-joget .. pasti akan rame neng " ucap Ujang
" Aku ga suka musik dangdut... " ucap Salsa mulai kesal
" Yah neng... " ucap Ujang kecewa lagi
" Kalau Bapaknya mau pakai musik dangdut juga bisa... " ucap Bu Romlah dengan terseyum
" Tidak Bu... saya maunya musik pop pengiringnya... " ucap Salsa
Meskipun sedikit kecewa Ujang sangat bahagia dengan acara tersebut. Bahkan Salsa tampak sangat sibuk memilih-milih semuanya yang berhubungan dengan pernikahannya.
Lalu Bu Romlah pun merekomendasikan baju pengantin di butik yang selalu menangani pernikahan bahkan terkenal dikota itu.
" Saya ada rekomendasi baju pengantin dari butik terkenal dan desainnya pun bagus.. ini merupakan butik yang selalu Kami pakai di acara pernikahan " ucap Bu Romlah
" Boleh Saya lihat terlebih dahulu gambarnya "
" Ini Bu silahkan " ucap Romlah memberikan kumpulan gambar baju pengantin
" Bu acara kami akan diselenggarakan enam hari lagi... apa semuanya bisa terlaksana " ucap Salsa
" Bisa Bu... cuma untuk Baju pengantin Ibu tidak bisa memesan sesuai gambar palingan Ibu bisa lihat-lihat saja stok kami yang ada di butik tersebut " ucap Bu Romlah
" Tidak apa-apa Bu... boleh saya lihat-lihat sekarang "
" Ikut Saya Bu " ucap Romlah mengajak Salsa ke lantai dua
" Yang ini bagus Bu... Ibu kan lansing ini akan terlihat seksi dan elegan " ucap Bu Romlah
" Ujang tidak suka... apa-apaan punggungnya kaya yang kurang bahan dan bolong " ucap Ujang protes
__ADS_1
" Atau yang ini Saja Bu... lengannya panjang " Bu Romlah
" Tidak... suka " ucap Salsa
" Kalau yang ini bagaimana... " membawa bajunya kehadapan Salsa
" Bagus... lengannya pendek... tapi tidak terlalu panjang dibawahnya.... Ujang ga suka... kaya baju orang yang mau ke sawah takut cacing " ucap Ujang
Disisi lain Salsa kesal dengan Ujang namun disisi lain Ujang tampak lucu dan sangat antusias memilihkan baju untuk Salsa. Salsapun merasa sangat diperhatikan oleh Ujang
" Terus kamu maunya yang kaya gimana " Tanya Salsa
" Ujang mau yang sederhana tapi terlihat cantik dipakai Neng Salsa " ucapnya
Bu Romlah pun membawa sesuai dengan apa yang dipunya Ujang. dan ternyata pilihan Ujang sangat bagus Salsa pun senang.
" Saya ambil yang ini " ucap Salsa
" Ini coba dulu untuk bapaknya " ucap Bu Romlah
" Cocok " ucap Salsa ketika Ujang sedang memakai baju pengantin itu
" Baik Bu... Saya akan segera memisahkan baju baju ini untuk bapak dan ibu.. Nanti dua hari sebelum acara saya akan mengirimkan baju ini kepada ibu dan bapak " ucap Bu Romlah
Lalu mereka lanjut membicarakan contoh kartu undangan yang akan Ujang dan Salsa pilih, Bu Romlah memberikan pengarahan tentang mana saja yang selalu dipakai oleh beberapa pengantin namun mereka akan mencetak hanya beberapa undangan saja karena takut Natali mengetahuinya dan waktunya pun mepet jadi mereka hanya memilih yang sampel saja
" Ini ada beberapa contoh kartu undangan yang sangat bagus dan cantik.. silahkan Ibu melihat-lihat terlebih dahulu " ucap Bu Romlah
" Bu Kan Acara saya juga waktunya mepet apakah bisa selesai dalam beberapa hari " ucap Salsa
" Sebenarnya bisa sih Bu ... tapi ibu hanya bisa mencetak kurang dari 50 " ucap Bu Romlah
" Saya ambil Tiga puluh undangan saja " ucap Sisil
" Saya tidak suka... terlalu biasa "
" Yang ini Saja Bu... ini bagus... terlihat unik... " ucap Bu Romlah
" Saya Ambil yang ini " ucap Salsa memberikan contoh undangan itu
" Pilihan yang tepat Bu... " ucap Bu Romlah
" Baik Bu... untuk acara ibu mau digedung atau bagaiman " ucap Bu Romlah
" Gedung saja Bu... nanti saya beritahu gedungnya " ucap Salsa
" Kenapa tidak dirumah Mamah Ida " tanya Ujang
" Sudah di gedung saja..biar tidak ribet " ucap Salsa
" Baik Bu kalau begitu.. Terima kasih. " ucap Bu Romlah
" Kalau semua sudah selesai Saya pamit... " ucap Salsa melangkah pergi diikuti oleh uang
" Ia bu... terima kasih sekali lagi " ucap Bu Romlah
Salsa pun segera menuju mobilnya dan Ujang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
" Neng Salsa sekarang Kita mau kemana " ucap Ujang
" Kita kekantor Leo " ucap Salsa
" Loh Neng Salsa mau apa Kesana " ucap Ujang heran
" Aku harus bicara dengan Leo tentang rencana Kita " ucap Sisil
__ADS_1
" Baiklah " ucap Ujang segera melajukan mobilnya menuju kantor Leo
Mereka pun dalam perjalanan menuju kantor Leo namun terjebak macet di perjalanan.
" Neng Salsa... Neng Salsa mau dibawakan mahar apa .. " tanya Ujang
" Aku mau Kau melantunkan ayat suci surat Ar-rahman... dan seperangkat alat solat " ucap Salsa
" Neng Salsa... Ujang sanggup untuk melantunkan Ayat suci tersebut namun apakah Neng Salsa sanggup mengunakan Alat solat itu untuk solat setiap hari " tanya Ujang
" Maksudmu "
" Saat Ujang mengucapkan ijab Qobul dengan neng Salsa sebenarnya Ujang lagi dilihat oleh para malaikat dan Ujang serah terima dosa dengan Papah Anwar " ucap Ujang
" Aku tidak mengerti " ucap Salsa
" Ketika Ujang bilang saya terima nikah dan kawinnya neng Salsa itu sebenarnya Ujang juga menerima semua dosa neng Salsa selama menikah dengan Ujang... selama ini kan Neng Salsa semua salah masih ditanggung orang tua neng Salsa... karena neng Salsa masih tangung jawab mereka... setelah menikah Ujang akan jadi imam neng Salsa dan menanggung Semua dosa neng salsa.. makanya Ujang mohon Neng salsa bisa berubah dan tidak jahat lagi.. agar kelak kita masuk surganya Allah " ucap Ujang
" Hiks... hiks...hiks... "
" Neng Salsa Ko menangis "
" Jadi selama ini Papah menanggung dosa Salsa.. padahal salsa jahat banget selama ini pada Sisil... " ucapnya menangis kembali
" Allah maha pemaaf ko neng... asal neng berjanji tidak akan melakukannya lagi dan berubah serta meminta maaf pada Sisil... Allah pun akan memaafkanmu " ucap Ujang menghapus air mata salsa
" Salsa mau berubah ko... Ujang bantu Salsa iya " ucap Salsa
" Ujang akan bimbing Neng salsa kejalan yang benar... " ucap Ujang sambil tersenyum
" Makasih Ujang... " ucap Salsa hendak memeluk Ujang
" Maaf Neng kita bukan muhrim " ucap Ujang mampu membuat Salsa tertawa
" Semoga Ujang adalah pilihan terbaikku " batin Salsa
" Aku senang Neng salsa bisa berubah ... semoga Aku bisa membimbing Neng Salsa lebih dalam lagi dan mau menutup auratnya " batin Ujang
.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Maafkan jika untuk beberapa part kedepannya akan menguras emosi kalian...
So... Ikuti terus kisahnya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1