Dendam Sang CEO

Dendam Sang CEO
Episode 45


__ADS_3

Keesokan hatinya tepat pukul 4 pagi semua asisten rumah tangga di Mansion itu berkumpul dan bersiap-siap melakukan tugas mereka masing.


" Bela, apa Kau melihat Yesi " ucap Ani


" Yesi itu... Dia pembantu baru ya bu " tanyanya


" Ia, Dia baru kesini tadi malam... " ucapnya


" Mungkin Dia masih dikamarnya " ucap Bela


" Enak-enakan sekali Dia masih tidur jam segini " ucap ketus Ani


Ani pun segera kekamar Yesi dan mengetuk pintu kamar Yesi


Tok.... Tok.... Tok...


Tok.... Tok.... Tok...


Tok.... Tok.... Tok...


" Aduh... Siapa Sih berisik... masih pagi juga " ucap Yesi yang masih engan membuka matanya


Tok.... Tok.... Tok...


Tok.... Tok.... Tok...


Tok.... Tok.... Tok...


" Ia ia berisik... " ucapnya


Ceklek


" Hey punya sopan santun tidak... jam segini ketuk-ketuk kamar Orang " bentak Yesi


" Cepat Kau bangun, dan Siapkan semua bahan makanan untuk Sarapan Semua anggota keluarga ini " bentaknya


" Tunggu Aku kan kemarin disuruh Leo untuk masak... ah ia... Aku harus tunjukkin sama Leo kalo masakan ku lebih enak dari makanan yang selalu Sisil buat... dengan begitu Leo akan tertarik padaku " batinnya


" Malah melamun... cepat ganti bajumu dengan ini dan segera masak " bentaknya dan memberikan seragam khusus untuk pembantu


" Ia ia jadi orang ko galak-galak sih " ucapnya kesal


" Terus kenapa Kamu masih disini.... Cepat ganti bajumu sekarang.... Aku tunggu... " ucapnya


" Tapi.. Aku belum Mandi.... " rengeknya


" Nanti aja mandinya Siang " ucap Ani


" Kalo badanku Bau bagaimana... nanti Leo malah tidak suka padaku... " keluhnya


" Jangan harap Tuan Leo akan menyukaimu... sadar Diri... cepat ganti baju atau Aku sendiri yang akan memakaikannya " bentak Ani


" Ia ia Aku ganti " ucapnya semakin kesal


" Aku tunggu Lima menit " ucapnya


Setelah Lima menit Yesi pun tak kunjung keluar lalu Ani mengetuk pintu kembali


Tok.... Tok.... Tok...


Tok.... Tok.... Tok...


Tok.... Tok.... Tok...


" Aduh.... Dia cerewet sekali " ucap Yesi


" Keluar atau Saya dobrak " teriakanya


Ceklek,,


" Apa lagi " ucap Yesi


" Ayo ikut Saya " ucapnya meyeret tangan Yesi


" Tapi.... Aku belum selesai memakai make up.... lepasin Aku Sakit " ucapnya merengis kesakitan


" Kita disini pembantu bukan Artis jangan kecentilan " ucap Ani mendorong Yesi


" Kamu jadi cewek ga bisa angun sedikit apa... galak-galak banget " ucapnya


" Saya begini Karena Anda mengjengkelkan Saya " ucap Ani


" Sekarang Kamu masak semua ini... ini bahan-bahan nya " ucap Ani


" Hanya Nasi goreng dan telor ceplok... " ucapnya


" Cepat Lakukan, kalo sudah selesai Kamu taruh dimeja makan jangan lupa bawakan Roti pula... " ucapnya


" Ia... siap laksanakan " ucap Yesi bersemangat

__ADS_1


" Buatkan juga Kopi dengan gulanya Satu Sendok 2 cangkir dan Teh Tawar Satu Gelas serta Susu nya Satu Gelas " ucapnya melangkah pergi mengawasi asisten rumah tangga yang lainnya


" Ia bawel " ucap kesal Yesi


...****************...


Sementara Dikamar Sisil sudah bangun dari tidurnya namun ketika Dia hendak turun dari ranjang tersebut. Leo malah mempererat pelukannya.


" Mas... Lepasin Aku " ucapnya


" Kenapa Sayang.... mau kemana pagi-pagi begini " ucapnya


" Aku mau bikinin Mas sarapan " ceplosnya


" Kamu lupa hem... Kan sekarang Yesi yang buatin Kita Sarapan " ucapnya masih enggan membuka mata


" Haruskan Aku bertanya soal Yesi " batin Sisil


" Em... Mas... Sebenarnya Mas ada hubungan apa sama Yesi " tanyanya


" Ko nanyanya begitu... hem... Kamu cemburu sama Yesi.... " ucap Leo


" Sedikit Mas... " ucapnya dengan tersipu malu


" Apakah Kamu sudah mencintaiku " ucapnya


" Sedikit Mas... " ucapnya pipinya semakin Merah


" Banyak juga tidak apa-apa " godanya


" Apa Mas mencintaiku " ucap Sisil


" Maafkan Aku Sil... Bahkan Aku tidak tau dengan perasaanku padamu... semoga Kamu tidak tahu Kalo Aku menikahimu karena Aku dendam pada Kakamu " batin Leo


" Aku juga sedikit karena Kau juga mengatkan sedikit " ucapnya mengalihkan pembicaraan


" Ish... " ucapnya kesal memoyongkan bibirnya


Tiba-tiba Leo mengecup bibir Sisil dan bangun dari tidurnya. Dia segera melangkahkan kakinya kedalam Kamar mandi.


" Semoga Mas Leo bisa mencintaiku dengan sepenuh hatinya " ucap Sisil yang sedang memilih-milih baju untuk Leo


" Sayang Sekarang Kamu mandi Gih... biar tambah cantik " godanya


" Mas Leo.... " ucap malunya


" Apa... Kamu mau dimandiin sama Aku " godanya kembali


" Kenapa Aku sedang jika Kamu goda rasanya mengemaskan " ucap Leo segera memakai baju kerjanya


...****************...


Leo dan Sisil segera menuruni tangga untuk melakukan ritual sarapannya. Disana Terlihat Oma dan Sang Ayah sudah menungunya.


" Kalian lama sekali turun dari kamarnya " protes Oma


" Oma seperti belum pernah muda Saja.... lagiankan Mereka pengantin Baru " goda Sang Ayah


" Ia nih Oma ga pengertian banget " ucap Leo


" Mas... " ucapnya mencubit pinggang sang suami


" Lah Ia kan... memang Kita pengantin baru sayang " godanya


" Sialan Kau Sisil " batin Yesi sambil menghidangkan makanan dimeja mkan tersebut


" Bu Yesi terima kasih " ucap Sisil


" Sayang Kamu ga boleh bilang Bu lagi sama Yesi ... bilang aja namanya ok " ucap Leo


" Ia Sisil, Aku juga ga keberatan jika Kau hanya memanggil namaku saja " ucap Yesi


" Baiklah " ucap Sisil


Mereka hendak melakukan Sarapan lalu heran dengan kehadiran Yesi yang berdiam diri seperti patung


" Yesi... kenapa Kau masih disini... ada apa " tanya Leo


" Em... tidak apa-apa Leo... kalo begitu... Saya permisi " ucapnya


" Tunggu " ucap Oma yang baru saja memakan sesendok nasi goreng tersebut


" Pasti Oma akan mengajakku makan bersama dimeja Makan " batin Yesi


" Ada yang bisa Yesi bantu Oma "


" Ini Nasi Goreng buatanmu "


" Pasti Oma sangat meyukainya " batin Yesi

__ADS_1


" Betul sekali Oma " ucap Yesi dengan terseyum manis


" Apa Kau pernah masak ini sebelumnya " sang Oma menunjuk nasi goreng itu


" Sering Oma " jawabnya bohong


" Apa tadi Kau mencicipinya terlebih dahulu " tanya Oma lagi


" Ini Oma cerewet sekali... tinggal makan apa susahnya " Batin Yesi


" Ia dong Oma, Yesi cicipi " ucapnya ragu


" Rasanya enak Tidak " tanya Oma lagi


" Ya pasti enak dong buatan Yesi " ucap P.D nya


" Perasaanku tidak Enak.. sebenarnya kan tadi aku tutorial di youtobe... masa bisa ga enak... pasti enak kan " batin Yesi


" Coba Kau cicipi " ucap sang Oma


" Rasakan dasar pembohong.... Tipe wanita ular sepertimu harus kukerjain " batin Oma


" Wuek... ga enak.... Asin.... " ucapnya yang memakan masakanya satu sendok


" Ko rasanya begini " batin Yesi


" Rasanya sunguh tidak enak... Aku akan kerjain Kamu Yesi " batin Leo


" Coba habiskan makananku juga " ucap Leo meyodorkan piring yang berisi nasi goreng tersebut


" Tapi.... " ucapnya ragu


" Cepat... Tadi Kau sombong sekali dengan masakanmu itu.... sekarang Kau saja yang makan Semua " ucap sinis Leo


" Sepertinya Leo tidak suka dengan wanita ini tapi kenapa Dia bawa wanita ini kesini " batin Marco Ayah Leo


Yesi pun segera menghabiskan makanan sang Oma dan Leo. peeutnya terasa mual karena nasi goreng yang ia buat sunguh tidak enak.


" Kalo begitu makan punya Ku juga " ucap Marco


" Aduh... Aku ga sangup jika harus makan lagi " batin Yesi


Sang Oma pun memangil Ani dengan segera


" Ani sini Kamu " teriak sang Oma


" Maf Oma pangil Saya, ada apa " ucapnya sopan


" Ani coba Kau cicipi ini " ucap sang Oma


Ani pun segera mencicipi nasi goreng tersebut. dan rasany sunguh tidak enak


" Sial... pasti Oma akan memarahiku karena Yesi " batin Ani


" Besok-besok Kau dampingi Dia untuk memasak " ucap bijak sang Oma


" Baik Oma, Saya minta maf tidak mengira akan seperti ini " ucapnya


" Bukan Salahmu hanya Dia saja yang tidak becus "ucap Leo


Akhirnya mereka melanjutkan sarapannya dengan Roti. Leo merasa senang sudah menang dari Yesi, sedangkan Oma dan Marco pun merasa kesal dengan Yesi. tapi beda halnya dengan Sisil ia merasa kasian pada Yesi.


Ani langsung menarik tangan Yesi. Dia terlihat sangat marah, belum pernah ia ditegur seperti itu oleh majikan karena biasanya ia melakukan segala hal dengan sempurna.


" Sini Kamu.... " ucap marahnya lalu mendorong Yesi ke lantai


.


.


.


.


Bersambung.....


Halo Semua,..


Hayo apa yang akan dilakukan Ani pada Yesi... bisakah Yesi kuat dalam Mansion tersebut... apa yang Akan dikerjain Oma pada Yesi


Bab ini Aku panjangin Part ya


Tunguin lagi Kisahnya ya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁


__ADS_2